
Ravendra terduduk dengan marah di atas sofa dalam ruangan kerjanya. Saat ini kepalanya merasa pusing, karena dari penyidikan yang dilakukan anak buahnya atas perintah Johan, mereka hanya tahu Alexa meninggalkan pulau ini dengan tujuan yang tidak diketahui. Rupanya Alexa pergi menggunakan identitas lain, yang tidak dapat ditembus olehnya. Dari kursi di depannya, dengan tatapan prihatin, Johan hanya melihat Tuan mudanya yang terlihat rapuh dan lesu. Tetapi kali ini, diapun juga kehilangan akal untuk memberikan informasi pada Ravendra. Sejak tadi tatapan mata Johan mengamati rekaman CCTV dari rumah Alexa sampai dengan airport.
"Kenapa aku harus meninggalkan Alexa untuk ke negara Jepang?" Ravendra mengacak-acak rambut di kepalanya. Laki-laki itu terlihat menyesali keputusannya meninggalkan Alexa sendiri di negara ini.
"Tuan muda tenanglah.., kita pasti akan menemukan jalan." ucap Johan menenangkan perasaan Ravendra. Tangan laki-laki itu kembali mengutak-utik dan memperbesar tampilan gambar di layar laptopnya.
"Tuan muda.., mungkinkan kepergian Miss Alexa dan tante Sarah ada kaitannya dengan Tuan Thomas?" tiba-tiba Johan menemukan sekelebat bayangan Thomas dalam rekaman CCTV itu, Meskipun penampakan laki-laki itu tidak begitu jelas, tetapi postur tubuh laki-laki paruh baya itu mudah dikenali. Apalagi Ravendra masih memiliki hubungan kekeluargaan dengan Tuan Thomas, sehingga beberapa kali Johan memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan laki-laki itu.
"Uncle Thomas..., tidak mungkin Jo.. Dari mana Uncle bisa kenal dengan Alexa atau Tante Sarah.." Ravendra merasa ragu jika saudara sepupu papanya itu memiliki keterkaitan dengan perginya Alexa dari kota ini.
"Ini hanya perkiraan saya saja Tuan Muda.., tetapi keyakinan saya jika ini adalah Tuan Thomas lebih dari 80%. Saya masih ingat bagaimana postur tubuh laki-laki itu. Tetapi kita masih harus mencari informasi tambahan lebih lanjut, jika benar ini adalah betul-betul Tuan Thomas, saya khawatir ada peran dari keluarga Tuan Muda untuk memisahkan hubungan dengan Miss Alexa." Johan membuat kesimpulan sementara.
Ravendra terdiam, dalam keluarganya memang tidak pernah ada percintaan dengan manusia. Bahkan menurut cerita, Uncle Thomas dulu pernah menjalin hubungan dengan manusia murni. Tetapi percintaan mereka akhirnya kandas, dan sampai sekarang Uncle Thomas tidak pernah lagi menjalin hubungan dengan seorang perempuan manapun. Perpisahan dengan kekasihnya terlalu menyakitkan.
"Baik Jo..., kirim penyelidikan ppada Uncle Thomas. Jika memang laki-laki dalam rekaman CCTV itu benar-benar Uncle, kita harus menyelidiki. Apakah Uncle mewakili pihak keluargaku, ataukah mendapat hasutan dari Robin dan Tami, sehingga daddy mengutus Uncle untuk menyelidiki hubungan kami." dengan suara lirih, Ravendra memberi tugas pada Johan.
__ADS_1
"Siap Tuan muda.., saya akan melaksanakan semua yang Tuan muda perintahkan. Saya mau keluar dulu untuk membuat beberapa pengaturan. Ijin meninggalkan ruangan sekarang." Ravendra mengangkat tangan, memberi ijin pada Johan untuk pergi meninggalkannya keluar.
Di dalam ruangan sendiri, Ravendra memukul kepalanya berkali-kali. Bayangan Alexa dari tadi tidak mau pergi dari pikirannya,
"Alexa.., dimana kamu saat ini honey..? Aku sangat merindukanmu.." gumam perlahan Ravendra, sambil memejamkan matanya.
