
Di Wey Wey Seafood restaurant Batam, Thomas dengan gagah memasuki private room yang sudah disiapkan oleh Alexa dan Fernando. Senyum mengembang di bibir laki-laki itu, melihat kedua orang yang mengatur janji untuk lunch dengannya tersenyum menyambut kedatangannya. Thomas langsung menghampiri mereka, dan Fernando mendatangi dengan memeluk laki-laki paruh baya itu. Setelah berbelukan dan cium pipi kanan dan kiri, Alexa mencium tangan kanan laki-laki itu, dan Thomas tersenyum melihat kesantunan yang ditunjukkan oleh gadis itu.
"Bagaimana perjalanan menuju tempat ini Tuan Thomas.., apakah menyenangkan?" Fernando mengonfirmasi kondisi Thomas, dan terlihat Fernando mencari-cari Alicia di belakang laki-laki itu. Tetapi dia tidak menemukan keberadaan sekretaris laki-laki itu.
"Apakah kamu mencari ALicia Tuan Nando.., anak itu ada di hotel. Aku memang tidak memberi tahu gadis itu, jika aku bertemu dengan kalian berdua disini. Kenapa..., apakah Tuan Nando memiliki ketertarikan dengan gadis itu, bisa aku bantu.." tiba-tiba pertanyaan yang diucapkan terakhir oleh Thomas, mengagetkan Fernando.
"Wah ini Tuan Thomas bisa saja. Maaf Tuan.., saya sudah merasa tertarik dengan seorang gadis, hanya saja saya belum memiliki keberanian untuk mengungkapkannya," ucap Fernando sambil melirik Alexa yang duduk di sampingnya.
"Kenapa belum diungkapkan.., keburu ada laki-laki lain yang memberinya kepastian. Malah kamunya nanti yang berakhir sendiri." Thomas sambil duduk menanggapi perkataan yang diucapkan Fernando.
"By the way..., makanan sudah disiapkan dari tadi. Kita segera menikmatinya saja..., baru setelahnya kita bisa bicara." tiba-tiba Alexa memotong pembicaraan kedua laki-laki itu. Thomas melihat pada Alexa dengan senyum di bibirnya, kemudian..
"Benar yang kamu katakan Lexa..." laki-laki itu kemudian berdiri kembali. Tangan kanannya mengambil palu dan tang kecil yang sudah disiapkan, kemudian memecahkan tempurung yang membungkus sebuah kepiting besar yang ada di piring saji. Tanpa bicara, Thomas mengambil daging yang ada di dalam tempurung kepiting dengan penjepit makanan, kemudian meletakkan dagingnya di piring Alexa.
"Wow..., terima kasih Uncle Thomas... Lexa pingin menikmatinya dari tadi, tetapi bingung bagaimana menikmati dagingnya, untuk Uncle membantuku." dengan mata bersinar, Alexa langsung menikmati daging kepiting. Belum habis daging kepiting di piringnya, potongan isi gading dari lobster sudah mengisi kembali ke atas piringnya. Fernando melihat interaksi keakraban Thomas dan Alexa hanya tersenyum. Laki-laki itu sedikitpun tidak memiliki pikiran mencurigakan tentang keadaan itu.
"Uncle Thomas mau minum apa..., biar Lexa pesankan. Soalnya disini baru ada air mineral, dan beberapa minuman manis. Kebetulan Lexa sudah memesan air kelapa original untuk persiapan jika ada alergi karena makan seafood." sambil memasukkan potongan daging lobster ke mulutnya, Alexa bertanya pada Thomas.
"Sama saja denganmu Lexa..., kelapa muda." Thomas dengan tegas menyamakan minuman yang akan dipesankan oleh gadis itu.
__ADS_1
"Sekalian juga untukku Lexa..." Fernando akhirnya juga tertarik untuk menikmati air kelapa muda. Alexa langsung memanggil pelayan yang menunggu mereka di dekat pintu masuk ruangan itu dengan melambaikan tangannya.
"Ada apa Non..., ada yang bisa saya bantu?" dengan sopan, pelayan itu menanyakan keperluannya.
"Tiga buah kelapa muda original ya." Alexa langsung menjawab pertanyaan dari pelayan.
"Baik.. segera kami siapkan Non. Permisi." pelayan segera meninggalkan mereka, dan memasang handie talkie untuk memberi tahu pesanan dari pelanggannya kepada bagian service.
