Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Mempercepat Pelantikan


__ADS_3

Setelah mendapatkan intruksi darI Robin, tanpa ada yang menyadari orang-orang Robin mulai bergerak. Mereka melakukan pengepungan di sekitar Barn Castle. Di setiap sudut-sudut ruangan sudah ditempatkan orang-orang dari laki-laki itu. Mereka berpikir, mereka mendapatkan kesempatan untuk menangkap Ravendra di tempat itu. Ravendra disangka sudah memasuki sarang mereka tanpa melakukan persiapan apapun.


Di tempat duduknya, Ravendra bereaksi santai, dan seperti mengabaikan dan tidak begitu mempedulikan jika saat ini dirinya sedang mendapatkan perhatian dan penyambutan dari lawannya, Dengan laki-laki muda berkebangsaan Belanda yang masih memiliki darah bangsawan itu, Ravendra duduk bersamanya dan saat ini mereka sedang terlibat dalam sebuah pembicaraan yang seru.


"Apakah rencana yang akan anda lakukan disini tuan muda..?" tiba-tiba `Frederick Hendrick bangsawan itu bertanya pada Ravendra.


"Aku hanya akan mengamati apa yang terjadi Tuan Hendrick. Tetapi dalam filisofiku, anda jual maka saya akan beli, Jika orang-orang disini memancing kemarahanku, maka aku akan meladeni mereka, dan bahkan jika perlu akan aku hancurkan mereka." sambil tersenyum smirk, Ravendra menanggapi perkataan bangsawan itu.


"Wow.., ternyata sudah ratisa tahun. Ternyata kamu masih tuan muda Ravendra yang aku kenal, tetap cool, calm, tetapi memiliki daya membunuh yang mematikan. Aku bersyukur tidak memancing kesabaranmu tuan muda..." mendengar reaksi jawaban Ravendra, frederick Hendrick menjadi tersenyum masam. Laki-laki itu mengambil gelas berisi cairan darah kental di atas meja, namun ketika akan membawanya ke arah mulutnya..


"Letakkan gelas itu, bukan saatnya kita disini untuk menikmati minuman atau kudapan. Menurutku, masih bisa kan sembarang sebentar bangsawan belanda ini menahan rasa hausnya..?" dengan nada sarkasme, Ravendra melarang laki-laki itu untuk menikmati minuman dan kudapan yang sudah disajikan di atas meja. dahi bangsawan itu berkerut, dan setelah mengamati beberapa saat dari minuman tersebut, akhirnya laki-laki itu bernafas lega. Dalam hati, Frederick Hendrick mengakui kejelian Ravendra dalam mengamati adanya serangan yang tidak terlihat pada mereka.

__ADS_1


"Aku tidak mengajakmu untuk duduk menemaniku. So.., jangan buat aku menjadi yang tertuduh atas racun yang ada dalam minuman atau makananmu.." melihat jika bangsawan Belanda itu menyadari jika ada racun dalam minuman untuknya, Ravendra menjelaskan posisinya.


"Ha.., ha.., ha... jangan bersikap seperti itu tuan muda. Justru aku sangta berterima kasih, dengan duduk denganmu, aku bisa kamu selamatkan. Jika tidak.. mungkin hanya tinggal namaku datang pada keluargaku.." Frederick Hendrick menanggapi perkataan Ravendra sambil tertawa terbahak.


"Pasang mata dan pendengaranmu, kedatangan kita sepertinya sudah diketahui oleh Robin. Lihat saja, sebentar lagi akan muncul permainan menarik di tempat ini. Berhati-hatilah..., atau jika kamu takut akan menjadi korban, menyingkirlah dariku. Kamu akan bebas dari ancaman mereka jika tidak berada di dekatku..: terdengar Ravendra memberikan peringatan pada bangsawan Belanda itu.


"Tenanglah Tuan muda Ravendra.., jika perkiraan tuan muda benar adanya, akan menjadi satu kebanggaan bagiku bisa bertarung bersama dengan tuan muda Ravendra. Tidak perlu tuan muda pedulikan aku, kedatanganku kesini juiga ditemani oleh beberapa pengawalku." sambil tersenyum, Frederick henderick mengomentari balik pernyataan Ravendra.


