
Laki-laki yang membawa Alexa ke kastil itu berjalan mendekati laki-laki paruh baya yang mengajak Alexa berbicara. Sepertinya laki-laki itu membisikkan kata-kata tentang informasi siapa Alexa. Setelah beberapa saat, laki-laki itu menghela nafas. kemudian.
"Masukkan gadis ini ke ruang rahasia. Aku yakin tidak akan lama lagi, akan ada beberapa orang yang akan datang kesini untuk membawanya pergi." laki-laki paruh baya itu meminta mereka untuk menyembunyikan Alexa.
Tanpa menjawab, dua orang vampire dari empat manusia vampire yang sejak tadi menunggu di dalam ruangan itu, berjalan menghampiri ALexa. Ketika mereka akan menyentuh tubuh Alexa, gadis itu memiringkan badannya seperti melakukan penolakan akan sentuhan dari laki-laki itu.
"Tidak perlu menyentuh kulitku, tunjukkan ruangan mana kalian akan membawaku. Aku akan mengikutimu dengan suka rela, tetapi ingat aku mengikutimu bukan berarti aku tunduk dan takut kepada kalian semuan. Aku hanya tidak mau berdebat, dan jujur aku capai, aku ingin istirahat." Alexa menyampaikan kata-kata pada laki-laki yang akan membawanya pergi itu.
Laki-laki itu terkejut, dan dengan tatapan mata tajam seperti akan terpancing kemarahannya menatap ke mata gadis itu. Tetapi melihat gadis itu santai dan mengabaikannya, laki-laki itu mengambil nafas berusaha mengendalikan dirinya. Tanpa bicara laki-laki itu berjalan ke depan, dan Alexa mengikutinya dari belakang.
Di sebuah kamar yang tersedia ranjang, dan sofa panjang dengan meja di depannya, laki-laki itu membawa Alexa masuk. Gadis itu tersenyum melihat bagaimana para manusia vampire ini memperlakukannya. Sebelumnya gadis itu sudah memiliki perasaan under estimated, ternyata semua hanya pikirannya saja. Ternyata manusia vampire itu memperlakukannya dengan sangat baik dan bermartabat.
"Tunggulah sementara di kamar ini, sebelum pertunjukan menarik akan kita pertontonkan pada seseorang." sebelum laki-laki itu menutup pintu, mengucapkan beberapa kata pada Alexa.
Alexa hanya melihat sekilas pada laki-laki itu, kemudian berjalan meninggalkannya untuk menuju ke atas ranjang. Sebelum duduk di atas ranjang, ALexa tersenyum mengamati suasana sekelilingnya.
__ADS_1
"Sepertinya mereka sebenarnya orang-orang baik. Aku yakin ada kesalah pahaman yang belum terungkap, sehingga para manusia vampire ini memutuskan untuk menyendiri dan menjauhkan diri dari komunitas mereka." Alexa berbicara sendiri.
"Aku akan memanfaatkan waktu ini untuk beristirahat sebentar. Aku merasakan tubuhku sudah mulai merasa capai. Untung ada ranjang di dalam kamar ini, sehingga aku bisa memanfaatkannya untuk beristirahat." Alexa langsung mendudukan dirinya di atas ranjang. perlahan gadis itu mengangkat kedua kakinya ke atas ranjang, kemudian mulai merebahkan tubuhnya di atas bed yang sangat empuk itu.
Suasana dingin di dalam kamar itu, karena mereka berada di tengah hutan yang masih ditumbuhi banyak pohon-pohon lebat, dan rasa capai yang dirasakannya, perlahan gadis itu mulai memejamkan mata. Tanpa gadis itu sadari, pintu kamar dibuka dari luar. beberapa saat kemudian terlihat seorang perempuan membawa nampan berisi makanan dan minuman untuk memberikan suguhan pada Alexa. Namun, perempuan itu tidak menyangka ketika melihat gadis itu tertidur lelap.
"Seorang gadis yang menarik.., ditangkap dan dibawa oleh manusia vampire. Bukannya merasa ketakutan, malah tidur dengan santainya di dalam kamar." perempuan itu bergumam, sambil tersenyum geleng-geleng kepala. Setelah meletakkan barang bawaannya, perempuan itu kembali berjalan keluar, kemudian menutup kembali pintu kamar secara perlahan.
