
"Sudah berapa lama?" tanya Raja Wei dengan hati yang terasa seperti disambar petir.
"Sudah 3 bulan. Bayi ini tidak rewel, jadi aku tidak tahu jika sudah 3 bulan dia berada di dalam sana." jawab Se Se dengan senyuman cerah di wajah.
Raja Wei berpikir sejenak, dia mengingat 3 bulan lalu Thien Si Rui menculik Se Se selama beberapa hari. Saat Se Se di temukan, Thien Si Rui sedang melecehkan nya.
Raja Wei juga mengingat bekas-bekas merah yang berada di leher dan beberapa bagian tubuh istrinya.
"Apakah bayi ini milik Thien Si Rui?" batin Raja Wei.
Se Se menyadari perubahan wajah Raja Wei yang terlihat kecewa dan marah.
"Xuan, kenapa kamu tidak senang dengan kabar gembira ini?" tanya Se Se penasaran.
"Karena kamu harus menderita lagi saat melahirkan nanti, dan bayi itu bukan lah milik ku!" batin Raja Wei.
"Xuan..." Se Se memanggil Raja Wei karena dia terlihat sedang melamun.
Raja Wei membelai wajah Se Se, "Tidak, aku hanya tidak ingin kamu merasakan sakit saat persalinan. Maafkan aku yang sudah membuatmu menderita." jawab Raja Wei.
"Aku tidak menderita, aku bahagia bisa hamil buah hati kita. Bayi ini adalah bukti cinta kita." ucap Se Se dengan senyuman bahagia.
"Apa yang harus ku lakukan padamu? Apakah aku harus memaksa mu menggugurkan bayi ini? Bukan tidak mau merawat bayi ini, tapi aku tidak ingin melihat mu menderita saat melahirkannya." batin Raja Wei.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Li Siang mengunjungi sebuah toko obat, dia memakai penutup wajah dan menyamar sebagai laki-laki.
"Saya butuh obat perangsang yang kuat." ucap Li Siang pada penjaga toko.
"Tepat sekali anda datang ke toko kami. Tunggu sebentar Tuan." jawab penjaga toko.
Beberapa menit kemudian, penjaga toko menyerahkan obat bubuk kepada Li Siang.
"Ini adalah obat terkuat yang bahkan bisa membuat gajah tahan bermain semalaman." ucap penjaga toko.
Li Siang tersenyum dengan wajah liciknya. Dia memberikan satu kantong perak kepada penjaga toko.
"Terima kasih Tuan, saya harap anda puas dengan obat itu." ucap penjaga toko.
Li Siang kembali ke istana, dia pergi mengunjungi Han Ze Liang.
"Pangeran 5, ada hal yang ingin saya bicarakan dengan anda." ucap Li Siang tanpa mengucapkan salam.
Han Ze Liang menatap tubuh molek Li Siang, dengan kasar dia menarik lengan wanita itu dan membuat Li Siang jatuh ke atas pangkuannya.
__ADS_1
"Apa kau sedang menggodaku?" tanya Han Ze Liang sambil menyentuh salah satu melon di dada Li Siang.
"Saya kemari untuk menawarkan kerja sama dengan anda, Pangeran 5." ucap Li Siang dengan wajah nakal.
"Pria brengsek ini, kalau bukan karena aku membutuhkan nya, aku akan mematahkan lengannya sekarang juga!" batin Li Siang.
"Kerja sama apa yang akan kamu tawarkan padaku?" tanya Han Ze Liang yang mulai menurunkan kain penutup tubuh Li Siang.
Li Siang mengeluarkan sebungkus obat yang baru saja di belinya, "Obat ini akan membuat orang bergairah dalam satu malam. Saya butuh beberapa pria untuk menghancurkan wanita itu." ucapnya dengan wajah penuh kebencian.
"Siapa?" tanya Han Ze Liang dengan wajah serius.
"Huang Se Se, Permaisuri Raja Wei." jawab Li Siang.
Han Ze Liang menghentikan kelakuan nakalnya, dengan serius dia bertanya pada Li Siang. "Kenapa kamu ingin mencelakai wanita itu?"
"Bukan kah Pangeran juga ingin membunuhnya?" jawab Li Siang.
Han Ze Liang menyunggingkan senyuman licik di wajahnya, "Lalu kenapa aku harus membantu mu?"
"Seperti kata pepatah, musuh dari musuh kita adalah teman. Sesama teman bukankah kita harus saling membantu?" ucap Li Siang sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Han Ze Liang.
