Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Pernikahan


__ADS_3

Persiapan acara pernikahan Fernando dan Alexa sudah selesai diatur. Dengan wajah yang sangat cantik, karena Ravendra mendatangkan make up artist untuk merias wajah ALexa.., gadis itu duduk di atas pelaminan sendiri. Johan juga sudah datang ke Batam, dengan membawakan orang yang akan menikahkan mereka berdua. Beberapa teman dekat Alexa di perusahaan Andromega, juga dibawa Johan ke hotel tersebut, tanpa sepengetahuan gadis itu. Mengenakan jas dengan warna senada dengan baju yang dikenakan Alexa, Ravendra terlihat sangat tampan.


"Alexa.., kamu sangat cantik sekali beb..." tiba-tiba terdengar suara Aniss yang sudah berdiri di samping Alexa. Terkejut, Alexa menoleh ke arah sumber suara.


"Aniss.., Alana.. kalian datang kesini..?" ALexa tidak mempercayai penglihatannya, melihat kelima temannya berada di ruangan itu. Terlihat di dekat pintu masuk, Boss Ridwan mantan atasannya menatapnya dengan tidak percaya. Di samping Ridwan, berdiri Johan yang terlihat sedang mengatur jalannya acara. Teman-teman Alexa dari perusahaan Andromega sengaja dibawa Johan, untuk menyenangkan calon istri dari Ravendra. Teman-temannya itu berjabat tangan dan memeluk tubuh Alexa dengan erat.


Di kursi bagian depan, duduk Fernando dengan Tommy yang ada di sampingnya. Laki-laki itu terlihat bersedih, menatap Alexa yang tampak bersinar diliputi sebuah kebahagiaan. Beberapa saat kemudian, setelah beberapa tamu yang diundang sudah memenuhi kursi, dan penghulu yang akan menikahkan mereka sudah siap, Alexa didampingi Alana dan Aniss berjalan menuju ke meja tempat berlangsungnya acara, Bibir yang selalu tersenyum, menyambut kedatangan Alexa. Ditemani Johan, Ravendra siap untuk melaksanakan upacara pernikahan.


"Baiklah.., silakan saksi dan wali dari saudari Alexa Emilton untuk duduk mendampingi saudari calon pengantin." terdengar suara penghulu akan segera memimpin acara pernikahan.


"Mohon maaf pak, kebetulan ayahnda Alexa sudah tidak ada. Apakah pak penghulu bisa menjadi wali hakim untuk pernikahan putri saya..?" suara Nyonya Sarah menyela perkataan penghulu. Beberapa orang melihat ke arah Nyonya Sarah dan Alexa secara bergantian.


"Baik.., Nyonya Sarah.., semua bisa saya lakukan. Baiklah.., saya harapkan semua segera bersiap, dan mengikuti prosesi dengan khidmat." penghulu menyanggupi permintaan Nyonya Sarah. Tidak lama kemudian, penghulu membacakan acara ijab qobul pernikahan antara kedua anak manusia itu. Tetapi sebelum Ravendra menjawab perkataan Ravendra.., tiba-tiba pintu depan terbuka dan terlihat dengan gagahnya Thomas berjalan masuk.


"Sebagai ayahnda dari Alexa Emilton, saya tidak mengijinkan orang lain untuk menikahkan putri saya." suara tegas Thomas bergema di seluruh ball room hotel tempat berlangsungnya acara. Semua orang terkejut dan memandang ke arah sumber suara. Mereka terkejut dan bertanya-tanya tentang laki-laki itu.

__ADS_1


Mendengar suara itu, Sarah Emilton terlihat pucat, perempuan itu tidak bisa berbicara apa-apa. Perempatan itu segera memegang bahu putrinya.


"Uncle.., apa yang Uncle katakan saat ini, apa maksudnya?" ucap Alexa dengan suara tercekat. Gadis itu melihat ke arah Nyonya Sarah, tetapi perempuan itu tidak menjawab pertanyaan putrinya. Tanpa diduga, Nyonya Sarah berdiri dan menghadang Thomas.


