Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Mengisi Waktu


__ADS_3

Seperti yang sudah dikatakan, malam itu Ravendra membawa Alexa menuju negara Yunani. Laki-laki itu sudah menyiapkan segala kemungkinan yang akan mereka dapatkan setelah sampai diisana. Di atas pesawat, Ravendra menyandarkan kepala Alexa ke atas dadanya, dan mempermainkan rambut gadis itu secara berhati-hati dan perlahan. Private jet yang menerbangkan mereka akan langsung terbang menuju Athena, dan membutuhkan waktu perjalanan selama lima jam dari bandara Dubai. Masih membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk menuju Santorini dari bandara Athena.


"Honey apakah kamu merasa lelah malam ini..?? Jika lelah.., aku bisa memijit kaki atau tubuhmu, agar hilang rasa lelahmu. Kita masih harus menempuh lima jam perjalanan, agar dapat sampai di Athena." sambil menjepitkan rambut di atas telinga gadis itu, Ravendra bertanya dengan lembut kepadanya. Alexa menengadahkan wajahnya ke atas, dan sebuah kecupan di bibir gadis itu mendarat dengan sempurna,


"Tidak begitu kak..., yah mungkin hanya sedikit karena efek jalan-jalan di The Dubai Mall tadi. Alexa pikir, kita masih besok pagi meninggalkan Dubai, ternyata malam ini juga kakak sudah mengajakku untuk terbang menuju Athena." ucap Alexa tanpa bermaksud menyalahkan suaminya.


Laki-laki itu tersenyum, kemudian menggeser kepala gadis itu ke atas sandaran kursi. Dengan cekatan, Ravendra menekan tombol, dan connecting door menuju ruang ke arah pramugari dan pilot segera tertutup dengan sendirinya. Tanpa bicara, Ravendra mengambil aroma theraphy dan minyak zaitun yang ada di drawer tempat obat-obatan,


"Luruskan kakimu sebentar honey..., just relax..!! Aku akan memijitmu perlahan.." Ravendra memegang kaki Alexa, kemudian meluruskannya di atas sofa. Dengan sigap, tangan Ravendra menyibakkan rok yang dipakai Alexa ke atas, dan melepaskan pengait rok tersebut,

__ADS_1


"Kak.., kok roknya dilepas..?" Alexa dengan tanggap, memprotes tindakan yang dilakukan suaminya itu. Tanoa menjawab, Ravendra kembali memberikan kecupan di bibir mungil gadis itu.


"Biar lebih fokus honey..., jangan takut aku tidak akan menyusahkanmu." bisik lirih dan kerling mata laki-laki itu terhujam ke wajah gadis itu. Akhirnya, malas berdebat, Alexa membiarkan apa yang dilakukan oleh suaminya itu. Karena bagaimanapun juga, mereka sudah terikat oleh tali pernikahan, sehingga akan menjadi sesuatu hal yang tidak baik jika dia menolak keinginan dari suaminya.


"Good girl.." bisik lirih Ravendra. Tangan Ravendra mengusapkan, campuran aroma theraphy dan minyak zaitun ke paha dan betis Alexa. Perlahan dengan pijatan lembut, Ravendra mulai memberi pijatan ke setiap jengkal kulit gadis itu. Alexa merasa nyaman dan nikmat merasakan pijatan itu, dan terkadang darahnya terasa berdesir ketika tangan laki-laki itu meraba dan memijat titik-titik sensitif yang ada di area kaki panjangnya,.


Beberapa waktu dihabiskan Ravendra untuk memberi pijatan pada bagian kaki istrinya, dan tiba-tiba laki-laki itu melepaskan T-shirt yang dikenakannya sendiri, karena tiba-tiba dirinya merasa gerah. Alexa tidak menyadari tindakan yang dilakukan oleh suaminya itu, gadis itu terlalu menikmati dan meresapi setiap sentuhan dari laki-laki itu di setiap inchi tubuhnya,


"Mmmm... ugh... kak..." tiba-tiba tanpa sadar Alexa mengeluarkan lenguhan. Seperti di sengaja, Ravendra menurunkan tangannya ke arah squissy kenyal di dada gadis itu, ketika tangannya menyusuri punggung gadis itu. Ravendra tersenyum smirk, laki-laki itu malah terus melanjutkan sentuhan dan elusan ke bagian dada Alexa dari belakang punggung. Bibir laki-laki itu turun ke bawah, dan lidahnya memberikan jilatan di leher Alexa, dan kecupan demi kecupan terus diberikan laki-laki itu menyusuri tubuh bagian belakang Alexa.

