Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Dia Bukan Cucumu


__ADS_3

Alexa meminta maid untuk menjamu makan nenek Cathy. Perempuan tua itu dengan perasaan suka menikmati jamuan dengan lahap. Melihat, nenek Cathy masih menyelesaikan makannya, Alexa menghampiri Nyonya Sarah yang sedang duduk di ruang tengah dengan papa Thomas.


"Bagaimana mama bisa ketemu dengan Bibi Cathy... Alexa khawatir jika kak Ravend tahu jika perempuan itu datang kemari lagi." Alexa dengan suara lirih bertanya pada mamanya yang sedang mengangkat cangkir. Setelah meminum beberapa teguk, dan meletakkan cangkir ke atas meja, Nyonya Sarah menanggapi pertanyaan putrinya.


Perempuan itu menatap wajah Alexa dengan penuh pertanyaan.


"Berarti mamah dan papa sudah melakukan kesalahan, dengan membawa perempuan itu kemari. Tadi jumpa dengan beliau di ujung jalan, kasihan dengan tertatih-tatih perempuan itu terjatuh. Mama minta driver untuk menghentikan mobil, kemudian kita tanya katanya ingin bertemu denganmu di kastil ini. Merasa tidak berbahaya, karena papamu juga sudah melihat dengan mata vampirenya, akhirnya kita bawa sekalian di dalam mobil," Nyonya Sarah memberi penjelasan.


"Untuk Alexa sebenarnya tidak apa-apa, hanya saja pernah ada kesalah pahaman, dan kak Ravend dan semua pengawal di rumah ini, mengatakan gara-gara Bibi Cathy yang menjadi penyebabnya. Kala itu, karena sudah mau memasuki waktu malam, Alexa ditemani maid dan pengawal mengantar Bibi Cathy ke rumahnya. Ternyata rumahnya ada di tengah hutan, Alexa juga kaget kenapa ada bangunan rumah di tengah hutan. Ketika menurunkan Bibi Cathy, agak sedikit curiga sebenarnya. Karena ada seorang laki-laki berwajah pucat yang melihat kami." Alexa mulai menceritakan kejadian beberapa hari lalu.


"Humph..., terus apakah kamu dicegat oleh manusia vampire di tengah hutan?" dari kursi samping, papa Thomas menyahut. Alexa menatap ke wajah papanya Thomas.


"Bagaimana papa bisa menebaknya?" Alexa merasa penasaran dengan pertanyaan papanya. Laki-laki paruh baya itu tersenyum,


"Karena di tengah hutan memang tempat sekelompok manusia vampire yang tidak memiliki identitas tinggal disana. mereka menolak untuk bergabung dengan koloni vampire manapun. Mereka pernah beberapa kali bersitegang dengan kelompok vampire yang lain." Thomas menambahkan.


"Iya pa.., benar yang papa katakan. Ketika kami pulang, tiba-tiba kami tersesat, dan mobil sampai tidak memiliki jalan untuk maju ke depan. Tidak diduga, beberapa orang datang menyerang kami. Untungnya Kak Johan segera datang dan memberi pertolongan kepada kami. Setelah itu, tidak perlulah Alexa jelaskan disini, papa dan mamah pasti sudah paham bagaimana reaksi kak Ravend.." ucap Alexa sambil tersenyum kecut.

__ADS_1


Thomas hanya tersenyum dengan mengangkat satu sudut bibirnya ke atas, sudah sejak lahir laki-laki itu mengenal watak dan karakter Ravendra. Sebenarnya bukan hanya Ravendra saja, dirinya juga pasti tidak akan mengijinkan putrinya untuk melakukan tindakan itu.


"Terus gimana pa.., kita sudah terlanjur membawa perempuan itu kemari. Bagaimana jika nanti kita disalahkan Ravendra..?" Nyonya Sarah terlihat cemas.


"Mama tidak perlu khawatir, Bibi Cathy tidak melakukan apa-apa. Sepertinya perempuan itu kekurangan kasih sayang, dan menganggap Alexa sebagai cucunya yang hilang. Sebenarnya Alexa juga pernah berjanji pada Bibi Cathy, jika suatu saat akan mampir ke rumahnya. Tetapi sampai saat ini, belum kesampaian sampai disana." Alexa menenangkan Nyonya Sarah.


"Nanti papa yang akan menemanimu Lexa.., kita antarkan perempuan itu kembali ke rumahnya. Siapa tahu, papa bisa bertemu dengan teman papa di masa lalu." Thomas tersenyum.


