
Pelan-pelan akhirnya Ravendra sudah bisa mengatur pekerjaannya. hanya untuk otoritasi-otorisasi penting terkait keuangan perusahaan, dan keputusan investasi yang akan diambil yang harus ada persetujuan dari laki-laki itu. Selebihnya semua kegiatan operasional perusahaan di negara manapun, dijalankan oleh orang-orang kepercayaannya, yang dengan dibantu Johan sudah ditentukan. Apalagi sebagai seorang manusia vampire, yang memiliki kehidupan abadi, Ravendra juga harus merubah identitas beberapa kali untuk menghindarkan kecurigaan dari orang-orang.
Alexa dan Abhimana yang sudah semakin tumbuh besar, karena manusia vampire memang memiliki pertumbuhan cepat, dibandingkan dengan manusia biasa. Tinggi Abhimana saat ini sudah sampai di pinggang Alexa, dan sudah bisa berjalan sendiri. Mempertimbangkan tumbuh kembang putranya agar tetap murni, juga mengurangi tingkat radiasi, Alexa dan ravendra memutuskan untuk menetap sementara di Barne, di kastil yang ada di negara Swiss.
"Momm.. ada dimana Abhi.. sejak tadi daddy belum melihat anak itu.." Ravendra yang baru saja keluar dari ruang kerja, bertanya pada Alexa.
Alexa meletakkan majalah yang ada di tangannya ke atas meja, dan mengalihkan pandangan ke arah suaminya. Senyum manis merekah menyambut kedatangan Ravendra, dan laki-laki itu langsung menundukkan wajah dan memberikan ciuman ke bibir merah istrinya. Setelah itu laki-laki itu duduk, dan menarik kepala istrinya kemudian menyandarkan di dadanya.
"Abhi tadi pergi dibawa Sonya ke depan Dadd.. yah.. kasihan juga sebenarnya melihat Abhimana. Anak-anak seusia dia sudah memiliki banyak teman untuk bermain, dan beberapa mungkin sudah masuk atau paling tidak sudah mencicipi suasana kindergaten. Namun putra kita belum.." terlihat Alexa sedikit kasihan dengan kondisi yang dialami putranya.
"Jangan terlalu banyak berpikir honey.. ada saatnya Abhimana akan memiliki banyak teman. Untuk usianya kali ini, pondasi kemurnian sangat bermanfaat untuk membentuk karakter dan wataknya nanti. Kita tidak perlu mengkhawatirkannya.." Ravendra menenangkan Alexa. Laki-laki itu beberapa kali mengusap rambut istrinya, kemudian menciumnya beberapa kali di pucuk kepalanya.
"Mmmm.. iya dadd.. Kita ke depan yukk... sekalian menemani Abhimana bermain. Masak putra kita lebih akrab dengan maid dan pengawal, daripada dengan Mommy and Daddy nya.." Alexa mengangkat kepalanya, kemudian mengajak suaminya untuk ke depan mencari Abhimana.
"Iya.. iya.. tapi ingat.. double service untuk daddy nanti malam.." ucap Ravendra dengan tatapan mesum. Sebuah cubitan di pinggang dihadiahkan ALexa untuknya.
__ADS_1
"Aaww... Mommy mulai berani nakal ya.. Awas double sudah berubah menjadi thriple.. " goda Ravendra sambil berbisik di telinga Alexa.
Merasa situasi gawat sedang mendekatinya, Alexa segera menarik tubuhnya kemudian berdiri. Namun belum sampai perempuan muda itu berlari, tangan Ravendra ternyata jauh lebih cepat menahannya. Laki-laki itu turut berdiri, kemudian memeluk erat tubuh Alexa, dan menghujani istrinya dengan ciuman basah. Alexa meronta-ronta meminta untuk dilepaskan, namun malah laki-laki itu mengangkat tubuh istrinya dengan bridal style dan membawanya keluar ruangan. Untungnya, para maid dan pengawal sudah terbiasa disuguhkan oleh pemandangan itu, sehingga ,mereka tidak kaget malah ikut mentertawakan kesialan Nona muda mereka.
