
Tidak mau berlama-lama di tempat manusia vampire itu, Ravendra akhirnya berpamitan untuk kembali ke tempat mereka berlima menginap. Semua anggota keluarga vampire itu ikut berjalan ke depan, mengantarkan kepergian Ravendra. Bahkan laki-laki paruh baya itu, menghadiahkan sebuah senjata biologis hasil rakitan mereka. Dengan perasaan senang, Ravendra menerimanya.
"Selamat jalan Tuan Muda.., kami akan selalu menunggu kedatangan Tuan Muda untuk kembali ke kasti ini.." mereka membungkukkan badan, memberikan penghormatan pada Ravendra.
"Tap.., tap.." tanpa menengok lagi ke belakang, Ravendra segera terbang meninggalkan mereka.
Sesampainya di base camp, Ravendra tersenyum melihat ke sekeliling tempat itu. Tidak ada perubahan apapun yang terlihat di depan matanya. Semua barang, hammock masih berada pada posisi yang sama. Rupanya perlindungan dengan meninggalkan bau manusia vampire di tempat itu, sangat efektif untuk menjauhkan binatang buas dari tempat tersebut. Ravendra mengarahkan pandangannya ke atas, ke arah hammock-hammock yang membentang di antara batang-batang pohon.
"Alexa pasti tertidur pulas.., juga mereka.." gumam Ravendra. Merasa belum mengantuk, Ravendra menyalakan sebatang rokok, kemudian mengisapnya perlahan. Beberapa saat dihabiskan laki-laki itu dengan menikmati rokok di tangannya.
"Akhirnya aku mengantuk juga..., aku tidur disini saja. Khawatir jika aku naik ke atas hammock, tidur Alexa akan terganggu.." Ravendra kemudian mencari sisa-sisa potongan parusut, kemudian menggelarnya di atas tanah. Perlahan laki-laki itu membaringkan tubuhnya di atas gelaran parasut tersebut, sambil matanya menatap ke atas. tidak berapa lama, laki-laki itu juga sudah terbang ke alam mimpi.
**************
Ravendra terbangun, telinga sayup-sayup mendengar suara Salsa memanggil nama Alexa istrinya. Beberapa saat kemudian, Steven dan Ronald ikut berteriak memanggil nama istrinya. Tidak ada satupun dari mereka yang berani membangunkan Ravendra. Perlahan laki-laki itu membuka matanya, kemudian duduk bersandar di sebuah batu besar yang terletak di belakang tempatnya tidur.
__ADS_1
"Tuan muda.., tuan muda..., apakah tuan muda melihat keberadaan nona muda Alexa. Sejak tadi pagi, saya berusaha memanggil namanya, tetapi tidak ada jawaban. Dan barusan Steven memberanikan diri melihat ke atas, karena Tuan muda berada di bawah, tetapi kami juga tidak melihat keberadaan Nona muda.." dengan panik, Salsa memberanikan diri menatap pada Ravendra.
Sesaat hati Ravendra berdesir, karena diapun tidak begitu memperhatikan keberadaan istrinya semalam. Laki-laki itu langsung berdiri..
"Apakah sudah ada yang berusaha mencari di sungai, atau sekitar air terjun? Mungkin saja istriku sedang membersihkan diri, mumpung kalian semua masih dalam posisi tidur.." sambil menjawab pertanyaan Salsa, Ravendra mencoba menembus pemandangan di sekitar sungai. Tetapi laki-laki itu sedikitpun tidak merasakan keberadaan Alexa disitu, juga di sekitar tempat itu.
"Tidak ada Tuan Muda.., barusan Steven dan Ronald juga sudah berusaha melihat ke sekitar sungai, dan ke sekeliling tempat ini. Tetapi tidak ada seorangpun yang dapat menemukan Nona Muda.." sahut Salsa sambil menundukkan kepala,
Ravendra terdiam, seketika kepanikan melanda di perasaannya, tetapi laki-laki itu berusaha untuk menenangkan hatinya. Dengan menggunakan telepati. Ravendra mencoba menghubungi manusia vampire yang berada di kastil tengah hutan. Hanya mereka yang berada di hutan itu, siapa tahu Alexa sedang bersama dengan mereka. Melihat kediaman Ravendra, Salsa dan kedua laki-laki lainnya diam merasa ketakutan.