Han Ze Liang tersenyum, dia mengangkat tubuh Li Siang dan membawanya masuk ke dalam kamar.
"Mencoba obat ini!" jawab Han Ze Liang dengan senyuman mesum.
Han Ze Liang memasukkan sebagian obat itu ke dalam secangkir teh, dia menarik lengan Li Siang dan memaksanya minum teh itu.
Li Siang mencoba memberontak, namun tenaga nya kalah jauh dari Han Ze Liang. Akhirnya dia menelan semua teh yang di tuang Han Ze Liang ke dalam mulutnya.
"Uhukkk... Uhukkk...!"
"Kenapa anda melakukan ini pada saya?" ucap Li Siang dengan wajah marah.
"Aku tidak suka di manfaatkan, tapi jika kau membuat ku senang, mungkin aku bisa mempertimbangkan untuk membantu rencana mu." ucap Han Ze Liang.
"Kau!" Li Siang kesal dan marah. Tubuhnya akan dipermainkan oleh pria brengsek ini.
Han Ze Liang menarik tangan Li siang dan menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang. Dia mulai mencium wanita itu dengan kasar, tangannya meremas kedua melon secara bergantian.
Li Siang meliuk dan mendesah, tubuhnya tidak bisa menolak karena pengaruh obat. Dia merasa terbakar di semua bagian tubuhnya.
Han Ze Liang tersenyum puas melihat reaksi obat yang sudah mulai mempengaruhi tubuh Li Siang. Wanita itu mulai membalas ciuman nya dan menyentuh tubuh Han Ze Liang dengan liar.
Han Ze Liang melepaskan kain pembalut di tubuh Li Siang dan menikmati semua bagian tubuh wanita itu. Beberapa gigitan dan tanda merah terlihat di leher dan buah melon nya.
__ADS_1
Han Ze Liang makin bergairah saat melihat buah melon yang kini mengeras dan terlihat menantangnya.
Dengan rakus dia melahap melon di sebelah kiri dan mengulum pucuknya. Sebelah tangannya meremas dengan kuat melon yang satunya lagi.
Li Siang menggelinjang dan meliuk dengan cepat. Suara desahan dan napas yang memburu mulai terdengar di ruangan kamar itu.
Pusaka Han Ze Liang mulai terusik, tanpa aba-aba dia memasukkan pusaka itu ke dalam tubuh Li Siang.
"Akhhh... Sakit!" rintih Li Siang, air matanya mulai mengalir.
Han Ze Liang menatap bagian bawah tubuh Li Siang dan mendapati kalau darah keluar dari sana.
"Tidak di sangka kamu masih perawan." ucap Han Ze Liang sambil tersenyum puas.
Han Ze Liang melanjutkan perbuatan kotornya, dengan cepat dia menggerakkan pinggulnya hingga membuat tubuh Li Siang bergetar kuat.
Han Ze Liang meremas dengan kuat kedua melon yang bergoyang mengikuti gerakan dari tubuhnya. Tak lama kemudian dia mempercepat hentakan pinggulnya hingga akhirnya menanamkan benih-benihnya ke dalam tubuh Li Siang.
Mereka melakukan perbuatan kotor itu terus menerus hingga pagi hari berikutnya. Li Siang yang masih di bawah pengaruh obat sama sekali tidak menyadari apa yang sedang di lakukannya selama satu hari satu malam.
Li Siang membuka mata, dia terkejut melihat wajah Han Ze Liang yang sedang tertidur di sampingnya.
Dengan cepat dia turun dari ranjang, matanya membelalak saat menyadari tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang.
Dia mengingat kejadian yang terjadi semalam, tangisannya mulai pecah, air matanya mengalir deras. Li Siang menatap benci pria yang telah memperkosanya, dia menyesali kebodohannya memilih pria bajingan ini.
Namun apa daya, nasi sudah menjadi bubur. Malam pertamanya juga telah di ambil paksa oleh Han Ze Liang. Dia tidak punya jalan lain lagi selain memanfaatkan tubuh untuk mencapai ambisinya.
Li Siang menghapus air matanya, dia memakai kembali pakaian yang telah berlubang di beberapa sisi.
Li Siang kembali ke ranjang dan tidur dengan memeluk tubuh Han Ze Liang.
"Akan kubalas penghinaan ini kepada wanita jalang itu!" batin Li Siang.
^^^BERSAMBUNG...^^^
...Hai teman-teman......
Mohon dukungan nya.
Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.
Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.
Terima Kasih💖
__ADS_1