
Ravendra membalikkan badannya, dan menatap gadis cantik yang berdiri di depannya itu. Tetapi tidak ada keterkejutan dalam laki-laki itu, malah Alexa yang merasa kurang percaya diri melihat betapa cantik dan sangat indah tubuh perempuan itu. Perlahan perempuan muda yang memanggil Ravendra itu berjalan mendekat ke arah mereka, dan ketika akan memegang pundak laki-laki itu, dengan cepat Ravendra memundurkan kakinya beberapa langkah ke belakang.
"Rebecca bagaimana kabarmu.. kenalkan ini istriku Alexa, dia anak laki-laki ini adalah putraku Abhimana. Maaf atas ulah anakku yang sudah merepotkanmu.." dengan menjaga jarak, Ravendra dengan tegas mengenalkan istri dan putranya. Laki-laki itu merangkul Alexa dan mendekatkan ke badannya.
Rebecca terhenyak melihat sikap dan perlakuan laki-laki itu, terlihat terbersit rasa iri dalam mata gadis cantik itu. Tetapi dengan cepat, Rebecca bisa menyesuaikan dirinya.
"Ooppss.. maaf aku tidak tahu kak Ravendr.. bagaimana kabarmu selama ini. Aku pikir, selamanya tuan muda Ravendra tidak akan mau bertindak serius, dan menjalin komitmen dengan seorang gadis manapun. tenryata pikiranku salah selama ini.." dengan tersenyum smirk, Rebecca berkomentar pada diri Ravendra.
"Begitukah pemikiranmu.. bagus Becca. Aku ternyata dapat menemukan seorang gadis cantik yang sangat setia, dan bisa memposisikan dirinya, dimana dia berada. Aku betul-betul sangat mencintai istriku.. sehingga aku mau memiliki seorang putra dengannya. Bagaimana dengan dirimu Becca.. laki-laki mana yang sudah membuatmu hamil, dan melahirkan seorang anak.." tanpa terlihat ada emosi dalam kata-katanya, Ravendra menanggapi perkataan perempuan cantik itu.
Alexa terdiam dan terlihat bingung. Beberapa kali Alexa memandang wajah suaminya Ravendra, dan perempuan yang menimbulkan iri bagi perempuan manapun, akan kecantikan dan juga penampilannya itu secara bergantian. Alexa membatin, sepertinya pernah terjadi kisah masa lalu antara suaminya Ravendra dengan perempuan yang ada di depannya itu. Namun Alexa merasa bukan saatnya dia akan mencari masalah saat ini, Menurutnya semua orang akan memiliki masa malu, dan dia tidak akan mempermasalahkannya,
"Apakah hal itu yang dalam pikiranmu tentangku kak Ravendra.. Sekian lama, aku mengitari dan berkeliling dunia untuk menemukanmu, dan menjelaskan akan kesalah pahaman di waktu dulu. Namun sedikitpun aku tidak bisa menembus sedikitpun informasi tentangmu. Bukan saatnya kali ini kak Ravendra akan menghakimiku.." tiba-tiba, Rebecca menatap Ravendra tanpa berkedip.
Melihat situasi yang tidak baik untuk dilihat oleh putranya, Alexa memberi isyarat pada Sonya untuk membawa pulang ABhimana.Untungnya SOnya segera tanggap, kemudian menuntun Abhimana dan membawanya pulang.
__ADS_1
"Honey.. jangan salah paham dengan sikap manis perempuan itu.. Rebecca seperti biasa hanya akan jualan kata-kata, memanipulasi keadaan untuk memenangkan pendapatnya." tiba-tiba Ravendra mengajak bicara Alexa.
Seperti tanggap dengan maksud perkataan suaminya, ALexa bertindak lebih berani di hadapan suaminya. Di depan Rebecca, ALexa berdiri dengan berjinjit kemudian memberikan ciuman di bibir suaminya. Tidak disangka, Ravendra segera membuka bibirnya, dan pasangan suami istri itu saling berpa**gutan di depan perempuan cantik itu. Mata Rebecca terbelalak menatap pasangan suami istri itu dengan tidak percaya.
"Kak Ravendr.. nista sekali kelakuanmu ini. Kampungan.." tanpa sadar, keluar serapah dari mulut Rebecca.
