Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Berusaha Meninggalkan Pulau


__ADS_3

Kedatangan anak buah Alberto ke rumah nenek yang menolong Alexa, menjadikan gadis itu menjadi tidak aman. Kekhawatirannya timbul karena takut menimbulkan efek yang tidak menyenangkan pada keluarga kakek dan nenek. Begitu para anak buah Alberto meninggalkan rumah, gadis itu tidak mau berlama-lama untuk berada di rumah tersebut. Alexa sudah bersiap-siap mau minta pamit untuk mencari lain agar dapat meninggalkan pulau itu.


"Pikirkan lagi nak.., kamu tidak memiliki identitas di pulau ini. Khawatir nenek, jika kamu pergi mendatangi polisi, apakah kamu yakin jika polisi itu tidak akan bertindak culas padamu. Bagaimana jika mereka malah akan menyusahkanmu?" berulang kali, nenek meminta Alexa untuk berpikir ulang untuk kepergiannya. Tetapi, karena tidak hanya dirinya yang akan kena masalah jika tetap berada di rumah tersebut, Alexa tetap ingin meninggalkan rumah tersebut.


"Tidak masalah nek.., Alexa akan mencari cara di luar sana. Semoga Tuhan selalu memberi perlindungan pada saya, dan juga melindungi kakek maupun nenek. Alexa pergi ya nek..." Alexa menanggapi perkataan nenek, gadis itu tidak mau menghabiskan waktu hanya berada di tempat tanpa melakukan sesuatu.


"Tunggu sebentar...!" nenek menahan kepergian Alexa, kemudian perempuan itu bergegas masuk ke dalam kamar. Tidak berapa pama, perempuan tua itu keluar dan membawa sebuah bungkusan.


"Nak Alexa..., terimalah ini. Memang jumlahnya tidak banyak, tapi nenek yakin uang dan barang ini akan bermanfaat buat kamu untuk bisa bertahan hidup. Nenek tahu, kamu tidak memiliki uang sepeserpun, jangan tolak pemberian nenek. Dan dalam bungkusan ini, ada beberapa perhiasan nenek yang bisa kamu jual jika kehabisan uang. Sekalian nenek sertakan surat pembeliannya, untuk mempermudah jika kamu ingin menjualnya kembali." ucap nenek pelan. Dengan mata berkaca-kaca, Alexa merasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini. Tidak ada setitikpun hubungan darah dengan keluarga nenek, tetapi perempuan tua itu dengan tulus membantunya.


"Terima kasih nek.., Alexa akan mengingat selalu kebaikan kakek dan nenek. Suatu saat jika Alexa berhasil keluar dari pulau ini, dan dapat melanjutkan untuk bertemu dengan keluarga, Alexa akan membalas semua kebaikan keluarga ini. Alexa pergi nek.., dan titip salam untuk kakek." dengan berlinang air mata, Alexa mencium tangan nenek tua itu, kemudian mereka berpelukan erat. Tidak lama kemudian, nenek melepas Alexa, dan melihat kepergian gadis itu sampai punggungnya tidak kelihatan.


*********

__ADS_1


Alberto dan Edward menyusuri tempat yang sudah dilakukan pencarian oleh anak buahnya. Di dekat bebatuan yang ada di pinggir pantai, Edward menghentikan langkahnya. Matanya tertuju pada sobekan kain lace dari baju warna putih yang sudah bercampur dengan darah dan tanah yang menempel. Tanpa bicara apapun, laki-laki itu segera menghampiri sobekan baju tersebut, kemudian menarik sobekan tersebut, Laki-laki itu mencium darah kering yang menempel pada kain tersebut,


"Apa yang kamu temukan Edward..., apakah kamu mendapatkan petunjuk?" Alberto menghampiri dan bertanya pada adiknya itu.


