
Di Ruang Kerja
Alexa tiba-tiba mendapatkan kiriman pesan chat lewat aplikasi whattsapps. Gadis itu sedikit kaget, karena tidak mengenal nomor yang mengirim pesan kepadanya. Setelah berpikir sejenak, Alexa kemudian menggulir chat, dan terlihat foto bagian lobby perusahaan Andromega. Merasa penasaran, Alexa menunggu beberapa saat, dan kiriman pesan dikirim oleh pengirim misterius tersebut.
"Maaf Miss..., saya pengawal yang ditugaskan untuk memberi pengawalan untuk keamanan dan keselamatan Miss Alexa, selama Tuan Johan sedang tidak di perusahaan. Barusan di lobby, Tejo security melaporkan jika beberapa karyawan di lantai satu berkolaborasi untuk mencelakai Miss Alexa. Ada baiknya Miss Alexa turun langsung ke basement saja, agar tidak terkena rencana para karyawan tersebut. Terima kasih.." Alexa mengerutkan kening setelah membaca kiriman pesan tersebut. Gadis itu merasa bingung, dia tidak pernah bersinggungan apalagi bersitegang sedikitpun dengan mereka. Tetapi bisa-bisanya mereka hari ini punya ide gila seperti itu.
"Tidak ada kapoknya mereka, biarkan saja. Aku akan menghadapi mereka, jika hari ini mereka lolos karena aku tidak melewati lobby, aku yakin mereka akan melakukan lagi di lain waktu." gumam Alexa dengan nada sedikit geram.
"Ada apa Lexa.., kenapa bicara sendiri?" tanya Irwan dari kubiknya, kebetulan laki-laki itu pas berdiri dan melihat ke kubik Alexa. Sehingga dia tahu ketika Alexa bicara sendiri.
"Wait a minute...," Alexa mengangkat tangannya ke atas, meminta Irwan untuk menunggunya sebentar. Dengan cepat, Alexa membalas pesan yang dikirim pengawal padanya.
"Tidak perlu khawatir, aku akan melihat apa yang berani dilakukannya padaku. Aku akan tetap keluar melalui lobby." setelah mengirimkan pesan pada pengawal, Alexa berdiri dan mendatangi teman-temannya.
"Guys..., bantuin aku dong. Aku dapat laporan nih, sore nanti karyawan di lantai satu pada mau ngerjain aku katanya. Aku bingung sebenarnya, bersinggungan dengan mereka saja, aku tidak pernah. Tetapi kenapa mereka pada julid sama aku..?" Alexa menyampaikan masalahnya pada rekan-rekan kerjanya.
"Oh my God..., kesambet apa mereka Lex..., bisa-bisanya punya ide gila seperti itu. Dari mana dapat info, kalau mereka mau usil sama kamu?" Aniss terlihat marah mendengar kelakuan para karyawan di lantai satu. Gadis itu langsung berdiri dan melihat pada Alexa.
__ADS_1
"Tejo security tugas di lobby, kebetulan kita kan sering ngobrol bareng, Barusan kirim chat, kasih tahu dia dengar karyawan-karyawan muda di lantai satu mau kerjain aku. Dia juga request aku untuk lewat base ment saja, biar ga ada urusan sama mereka. Tapi, kenapa juga aku yang jadi keder sama mereka. Orang-orang seperti itu perlu dihadepin, bukan malah ditakutin, ya ga guys.." dengan suara keras, Alexa menjawab pertanyaan Aniss.
"Setuju aku Lex..., ntar sore kita turun bareng-bareng saja satu IT Design. Kita akan lihat, sejauh mana mereka akan mengerjain kamu. Enek.. aku jadinya, kita komunikasi saja tidak pernah, bisa-bisanya ada ide gila untuk buat masalah." dengan berapi-api Alana ikut menimpali.
"Rado.., ambil mobil di base ment belakangan saja. Ntar kita ikut lihat di lantai satu, ada hal gila apa disana." Alana melanjutkan perkataan pada Rado. Laki-laki itu mengangkat ibu jarinya, sebagai tanda menyetujui keinginan kekasihnya.
