Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Danau Luzern


__ADS_3

Alexa ternganga melihat pemandangan indah yang tersaji di hadapannya, sampai tidak merasakan udara dingin yang menerpanya. Pemandangan Eiger dan Monch yang indah, puncak Pegunungan Alpen Bernese di Swiss dapat terlihat dari tempatnya berdiri saat ini. Sambil menunggu suaminya Ravendra membersihkan dirinya, Alexa mengajak Abhimana untuk berjalan-jalan di luar. Baru saja berjalan keluar rumah, dengan diikuti maid dan pengawal di belakangnya, matanya sudah dimanjakan oleh pemandangan indah itu.


"Sangat menakjubkan sekali.. seperti melihat sebuah lukisan yang tampak nyata dan hidup..." ujar Alexa tanpa berkedip.


Perlahan Alexa duduk berjongkok dengan satu tangannya tetap memegang stroller yang digunakan, untuk membaringkan Abhimana. Tangannya menyerok butiran-butiran salju yang tidak begitu tebal di tempatnya berada, kemudian kembali menjatuhkannya di atas tanah. betul-betul seperti keajaiban yang terlihat di depannya. Lama tinggal di negara tropis, Alexa memang belum pernah menyaksikan langsung atau bahkan memegang butiran salju secara langsung. Selama ini, hanya dari film atau foto-foto.. Alexa bisa melihat keindahan salju.


"Kenapa tidak menggunakan coat honey.. cuaca dan udara di pegunungan ini sangat dingin. Apalagi honey dan Abhimana, terbiasa ada di Asia yang notabene beriklim tropis." tiba-tiba sebuah tangan sudah memasangkan coat di pundak perempuan itu.


Alexa menengadahkan wajahnya, harum aroma khas parfum dan senyuman suaminya Ravendra tampak terlihat indah. Sebuah ciuman di bibir Alexa.. dikecupkan Ravendra dari atas, dan tanpa sadar beberapa saat pasangan suami istri saling *******, seperti menghilangkan rasa dingin yang mereka rasakan. Maid dan pengawal yang berdiri memberikan mereka pengawalan saling berpandangan, kemudian membuang muka mereka. Bukannya pasangan suami istri yang merasa malu, malah mereka sendiri yang merasa malu.


"Apa rencana kita hari ini honey... akankah kita hanya berada di dalam kamar saja saling menghangatkan, ataukah ada beberapa tempat yang ingin honey kunjungi kali ini.." bisik Ravendra di telinga Alexa. Tanpa sadar pipi Alexa memerah terkena uap hangat yang menyemprot belakang telinganya. Tiba-tiba terbayang bagaimana suaminya itu sangat menyukai lekuk tubuhnya.., Alexa memiliki ide untuk menjauh dari hal itu.


"Mmm.. kenapa lama sekali menjawabnya honey.. Malah aku lihat pipi cantik ini bersemburat merah.. Apakah mau lagi kita berbagi kehangatan.." bisik me**sum Ravendra, yang disambut dengan cubitan yang diberikan ALexa di pinggang laki-laki itu.

__ADS_1


"Kak Ravend ini yang aneh.. Kakak punya castle di kota ini, sedangkan Lexa dan Abhimana baru sekali datang kesini. Ya pasti tidak tahulah tempat mana yang harus dikunjungi. Tetapi juga tidak mau.. jika seharian penuh kita hanya berada dalam kamar saja.." ucap Alexa.


"Ha.. ha.. ha.. benar juga honey. Kakak sampai lupa, jika istriku yang cantik sedunia tidak ada bandingannya ini, ternyata perempuan yang sangat kuper, kurang update, dan yang pasti kurang piknik sepertinya.." sambil tertawa., Ravendra seperti mengolok-olok istrinya.


"Okay.. okay.. suamiku memang yang maha benar.. " Alexa memotong perkataan suaminya, dan perempuan muda itu pura-pura marah dan jengkel.


