Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Rencana Lanjutan


__ADS_3

Alexa dan Sarah duduk di balkon kamar yang ada di kastil lantai atas. Kedua perempuan, mama dan putrinya itu sedang berbagi cerita. Mereka sudah menyelesaikan makan pagi bersama, dan ketika Thomas dan Ravendra sedang keluar karena ada urusan, keduanya memutuskan untuk berbincang.


"Apa rencanamu selanjutnya Alexa..., apakah kamu akan menetap di negara ini. Ataukah akan kembali ke pulau Batam..?" sambil mempermainkan rambut putrinya, Nyonya Sarah bertanya pada Alexa dengan pelan.


"Alexa belum bisa menjawab mam.., karena memang belum ada pembicaraan hal ini dengan kak Ravend.. Untuk Alexa sendiri sih, lebih merasa senang di pulau Batam.. Tempatnya sepi, bisa melihat pantai setiap saat, dan untuk pergi ke kota besar tidak membutuhkan waktu yang lama. Tetapi.., bagaimanapun untuk saat ini, Alexa sudah menikah mam.., jadi setiap keputusan harus sepengetahuan dan sepersetujuan kak Ravend.." ucap gadis itu. Nyonya Sarah tersenyum mendengar jawaban tersebut, perempuan paruh baya itu memandang jika putrinya saat ini sudah betul-betul dewasa, dan sudah pantas menyandang status sebagai seorang istri.


"What happend Mom..., kenapa sejak tadi mama senyum-senyum sendiri." mengamati perubahan mimikĀ  wajah Nyonya Sarah, Alexa menanyakannya,


"Hmmm.., bukan apa-apa sayang. Hanya mama berpikir, ternyata putri mama benar-benar sudah dewasa. Sudah bisa menjawab setiap pertanyaan dengan bijak, tanpa ada penghakiman untuk lawan bicaranya. Mama bangga padamu Lexa..." Nyonya Sarah memuji ALexa.


"Aaah mama..., selalu seperti itu." Alexa menyandarkan kepalanya di pangkuan perempuan paruh baya itu. Sebuah hal kecil yang sudah jarang dilakukan oleh gadis itu. Sejak gadis itu memutuskan untuk bekerja di Andromeda.. ketika masih berada di pulau Jawa, Alexa sudah tidak pernah melakukan hal itu lagi. Sebuah kebiasaan kecil, yang selalu menenangkan dan meredam gejolak hati gadis itu.


Tidak diduga, Nyonya Sarah menundukkan wajahnya ke bawah, dan memberi kecupan pada kening putrinya Alexa.


"Terus rencana mama sendiri bagaimana.., apakah akan selalu menemani dan mendampingi Alexa dan kak Ravend...?" tiba-tiba Alexa balik menanyakan bagaimana rencana yang akan diambil Nyonya Sarah.

__ADS_1


Perempuan paruh baya itu tersenyum, kemudian tangannya mengusap lembut kening gadis itu. Pandangan matanya diarahkan jauh ke depan, ke hamparan laut yang terlihat jelas di depan matanya.


"Mama saat ini juga sudah menikah kembali dengan papamu sayang... So.., semua yang mama putuskan juga sama denganmu, harus sepengetahuan dan sepertujuan papamu. Tetapi sepertinya tidak mungkin, jika papamu akan mengijinkan dan mau untuk tinggal berempat denganmu dan Ravendra. Pasti papa Thomas akan mengajakku ke negara Singapura atau malah akan mengajak mama untuk pergi dan menetap di Rumania." sambil tersenyum malu, Nyonya Sarah menjelaskan pada Alexa.


"Memang begitulah nasib perempuan mam..., dan harapan ALexa.. untuk segera dapat hamil, dan menimang seorang anak merupakan harapan terbesar." tiba-tiba Alexa berkata tentang cucu. Tidak tahu apa sebabnya, tiba-tiba saja gadis itu mengingat seorang anak kecil.


"Mmmm..., cucu...?? Benarkah Lexa putri mama sudah siap untuk menjadi seorang mama, dan mama Sarah akan menjadi seorang grand mother...?" mendengar perkataan ALexa, dengan antusias, Nyonya Sarah merespon perkataan putrinya itu.


