
Akhirnya pemilihan Ketua koloni vampire original ditunda untuk beberapa waktu. Tim investigasi diberikan tugas untuk melakukan telaah dan penyelidikan tentang Ravendra, yang untuk sementara secara aklamasi dipilih menjadi Ketua koloni. Robin untuk sementara menyetujui hasil keputusan konggres, tetapi laki-laki itu merasa memiliki sebuah ide untuk menggagalkan keputusan tersebut, Bahkan laki-laki itu tidak segan-segan akan pergi ke Santorini untuk mengadukan tindakan Ravendra.
"Robin.., bagaimana rencanamu selanjutnya? Kapan kamu akan balik ke Indonesia?" sambil memainkan jari-jari tangannya di atas dada laki-laki yang tidak mengenakan pakaian itu, Rebecca bertanya pada Robin,
"Aku akan memberi tahu hasil konggres pada Ravendra sesampainya di Indonesia. Meskipun aku juga tahu, jika laki-laki itu sebenarnya tidak mau dan tidak menyukai untuk menjadi Ketua koloni. Tetapi aku akan memanfaatkannya, agar Ravend sendiri yang menghancurkan nama baiknya di depan orang-orang kita. Lusa aku akan segera kembali ke Indonesia. Apakah kamu akan mengikutiku Becca..." sambil mencium ujung rambut gadis muda itu, Robin menjawab pertanyaannya.
"Good idea... Robin. Kamu selalu memiliki otak yang encer dalam menyelesaikan setiap permasalahan. Kamu selalu membuatku terkesima dan semakin jatuh mencintaimu." bisik Rebecca, sambil menundukkan wajahnya ke bawah. Perlahan lidah gadis itu sudah bermain-main menyusuri roti sobek di perut Robin, dan sesekali menyesapnya dengan penuh gai**rah.
"Mmmmm..., aakh.., kamu memang menggemaskan Becca. Bertindaklah seperti ja**lang, puaskan aku." dengan suara serak, Robin mengangkat dagu gadis itu dengan ujung jarinya. Gadis muda bernama Rebecca itu mengedipkan sebelah matanya, dan melanjutkan aktivitasnya menjilat dan menyesap dengan gemas bagian-bagian tubuh Robin. Laki-laki itu memejamkan mata, terlihat menikmati perlakuan intim yang dilakukan Rebecca padanya. Perlahan tangan Robin meraba tubuh Rebecca yang ada di atasnya, dan mere**mas bagian daging kenyal kembar di tubuh bagian depan gadis itu.
"Robin..., ukh..., mmm..." de**sahan dan erang**an terlontar keluar dari bibir Rebecca, dan terdengar sangat sek**si, ketika tangan Robin mempermainkan bagian-bagian tubuhnya dengan perlahan.
Mendengar ceracauan yang terus keluar dari bibir gadis muda itu, dengan menggunakan sedikit tenaganya, Robin membalikkan tubuh Rebecca. Dengan tatapan nyalang, Robin melihat tubuh Rebecca tanpa selembar benangpun dari ujung kaki sampai ujung kepala. Laki-laki itu tidak dapat menahan gai**rah yang mulai membakar tubuhnya, tanpa bicara Robin menyergap pemandangan indah di depannya. Bibir Robin mengeksplorasi setiap inci kulit Rebecca, dan mengabaikan gadis muda itu yang menggelinjang hebat di bawahnya. Tatapan matanya menyipit, dengan nafas memburu tanpa meminta persetujuan gadis itu, sekali sentak Robin melakukan penyatuan bagian intinya ke gadis itu. Mata Rebecca terbelalak, perlahan gadis itu tersenyum dan mulai menikmati permainan yang dipimpin oleh Robin.
__ADS_1
"Becca..., ikutlah denganku ke Indonesia baby...!! Kita akan melakukan dan menikmatinya sepanjang hari.." bisik Robin di telinga gadis itu, sambil membuat hentakan naik turun di atas tubuh gadis itu.