"Tutup mulutmu Thomas.., jaga bicaramu. Jangan kamu mencoba untuk mengacaukan acara pernikahan putriku. apa dasarmu berani mengatakan jika Alexa adalah putriku. Pergilah dari sini.., sudah cukup aku berusaha diam dan menjauh darimu." kata-kata tegas dan keras keluar dari mulut Nyonya Sarah. Alexa terkejut mendengar perkataan yang diucap mamanya,


Thomas tersenyum, laki-laki itu mendekati Sarah. Diluar dugaan semua orang, laki-laki itu tiba-tiba memegang kepala Nyonya Sarah kemudian mendekatkan ke wajahnya. Di depan semua yang hadir di ball room, Thomas mencium bibir Sarah dengan penuh perasaan.


"Plak..., kurang ajar kamu Thomas.." sebuah tamparan mendarat di rahang laki-laki itu. Tetapi tidak ada kemarahan terlihat dalam diri Thomas, laki-laki itu malah tersenyum kemudian berjalan meninggalkan Sarah dan mendekati penghulu. Wajah Ravendra terlihat menahan emosi menatap wajah laki-laki yang masih memiliki hubungan persaudaraan dengan keluarga papanya.


Tidak diduga, Alexa berdiri dan berlari keluar dari ball room menuju ke roof top. Ravendra tersentak dan tersadarkan ketika Alexa sudah berlari menghilang, kemudian  laki-laki itu berlari mengejar gadis itu keluar ruangan.


***********


Sesampainya di luar ball room, Alexa langsung menekan tombol lift menuju ke roof top. Sesampainya di atas, tidak diduga Alexa berpapasan dengan Alberto, Robin dan Tami. Ketiga orang itu tersenyum sinis, menatap gadis itu dengan mata diselimuti rasa dendam dan iri. Tanpa bicara, Tami berjalan mendekat kepada gadis itu kemudian tangannya tiba-tiba menutup mulut Alexa dengan mengenakan sapu tangan. Tidak lama kemudian, Alexa merasa lemas dan akhirnya tubuhnya terjatuh. Dengan sigap, Alberto menggunakan kedua tangannya untuk menahan tubuh gadis itu.

__ADS_1


"Ravendra menuju kesini.., Robin.. aku serahkan urusan Ravendra kepadamu!" teriak Roberto dengan nada tinggi. Laki-laki itu langsung menyambar tubuh Alexa.., kemudian melompat membawanya pergi dari situ.


"Berhenti kamu Roberto.., atau aku akan membunuhmu..!" melihat gadis yang seharusnya menikah dengannya hari ini dibawa pergi Roberto, Ravendra berteriak mengancam laki-laki itu.


"Ups..., tidak semudah itu teman." tiba-tiba Robin berdiri menghalangi Ravendra dengan senyum mengejek. Tidak diduga karena emosi tinggi menguasainya, tiba-tiba wajah Ravendra berubah berwarna merah. Kuku-kukunya tiba-tiba memanjang, dengan urat nadi yang terlihat jelas kebiruan di sepanjang kulitnya. Sepasang taring mengintip di sudut kanan kiri bibir laki-laki itu.


Melihat perubahan fisik yang dialami Bossnya, Johan segera menutup akses masuk menuju ruang tersebut. Tidak lama kemudian, Robin dan Tami juga berubah bentuk menjadi makhluk yang sama dengan Ravendra.


"Johan..., kamu hadapi mereka! Aku akan mengejar Alexa.." melihat keberadaan Johan di tempat itu, Ravendra melompat dan memberi tendangan kepada Robin. Begitu tubuh Robin mundur ke belakang, Ravendra segera melesat pergi untuk menyusul keberadaan Alexa.


Di atas roof top ternyata sudah terparkir helipad di atas hanggar. Alberto langsung melompat masuk ke dalam helipad tersebut, dan dengan cepat helipad terbang membubung meninggalkan hotel tersebut.


"Honey...." Ravendra berteriak dari atas roof top memanggil Alexa. Melihat tidak mungkin baginya untuk mengejar helipad itu, dengan wajah bengis laki-laki itu berbalik ke belakang dan berlari menuju ke arah Tami.


*******

__ADS_1


__ADS_2