*********
Seusai makan siang, Thomas diajak Fernando dan ALexa menuju perusahaan mereka. Setelah keluar dari dalam mobil, banyak karyawan di perusahaan Fernando yang terang-terangan melihat takjub ke arah laki-laki yang berjalan di apit Alexa dan Fernando. Memang, meskipun sudah paruh baya, tetapi penampilan Thomas tidak kalah dengan anak-anak muda. Tubuhnya tinggi tegap, dengan sedikit cambang menghiasi rahangnya, laki-laki itu terlihat perlente dan cukup ramah berjalan di samping Alexa. Muncul rasa iri di hati para karyawan perempuan melihat keberuntungan Alexa bisa menemani tamu itu.
"Iya sih..., tetapi memangnya jika kita yang diberi tugas oleh Tuan Fernando, apakah kita bisa berkomunikasi lancar seperti Alexa dalam bahasa Inggris." teman satunya mengomentari.
"He..., he..., he... tidak sih. Berarti memang Tuan Fernando tidak salah dalam memilih orang untuk mendampingi tamu perusahaan itu." celetuk karyawan yang lainnya.
Beberapa saat karyawan yang sedang ngerumpi itu terdiam, karena mereka melihat kepala divisi mereka menatap mereka dengan mata tajam, yang mengisyaratkan jika mereka harus kembali bekerja.
"Uncle..., apakah kita akan ke gudang atau ke tempat penyortiran produk yang akan dikirim ke Rumania. Yah.., untuk memastikan saja sih.., jika kami tidak hanya bisa bicara secara lisan. Tetapi bisa menunjukkan pada Uncle, jika produk kami memang memiliki kualitas yang bagus." Alexa mengusulkan pada Thomas untuk meninjau langsung produk yang siap untuk dikirim.
__ADS_1
"Atau hubungi manajer produksi saja Lexa..., minta mereka membawa lima buah sample barang ke meeting room. Kasihan jika kita mengajak Tuan Thomas ke tempat produksi." dari samping, Fernando menyahuti perkataan Alexa.
"Good idea,.. langsung dilaksanakan kak." ALexa langsung menelpon manajer produksi dengan ponsel di tangannya, untuk membawa beberapa sample produk ke meeting room. Setelah manajer menyetujui, ALexa mengakhiri panggilan tersebut dan langsung berjalan mengikuuti Thomas dan Fernando yang menuju ke meeting room.
Alexa duduk di samping Fernando, dan gadis itu terkejut ternyata Alicia sekretaris Thomas, sudah berada di dalam meeting room. Gadis itu menatap Alexa dengan sinis, tetapi Alexa sama sekali tidak menanggapinya. Dengan santai, gadis itu mendengarkan pembicaraan antara Thomas dengan Fernando.
"Bagaimana Lexa.., apakah sample akan dibawa kesini?" tiba-tiba Fernando bertanya pada gadis itu.
"Yap.., barang dalam perjalanan kesini. Tadi manajer produksi sudah menyanggupinya." Alexa langsung menjawab pertanyaan Fernando. Tidak lama terlihat bagian pantry masuk ke ruangan, menyajikan minuman hangat di atas meja.
"Wahyu..., singkirkan lemon tea dari meja ya!! Tadi kami baru selesai menikmati seafood, tidak baik untuk menikmati lemon sesudahnya. Siapkan hot coffee atau hot tea saja." melihat minuman yang disajikan, Alexa langsung meminta petugas pantry untuk mengganti minumannya.
Thomas menghentikan pembicaraannya dengan Thomas, matanya beralih menatap pada Alexa. Beberapa hal dalam diri Alexa.., mirip dengan dirinya. Meskipun masih banyak didominasi oleh Sarah.
"Tuan Fernando betul-betul beruntung, bisa memiliki bawaha sedetail Alexa. Sampai hal sekecil ini juga menjadi fokus perhatiannya." Alexa tersipu mendengar pujian yang diberikan Thomas untuknya. Hal kecil yang dilakukan gadis itu betul-betul mencerminkan bagaimana Sarah mendidik putrinya itu.
"Uncle terlalu dalam memuji saya. Itu yang selalu ditekankan mama jika kami makan di rumah Uncle. Sepertinya Uncle perlu nih, saya kenalkan dengan mama saya." Thomas terkejut mendengar perkataan gadis itu. Senyuman mengembang di bibir laki-laki itu.
"Benar nih Alexa..., aku menunggu undanganmu ini.." ucap Thomas menanggapi perkataan Alexa sambil mengulum senyum.
__ADS_1
************