
Dalam perjalanan pulang, Alexa hanya terdiam di dalam mobil. Gadis itu berpikir tentang pemikiran teman-temannya terhadap dirinya. Alexa sama sekali tidak pernah mengira, jika Ravendra akan menjemput langsung ke depan pintu ruang kerjanya. Hal ini sedikitpun tidak pernah dia pikirkan sebelumnya.
"Honey.., kenapa dari tadi kamu diam saja?? Apakah ada yang mengganggu pikiranmu." tiba-tiba Ravendra membuyarkan lamunannya. Alexa mengambil nafas dalam, kemudian...
"Kenapa kak Ravend berani menjemput Lexa di depan ruang kerja? Bukankah sama saja akan membuat masalah untuk Alexa nantinya." akhirnya dari pada memendam sendiri rasa kecewanya, Alexa mengatakan keberatannya pada Ravendra. Tidak diduga, Ravendra hanya tersenyum menanggapi perkataan Alexa tersebut.
"Honey...,kamu ke depan akan menjadi Nyonya Besar dari perusahaan Andromega. Tidak perlu lagi menyembunyikan siapa kamu di hadapan rekan-rekan kerjamu. Apakah kamu tidak berpikir bagaimana khawatirnya aku, ketika mendengar kamu mendapatkan accident siang tadi?" tiba-tiba Ravendra membawa kejadian tidak mengenakkan di waktu siang tadi.
"Itu bukan hal yang besar kak.. Alexa masih bisa mengatasi sendiri hal seperti itu. Tidak perlu kakak sampai seheboh ini memperlakukan Lexa. Jujur kak, aku tidak begitu nyaman.." ucap Alexa lirih.
"Sorry Lexa..., pola pikirku berbeda dengan pendapatmu. Ini baru permulaan, aku yakin akan ada hal yang lebih besar yang akan digunakan untuk mencelakakan mu. Aku tidak mau gambling dengan keadaan ini. Keamanan mu adalah prioritas utamaku." dengan nada tegas, Ravendra memaksakan pendapatnya. Alexa terdiam mendengar perkataan itu, baginya akan sama saja hasilnya jika Ravendra sudah bersikeras.
"Kita makan dulu ya.., temani aku makan sore." setelah beberapa saat berdiam diri, Ravendra mengajak Alexa untuk makan.
"Kak.., bukannya aku menolak. Apakah kak Ravend tidak melihat bagaimana mamaku, jika sekarang aku makan sore dengan kakak. Siapa yang akan menemani mama makan malam..?" tidak bermaksud untuk menolak, Alexa mengingatkan posisinya dalam keluarga.
"Oh iya.., sorry aku lupa. Baiklah kita akan makan bertiga di rumahmu. Aku akan meminta Johan untuk mengirim chef ke rumahmu sekarang juga." tanpa meminta persetujuan Alexa, Ravendra membuat sebuah pengaturan.
"Mmmm.. kak Ravend. Mohon maaf sebelumnya ya, jika kakak mau bergabung dengan kami untuk makan malam. Tidak perlulah sampai mendatangkan chef segala, kita makan seadanya apa yang dimasak mama di rumah. Kak Ravend tidak mau membuat mama tersinggung kan, masak menolak masakan mama." dengan hati-hati Alexa menolak keinginannya Ravendra.
"Okay honey... kali ini aku ngikut saja. Pasti sangat lezat ya masakan Tante Sarah, sampai kamu tidak pernah melupakannya." untunglah Ravendra langsung menyetujui usulan Alexa.
__ADS_1
Dengan menggenggam tangan kanan Alexa menggunakan tangan kirinya, Ravendra menjalankan mobil menuju tempat tinggal gadis itu.
******
Setelah memarkir mobil di pinggir jalan, Ravendra segera keluar lebih dulu dan membuka pintu mobil untuk Alexa. Laki-laki itu dengan penuh perlindungan langsung menggandeng tangan Alexa dan segera memasuki gang sempit menuju rumah gadis itu.
Beberapa saat mereka berjalan, ternyata terlihat Abhi sedang berdiri di ujung gang. Rupanya laki-laki itu sengaja mencari kesempatan untuk bertemu dengan Alexa, sampai menunggu di jam-jam kepulangan gadis itu. Melihat Alexa yang berjalan menuju ke tempatnya dengan bergandengan tangan, muka laki-laki itu menjadi kurang baik.
