Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Jika Lega, Lakukanlah


__ADS_3

Mendengar perkataan ketus Nyonya Sarah, ALicia mengangkat wajahnya ke atas. Dengan berani gadis yang selama ini sudah menjatuhkan hati dan perasaanya untuk Tuan Thomas itu, menatap mata Nyonya Sarah. terlihat kilat kebencian yang ditunjukkan oleh gadis itu, pada perempuan paruh baya di depannya itu. Berbagai daya dan upaya sudah dilakukan ALicia untuk menarik perhatian Tuan Thomas, namun laki-laki itu sedikitpun tidak memiliki ketertarikan seorang laki-laki pada perempuan terhadap gadis itu,.


"Ternyata Nyonya Sarah istri dari tuan Thomas.. merupakan perempuan yang sombong dan arogan. Sangat berbanding terbalik dengan citra yang selalu dimunculkan oleh Tuan Thomas di hadapan para kolega." dengan berani, Alicia mengomentari  perkataan perempuan itu.


"Ha.. ha.. ha... untuk perempuan sepertimu, yang selalu berusaha untuk mengincar dan memperdaya suamiku, semuanya impas dan imbang untukmu. Jadi.. tidak perlu aku menunjukkan rasa simpati atau belas kasihan kepadamu. pergilah dari rumahku saat ini juga.., sebelum aku kehilangan kesabaran." dengan nada tinggi, Nyonya Sarah mengusir Alicia untuk meninggalkan rumahnya.


Perempuan bernama Alicia itu menatap mata Nyonya Sarah dengan tatapan sengit, kemudian segera berdiri dan di bawah iringan tatapan dan senyum sinis perempuan itu berjalan keluar meninggalkan kediaman Nyonya Sarah. Sepeninggalan ALicia, Nyonya Sarah mendudukkan pantatnya di sofa ruang tamu. Dari pintu penghubung. Lili melihat kejadian itu, dan hanya bisa mengusap dada serta mengambil nafas dalam.


"Nyonya Sarah.. minumlah dulu agar hati Nyonya menjadi longgar." Lili segera mendatangi Nyonya Sarah, dan memberikan satu gelas air minum pada perempuan itu.


Nyonya Sarah mengambil gelas dari tangan Lili, kemudian perempuan itu menatap dalam mata Lili. Merasa trenyuh dan simpati dengan perempuan itu, Lili tersenyum kemudian menganggukkan kepala. Tangan kanan Lili membantu Nyonya Sarah untuk mengangkat air minum, dan perlahan menyesap air di gelas tersebut.


"Lili.. apakah tindakanku terhadap ALicia tadi salah. Aku tidak bisa menahan kekesalan terhadap perempuan itu, apalagi ketika mengingat jika kak Thomas tidak aku ketahui keberadaannya lagi." kembali air mata mengalir keluar dan membasahi pipi Nyonya Sarah. Dengan sigap, Lili mangambil tissue kemudian membantu perempuan itu untuk mengusap air matanya.


"Jika Nyonya Sarah dapat lega setelah melakukan hal tadi, lakukanlah. Lili tidak akan menyalahkan. namun.. jika hati Nyonya Sarah malah menjadi sesak dan sakit, maka hentikanlah tindakan itu Nyonya. Bukan saatnya lagi, Nyonya Sarah untuk mencari seorang musuh.. apalagi ketika Tuan Thomas dan Nona ALexa belum diketahui dimana keberadaannya. Tidakkah akan menjadi lebih baik, jika Nyonya Sarah lebih banyak berdoa." dengan suara lembut, Lili memberi tanggapan atas perkataan perempuan itu.

__ADS_1


Mendengar perkataan Lili, Nyonya Sarah menjadi terhenyak. Sesaat kesadaran kembali menghampiri mama ALexa, perempuan itu memeluk tubuh Lili dengan erat, dan menumpahkan air mata di pundak asisten rumah tangganya itu. Dengan penuh kasih sayang, Lili membantu Nyonya Sarah mengusap air mata yang mulai menetes di pipinya.


"Nyonya Sarah.. saya sarankan untuk saat ini Nyonya kembali ke kamar dulu. Nyonya membutuhkan waktu untuk istirahat, dan jangan khawatir., Lili akan berada di luar kamar Nyonya Sarah.. jadi jangan pernah merasa takut hidup sendiri." dengan perkataan dan nada bicara pelan, Lili mengajak Sarah untuk istirahat.


