
Mata Alexa terbelalak melihat tubuh adik iparnya di atas tubuh Johan, dan meskipun posisi Raveena tertelungkup, namun sebagai perempuan yang sudah menikah, Alexa paham apa yang terjadi di depannya. Dengan gugup Raveena merapikan pakaiannya yang berantakan, dan Johan terdiam merasa malu dengan apa yang terjadi.
"Nona muda ada yang bisa saya bantu?" tanya Johan sambil menggeser tubuh Raveena ke depan. Tetapi adik Ravendra itu seakan tidak mau terlepas dari laki-laki itu, bahkan di depan kakak iparnya gadis itu menggelendot manja ke tubuh Johan.
"Mau cari Salsa.. lanjutkan saja aktivitas kalian, jika kalian pikir itu pantas. Kalian berdua sudah sama dewasa, hanya pesanku saja asal jangan salah langkah bagaimana nanti ke depannya." Alexa langsung pergi meninggalkan Johan dan Raveena.
Johan tersentak mendengar perkataan istri dari tuan mudanya, mengingat akan banyak kendala yang menghambat hubungannya dengan Raveena, Johan terlihat mengacuhkan apa yang baru saja terjadi dengan Raveena. Hal berbeda dirasakan oleh gadis itu, merasa sudah disentuh oleh laki-laki di depannya, sepeninggal Alexa.., gadis itu merangsek ke depan lebih mendekati Johan.
"Nona muda... tolong kendalikan dirimu. Apakah nona muda tidak mendengar apa yang diucapkan oleh nona muda Alexa..?" menggunakan perkataan Alexa, Johan memberikan peringatan pada Raveena. Namun gadis itu seperti sudah tidak bisa mengendalikan dirinya, menunggu kesempatan sekian lama untuk dapat bersama dengan laki-laki yang sudah ada di depannya itu.
Tangan Johan diangkat untuk menahan agar tubuh Raveena tidak mendekat ke tempat duduknya, namun rupanya gadis itu terlalu berani. Untuk menghindarkan lagi dari kekhilafan seperti yang sudah terjadi, Johan melangkah menuju ruangan utama di dalam private jet yang ditempati Ravendra dan Alexa.
Baru saja Johan masuk.., tatapan Ravendra seakan menguliti tubuh Johan. Padahal seharusnya Ravendra yang malu, karena laki-laki itu hanya mengenakan handuk kimono berwarna greya. Tampak jelas terlihat apa yang baru saja dilakukan dengan istrinya, bahkan bed yang ada di ruangan itu sudah acak-acakan. Namun.. tidak pernah ada yang dipedulikan oleh Ravendra.. tidak peduli tentang apa yang dibicarakan dunia tentangnya.
"Ada apa Johan.. apakah kamu melarikan diri dari Raveena adikku.." tanpa basa-basi, Ravendra seakan bisa menebak apa yang terjadi pada laki-laki dewasa di depannya itu.
Johan terdiam tidak menjawab, dan laki-laki itu duduk di sofa sambil menundukkan kepalanya ke bawah,
__ADS_1
"Sampai kapan kamu akan berlari menghindari Raveena Johan.. Jika kamu memiliki perasaan dengan adikku itu, kenapa kamu harus menahan dan menutupinya. Aku tahu persis bagaimana perasaan Raveena terhadapmu, dan gadis itu tidak akan peduli dengan aturan keluarga, larangan atau semacamnya. Untuk apa kamu menyiksa dirimu sendiri.." seakan memahami bagaimana perasaan Johan, baru kali ini laki-laki itu berbicara dengan suara lirih.
Johan mengangkat wajahnya ke atas, dan mereka beradu pandang. Namun tak lama kemudian, Johan kembali menundukkan wajahnya ke bawah, seakan tidak mampu beradu pandang dengan laki-laki di depannya itu.
"Tuan muda.. saya sadar siapa diri saya. Perkataan Nyonya Besar Nancy.. yang kala itu disaksikan oleh Tuan Besar Abraham masih teringat dan terekam jelas di telinga saya. Sebagai asisten pribadi tuan muda.., saya tidak memiliki keberanian untuk melanggar itu semua.." akhirnya pernyataan Johan terdengar lirih, tampak jika laki-laki itu seperti tersiksa dengan perasaannya.
