
Alexa terkejut mendapat pemberi tahuan dari maid jika ada seorang perempuan muda yang sedang mencarinya. Padahal gadis muda itu tidak mengenal satu orangpun yang ada di kota kecil ini, sehingga merasa bingung dan ragu-ragu ketika mendapat tamu. Apalagi saat ini, Ravendra sedang tidak ada di sampingnya, karena sedang menuju ke kota untuk bertemu dengan seseorang.
"Apakah perempuan yang saat ini mencariku pernah datang ke kastil ini sebelumnya Laura.." Alexa yang sedang merapikan rambutnya karena habis mandi, bertanya pada maid yang memberi tahunya,
"Laura sendiri belum pernah bertemu dengannya sebelum ini nona muda.., tadi Laura juga sempat bertanya pada beberapa maid, dan mereka ternyata juga sama dengan Laura. belum pernah bertemu dengan tamu yang saat ini ada di teras rumah." Laura berhenti berbicara beberapa saat, dan hanya mengamati nona mudanya yang sudah mulai berganti pakaian.
"Bagaimana nona muda.. apakah Laura sampaikan jika nona muda sedang ada kesibukan, sehingga tidak bisa bertemu dengan perempuan itu untuk saat ini.." merasa ragu dengan nona mudanya, Laura membuat sebuah usulan.
"Jangan bersikap begitu Laura.. siapapun dia aku akan menemuinya sebentar lagi. Sampaikan untuk menungguku beberapa saat, aku sedang bersiap.." Alexa ternyata tidak setuju dengan pernyataan Laura.
"Baik nona muda.. segera Laura sampaikan pada perempuan untuk menunggu nona muda. Laura permisi nona muda.. untuk memberi tahukan pesan nona muda pada tamu tersebut." dengan sopan, Laura minta pamit.
Alexa tidak menjawab, hanya mengangkat tangan sebagai isyarat jika dia mengijinkan Laura untuk meninggalkannya. Alexa melanjutkan untuk bersiap-siap.
********
Beberapa Saat Kemudian
Sampai di pintu utama, Alexa melihat Rebecca tersenyum manis memandangnya. Meskipun sebagai seorang perempuan, melihat ada seorang perempuan cantik dengan tubuh yang semampai, sebenarnya hati Alexa sedikit terusik. Namun gadis itu tetap bersikap sopan untuk menerima tamu yang berkunjung kepadanya.
__ADS_1
"Becca.. terima kasih sudah berkunjung ke kastil ini. Duduklah kembali.. kita bisa melanjutkan untuk mengobrol." tetap dengan sikap sopan, ALexa mempersilakan Rebecca untuk duduk.
"Terima kasih atas penyambutanmu yang hangat Lexa.. aku pikir kamu akan bertindak memusuhiku. Apalagi jika mendengar bagaimana ceritaku dengan suamimu di masa lalu.." tidak tahu apa yang dimaksud oleh Rebecca, ALexa tetap bersikap wajar tidak menunjukkan rasa kesal dengan perkataan perempuan itu.
"Tidakkah kak Ravendra menceritakan bagaimana hubungan kamu saat dulu Lexa. Jika ya.. aku harap tidak akan mengurangi rasa percayamu pada laki-laki itu.." Rebecca melanjutkan sambil tersenyum smirk. Alexa diam, tetap tersenyum sambil memandang perempuan cantik yang sudah duduk di depannya itu.
"Sudah Becca.. Aku akan menanggapi kata-kata yang kamu ucapkan barusaN. Aku dan kak Ravendr memutuskan untuk menikah, dan meresmikan hubungan kami dengan satu keputusan. Kami tidak akan pernah untuk mengungkit masa lalu, dan akan melupakannya. bahkan jika perlu, semua masa lalu akan kita kubur di tempat sampah. Untuk itu Becca.. jika kedatanganmu ke kastil ini hanya untuk mengurai atau mengambil sampah itu kembali. Maaf Becca.. aku tidak akan melayaninya..' senyuman yang keluar dari bibir ALexa, ketika gadis itu berbicara, terlihat seperti seringai.
Rebecca terkejut dengan sikap dan penerimaan istri dari orang yang paling dicintainya di dunia ini. Namun.. perempuan itu kembali menyesuaikan sikap serta perilakunya. Tiba-tiba Rebecca terlihat menggulir ponsel, dan masuk ke dalam galeri. Ketika perempuan itu akan menekan tombol play pada video yang akan dilihatkannya pada Alexa.. tiba-tiba..
