
Alexa memandang ombak yang bergulung di depan sana, matahari yang perlahan bergeser ke arah peraduan menjadikan suasana alam sekitar bersemburat jingga. Dengan menggunakan kekuatannya, Ravendra mengangkat tubuh Alexa dengan bridal style, dan membawanya terbang menuju pantai Asoka. Melihat keasyikan Alexa menatap gulungan ombak, Ravendra memegang kepala gadis itu, kemudian menyandarkan di bahunya. Sesekali kecupan di kening Alexa, dilakukan oleh laki-laki itu.
"Itulah Lexa..., sekelumit cerita tentang diriku. Aku juga tidak pernah meminta dilahirkan oleh orang tua yang memiliki garis keturunan dari vampire original. Jika kamu bertanya.., aku sudah bosan hidup tanpa sedikitpun mengalami proses menuju tua. Berkali-kali aku harus merubah identitas, agar orang-orang tidak mampu mengenaliku." dengan tatapan kosong, Ravendra mengakhiri cerita dirinya yang dilahirkan sebagai seorang vampire.
Alexa terdiam, dalam hati dia membenarkan apa yang dikatakan oleh laki-laki itu. Tidak akan ada orang yang dapat memilih, dia akan menjadi apa dan siapa. Yang keliru dalam hal ini, hatinya telah terpatri dan terikat dengan laki-laki yang saat ini berada di sampingnya itu. Jikapun dia diperbolehkan untuk memilih, maka dia akan memilih untuk tidak dipertemukan dengan laki-laki tersebut.
Ravendra meraih dagu Alexa dengan tangan kanannya, laki-laki itu mengarahkan tatapannya dengan tatapan gadis itu. Mata Ravendra terlihat bening dan jernih, dan Alexa tidak melihat sedikitpun jejak kebohongan di matanya. Tiba-tiba tanpa diduga..
"Cup.." bibir Ravendra terbuka, laki-laki itu tidak percaya. Secara tiba-tiba, dengan impulsive Alexa memberikan sebuah kecupan di bibir Ravendra.
"Honey..., kamu percaya padaku, dan bisa menerima takdir yang aku derita..?" dengan tatapan tidak percaya, Ravendra bertanya pada gadis itu. Laki-laki itu ingin mendengar perkataan langsung dari gadis yang ada di sampingnya itu.
"Bukan begitu maksudku kak Rav.., aku hanya ingin menjalaninya saja. Masalah dapat atau tidakkah kita bersatu di kemudian hari, pasrahkan semua dengan kehendak Tuhan. Apakah kita akan disatukan ataukah akan dipisahkan.., kita tidak akan bisa menebaknya sekarang. Kita perlu menikmati dan menjalani kesempatan yang ada pada saat ini, yang nanti biarkan hukum alam yang akan bekerja." dengan suara lirih, Alexa mengungkapkan perasaanya.
Mendengar perkataan itu, hati Ravendra terlihat senang, meskipun mereka belum tahu akan dapat mempertahankan hubungan mereka sampai masa nanti. Laki-laki itu kemudian menundukkan wajahnya, dan kembali di bawah warna jingga biasan matahari terbenam, laki-laki itu membenamkan ciumannya di bibir Alexa.
Alexa membuka sedikit bibirnya, baru kali ini dalam keadaan sadar, Alexa mengijinkan Alexander mengambil keuntungan darinya. Dengan lincah, lidah gadis itu ikut membelit lidah Ravendra, dan ciuman itu berlangsung untuk waktu yang cukup lama. Ketika kedua pasangan kekasih itu hampir kehabisan nafas, baru mereka melepaskan ciuman itu.
__ADS_1
"Manis..." terdengar ucapan lirih Ravendra saat melepaskan ciuman itu. Alexa menoleh ke wajah Ravendra dengan muka bersemburat warna pink.
"Manis ciumanmu honey, membuatku tidak akan dapat melepaskanmu untuk selamanya." bisik Ravendra melihat tatapan Alexa berisi pertanyaan.
"Aaaaw.." Ravendra memekik, karena gadis itu tidak menjawab perkataan laki-laki itu dengan kata-kata, melainkan memberi cubitan di pinggang laki-laki itu.
"Bagaimana jika kita menghabiskan malam di pantai ini honey.., aku tidak mau berpisah denganmu." tiba-tiba Ravendra menyampaikan sebuah usulan.