"Kamu diminta untuk menjaga Raveena, bukan berarti kamu tidak diperbolehkan menjalin hubungan dengannya. Pahami kalimat itu dengan baik Johan.. apa yang kamu takutkan. Apa kamu pernah menikmati hasil kerja kerasmu, dan aku yakin bahkan saat ini kamu sendiri tidak mengetahui berapa akumulasi dari jumlah asset dan kekayaanmu. Nikmatilah Johan.. aku percaya padamu. Bersamamu.. hidup Raveena akan lebih terarah. lebih tertata." kembali Ravendra berbicara banyak.
********
"Honey.. kenapa membawa sendiri cangkir berisi air panas kemari. Dimana Salsa..?" merasa khawatir jika istrinya terkena air panas, Ravendra menegur secara halus,
"Biar Salsa istirahat, hanya cangkir kecil saja, no problem." Alexa langsung berjalan untuk duduk, namun tangan Ravendra menarik tangannya kemudian mendudukkan istrinya itu di pangkuannya.
Merasa tangan Ravendra sudah kembali meraba-raba daerah sensitif dalam tubuhnya, ALexa menahan tangan laki-laki itu. Dengan tatapan tangannya, Alexa merasa keberatan dengan tindakan intim yang dilakukan suaminya.
"Kak.. ingat dong.. Ada bayi kita di dalam perutku ini, kita harus mengatur kapan harus melakukan, dan kapan harus menahannya. Bukannya kita barusan sudah melakukannya.." ucap ALexa dengan muka cemberut.
__ADS_1
Melihat ekspresi wajah istrinya, Ravendra merasa gemas. Karena dengan bibir manyun, bagi Ravendra terlihat seperti ukiran menarik di dunia. Tanpa berkata apapun, bibir laki-laki itu sudah menutup bibir istrinya dengan bibirnya sendiri. Alexa tidak mau menolaknya, namun ketika tangan laki-laki itu akan masuk ke dalam pakaiannya, dengan cepat..
"Plak.. kendalikan tangannya tuan muda.." tanpa mengurangi tenaganya, dengan cukup keras, ALexa menepuk tangan Ravendra.
"Iya.. ampun honey..." akhirnya Ravendra menyerah. Perlahan laki-laki itu membantu ALexa untuk duduk di sampingnya, dan menyandarkan kepala perempuan itu di bahu Ravendra.
"Kak.. sebenarnya ada hubungan apa antara Johan dengan Raveena, apakah mereka dalam sebuah relationship..?" untuk mengurangi rasa penasarannya, Alexa bertanya tentang hubungan Johan dan Raveena.
Ravendra terdiam.. laki-laki itu teringat dengan betapa sulitnya Johan untuk menerima perempuan agar dekat dengannya. Sepanjang yang dia tahu, Johan hanya menyukai Raveena, dan pernah juga mencoba membuka hatinya untuk Tami.. Namun.. di akhirnya, Johan tidak pernah membuat aksi nyata. Mengingat bagaimana mamanya Nyonya Nancy, sangat pilih-pilih untuk mendapatkan menantu, membuat siapapun akan gentar dan memilih untuk mundur dari keluarganya.
"Kak.. kenapa malah diam.. dengar tidak pertanyaan Alexa..?" Alexa mengguncang-guncang tubuh Ravendra, karena merasa tidak ada respon dari laki-laki itu.
"Iya.. iya.. honey. Johan dan Raveena belum pernah terlibat dalam sebuah hubungan. Meskipun aku tahu persis, bagaimana perasaan kedua orang itu. Mereka saling mencintai, hanya saja Johan tidak berani melakukan aksi nyata, memutuskan untuk diam-diam mencintai Raveena." akhirnya Ravendra menceritakan hubungan yang terjadi antara asisten pribadi dengan adik kandungnya.
"Jika begitu.. kenapa kita tidak memberi mereka pertolongan.. Akan sangat menyakitkan bagi Raveena kak, apalagi dia seorang perempuan. menunggu sang arjuna menyatakan komitmen kepadanya.." Alexa merasa prihatin dengan hubungan itu. Ravendra diam tidak memberikan tanggapan.
*******
__ADS_1