"Ada apa Tuan Muda.., apakah tuan muda membutuhkan bantuan kami..?" paki-laki paruh baya langsung bertanya pada laki-laki itu. Melihat sedikit kepanikan yang tergambar di wajah laki-laki yang menatapnya dengan perasaan ingin tahu, menimbulkan rasa penasaran di dalamnya,
"Istriku tidak ada disini. Semalam, aku meninggalkannya di atas hammock yang berada di paling atas. Tetapi pagi ini, teman-temanku melihatnya sudah tidak ada. Apakah hilangnya istriku berhubungan dengan kalian...?" tanya Ravendra cepat dengan tatapan menyelidik.
Keempat laki-laki itu saling berpandangan, tetapi kemudian mereka hanya mengangkat kedua bahu mereka ke atas, sebagai isyarat jika mereka tidak mengetahui kejadian itu.
__ADS_1
"Periksalah ke atas..!" laki-laki paruh baya itu memberi instruksi kepada ketiga anak muda itu, Tanpa menjawab, dua anak muda itu segera terbang ke atas, kemudian menuju ke arah hammock yang berada pada posisi di paling atas. Tidak lama kemudian, kedua orang itu kembali turun dan terbang ke bawah.
"Apa yang kalian berdua temukan, apakah ada informasi..?" laki-laki paruh baya itu segera bertanya pada kedua laki-laki itu.
"Tidak ada daddy..., tidak ada petunjuk apapun yang kami temukan. Tetapi sepertinya tidak terjadi tindak kekerasan disana, dan bahkan sedikitpun kami juga tidak menemukan bau manusia, maupun bau vampire di tempat itu. Sepertinya istri tuan muda Ravendra.. disembunyikan dengan ramuan penidur, sehingga mungkin saja gadis itu tidak menyadari, ketika tubuhnya di bawa pergi." laki-laki itu menjelaskan apa yang mereka temukan di atas. Laki-laki paruh baya itu terdiam, pikirannya mengarah pada sesuatu. Tetapi sepertinya masih ada keraguan, dan tidak mau memberi tahukan apa yang sedang dipikirkannya tersebut.
Ravendra terdiam, dalam hati laki-laki itu meyakini jika kelompok manusia vampire di depannya itu, tidak mungkin sedang membohongi dirinya. Sebelum mereka bertemu tadi malam, laki-laki paruh baya itu ternyata sudah mengetahui tentangnya, bahkan juga keluarganya. Sekali lagi, Ravendra menatap keempat laki-laki di depannya itu dengan tatapan menyelidik.
"Apakah tuan muda mencurigai kami...? Sebagai sesepuh dari kelompok manusia vampire di tengah hutan ini, saya bersedia menjadi jaminan untuk mereka tuan muda. Mereka sama sekali tidak mengetahui keberadaan nona muda. Hanya saja..., tetapi saya sendiri juga belum merasa yakin sepenuhnya.." laki-laki paruh baya itu kembali memotong pikiran Ravendra.
"Hanya apa, cepat katakan padaku..!" dengan tatapan tajam, Ravendra menatap laki-laki paruh baya itu.
"Mungkin saja nona muda saat ini sedang ditawan oleh orang-orang dari suku di tengah hutan ini. Tetapi berdasarkan pengamatan kami, orang-orang dalam suku tersebut tidak pernah menyakiti orang asing tanpa sebab. Mungkin saja keberadaan Tuan muda dan rombongan di hutan ini, menimbulkan kecurigaan pada mereka. Sehingga tanpa sadar, mereka membawa nona muda untuk dimintai informasi dan keterangan.." dengan lancar, laki-laki itu menceritakan kemungkinan yang berkelebat di pikirannya.
*************
__ADS_1