"Alexa..., anak-anak lantai satu jealous kali melihat kemarin lusa kamu dijemput cowok tampan itu. Mereka tahu paling, identitas cowok yang jemput kamu." sahut Ronny.
"Mau jealous.., atau mau apaan.., memang apa urusan sama mereka. Pokoknya perlu kita kasih pelajaran sama mereka, jika perlu besok kalau lihat Tuan Johan, akan aku laporkan saja." sahut Aniss. Alexa tersenyum melihat reaksi rekan-rekan satu timnya, ternyata mereka memiliki kekompakan. Mereka rela membantu teman kerja yang mendapatkan masalah.
***********
"Pada mau kemana kalian, tumben-tumbenan keluar bareng-bareng seperti ini." dengan nada heran, Boss Ridwan melontarkan pertanyaan pada mereka.
"Boss.., join dong dengan kita. Masak sebagai pemimpin Divisi, tidak mau membela dan menemani anggota unitnya." melihat laki-laki itu, Aniss langsung nyerocos. Sedangkan Alexan hanya diam sambil tersenyum.
"Temani apaan..?? Mau demo, unjuk rasa?" ucap Boss Ridwan. Ronny mendekati laki-laki itu, kemudian menceritakan sekilas rencana mereka untuk mengecoh karyawan di lantai satu.
__ADS_1
"Begitukah.., valid tidak ini informasi yang kamu dapatkan? Aku bisa melaporkan pada Miss Kathleen jika seperti ini, jangan malah kalian ikut-ikutan beraksi gila seperti mereka." tidak diduga, Boss Ridwan malah akan mengangkat cerita tersebut di tingkat Human Resource Division.
"Ah Boss Ridwan ga setia kawan, tidak mau bereaksi melihat anak buahnya dibully divisi yang lain. Besok kalau ada pemilihan pemimpin unit, kita akan keberatan dipimpin lagi sama Boss." sahut Aniss sambil memonyongkan mulutnya ke depan.
"Eits.. bukan seperti itu juga Aniss. Tetapi tindakan mencelakakan orang lain dalam sebuah organisasi itu, bukan merupakan tindakan yang benar. Itu bisa termasuk tindakan ilegal, apalagi dilakukan saat kegiatan operasional perusahaan masih berjalan." Boss Ridwan menambahi kalimat penjelasannya.
"Boss.., kita juga belum tahu kok. Mereka mau memberi pelajaran saya seperti apa, jadi tidak bisa juga dikatakan merupakan sebuah pelanggaran peraturan kerja juga. Kita hanya baru ingin melihat dan memastikan saja kok.." Alexa menjelaskan pada Boss Ridwan. Mendengar tutur kalimat gadis yang diincarnya itu, senyuman mengembang di bibir Boss Ridwan.
"Jawaban seperti ini nih, yang aku suka. Okay.., aku akan menemani kalian turun ke lobby, aku ingin melihat apa yang ingin dilakukan karyawan di lantai satu dengan karyawan terbaikku." Boss Ridwan kemudian menutup pintu ruang kerjanya, kemudian berjalan mendahului anak buahnya.
"Pak Ridwan.., pak Ridwan.., sudah mau pulang..?" dari depan ruang kerjanya, Miss Kathleen memanggil Boss Ridwan. Laki-laki itu menghentikan langkahnya, kemudian melihat pada perempuan itu.
"Belum Miss.., ini mau menemani anak buahku ke lantai satu. Katanya sedang ada permainan disana sore ini, tertarik mau join..?" Boss Ridwan sekalian mengajak Miss Kathleen. Alana menyikut Aniss yang berdiri di sampingnya, dan gadis itu hanya mengangkat kedua bahunya ke atas.
"Permainan..., halah pak Ridwan bercanda kali. Tapi boleh juga, aku sekalian bareng saja ke lantai satu. Kebtulan di Pram, sudah turun lebih dulu ke base ment untuk ambil mobil. Yukkk." tidak diduga, Miss Kathleen langsung berjalan ke samping Boss Ridwan. Ke delapan orang itu bersama-sama menuju pintu lift.
*************
__ADS_1