**********
Bukan hanya Ravendra, Thomas juga merasa kehabisan akal sehat. Berbagai cara dan sumber daya sudah laki-laki itu kerahkan untuk mendapatkan informasi tentang keberadaan Sarah dan Alexa, tetapi sudah satu minggu lebih, informasi belum juga dia dapatkan. Bahkan laki-laki itu turun tangan sendiri, mengobrak abrik data yang ada di airport, namun belum menemukan data tentang terbangnya Sarah dan Alexa.
"Percuma aku membayar kalian semua, cari data dan hack semua rumah sakit di negara ini. Temukan nama Sarah Emilton dan Alexa Emilton.., dalam data kelahiran di rumah sakit tersebut." dengan nada tinggi, Thomas memerintah anak buahnya untuk mencari jejak digital ketika Sarah melahirkan. Laki-laki itu meyakini jika Alexa adalah putrinya, tetapi Thomas belum memiliki bukti di tangannya.
"Baik Tuan Thomas..., tetapi berdasarkan laporan dari pengatur radar, pada malam itu ada sebuah private jet yang diterbangkan secara mendadak menuju Hang Nadim International Airport di kota Batam. Hanya saja, tidak ada data nama penumpangnya. Apakah kita perlu memeriksa dan mencari Nyonya Sarah dan Miss Alexa di kota tersebut?" tiba-tiba anak buah Thomas membawa kabar berita penting.
"Ada berita seperti ini, kenapa kamu baru melapor padaku. Segera kirim orang untuk melakukan penyidikan di kota Batam. Lusa aku akan terbang sendiri ke kota tersebut, sekalian aku ada urusan di negara Singapura. AKu bisa menggunakan Pearl Harbour untuk melakukan penyeberangan menuju negara tersebut." mendengar informasi terakhir yang disampaikan anak buahnya, Thomas langsung membuat rencana penyelidikan di kota Batam.
__ADS_1
"Siap laksanakan Tuan.., ijin saya kembali bertugas." anak buah laki-laki itu langsung menyanggupi perintah terakhir dari Thomas.
"Bip.., bip..., bip..." tiba-tiba ponsel Thomas berdering. Terlihat dari layar, Ravendra sedang melakukan panggilan masuk padanya. Dengan malas, Thomas mengambil ponsel tersebut kemudian menekan tombol terima panggilan.
"What happend Rav..., tumben kamu tiba-tiba melakukan panggilan pada Uncle?" dengan nada datar, Thomas menyapa Ravendra.
"Uncle.., tidak perlu basa-basi. Ravend butuh informasi penting dari Uncle.., untuk apa Uncle Thomas datang ke rumah kekasih Ravend? Untuk memisahkan kami, membunuh ALexa, atau untuk apa..?" tanpa basa-basi, Ravendra memberondong Thomas dengan pertanyaan.
"Ha.., ha..., ha..., anak kemarin sore bicara masalah percintaan. Hentikan sikap posesifmu Ravend.., banyak perempuan lain di dunia ini, untuk apa kamu berharap pada gadis itu?" dengan tertawa terbahak-bahak, Thomas meledek Ravendra.
"Not your business Uncle... Ravendra akan memberi perhitungan pada siapapun yang mengganggu kekasih Ravendra. Alexa a dalah batas bawah Ravend Uncle.., Ravendra harap, Uncle tidak turut campur dengar urusan percintaan kami. Cepat atau lambat, dengan atau tanpa restu keluarga, Ravendra tetap akan menikahi Alexa. Camkan itu Uncle..!" tanpa rasa hormat, Ravendra mengancap Thomas.
Thomas terdiam mendengar perkataan Ravendra. Laki-laki itu teringat bagaimana dirinya dan Sarah memperjuangkan cinta mereka di masa lalu, tetapi akhirnya keluarga dan koloni berhasil memisahkan mereka,
"Hentikan kegilaanmu Ravend.., apakah kamu tidak pernah mendengar bagaimana hubungan Uncle dan manusia murni di masa lalu harus kandas?" Thomas mencoba memberi nasehat pada keponakan jauhnya itu.
__ADS_1
"Itu adalah urusan Uncle yang tidak memiliki nyali untuk fight. Jangan pedulikan Ravend Uncle.., ceri tahu dimana Uncle menyingkirkan Tante Sarah dan putrinya Alexa. Ravendra akan lebih merelakan terhapuskan hubungan darah, dari pada harus kehilangan Alexa." sahut Ravendra dengan nada ketus. Thomas hanya tersenyum kecut mendengarkan perkataan yang diucapkan Ravendra.
**************