"Para hadirin manusia vampire yang saya hormati. Kesepakatan yang sudah diputuskan dalam pertemuan terbatas di ruang Anyelir, jika pelantikan Tuan Robin sebagai pemimpin kita yang akan membawa banyak perubahan untuk eksistensi manusia vampire di dunia ini akan segera dilakukan oleh para Rahib. Kami mohon, semua hadirin untuk diam sejenak dan menyaksikan acara pelantikan dengan penuh khidmat." tiba-tiba suasana ramai di ball room, disatukan oleh host acara yang menyampaikan sebuah announcement.


Semua orang yang berada di ball room mengalihkan pandangan, dan memperhatikan host yang sudah berdiri di atas stage. Suasana terdiam sejenak, dan terlihat dari ruang Anyelir, Robin berjalan keluar dengan dikawal oleh beberapa pengawal di sekelilingnya. Ravendra mencibir melihat pengawalan yang dilakukan untuk melindungi Robin. Ravendra berpikir jika acara pelantikan sengaja dilakukan, karena keberadaannya di dalam ball room kali ini sudah diendus oleh orang-orang Robin. Laki-laki muda itu hanya tersenyum sambil menatap laki-laki dengan jubah menutup pakaiannya berjalan menuju round table yang ada id bagian depan ruangan tersebut,

__ADS_1


"Tuan muda..., kenapa tuan muda Ravendra malah tersenyum melihat kemunculan tuan Robin di tempat duduk paling depan. Bukannya posisi laki-laki itu akan segera dikukuhkan oleh rahib?" melihat ekspresi Ravendra yang tersenyum melihat kemunculan Robin di tempat itu. Fredrcik Hendrick bertanya kepadanya.


"Akan terlalu merendahkan diri kita, jika kita terpancing dengan permainan anak kecil seperti itu. Kita akan lihat, apakah para Rahib yang berada di depan itu, para Rahib benar yang didatangkan dari Santo Rini, ataukan rahib gadungan yang sengaja dibayar untuk acara kali ini." sambil tersenyum tanpa memandang ke wajah Hendrick, Ravendra menanggapi pertanyaan laki-laki itu. Mata Ravendra beredar di sekeliling ruangan itu, laki-laki muda itu berusaha memindai keberadaan Alexa. Tetapi laki-laki itu belum menemukannya.


"Tetapi tidak ada yang menyadarinya tuan muda.., jika pelantikan itu betul-betul dilakukan, maka semua manusia vampire tetap akan menganggap jika pelantikan ini sah adanya. Tidak akan ada yang menganulir hasil dari pelantikan hari ini. Menurutku acara pelantikan ini harus segera dibatalkan, daripada koloni manusia vampire berada di ambang kehancuran." Fredrick Henderick seperti tidak terima dengan apa yang dia lihat di depannya.


"Duduklah dengan tenang tuan Hendrick, kita akan melihat pemandangan bagus sebentar lagi. AKu pikir, jauh-jauh dari Belanda, kamu tidak hanya berpikir untuk melihat ceremony acara kacangan seperti ini. Kita akan saksikan sebentar lagi.." sambil tetap tersenyum, dengan sikap cool dan calm, Ravendra kembali mengomentari kepanikan yang ditunjukkan Hendrick.


Melihat sikap ketenangan yang ditunjukkan Ravendra, akhirnya Hendrick terdiam. Mata laki-laki itu juga beredar ke sekeliling ruangan, seperti memberikan kode isyarat pada anak buahnya untuk bersiap. Tetapi hendrick sama sekali tidak menyadari, jika gerak geriknya dalam berinteraksi dengan Ravendra, sudah diamati oleh beberapa orang Robin.


"Kami mohon kesediaan Tuan Robin dengan ditemani para Rahib untuk segera berdiri, dan menuju ke atas stage. Semua hadirin akan menjadi saksi atas terselenggaranya acara hari ini, dan akan menjadi sebuah momentum kebangkitan manusia vampire. Mohon untuk mempersiapkan diri, dua manusia vampire untuk menjadi saksi disamping para Rahib yang akan melakukan pelantikan, dan tuan Robin sendiri." kembali suara host terdengar memandu acara. Tidak lama kemudian, orang-orang yang disebut namanya berjalan mendatangi stage dan mulai naik ke atasnya.

__ADS_1


*************


__ADS_2