Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Lebih dari Lima Puluh Hari


__ADS_3

Ravendra terkaget ketika matanya terbuka tidak melihat Alexa di sampingnya. Laki-laki itu mengusap sisi bed yang ada di sampingnya, tetapi terasa dingin. Laki-laki itu kemudian perlahan menyibakkan selimut yang masih sebagian menutupi badannya, dan duduk dengan cepat. Mata Ravendra melihat ke arah kamar mandi, tetapi tidak ada tanda-tanda jika istrinya berada di dalamnya.


"Hmmm .. honey.., honey.. where are you now..?" Ravendra memanggil Alexa beberapa kali. Namun tidak terdengar jawaban yang masuk ke telinganya.


"Ada dimana istriku.. apakah sudah bangun terlebih dulu. Mmm.. pasti Abhimana.. Alexa pasti kaget tidak melihat keberadaan Abhimana ketika dia bangun, kemudian datang mencari putraku.." Ravendra bergegas bangun, kemudian ke wastafel untuk mencuci muka dan menggosok giginya.


Tanpa mengisi perutnya dengan air terlebih dahulu, laki-laki itu bergegas keluar dari dalam kamar. tetapi belum sampai ke kamar tempat istirahat putranya, Ravendra melihat jika pintu kamar itu sudah terbuka. Tanpa menunggu lagi, Ravendra segera mendatangi tetapi tidak terlihat keberadaan istri dan putranya di dalam kamar tersebut,


"Selamat pagi tuan muda Ravendra.. apakah disiapkan hot black coffee, hot tea untuk teman pagi ini.." tiba-tiba dari belakangnya, terlihat seorang maid sedang mengajaknya berbicara.


"Dimana nona muda dan tuan muda kecil saat ini. Kenapa tidak ada di dalam kamarnya.." laki-laki itu langsung memberondong maid dengan pertanyaan tentang istrinya.


"Ada di taman belakang tuan muda.. nona muda sudah sejak pagi tadi bangun., Kemudian dengan ditemani SOnya, keduanya membawa tuan muda kecil ke taman.." dengan ekspresi takut, maid menjawab pertanyaan Ravendra,.


Tanpa mengucapkan terima kasih, Ravendra langsung bergegas meninggalkan perempuan itu. Laki-laki itu segera menuju pintu belakang, kemudian membukanya dengan cepat. Hati laki-laki itu terasa sejuk, melihat istrinya dengan didampingi SOnya sedang mendorong stroller berdiri sambil membersihkan butiran-butiran salju yang ada di atas bunga yang sedang mekar.


"Honey.. Abhi.. good morning. Bagaimana istirahatmu honey.." dengan cepat Ravendra menghampiri istri dan putranya. Sebuah ciuman di pipi kanan dan kiri Abhimana, dan sebuah ******* di bibir Alexa dilakukan ravendra, tanpa merasa malu sedikitpun di depan SOnya.

__ADS_1


"Kak Ravend sudah bangun.. maaf ya.. tadi Lexa mau bangunkan kak Ravend. Tapi sepertinya kak Ravend kelelahan, hingga beberapa kali Lexa terbangun, kak Ravend tidak terusik." Alexa dipeluk Ravendra, seakan takut kehilangan ditinggalkan oleh gadis itu.


"Mmmm.. iya.. sampai jantungku mau berhenti berdetak honey.. Masih teringat kejadian kemarin, jangan tinggalkan aku honey.." Ravendra semakin mempererat pelukannya, dan Sonya segera mengambil stroller dan mendorongnya untuk meninggalkan tempat itu.


Pasangan suami istri itu tanpa sadar telah menghabiskan banyak waktu berpelukan di atas salju putih yang banyak menutupi tempat itu. Maid dan para pengawal hanya saling berpandangan melihat kemesraan sepasang suami istri itu. Sonya segera membawa Abhimana untuk dibersihkan badannya.


"Lepaskan kak.. malu ah, kita banyak dilihati orang banyak.." setelah beberapa saat, Alexa menggunakan kedua tangannya berusaha menyingkirkan dada Ravendra. Namun laki-laki itu tidak mau melepaskannya, malam semakin mempererat pelukannya. Alexa hanya bisa pasrah, sampai ketika Ravendra mengangkat tubuh ALexa dan membawanya masuk kembali ke dalam rumah, gadis itu seperti tidak sadar.


