
Akhirnya tanpa memperhatikan peringatan yang disampaikan Johan, Ravendra dan Alexa tetap keluar tanpa mau diberikan pengawalan. Mereka melakukan penyamaran, dan kepala Alexa ditutup dengan sebuah topi bundar yang lebar, sehingga menutupi wajahnya, Membawa mobil sport, mereka mengemudi sendiri menyusuri jalanan di Bucharest. Sebelum mereka menuju ke puncak bukit ke arah castle, Ravendra mengarahkan mobil menuju restoran Saray, sebuah restoran dengan menu makanan Turki yang mendominasi masakan,
"Makanlah daging panggang ini, rempah-rempah mendominasi masakannya. Delicious.." ucap Ravendra yang sudah membuat potongan kecil daging panggang tersebut agar mudah dinikmati ALexa.
Ravendra sendiri menikmati kopi Turki dan kebab untuk mengisi perutnya. Tiba-tiba mata Ravendra dengan tajam melihat ke arah luar restoran, dan laki-laki itu seperti terkejut. Sudah sekian lama tidak pernah berjumpa dengan orang itu, tiba-tiba di tempat ini tanpa sengaja melihat penampakan sama persis dengan kekasihnya di masa lalu.
"Kak Ravend..., what happend..?" menyadari reaksi keterkejutan yang ditunjukkan Ravendra, dengan cepat Alexa melakukan konfirmasi.
"Bukan apa-apa honey.., hanya saja aku seperti melihat teman lamaku melintas di luar ruangan. Tapi abaikan saja.., dia bukan apa-apa lagi untukku.." Ravendra melanjutkan acara menikmati kopi. Beberapa saat kemudian, ..
"Sudah kenyang.., jika sudah kita akan naik ke puncak bukit. Aku sengaja tidak menggunakan helipad untuk naik ke atas sana, karena akan mudah terdeteksi oleh musuh. Kita pakai mobil dengan jalanan menanjak dan kelok-kelok, apakah kamu sanggup honey..?" Ravendra bertanya pada ALexa. Karena masih menghabiskan minuman pesanannya, Alexa mengangkat satu tangan ke atas.
Tidak lama kemudian, Ravendra merangkul Alexa, dan keduanya berjalan menuju ke arah mobil yang diparkir, Tetapi sebelum mereka sampai di mobil mereka, Ravendra sedikit terhenyak melihat perempuan yang tadi sempat dilihatnya dari dalam restoran, ternyata menempatkan mobilnya tepat di samping mobil Ravendra. Ravendra mengambil nafas panjang, dan semua itu tidak lepas dari perhatian Alexa. Tidak diduga, bukannya marah tetapi yang dilakukan gadis itu, memegang tangan Ravendra dan memberi kecupan di punggung tangan laki-laki itu untuk memberinya semangat.
"Terima kasih honey..." ucap Ravendra yang langsung memberi rangkulan pada istrinya, kemudian membukakan pintu mobil untuk dimasuki Alexa.
"Blamm.." begitu pintu mobil tertutup, Ravendra segera berjalan menuju ke arah tempat duduknya sendiri. Perempuan yang ada di mobil sebelahnya melihat ke arah mereka berdua, dan sepertinya perempuan itu mengenali Ravendra.
__ADS_1
"Ravendra..." perempuan itu memanggil suami Alexa. Tetapi dengan cepat, laki-laki itu sudah menginjak pedal gas meninggalkan tempat itu.
"Kak Ravend..., ada yang manggil tuh barusan. Teman lama ya..?" merasa mendengar teriakan perempuan memanggil suaminya, ALexa melakukan konfirmasi pada laki-laki itu.
"Abaikan saja honey.., bukan merupakan sesuatu yang penting. Di dunia hanya honey satu-satunya yang terpenting dalam hidupku." jawab Ravendra sambil terus menginjak pedal gas. Mobil terus melaju menuju ke arah bukit, dan jalanan naik menanjak mulai sepi.
Burung-burung banyak beterbangan di angkasa secara bergerombol, yang sangat serasi dengan pohon-pohon yang ada di bawahnya. Jalanan mulai menyempit, meskipun jarang dilewati orang, tetapi jalanan itu sangat halus.