"Cup.." kembali sebuah ciuman mendarat di pipi dan juga bibir Alexa. Ravendra seperti menemukan mainan dan hiburan, setelah berhari-hari sebelumnya mereka berada dalam ketegangan. Laki-laki itu kemudian mengangkat ABhimana dari dalam stroller kemudian mendekap bayi itu, kemudian memeluk Alexa dari belakangnya,


"Aku akan membawa kalian berdua ke Danau Lucerne atau juga sering disebut dengan Luzern. Danau itu merupakan sebuah danau yang terletak di Swiss Tengah dan dikelilingi oleh 4 kanton, Lucerne, Nidwalden, Uri dan Schwyz. Lokasi danau berdekatan dengan pegunungan kapur yang curam, sehingga danau ini begitu terkenal sebagai tempat wisata di Swiss. Hanya itu yang aku tawarkan honey.. karena jika semakin ke atas, aku belum berani mengajak Abhimana kesana.." ucap Ravendra pelan.


********


Pukul sebelas siang, Ravendra dengan ditemani driver membawa mobil Jeep mengajak Alexa dan Abhimana untuk berkunjung di Danau Lucerne. Beberapa pengawal tampak mengiringi mereka di belakangnya, dengan mengendarai mobil yang lain. Dibutuhkan waktu tidak sampai satu jam untuk mengunjungi tempat wisata itu, sehingga tidak lama kemudian mobil yang membawa mereka sudah berada di tempat yang mereka tuju.

__ADS_1


"Kita sudah sampai honey... kita harus segera turun. Untung matahari bersinar cerah, sehingga mengurangi rasa dingin di lokasi ini.." Ravendra menoleh ke arah Alexa, kemudian mengajak istri dan putranya turun,


Dengan sigap, pengawal membukakan pintu mobil di sebelah kanan, dan kiri. Pasangan suami istri itu kemudian turun, dan dengan sigap pula, ravendra menyiapkan stroller untuk mendorong Abhimana. Selimut lembut yang memberikan rasa hangat, tampak mengelilingi tempat berbaring Abhimana.


Alexa seperti menemukan "kedamaian" dan "ketenangan" dengan menikmati pemandangan danau. Banyak pengunjung yang berada di tempat itu dengan kegiatan mereka masing-masing.. Beberapa orang lokal tampak berdansa, membaca buku, memainkan permainan tradisional, dan hanya menikmati piknik saja. Terlihat agak ke tengah, orang-orang seperti takjub menatap sebuah kapal pesiar yang berlabuh di tengah danau. Mereka seperti terheran-heran melihat kapal pesiar itu, yang biasanya tidak pernah ada.


"Honey.. kita nikmati pemandangan danau lewat air saja ya. Lihatlah.. di daratan terlalu banyak orang, kasihan Abhimana harus berbagai udara dengan orang-orang itu.." tanpa menunggu jawaban dari istrinya, ravendra merangkul Alexa dan membawanya ke arah danau. Para pengawal sudah menyiapkan jalan, dan menyingkirkan orang-orang agar sedikit menjauh dari tempat yang akan mereka lewati. Tidak lama kemudian..


Alexa terkejut, ternyata kapal pesiar ukuran kecil yang menimbulkan kekaguman banyak orang itu, ternyata milik suaminya Ravendra. Tanpa bicara apapun, Alexa mengikuti arahan suaminya, dan di bawah tatapan mata rasa iri dari orang-orang yang berada di tempat itu, mereka perlahan mulai masuk ke dalam.


"Kakak sudah menyiapkan semuanya.. kenapa tiba-tiba sudah ada kapal pesiar ini di danau Luzern.." Alexa bertanya pada suaminya, sambil mengikuti suaminya yang mengajaknya duduk.


"Santai saja honey.. sebenarnya kakak pernah memberikan bantuan permodalan untuk warga sekitar sini, agar mereka bisa mandiri dan mengelola tempat ini dengan baik. Ternyata karena perusahaan tidak pernah mau menerima profit sharing dari mereka, warga sekitar memberikan kapal pesiar ini untuk berjaga-jaga jika terjadi hal seperti ini.." Ravendra menjawab pertanyaan istrinya.

__ADS_1


Terlihat laki-laki itu juga mengamati pemandangan dari atas danau, matanya tampak mengerjap melihatan gugusan bukit dan gunung yang mengelilingi danau tempat mereka berada. Sepertinya, sebelum dengan Alexa, Ravendra terlihat belum pernah mengalokasikan waktu khusus untuk sengaja melakukan trip ke situ.


**********


__ADS_2