"Aku tidak akan mampu berpisah denganmu Robin..., semakin cepat sayang... Ukh..., mmmm.." tidak mampu melanjutkan kembali kata-katanya, gadis muda itu terus menge**rang, kedua tangannya terus menggapai leher laki-laki yang terus bergerak di atasnya itu. Bibir Robin menyunggingkan sebuah senyuman, kepuasan seorang laki-laki terjadi ketika kekuatannya diakui oleh seorang perempuan. Tanpa banyak bicara, Robin segera menuntaskan gelora yang mengalir di setiap aliran darahnya.
************
Secara mendadak, Ravendra harus menghadiri sebuah pertemuan bisnis di luar negeri. Kali ini, laki-laki muda ini tidak dapat mengirimkan Johan untuk mewakilinya, karena asisten pribadinya juga sedang menghadiri pertemuan dengan kolega di negara Singapura. Setelah mengirimkan pesan singkat pada Alexa, dengan menggunakan private jet, Ravendra meninggalkan Indonesia untuk langsung menuju ke negara Jepang. Untuk memastikan keamanan Alexa, laki-laki itu menugaskan beberapa pengawal untuk menjaga keamanan dan keselamatan Alexa.
"Really honey... Tapi ingat, jangan bertindak sembarangan. Kabari aku jika terjadi sesuatu padamu..., atau kamu akan menghancurkan hidupku." seperti tidak percaya, Ravendra terus menekan Alexa.
"Iya kak... swear.." sahut Alexa singkat dalam chat-nya melalui whattsapps. Setelah mendengar janji Alexa, baru Ravendra dengan tenang meninggalkan Indonesia. Selain pengawal yang ditugaskan untuk menjaga gadis itu, Ravendra juga sudah berkomunikasi dengan dinas terkait untuk mengaktifkan kamera CCTV, guna mengamati track jejak Alexa pergi.
************
__ADS_1
Pagi hari, ketika Alexa keluar dari halaman kecil rumahnya, gadis muda itu melihat ada dua orang laki-laki yang sedang mengawasinya. Alexa berhenti, gadis itu merasa ragu untuk melanjutkan langkahnya karena merasa tidak nyaman dengan tatapan yang dilakukan oleh kedua orang itu. Tetapi tiba-tiba kedua orang itu tersenyum dan menganggukkan kepala, kemudian berjalan mendekat pada Alexa.
"Selamat pagi Miss Alexa.., tidak perlu takut kepada kami. Kami berdua mendapatkan tugas mendadak tadi malam, untuk memberikan pengawalan pada Miss Alexa. Kami mohon..., Miss Alexa mau bekerja sama dengan kami." mendengar perkataan orang tersebut, Alexa bernafas lega. Meskipun hatinya tidak begitu suka dengan perlakuan Ravendra yang mengirimkan orang untuk mengawasinya, tetapi mendengar pengakuan mereka, membuat Alexa menghibur hatinya.
"Pagi.., aku mengijinkan kalian untuk mengawalku. Tapi jangan perlihatkan diri kalian terlihat dekat dan terlihat oleh orang-orang di sekitarku. Aku tidak mau privacy-ku terganggu dengan kehadiran kalian berdua." dengan nada tegas, Alexa memperingatkan kedua orang itu.
"Baik Miss Alexa.., kami akan mencoba dan berusaha untuk tidak menimbulkan perhatian lebih bagi orang-orang yang ada di dekat miss Alexa. Tetapi, jika ada kejadian yang menurut kami dapat membahayakan Miss Alexa, maka jangan salahkan tindakan pengamanan yang akan kami lakukan." kedua orang itu menyanggupi persyaratan yang diajukan Alexa, tetapi dengan syarat dan ketentuan berlaku.
Tanpa menjawab, Alexa segera bergegas meninggalkan dua orang itu, seperti tidak peduli dengan apa yang mereka lakukan. Melihat gadis yang harus mereka kawal sudah pergi dari hadapannya, kedua orang itu segera mengikuti Alexa dengan membuat jarak di belakangnya.
Beberapa langkah Alexa pergi, gadis muda itu melihat keberadaan Abhi di ujung gang. Laki-laki muda itu terlihat seperti sengaja menunggunya disana. Karena hanya satu jalan itu yang bisa Alexa lewati, gadis muda itu menocba bersikap cuek dan masa bodo. Alexa tetap berjalan menuju ke hadapan Abhi.
***********
__ADS_1