__ADS_1


Tiba-tiba Ravendra mengangkat salah satu kakinya ke atas tubuh Alexa yang sedang dalam posisi tengkurap, Setelah merasa sudah pas, tanpa bicara laki-laki itu menduduki kedua paha Alexa dari belakang, kemudian melanjutkan pijatan di area punggung Alexa. Gadis itu mengerutkan keningnya, ketika merasakan ada sesuatu yang keras terasa menghunjam tubuhnya dari belakang. Tetapi Alexa diam menikmati perlakuan lembut yang diberikan laki-laki itu, matanya menyipit dan sesekali lenguhan dan de**sahan tanpa sadar terlolos dari bibirnya.


Semakin lama, darah Alexa semakin berdesir. Gadis itu sudah tidak lagi merasakan kenikmatan dipijit. melainkan seluruh bagian tubuhnya sudah menginginkan elusan yang lain dari suaminya. Tanpa sadar gadis itu membalikkan tubuhnya, dan memposisikan tubuhnya dari tengkurap menjadi telentang dengan tubuh Ravendra di atasnya. Melihat kedua squissy kenyal di atas dada gadis itu, Ravendra juga sudah tidak dapat mengendalikan dirinya. Laki-laki itu mendekatkan wajahnya ke bawah, dan tanpa bicara bibirnya sudah memainkan bulatan kecil di atas squissy tersebut.


Alexa mengangkat tangannya, dan meletakkan di atas rambut laki-laki itu. Jambakan-jambakan kecil diberikan gadis itu, ketika dengan penuh naf**su. Ravendra memberikan isapan dan mempermainkan bulatan-bulatan kecil itu, kemudian satu tangannya sudah meremas pantatnya dengan lembut.


"Kak.. Ravend... aakh..." de**sahan kembali keluar dari mulut Alexa\, dan bagi Ravendra suara itu seperti memberinya semangat untuk terus mengeskplorasi setiap inchi dari bagian tubuh Alexa. Gadis itu sudah tidak dapat menguasai dirinya\, jeritan-jeritan kecil terlontar keluar dari bibirnya\, dan Ravendra menjadi semakin berga**irah memperlakukannya dengan memainkan bibirnya. Posisi kedua orang itu sudah berganti dari awal mereka bersama\, Alexa seperti sudah terlena dan terjerat dalam permainan. Tidak hanya menerima perlakuan yang diberikan oleh Ravendra\, tetapi gadis itu sudah berhasil mengimbangi dan bahkan ikut mempermainkan Ravendra dengan lidah dan bibirnya.


Suasana di dalam ruangan tengah private jet itu menjadi panas dan penuh dengan aroma intim. Kedua tubuh manusia itu saling membelit menjadi satu\, saling menyatukan saliva mereka tanpa pernah merasakan kebosanan. Mereka tidak menyadari jika jeritan-jeritan serta de**sahan yang keluar dari bibir ALexa\, bahkan gerakan ero**tis Ravendra terdengar sampai ke ruang cock-pit. Pilot dan pramugari tersenyum dan saling menganggukkan kepala. Tetapi mereka tidak memiliki keberanian sedikitpun untuk mengingatkan kepada kedua orang itu, mereka kemudian memasang head phone di telinga mereka.

__ADS_1


Perjalanan Dubai menuju Athena selama lima jam menjadi tidak berarti bagi Ravendra dan Alexa. Keduanya mengisi waktu di pesawat dengan menyatukan kedua tubuh mereka dalam satu belitan. Ciuman, sentuhan, rabaan saling mereka berikan tanpa merasakan adanya kebosanan. Akhirnya setelah kurang dari lima belas menit, pesawat akan melakukan landing, kedua orang itu sudah mendapatkan kepuasan, dan tujuan akhir dari pergerakan yang mereka lakukan.


***************


__ADS_2