Ravendra melepaskan pa**gutan dari bibir Alexa, kemudian menatap Rebecca dengan senyum di bibir laki-laki itu.
"Becca.. ALexa adalah istriku, dan kami adalah pasangan yang sah di mata hukum dan juga di mata agama. Apakah kamu jealous dengan ciuman kami.. karena selama ini kamu hanya bisa mendapatkan ciuman, dari laki-laki yang mengagumi kemolekan tubuhmu. Bagiku Becca.. tubuhmu adalah sampah untukku, yang sudah banyak dijamah oleh laki-laki hidung belang." tanpa sedikitpun rasa kasihan, kata-kata Ravendra menyerang Rebecca.
********
Di dalam kamar, Ravendra diam dan langsung mengambil laptop kemudian membukanya. Tidak lama kemudian, laki-laki itu sudah terpekur dan masuk ke sistem informasi perusahaan, untuk melakukan pengecekan tentang laporan keuangan perusahaan. Alexa menyediakan minuman hangat dan meletakkan dia atas meja kecil yang ada di samping ranjang, kemudian duduk dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
"Honey.. apakah honey tidak bertanya tentang hubunganku dengan Rebecca sebelumnya. Aku tidak mau istriku salah sangka atau salah paham dengan hubungan kami.." tiba-tiba merasa istrinya diam, Ravendra bertanya pada Alexa. Padahal diamnya Alexa, karena tidak mau mengganggu kegiatan yang sedang dilakukan oleh suaminya.
__ADS_1
"Kenapa kak.. apakah kak Ravendr ingin ALexa bertingkah seperti anak kecil, dengan muda jaealous untuk sesuatu yang tidak jelas. Kita masing-masing memiliki masa lalu kak, dan harus bisa berdamai dengan masa lalu itu.." ucap Alexa yang langsung membalikkan badan, dan beradu pandang dengan Ravendra.
Ravendra terkejut, dari tatapan mata istrinya, sedikitpun tidak terlihat ada ganjalan atau kecemburuan yang teramat sangat dalam tatapan mata itu. Hal itu membuat laki-laki itu bernafas lega.
"Becca adalah perempuan di masa laluku honey.. Ketidak mampuannya menahan diri dari belaian laki-laki lain, membuatnya aku meninggalkan perempuan itu dalam keterpurukan. Setelah itu, nama Rebecca sudah aku anggap hangus dan berwarna hitam, tidak ada lagi maaf atau kesempatan untuk dirinya kembali. Johan sudah bertindak dengan baik, menutup akses bagi perempuan itu untuk menemukanku.." Ravendra menjelaskan.
"Tidak perlu diceritakan kak Ravendr.. Lexa paham dan bisa menerimanya. Dengan wajah tampan, dan asset kekayaan yang berlimpah, tidak mungkin tidak ada perempuan yang tidak tertarik dengan kakak. Apalagi sebagai seorang laki-laki dengan dukungan sumber daya yang banyak.." Alexa menanggapi pernyataan suaminya.
Ravendra menatap ke dalam mata Alexa, dan perempuan di depannya itu malah tersenyum menatapnya. Laki-laki itu meletakkan laptop yang ada di pangkuannya, kemudian ikut membaringkan tubuhnya di samping istrinya. Kedua pasang mata itu saling beradu pandang, saling menjelajahi isi hati masing-masing.
"terima kasih honey.. atas kepercayaanmu padaku.. Tuhan sudah mengatur untukku seorang jodoh yang sangat sempurna, Hanya denganmu honey.. kita akan menjalani hidup ini sampai kapanpun." Ravendra menggeser tubuhnya, dan bibir laki-laki itu sudah berada tepat di depan bibir gadis itu.
Tidak tahu siapa yang sudah memulainya, kedua bibir itu sudah saling berpadu, saling terjalin dalam nafas yang semakin memburu. Alexa memejamkan mata, menikmati setiap sentuhan dan setiap ciuman yang dihujankan oleh suaminya, tanpa perlawanan. Seperti sepasang pengantin baru, pasangan suami istri itu tidak ada bosannya saling menyatukan kedua tubuhnya menjadi satu.
*********
__ADS_1