"Apakah mobil bisa sampai di castle kak..?" merasa tidak tahu, Alexa mengajukan pertanyaan,
"Tidak.. kita akan memarkir mobil di bawah. Aku ada base camp yang tersembunyi di wilayah sekitar castle, kita bisa naik ke atas dengan aku menggendongmu ke atas. Jalanan ini memang hanya banyak dilewati oleh kaum vampire, sehingga mereka tidak begitu peduli dengan jalanan bagus, Mereka bisa menuju ke lokasi dengan terbang,
***********
"Apakah tidak ada orang disini kak..?" melihat tempat itu sepi, Alexa bertanya pada Ravendra.
"Seharusnya ada, tetapi mungkin mereka sedang berpencar melakukan pengamatan di Barn castle. Atau bisa juga sedang ditugaskan Johan untuk mengurus sesuatu di luar." Ravendra menanggapi pertanyaan Alexa.
__ADS_1
Kedua orang itu segera keluar dari dalam mobil, kemudian Ravendra mengambil senjata api dan memasukkan di dalam saku celananya. Laki-laki itu mendatangi Alexa, kemudian merangkul bahu gadis itu dan melangkah keluar.
"Are you ready honey..?" Ravendra seperti ragu-ragu akan mengajak istrinya dalam perjalanan kali ini.,
"Hadeh..., kapan sih kak Ravend menaruh sedikit saja kepercayaan pada Alexa. Aku mampu kak.., aku bukan perempuan yang lemah, yang hanya diam setiap menerima penindasan. Sudahlah.., ayo kita berangkat.." Alexa berjalan lebih cepat meninggalkan laki-laki itu dengan sedikit jengkel. Di belakangnya, Ravendra tersenyum dan menggelengkan kepala melihat istrinya ngambek, dan berjalan mendahuluinya.
Alexa berjalan lebih dulu, dan Ravendra hanya melihatnya dari belakang, sambil melihat-lihat ke sekeliling. Tidak banyak terjadi perubahan di sekitar tempat itu, dari terakhir laki-laki itu datang ke tempat ini. Barn Castle memang berada di wilayah puncak yang paling tinggi dibandingkan dengan kastil-kastil yang lain. Kastil ini juga merupakan kastil yang paling menyeramkan dibandingkan dengan semua kastil yang ada di Rumania, dan juga merupakan tempat yang sulit untuk menjangkaunya ke atas.
"Honey... hati-hati di depan. Tebingnya sedikit lebih curam, tunggu aku disitu. Aku akan membawamu ke atas, akan sangat berbahaya dan penuh resiko jika naik dengan jalan kaki. Selain itu banyak jebakan yang disiapkan oleh pembangun castle di masa lalu, sehingga sering tanpa sengaja dapat mencelakakan orang yang datang." melihat Alexa berpegangan pada batu besar untuk berjalan ke atas, laki-laki itu meminta Alexa untuk menunggu,
Alexa berhenti, sambil menunggu Ravendra, gadis itu mengedarkan tatapan ke sekeliling tempat tersebut, Mereka disuguhkan oleh sebuah pemandangan yang sangat kontras. Di salah satu bukit mereka diperlihatkan sebuah batuan kapur yang gundul, tetapi di sisi lain sebuah pemandangan hijau yang menandakan kelebatan hutan terlihat dari atas sana. Di seberang mereka melihat hamparan laut hitam terlihat di seberang bukit.
"Siapkan senjatamu Alexa.., meskipun aku tidak ingin kamu memainkannya, tetapi dalam situasi kali ini, akan sangat aman jika kita memegang senjata tersebut." dari belakang Ravendra mengingatkan istrinya.
"Sudah kak.., kemarin diberi kak Johan senjata kecil. Katanya biar Alexa tidak terlalu berat mengangkatnya." Alexa menunjukkan senjata kecil pada Ravendra, dan laki-laki itu tersenyum melihatnya,
"Johan terlalu perhatian padamu honey.., untuk saja dia asisten pribadiku., Jika tidak..., sudah aku habisi laki-laki itu," ucap Ravendra, dengan sikap over protective.
__ADS_1
*************