"Apa yang akan kamu tunjukkan padaku Becca.. Apakah kamu akan mengatakan padaku bagaimana hebatnya permainan ranjang suamiku di masa lalu.. Ha.. ha.. ha.. Becca.. Becca.. aku sudah merasakannya sendiri, berbagai gaya dan tempat sudah kami lalui berdua. Mau outdoor, indoor, kamar, kolam renang,, bahkan di tengah hutanpun sensasi-sensasi itu sudah kami lakukan.." tidak diduga, bukannya marah atau jealous dengan apa yang akan ditunjukkan oleh perempuan di depannya itu, Alexa malah memanas-manasi rebecca.
Tetapi tidak ada ketakutan yang dirasakan oleh Alexa, gadis itu malah tersenyum mengejek tidak mau menunjukkan kekalahan di depan perempuan itu.
"Satu kalimat untukmu Becca.. kembalilah ke tempat dimana kamu memang layak, dan harus berada disana, yaitu di tempat sampah. Suamiku sudah terlalu jijik untuk melihat seonggok sampah, meskipun sudah dipindahkan di ruang kaca.." ucap pedas Alexa.
Wajah Rebecca terlihat memerah menahan marah. maksud hati, Rebecca akan membuat Alexa marah, kemudian pergi meninggalkan Ravendra. Tetapi ternyata mulut gadis yang ada di depannya itu terlihat menakutkan.
"Jangan sombong kamu Lexa.. sadar dirilah siapa kamu. tidak akan lama lagi, Ravendra akan mencampakkanmu.." tiba-tiba Rebecca berdiri, dan mengucapkan kata-kata pedas pada ALexa.
__ADS_1
"Siapa yang sudah berani dan tidak tahu diri untuk menindas istriku.." tidak diduga, suara Ravendra dengan nada tinggi terdengar dari dalam pintu utama. Rupanya laki-laki itu sudah kembali, dan turun di hanggar yang ada di roof top kastil tersebut.
Melihat kedatangan suaminya, Alexa langsung berdiri kemudian memberikan pelukan. Pasangan suami istri itu berciuman bibir di depan Rebecca, dan perempuan itu melihatnya dengan geram dan tatapan marah.
"Sayang.. tidak perlu kak Ravendra turut campur. Anggap saja ada lalat yang akan mampir, dan akan hinggap pada makanan di rumah ini. Untungnya Mommy sudah membeli obat hama untuk membasminya sayang.." tangan Alexa dengan aktif, mengusap dada Ravendra, dan laki-laki itu kembali memberikan ciuman di bibir istrinya.
"Terlalu menjijikkan sikap kalian..." dengan nada amarah, Rebecca berdiri dan bersuara dengan nada tinggi,
Alexa melepaskan pelukan senyumannya, kemudian tangannya terulur dan memegang pergelangan tangan Rebecca. Melihat keberanian gadis itu, Rebecca terbelalak..
"Nona Rebecca.. tadi aku masih menerimamu baik-baik di rumah ini. Karena aku menganggapmu sebagai seorang tamu yang datang berkunjung, namun sikapmu menunjukkan jika memang kamu adalah seonggok sampak, dan tidak layak datang dan berada di rumahku yang bersih dan wangi.." dengan penuh keberanian, ALexa mengucapkan kata-kata untuk mengolok-olok Rebecca. Ravendra hanya tersenyum melihatnya..
"Damnt it.. kamu memang perempuan yang tidak tahu diri Lexa.. Lihat saja nanti.." Rebecca melepaskan pergelangan tangannya dari genggaman tangan ALexa. Dengan penuh kemarahan, perempuan itu segera pergi dari teras dan keluar dari dalam gerbang.
"Melihatmu bersikap seperti itu pada Rebecca honey.. menunjukkan betapa besarnya kamu mencintaiku.." terdengar bisikan lembut Ravendra di telinga Alexa.
Tapi tidak diduga, dengan cepat ALexa melepaskan diri dari pelukan suaminya. Gadis itu segera berjalan cepat masuk ke dalam rumah, dan meninggalkan laki-laki itu sendiri.
***********
__ADS_1