**********


Seperti yang sudah dijanjikannya dengan Alexa, akhirnya Thomas menemani Alexa untuk menunaikan janji berkunjung ke rumah Cathy di tengah hutan. Beberapa pengawal mengikuti mereka dari belakang, sehingga ada tiga mobil membelah jalanan sepi melewati barisan-barisan pohon pinus di hutan tersebut. Terlihat wajah Cathy bersinar, sangat bahagia karena merasa ditemani oleh cucunya.


"Ada anak Bibi yang ikut menemaniku di rumah. Sering juga teman-teman anak Bibi pada main ke rumah, tapi yah begitulah.., anak muda jaman sekarang mana pernah mau meluangkan waktu untuk paling tidak mengajakku berbicara. Mereka hanya bicara untuk urusan mereka sendiri." sambil berkeluh kesah, Cathy menjawab pertanyaan Nyonya Sarah,


"Begitu ya.., terus jika Bibi mengira Alexa ini cucu Bibi.. Putri dari siapakah cucu Bibi Cathy ini?" kembali Nyonya Sarah melanjutkan pertanyaan.


Cathy menengok ke arah Alexa, kemudian tangannya diletakkan di bahu perempuan itu. Tidak diduga Cathy memeluk tubuh Alexa dengan erat. Dan Alexa hanya mengikuti untuk menyenangkan hati perempuan tua itu.

__ADS_1


"Kedua orang tua cucuku ini sudah lama meninggal karena kecelakaan di tebing sebelah utara. Mereka terlibat perkelahian dengan gerombolan serigala, padahal saat itu cucuku ini sedang bersama dengan keduanya. Untunglah cucuku ini masih selamat." tanpa diduga, Cathy tiba-tiba mengeluarkan air mata. Seakan-akan Alexa adalah cucunya yang hilang ketika putri dan menantunya diganggu oleh gerombolan serigala.


"Bibi.. mungkin ada orang-orang yang memprovokasi gerombolan serigala itu. Karena seperti yang terjadi di sudah-sudah, gerombolan serigala tidak akan mengganggu khususnya manusia vampire, maaf jika perkataanku salah. Tetapi sering perkelahian akan terjadi jika mereka terlibat perselisihan menentukan batas wilayah." Thomas dari kursi depan ikut menyahut.


Mendengar perkataan papa Alexa, Bibi Cathy terdiam. Pikirannya seperti sedang menerawang kemana-mana, dan Alexa serta Nyonya Sarah hanya membiarkannya saja.


"Semoga kesalah pahaman Bibi dengan putriku Alexa cukup sampai disini. Sebenarnya Alexa itu putri kami Bibi.., jadi tidak ada hubungannya dengan putri dan menantu Bibi yang hilang beberapa tahun yang lalu." untuk mengakhiri salah paham itu, dari kursi depan kembali Thomas berbicara.


"Apa maksudmu, jangan meracuni pikiran cucuku. Alexa adalah cucuku, tidak akan ada yang bisa mengambilnya dariku." tidak diduga, mendengar perkataan Thomas, Cathy merasa sangat ketakutan. Perempuan itu dengan erat kembali memeluk Alexa, sampai kuku-kukunya hampir menembus kulit perempuan itu.


"Bibi Cathy..., kulit Alexa mau tertusuk kuku Bibi.. Bisa tidak dilonggarkan sedikit pegangan Bibi pada tubuh Alexa." tidak mau kulitnya terluka, yang bisa menimbulkan kecurigaan Ravendra kepadanya, Alexa meminta perempuan itu untuk mengendorkan pegangannya.


Mendengar perkataan Alexa yang dikira cucunya, dengan perasaan khawatir Cathy melepaskan pelukannya. Tetapi perempuan tua itu tetap duduk lebih dekat pada perempuan muda itu.


"Jangan khawatir Bibi.., meskipun papa sudah mengatakan kenyataan yang sebenarnya tentang siapa diri Alexa. Bibi Cathy tetap bisa menganggap Alexa sebagai cucu Bibi..," untuk mengurangi ketegangan yang  berlangsung, Alexa berusaha menenangkan perempuan tua itu.


Cathy terdiam, perempuan itu masih belum menerima penjelasan dari ketiga orang yang ada di sekelilingnya saat ini.

__ADS_1


********


__ADS_2