"Terima kasih Lili.. aku senang kamu selalu ada untukku. Jangan pernah tinggalkan aku Lili.. aku membutuhkanmu untuk selalu di sisiku." dengan suara lirih yang menunjukkan kelemahan, Nyonya Sarah berjalan di bawah pegangan Lili.


**********


Dua hari berlalu, dan Nyonya Sarah sama sekali tidak mau beranjak untuk keluar dari dalam kamar. Lili dengan sabarnya melayani perempuan itu di dalam kamarnya. Berusaha memahami kesedihan seorang ibu yang kehilangan suami dan putrinya, Lili berusaha memposisikan dirinya pada posisi Nyonya Sarah. Apapun permintaan Nyonya Sarah selalu berusaha untuk dipenuhi dan disediakan oleh Lili.


"Aku sedang tidak ingin kemana-mana Lili. Hari ini aku akan menghabiskan hariku di kamar saja, percayalah suatu saat aku akan keluar jika sudah merasa cukup istirahatku." Nyonya Sarah membuat alasan untuk menolak ajakan asisten rumah tangganya itu.


Lili tersenyum, perempuan itu sampai hafal dengan kata-kata yang keluar dari mulut Nyonya Sarah. Sejak kemarin, perempuan itu menjawab akan menghabiskan harinya di kamar saja, dan hari ini kata-kata itu keluar kembali dan terdengar di telinganya.


"Baik Nyonya Sarah... tetapi pintu balkon Lili buka ya. Agar udara segar masuk, dan menambah semangat pagi ini untuk Nyonya Sarah. Saya akan kembali ke belakang dulu, untuk menyiapkan minuman hangat untuk Nyonya.." Lili berjalan menuju pintu balkon, dan tanpa persetujuan dari Nyonya Sarah, Lili membuka pintu balkon lebar-lebar. Selain pintu, Lili juga membuka jendela kamar, dan udara pagi langsung masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Nyonya Sarah terdiam hanya memandang punggung Lili yang berdiri membelakanginya. Sudah beberapa saat, perempuan itu tidak membuka ponselnya, tiba-tiba perempuan itu ingin membuka-buka media sosial yang dimilikinya.


"Lili.. bantu aku ya. Cari dan ambilkan ponselku.Bawalah kemari.." dengan suara lirih, Nyonya Sarah meminta bantuan pada Lili.


"Baik Nyonya.. tunggu sebentar." Lili kemudian berjalan ke arah meja rias, kemudian mengambil ponsel majikannya, dan tidak lama kemudian Lili sudah mengantarkan ponsel itu ke tempat Nyonya Sarah.


Lili tersenyum ketika melihat perempuan itu menerima dan mulai menyalakan ponselnya. Tidak mau mengganggu keasyikan Nyonya Sarah, Lili berpamitan untuk kembali ke belakang.


"Nyonya.. Lili ijin untuk kembali ke dapur. Sebentar lagi teh manis panas, akan Lili bawakan ke kamar ini.."


Nyonya Sarah menoleh ke arah Lili kemudian menganggukkan kepala. Lili kemudian berjalan menuju ke arah pintu, dan tidak lama kemudian perempuan itu sudah menghilang dari dalam kamar,


"Sebenarnya untuk apa aku tiba-tiba ingin memegang ponsel ini. Sudah tidak ada lagi yang ingin kutunggu kabar beritanya.." Nyonya Sarah bergumam sendiri. Tetapi jari-jari tangannya tetap menyalakan ponsel, dan begitu ponsel tersambung, suara pesan masuk banyak terdengar dari ponselnya tersebut. Tetapi sedikitpun, perempuan itu tidak tertarik untuk membukanya, dan malah meletakkan kembali ponsel tersebut ke atas meja kecil di samping ranjang.


Tiba-tiba ponselnya berdering menandakan ada panggilan masuk. Perempuan itu hanya melirik sebentar saja pada layar ponsel, namun ketika melihat siapa yang melakukan panggilan, Nyonya Sarah langsung duduk dan mengangkat ponsel tersebut.

__ADS_1


********


__ADS_2