"Sepertinya lucu mam..., bisa memiliki aktivitas rutin setiap hari. Tapi jika memang belum diberi, Alexa masih ingin bekerja di kantor sebenarnya. Bisa bertemu banyak orang-orang baru.." ucap ALexa.


"Bicarakan dengan nak Ravend... sayang. Mama pikir, nak Ravend akan memberimu kesempatan, asalkan putri mama harus bisa-bisa menjaga diri dan membatasi pergaulan. Ingat status sebagai seorang istri itu berat, karena banyak yang harus dijaga sayang..." kembali Nyonya Sarah terdengar menasehati putri satu-satunya.


**********


"Lupakan Uncle.., aku tidak akan mempermasalahkannya, Hanya saja, untuk saat ini, aku memang belum bisa membawa Alexa untuk menemui Mommy and Daddy di negaranya. Biarkan saja mereka bertanya-tanya, sedang dengan siapa Ravendra kali ini. Kebahagiaan Ravendra hanya ada di tangan Alexa.., tidak ada yang lain Uncle.." dengan meyakinkan, Ravendra menanggapi perkataan Thomas.

__ADS_1


"Itulah yang aku khawatirkan Ravend.. Jika hanya kak Albert saja, laki-laki papamu itu masih bisa untuk diajak bicara. Tetapi jika sudah harus berhubungan dengan Leona mamamu.., papamu saja tidak dapat bertekuk lutut di bawah perempuan itu. Hanya kamu sendiri Ravend.., yang masih dianggap dan didengar oleh Leona. Pelan-pelan kamu bisa mengajak mommy mu untuk berbicara." ucap Thomas perlahan sambil tersenyum. Sebagai kaum sosialita dengan lingkungan pergaulan yang glamour, Leona mommy Ravendra memang memiliki penampilan yang high class. Bahkan pergaulan perempuan paruh baya itu, yang masih terlihat kencang dan cantik itu, tidak sembarang dapat bergabung dalam lingkungannya,


"Belum saatnya Uncle..., Ravendra akan mengajak Alexa untuk berkeliling dunia, dan menikmati masa bulan madu kami. Baru nanti untuk saatnya, baru Ravend akan membawa honey Alexa untuk bertemu dengan mommy and daddy." Ravendra menyahuti perkataan Thomas.


"Tok.., tok.., tok.." tiba-tiba pintu diketuk dari luar..


"Masuk.., tidak dikunci." sahut Ravendra. Perlahan pintu didorong dari luar, dan terlihat Johan memasuki kamar. Laki-laki itu tersenyum, dan menundukkan kepala memberi hormat pada Thomas. Bagaimanapun keadaan di masa lalu, laki-laki itu saat ini sudah menjadi mertua bagi Ravendra. Jadi, diapun harus menghormati dan menghargai laki-laki paruh baya itu.


"Ijin melapor Tuan Muda Ravendra.., apakah Johan diijinkan untuk duduk bergabung dengan pembicaraan Tuan Muda dan Tuan Thomas." tidak mau dapat menimbulkan salah paham, Johan dengan sopan meminta ijin untuk bergabung dalam pembicaraan.


"Duduklah dulu.., katakan pada kami. Mulai saat ini, kamu tidak perlu sungkan berhadapan dengan Uncle Thomas. Bagaimanapun Uncle saat ini sudah menjadi bagian dari kita." agar Johan bisa berbicara dengan jelas tanpa merasa rikuh dengan keberadaan Thomas, Ravendra memberi tahu Johan,


"Baik Tuan Muda.." Johan segera menoleh ke belakang, dan terlihat satu kursi kosong berada di belakang Thomas. Dengan segera, Johan menuju ke tempat tersebut , kemudian menggeser kursi untuk lebih mendekat pada kedua orang itu.


"Apa yang kamu laporkan kepadaku Johan..?" Ravendra segera membuka pembicaraan, setelah mengetahui Johan sudah duduk dengan nyaman.

__ADS_1


"Tentang keberadaan Robin, Tami, dan Slovasky Tuan Muda.." mendengar perkataan Johan, tiba-tiba reaksi tidak suka ditunjukkan oleh Ravendra.


***********


__ADS_2