*******


Sesampainya di dalam kamar, menggunakan satu kakinya Ravendra menutup pintu kamar kemudian membawa Alexa ke atas ranjang. Sambil terus memberikan ciuman pada bibir gadis itu, perlahan Ravendra merebahkan tubuh Alexa ke atas ranjang tersebut. Mereka berciuman untuk waktu yang lama, karena sudah teramat lama mereka meninggalkan hal tersebut. Apalagi pada saat usia kehamilan Alexa di atas delapan bulan, sampai melahirkan dan selesai masa nifas, mereka belum lagi pernah melakukannya.


"Ugghhh honey... I miss it..." Ravendra mengeluarkan suara le**nguhan, ketika tangan lembut Alexa mengusap lembut setiap jengkal tubuhnya. Laki-laki itu seakan-akan meluapkan semua magma di perutnya, yang sudah lama terhambat untuk keluar. Begitu juga dengan Alexa, sudah ratusan kali bibir mungil berwarna merah itu mengeluarkan de**sahan, dengan mata terpejam merasakan sensasi sentuhan yang diberikan oleh suaminya.


Cuaca dingin pegunungan Alpen di pagi hari ini, seakan menambah kesyahduan dua orang itu untuk saling menyatu, saling berpadu dan saling mengisi kekosongan yang ada di hati masing-masing. Lidah pasangan suami istri itu saling membelit, saling menjilat yang menimbulkan sensasi memabukkan dan mendebarkan bagi mereka berdua. Sudah beberapa kali, magma keduanya keluar, namun seakan-akan mereka merasa enggan untuk melepaskan dan mengakhiri semua itu saat ini.


"Honey .. kita habiskan hari ini di dalam kamar saja ya sayang.. Aku betul-betul merindukan saat-saat seperti ini, sudah lebih dari lima puluh hari aku menahannya honey.." suara Ravendra penuh dengan rayuan terasa menggelitik telinga Alexa.

__ADS_1


Dengan wajah merah menahan malu, ALexa menatap wajah laki-laki yang tanpa bosan terus mencumbunya itu. Tangan mungil Alexa mengusap wajah laki-laki yang ada di depannya itu, memberikan belaian dan usapan menyusuri garis rahang, hidung, kedua mata Ravendra. Ketika jari-jari itu membingkai bibir Ravendra, tanpa sadar Alexa menurunkan wajahnya ke bawah. Sebuah ******* dan pagutan diberikan gadis itu, dan kembali ranjang itu menjadi panas kembali.


Beberapa saat kemudian, kedua tubuh itu baru merasakan kelelahan, dan perlahan rasa lapar menghampiri keduanya. Alexa teringat jika sejak tadi malam, mereka hanya mengisi perut mereka di atas peswat, dan pagi ini mereka malah mengisi perut mereka dengan melakukan adegan suami istri. Gadis itu kemudian mengangkat tubuh dan duduk di tepian ranjang. Tangan Ravendra masih membelit di pinggangnya, seakan tidak mau ditinggalkan olehnya.


"Kak ravend.. berhentilah.. Lexa lapar.." ucap Alexa malu,


Mendengar perkataan jika istrinya lapar, Ravendra langsung bergegas bangun dan menatap wajah istrinya dengan tatapan kasihan. Laki-laki itu kemudian mengambil airphone yang ada di atas meja kecil samping tempat mereka berbaring..


"Siapkan makanan dan minuman hangat di meja makan, sekarang juga.." tanpa menunggu jawaban, Ravendra langsung menutup gagang airphone.


"Lexa mandi dulu ya kak.." ucap ALexa, tapi gadis itu terhenyak, karena tangan kanannya masih dipegang oleh suaminya itu.


"Kak.. please.. Lexa capai. Mau mandi dulu.." dengan tatapan puppy eyes, ALexa memohon pada suaminya.


"Don,t worry honey.. aku akan memandikanmu.." ucap Ravendra dengan senyum smirk.


"Aaaaaw... tidak perlu kak.. Lexa mandi sendiri saja.." ALexa menolak tawaran yang diberikan oleh Ravendra. Namun gadis itu menjadi tidak berkutik, karena tanpa menjawab laki-laki itu sudah mengangkatnya dan langsung membawanya masuk ke dalam bath room. ALexa hanya pasrah, apa yang akan diterimanya nanti.

__ADS_1


***********


__ADS_2