
Pagi buta, Alexa berjalan-jalan di pinggir pantai sambil menggerak-gerakkan kedua tangannya. Kebiasaan ini rutin dilakukan gadis itu setiap pagi, untuk melemaskan otot-ototnya. Hanya saja, kali ini Alexa melakukannya lebih pagi dari biasanya. Di pinggir pantai, berlum terlihat satu orangpun yang melakukan aktivitas disitu. Baru tiga kali putaran, Alexa berjalan-jalan.., tiba-tiba gadis itu merasa ada yang mendekapnya dari belakang, kemudian membawa gadis itu pergi dengan meloncat dan terbang pergi dari situ.
Beberapa saat, Alexa yang ditutup mata dan mulutnya tidak mengetahui, siapa yang membawanya pergi dari situ. Gadis itu meronta-ronta ingin melepaskan dirinya, tetapi kekuatan yang membawanya sangat besar. Alexa sedikitpun tidak bisa melepaskan pelukan pada tubuhnya itu. Tetapi setelah beberapa saat Alexa bersikap tenang, samar-samar gadis itu merasa kenal dengan aroma parfum yang dikenakan orang yang saat ini sedang memeluknya erat sambil membawanya pergi. Ada rasa damai yang menyusup ke dalam hati Alexa, dengan serakahnya gadis itu menghirup aroma unik dan menyegarkan dari dada orang yang membawanya pergi.
Tidak lama kemudian, Alexa merasa jika orang yang membawanya terbang sudah mendarat, kemudian dengan satu kakinya orang itu mendorong sebuah pintu, dan membawa Alexa masuk ke dalam. Tiba-tiba Alexa merasakan tubuhnya dijatuhkan di sebuah ranjang yang empuk, dan orang itu membuka mulut dan matanya. Belum sempat gadis itu berteriak, sebuah ciuman dalam sudah menguasai bibir Alexa. Lidah dan bibir laki-laki di atasnya sama sekali tidak bisa dikendalikan. Melihat mata dan aroma nafasnya, tanpa sadar bibir Alexa juga ikut terbuka. Kedua manusia itu menghabiskan semua kerinduannya dalam belitan lidah, dan bercampurnya saliva mereka.
"Kak Ravend.. hmm... " panggilan lirih gadis itu pada laki-laki yang menatapnya dengan mata yang tajam, sesaat laki-laki itu melepaskan bibirnya.
Tanpa menjawab, laki-laki yang berada di atas tubuh Alexa itu, yang ternyata adalah Ravendra kembali menautkan bibirnya di bibir Alexa. Beberapa saat mereka berdua saling mengeksplorasi dan mereguk manis yang sudah lama mereka tinggalkan. Perlahan bibir Ravendra turun ke arah leher Alexa, dan dengan kecupan basah menjilati belakang leher Alexa.
"Ukhhh...\, kak... akhh..." de**sahan dan rintihan keluar dari bibir Alexa. Gadis itu ingin menolak apa yang dilakukan Ravendra saat ini padanya\, tetapi semua ciuman dan sentuhan itu terasa memabukkannya.\, Mulut Alexa tidak berhenti mengeluarkan de**sahan\, dan semakin memacu laki-laki itu untuk melanjutkan gerakannya.
"Aku tidak akan melepaskanmu honey..., kamu sudah meninggalkanku sekian lama. Kenapa kamu meninggalkanku...?" dengan bulu-bulu halus di rahangnya, Ravendra terus merangsek dan menggesekkan ke sepanjang kulit tubuh gadis itu. Tubuh Alexa menggelinjang, dalam hatinya Alexa ingin menolak sentuhan itu, tetapi bahasa tubuhnya menginginkan laki-laki itu terus menyusuri setiap jengkal tubuhnya.
"Kak....\, hmmm...\, ugh.....ugh..." ketika tangan kiri Ravend meremas gundukan kenyal di da**da gadis itu\, dan bibirnya mengisap satu gundukan yang lainnya\, Alexa tidak bisa menguasai dirinya kembali. Bibirnya terus menceracau mengeluarkan rintihan dan de**sahan yang sangat menggetarkan hati jika tanpa sadar di dengar oleh orang lain. Kerinduan kedua manusia ini seperti sudah berada di ubun-ubun\, dan hasrat di dalam dadanya ingin melepaskannya saat ini.