"Alexa dari tadi malam berada di tempat ini. Aku masih mengenali bau amis dan harum dari darahnya, yang membangkitkan nafsuku untuk selalu menjilatnya." ucap Edward pelan, laki-laki itu tersenyum karena merasa sudah semakin dekat dengan gadis yang selalu diminatinya.


"Hmmm..., jika begitu gadis itu pasti belum jauh dari sini. Rata-rata penduduk yang tinggal di sekitar wilayah ini adalah penduduk yang sudah berusia tua, karena penduduk berusia muda mereka lebih memilih untuk merantau keluar kota. Dengan melakukan sweeping sedetail mungkin, kita pasti akan cepat mengetahui keberadaan gadis itu sekarang." Alberto terlihat lebih bersemangat. Kedua laki-laki itu dengan beberapa anak buah di belakangnya segera berpencar mencari keberadaan Alexa.


*********


Melihat petugas penjualan tiket, Alexa mendekati laki-laki tersebut. Sebelum memutuskan untuk antri, gadis itu ingin mendapatkan informasi yang akurat tentang kepastian mendapatkan tiket tanpa menggunakan kartu identitas. Setelah melihat ke kanan kiri, dan tidak melihat ada orang lain di sekitar mereka, Alexa segera mendatangi orang tersebut.


"Selamat siang Mas..." Alexa menyapa laki-laki muda itu dengan ramah.

__ADS_1


"Siang..., ada apa mbak, apakah ada yang bisa saya bantu?" dengan ramah petugas itu membalas sapaan Alexa. Laki-laki itu tampak tertarik dengan kecantikan gadis itu, sehingga menjawabnya dengan sangat ramah.


"Begini mas..., saya kehilangan semua identitas saya di kota ini, dan juga semua perlengkapan yang saya bawa. Padahal keluarga saya tinggal di Pulau Sekupang Batam, dan saya ingin kembali ke tempat keluarga saya berada. Apakah saya bisa membeli tiket kapal tanpa menggunakan identitas ya mas..." Alexa mengarang cerita. Laki-laki itu mengerutkan kening sedikit waspada, tetapi begitu melihat kembali ke arah ALexa, dan dengan tatapan puppy eyes, gadis itu bisa meluluhkan hati laki-laki itu.


"Tidak bisa mbak..., karena untuk dapat mencetak tiket harus mencocokkan kartu identitas. Yah wajar sajalah mbak.., karena pulau Natuna berada di paling luar negara Indonesia dan berbatasan dengan laut China Selatan. Jadi pemerintah sangat berhati-hati dengan kemungkinan menyusupnya orang-orang dari negara lain." petugas itu memberikan penjelasan.


Mendapat penjelasan yang bukan sebagai solusi untuk permasalahannya, membuat Alexa menjadi terlihat sedih. Matanya kembali berkaca-kaca.., dan..


"Tapi saya bisa membantu mbak..., siapa nama anda?" petugas itu menanyakan nama Alexa.


"Alexa mas..., jika Mas meragukan saya, silakan telpon mama saya atau keluarga saya yang lain yang berada di pulau Batam. Saya tidak berbohong pada mas..." Alexa terus berusaha meluluhkan hati laki-laki itu,


"Ya mbak Alexa..., masalahnya adalah belum ada kapal yang langsung menuju ke pulau Batam dari pelabuhan di Natuna ini. Jika mbak ALexa tetap menghendaki untuk naik kapal ini, maka kapal akan berlabuh dulu di pelabuhan Tanjung Perak yang ada di kota Surabaya. Banyak waktu yang akan mbak Alexa habiskan di perjalanan." petugas itu menjelaskan dengan detail.

__ADS_1


Mendengar perkataan tersebut, Alexa terdiam. Gadis itu berpikir untuk membuat identitas palsu dengan menggunakan internet, tetapi melihat daerah tempatnya berada sangat riskan untuknya berkeliaran di luar. Melihat diamnya gadis itu, petugas itu timbul rasa kasihan pada Alexa.


*************


__ADS_2