"Hai Abhi.., tumben sekali ada disini?" Alexa menyapa Abhi, dan tangannya berusaha melepaskan diri dari genggaman tangan Ravendra. Tetapi dengan sengaja, Ravendra malah semakin mengeratkan genggamannya.
"Mmmm.. iya Lexa. Sebenarnya aku sengaja menunggumu disini untuk mengatakan sesuatu. Tetapi sepertinya tidak baik untuk aku katakan saat ini, karena ada temanmu." dengan tersenyum pahit, Abhi menjawab pertanyaan Alexa.
Alexa melihat ke arah Ravendra, berharap agar laki-laki itu pengertian. Tetapi Ravendra malah melepaskan genggaman tangannya, dan dengan cepat tangan kanannya berpindah ke punggung Alexa dan memeluknya dari belakang. Dengan senyum malu dan rikuh, Alexa melihat pada Abhi.
"Okay Lexa..., take care. Kapan-kapan aku akan mengajak mama dan papa untuk main ke rumahmu." dengan tatapan kecewa, Abhi tersenyum kecut melihat Ravendra dengan sikap menguasai, merangkul Alexa yang bergegas meninggalkannya.
********
Nyonya Sarah terkejut melihat kedatangan putrinya dengan Ravendra. Apalagi ketika perempuan paruh baya itu melihat sikap berkuasa yang ditunjukkan Ravendra pada putrinya, Nyonya Sarah langsung menutup mulutnya.
"Mama..., Lexa pulang." Alexa langsung memaksa Ravendra untuk melepaskan tangannya, kemudian berlari mencium tangan perempuan paruh baya itu. Ravendra tersenyum berdiri di belakang Alexa
__ADS_1
"Lexa .., kamu ini tidak pernah merubah kebiasaanmu. Masak nak Ravend dibiarkan seperti ini.. menunggu di belakangmu. Ayo nak Ravend.., singgah dulu ke dalam." Nyonya Sarah segera melepaskan pelukan Alexa, kemudian mengulurkan tangan untuk menjabat tangan Ravendra.
"Terima kasih Tante.., Ravend sengaja mampir ke sini. Karena ingin mencicipi masakan Tante, jika diijinkan Ravendra akan ikut makan malam disini. Tante tidak keberatan kan?" tidak ada yang ditutupi, Ravendra langsung menyampaikan keinginannya. Alexa membelalakkan matanya, tetapi Ravendra sengaja tidak memperhatikannya.
"Tante akan sangat senang sekali nak Ravend.. Ayo segera masuk, Tante akan menyiapkan makan malam untuk kita bertiga. Tante merasa tersanjung bisa menyajikan makanan untuk nak Ravend." dengan ramah, Nyonya Sarah langsung mempersilakan Ravendra masuk ke dalam.
Ravendra segera mengikutinya di belakangnya. Alexa terbengong sendiri ditinggalkan oleh dua orang itu. Akhirnya sambil menahan cemberut, Alexa mengikuti kedua orang itu masuk ke dalam rumah.
"Kak Ravend.., Lexa mandi dulu ya. Biar makan dalam keadaan bersih.." setelah Ravendra duduk di kursi, Alexa meminta ijin untuk membersihkan diri.
"Yupz.., tapi jangan lama-lama. Kamu tetap cantik kok, meski belum mandi.." bisik Ravendra di telinga Alexa.
"Dukk..., auuww.." sebuah pukulan mendarat di pinggang laki-laki itu, dan Ravendra pura-pura menjerit.
"Ada apa nak Ravend.. kok berteriak." Nyonya Sarah yang sedang berada di dapur, menanyakan apa yang terjadi pada tamu putrinya.
"Tidak apa-apa Tante.., hanya ada nyamuk besar berkepala hitam yang sedang menggigit Ravendra." sambil mengerlingkan mata pada Alexa, Ravendra menjawab pertanyaan Nyonya Sarah. Mendengar perkataan itu, Alexa melotot pada laki-laki tersebut, dan Ravendra tertawa sambil menutup mulutnya.
"Awas kalo kak Ravend bikin ulah di rumah ini, Lexa akan mengusir kakak dari rumah ini.." sambil membalikkan badan untuk masuk ke kamar, Alexa meninggalkan ancaman untuk Ravendra.
Ravendra hanya tersenyum penuh arti, melihat sikap kekanak-kanakan Alexa.
__ADS_1
********