__ADS_1
"Honey..., hanya kamu tujuanku honey.., satu-satunya..." bisik pelan Ravendra di telinga Alexa. Gadis itu sudah tidak bisa mengontrol emosinya, perlakuan lembut yang diberikan Ravendra padanya kali ini betul-betul terasa membuatnya terbang. Tetapi ketika tangan Ravendra merangsek ke bagian intinya, dan mulai masuk ke dalam segitiga pelindungnya, Alexa merasa tersentak. Dengan sekuat tenaga, gadis itu mendorong dada Ravendra untuk menjauh dari tubuhnya.
"Stop it kak Ravend..." teriak Alexa, yang langsung menyambar selimut untuk menutup tubuhnya yang sudah berantakan.
"Aku ingin melakukannya honey.., aku tidak mau lagi kamu tinggalkan." dengan mata sayu, Ravendra berusaha mengajak Alexa bicara,
"No..." teriak Alexa,
**********
Ravendra memotong beef steak dengan menggunakan garpu dan pisau kecil. Setelah terbentuk potongan kecil-kecil, laki-laki itu menusuk satu potong dengan garpu kemudian mengangkat dan menyuapkan ke bibir Alexa, Dengan muka merah, karena merasa malu berada di tempat umum, Alexa membuka mulutnya.
"Lexa makan sendiri saja kak.." ucap Alexa perlahan, tetapi Ravendra menjauhkan piring dari jangkauan gadis itu.
"Aku akan melayanimu honey..., biar kamu terbiasa untuk selalu mengingatku. Aku tidak mau lagi kamu tinggalkan seperti dulu.." ucap Ravendra dengan muka serius. Malas berdebat di tempat itu, akhirnya Alexa memilih untuk berdamai dan mengijinkan Ravendra terus menyuapinya.
__ADS_1
Orang-orang yang sedang menikmati breakfast di hotel itu tersenyum melihat perlakuan manis yang diberikan Ravendra pada Alexa. Mereka melihat gadis muda yang imut, dengan laki-laki gagah yang telaten menyuapinya. Setelah beberapa saat ..
"Honey.., kamu masih berhutang penjelasan padaku. Apa yang menyebabkan kamu pergi dariku.. honey..?" dengan tatapan redup, Ravendra meminta alasan ALexa meninggalkannya sendiri. Alexa terdiam, kemudian mengambil nafas panjang.
"Mama kak..., mamalah yang menjadi alasan untuk Alexa pergi meninggalkan pulau Jawa. Tetapi bukan alasan untuk meninggalkan kak Ravend.., tetapi meninggalkan kenangan dan masa lalu mama," ucap ALexa tercekat. Tidak mungkin jika saat ini dia mengatakan, jika dirinya adalah anak haram pada kekasihnya itu. Meskipun laki-laki itu juga tidak akan peduli tentang status yang melatar belakanginya.
"What your mean?? Tell me..., Alexa..!" tidak memahami maksud perkataan gadis itu, Ravendra meminta pada gadis itu untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Tidak memiliki cara lain untuk memberi penjelasan pada laki-laki itu, akhirnya Alexa menceritakan semua. Tidak lama kemudian..,
"Hmmm..., jadi itu yang identitas Nyonya Sarah Emilton. Beberapa kali, aku sudah mendengar informasi tentang kehebatan wanita itu di bidang IT. tetapi sama sekali aku tidak menduganya jika itu adalah Nyonya Sarah mamamu honey.." ucap Ravendra lirih.
"Begitulah kak... untuk melindungi identitas mama, aku harus pergi dari pulau Jawa. Bahkan jika aku ingat, bukan kali ini saja kami nomaden melakukan pindah-pindah tempat. Baru kali ini aku menyadari, alasan di balik semua ini," Ravendra meraih bahu Alexa, kemudian menyandarkan kepala gadis itu di dadanya. Sesekali kecupan lembut diberikan oleh laki-laki itu di kening gadisn itu. Dan Alexa menerima semua perlakuan lembut dari laki-laki yang dirindukannya itu dengan hati bahagia.
"Apa rencanamu ke depan Lexa..?" tiba-tiba Ravendra bertanya. Alexa melihat ke mata laki-laki itu, kemudian menggelengkan kepalanya.
"Mau tahu apa rencanaku honey..., aku akan melamarmu pada Nyonya Sarah. Aku tidak mau kamu tinggalkan kembali, aku akan selalu ada di sampingmu." bisik Ravendra di telinga Alexa, kemudian kembali memberikan ciuman lembut pada bibir gadis itu.
__ADS_1
*********