***********
Johan tersentak melihat mobil-mobil para pengawal meninggalkan hutan dan sampai di tempatnya berada. Laki-laki itu memicingkan matanya, seakan tidak percaya jika mereka bisa keluar dari dalam hutan tanpa gangguan apapun. Untuk menghilangkan rasa penasarannya, laki-laki muda itu melompat turun dan merentangkan kedua tangannya ke kanan kiri untuk menghentikan para pengawal.
"Dari mana kalian., apakah kalian tidak pernah mendengarkan perintahku dan perintah Tuan muda.." Johan langsung bersuara dengan nada tinggi. Para pengawal saling berpandangan mata, tidak berani menjawab apalagi mengeluarkan kalimat bantahan pada laki-laki muda itu.
Dari dalam mobil, melihat kedatangan Johan.., Nyonya Sarah membuka pintu mobil dan berlari mendatangi laki-laki itu. Perempuan paruh baya itu seperti memiliki sebuah harapan akan keselamatan putri dan suaminya.
__ADS_1
"Nak Johan.., untungnya kamu datang nak.. Selamatkan putriku Alexa yang sudah dibawa oleh para manusia vampire. Saat ini papa Alexa sedang berlari mengejarnya. Tolonglah nak.., bantu kami..!" dengan tatapan puppy eyes, Nyonya Sarah meminta tolong pada Johan.
"****..., bastard... kenapa sejak tadi kalian diam saja. Kalian tidak ada yang menceritakannya padaku." mendengar perkataan dari Nyonya Sarah, Johan tidak memberikan jawaban atas pertanyaan perempuan paruh baya itu. Setelah mengeluarkan kata-kata umpatan, Johan berlari dan melompat ke dalam mobil. Tidak menunggu lama, laki-laki itu segera menyalakan mesin mobil, dan menginjak pedal gas meninggalkan tempat tersebut.
Nyonya Sarah dan orang-orang itu hanya berpandangan mata. Mereka bingung memikirkan apa yang harus mereka lakukan. Mereka akan mengkuti Johan, ataukah kembali pulang seperti yang diperintahkan oleh Thomas. Beberapa saat tidak ada pergerakan dari mereka. Sebagai orang yang paling dituakan di tempat itu saat ini, akhirnya Nyonya Sarah menyampaikan pendapatnya.
"Satu mobil mengantar saya kembali ke kastil. Kedua mobil lainnya, susuri kembali hutan ini. Siapa tahu kalian dapat menemukan keberadaan putriku. Sering-seringlah untuk bertukar kabar, untuk memastikan keberadaan posisi kalian." beberapa saat kemudian, Nyonya Sarah mengeluarkan suara.
"Siap Nyonya..., berhati-hatilah di jalan. Kami akan segera menyusul Tuan Johan." setelah mendapat perintada dari Nyonya Sarah, beberapa orang segera berlari menuju mobil mereka. Satu mobil yang digunakan untuk membawa Nyonya Sarah, segera berjalan untuk meninggalkan hutan tersebut,
*********
Johan terus menginjak pedal gas tanpa sedikitpun menggunakan pedal rem. Mobil terus melaju kencang, dan sepertinya laki-laki muda itu sudah hafal jalan-jalan yang ada di tengah hutan tersebut. Beberapa saat mengemudi, matanya menangkap penampakan seorang laki-laki yang sedang terbang di antara pohon-pohon yang berdiri tegak di hutan tersebut,
"Bukannya itu Tuan Thomas.., bagaimana laki-laki mertua tuan muda itu berani sendiri melintas di hutan ini. Apakah dia tidak tahu betapa mengerikannya manusia vampire tanpa identitas yang ada di hutan ini?" Johan bertanya sendiri, ketika menyadari jika ternyata Thomas hanya sendirian berada di hutan itu.
__ADS_1
"Tapi yah.., bagaimanapun yang diculik adalah putri kandungnya. Insting seorang papa, pasti akan melakukan apapun untuk keselamatan putrinya.." setelah berpikir sebentar, johan akhirnya menyimpulkan. Laki-laki itu terus menjalankan mobil mengikuti arah terbangnya Thomas yang belum menyadari akan kedatangannya.
*****