"Kamu mau membunuhku.., ada mama yang pasti sudah mencariku kemana-mana. Ayo antar aku kembali pulang, aku tidak mau membuat mama khawatir." ajakan Ravendra malah mengingatkan gadis itu akan Nyonya Sarah, dengan segera gadis itu mengajak Ravendra mengantarkannya pulang ke rumah.
********
"Klek.." begitu Alexa membuka pintu kamar, seperti yang sudah dia duga, Nyonya Sarah langsung menghambur ke pelukannya.
"Na.., kamu tidak apa-apa sayang? Mama sangat khawatir, dari tadi mama panggil, mama ketuk-ketuk pintu kamarmu, tidak ada yang membukanya. Bahkan jawaban darimu yang memberi tahu keadaanmu, juga tidak mama dengar." tanpa diduga, Nyonya Sarah menangis keras di pelukan Alexa.
"Maafkan Alexa ma.., Alexa baik-baik saja dan dalam keadaan sehat. Tadi Alexa tidur beneran, jadi tidak mendengar panggilan mama. Sekarang mama berhenti menangis ya..!" Alexa melepaskan pelukan mamanya, dan setelah Nyonya Sarah menatap mata Alexa, perempuan itu baru menghentikan tangisannya. Perlahan.., jari jemari Alexa mengusap air mata yang masih menggenangi kelopak mata Nyonya Sarah. Kemudian Alexa merangkul Nyonya Sarah dan mengajaknya duduk di meja makan. Gadis itu tahu, pasti mamanya khawatir dan mengira jika dia belum makan sejak siang.
__ADS_1
"Mama menyiapkan urap ya, lauk kesukaan Alexa.." meskipun gadis itu sudah makan di pantai menemani Alexander, tetapi Alexa tidak mau mengecewakan mamanya. Alexa segera mengambil nasi dan menuangkan di piring, satu untuk Nyonya Sarah, dan piring satu untuk dirinya sendiri. Perempuan paruh baya itu tersenyum bahagia melihat putrinya yang sudah kembali segar.
"Tempe garit sama gurami bakar bikinan mama memang paling pas, apalagi dipadu dengan urap. Huppsss, pokoknya tidak ada resto yang bisa mengalahkan." Alexa langsung menyuapkan makanan ke mulut, dan langsung terdengar pujian atas masakan Nyonya Sarah.
"Itu tadi Gurami yang antar nak Adhiet.. putranya Bu Marina yang rumahnya ada di ujung gang. Tapi sayangnya, kamu mama bangunkan tidak bisa, jadi nak Adhiet langsung pulang." Nyonya Sarah menceritakan tetangganya yang mengantar gurami. Laki-laki yang dimaksud Nyonya Sarah, adalah teman Alexa saat masih duduk di bangku SMA. Memang sejak SMA, laki-laki itu pernah mengirim surat cinta padanya. Tetapi karena memang tidak ingin memiliki pacar saat masih studi, dengan tegas Naura menolaknya. Sampai sekarang, bahkan Adhiet sama dengan dirinya, laki-laki itu juga belum menikah.
"Iya mam.., Alexa soalnya merasa lelah banget. Tapi syukurlah, setelah puas tidur dan istirahat.., saat ini Alexa sudah merasa fresh lagi. Kapan-kapan jika Alexa ketemu Adhiet, pasti Alexa akan mengucapkan terima kasih padanya mam.." untuk melegakan hati Nyonya Sarah, Alexa mengucap janji.
"Keluarga Bu Marina sangat baik pada kita dari dulu Lexa.., bahkan secara langsung mereka pernah menanyakanmu. Jika kamu mau, Bu Marina hendak menjodohkan kamu dengan nak Adhiet. Bagaimana kira-kira pendapatmu..?" tiba-tiba perempuan paruh baya itu menyampaikan perkataan Bu Marina pada Alexa.
"Uhukk..." mendengar perkataan Nyonya Sarah, Alexa langsung tersedak. Dengan cepat, tangan Nyonya Sarah mengulurkan gelas berisi air mineral pada putrinya itu.
"Kamu tidak apa-apa Lexa..?" tanya Nyonya Sarah dengan tatapan khawatir..
"Tidak apa-apa ma.., hanya tersedak sedikit saja. Kita lanjutkan makan dulu saja mam.., daripada sambil bicara, malah jadi tersedak." ucap Alexa mengajak Nyonya Sarah untuk melanjutkan makan malamnya.
***********
__ADS_1