Di teras rumah, pasangan suami istri itu mengedarkan pandangan. Mereka tidak melihat keberadaan putranya, hanya ada beberapa maid yang sedang membersihkan kebun bunga, dan pengawal yang menjaga pintu gerbang. Perlahan Ravendra menurunkan istrinya ke lantai, kemudian melambaikan tangan memanggil pengawal untuk datang mendekat kepada mereka.
*******
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pengawal yang berjaga di pintu gerbang, Ravendra menggandeng tangan Alexa keluar dari halaman rumah. Menurut penuturan pengawal, Sonya membawa Abhimana jalan-jalan keluar dari dalam gerbang, karena rengekan terus menerus dari anak laki-laki itu. Mungkin Abhimana sudah merasakan kebosanan berada dalam kungkungan kastil itu, sehingga ingin melihat keadaan di luar kastil.
Ravendra yang sudah mulai terlihat tegas rahangnya, perlahan mulai melunakkan wajahnya. Hal itu juga tidak bisa disalahkan, beberapa kejadian yang pernah mereka alami, memang cukup membuat traumatik. Apalagi jika sudah menyangkut tentang keamanan dan keselamatan putra mereka. Untuk mengembalikan ekspresi suaminya, Alexa mengangkat tangan Ravendra, dan sambil mereka berjalan, Alexa mencium tangan itu beberapa kali. Merasakan sentuhan kulit istrinya, perlahan-lahan rasa tegang dan marah itu mencair.
"Mommy... Daddy.. come here..!" tiba-tiba terdengar suara Abhimana memanggil mereka berdua untuk datang.
Ravendra dan ALexa celingukan kesana kemari, namun tidak menemukan keberadaan putranya. Tiba-tiba tanpa sengaja, Alexa mendongakkan wajahnya ke atas. Terlihat Abhimana sedang berada di atas balkon kastil yang berada di samping kastil mereka, dengan seorang anak kecil juga.
__ADS_1
"Abhi.. turun. Kenapa bisa sampai di tempat itu.. siapa yang membawamu.. Sonya..?" teriakan marah menjawab teriakan Abhimana yang memanggil kedua orang tuanya untuk datang mendekat.
Alexa yang memahami kemarahan dan emosi suaminya, memegang lengan laki-laki itu dan mengusapnya perlahan. Beberapa saat, pasangan suami istri itu menunggu Abhimana turun dan keluar dari dalam kasti. Alexa dan Ravendra saat ini menunggu di depan pintu gerbang.
Tidak lama kemudian, terlihat Sonya datang ke arah mereka sambil menggandeng ABhimana. Wajah perempuan paruh baya itu terlihat menunduk ketakutan, tidak berani menatap wajah tuan muda dan nona mudanya. Alexa menahan suaminya untuk tidak menanyai pengasuh putranya itu.
"Abhi sayang.. kenapa bisa main sampai masuk ke dalam rumah seseorang sayang.. Mommy and Daddy tidak ijinkan.. Bolehlah main.. tapi cukup di halaman atau di teras saja sayang.." dengan suara pelan, ALexa menasehati Abhimana.
"Maafkan saya nona muda.. tuan muda.. Sonya yang salah, tidak bisa menahan tuan kecil ketika berlari keluar." terlihat Sonya nampak dengan ekspresi ketakutan melihat ke arah mereka.
"Sudah terlanjur Sonya.. tidak perlu kita sesali lagi. Ke depan, kamu harus hati-hati membawa tuan muda keluar. Sudah sekarang kita harus pulang.. tidak baik kita menyelesaikan masalah di halaman rumah orang lain.." melihat reaksi ketakutan Sonya, akhirnya Alexa mengajak mereka untuk kembali pulang.
"Ravendra.. is that you man..." tiba-tiba terdengar suara merdu seorang perempuan di belakang mereka. Alexa sontak melihat ke belakang, karena kaget mendengar suara merdu perempuan memanggil suaminya.
Alexa terkejut melihat penampakan seorang gadis yang terlihat sangat sempurna di depannya, sedang menggandeng tangan seorang anak kecil seusia Abhimana. Namun yang lebih mengejutkan lagi, tanpa bicara Ravendra menarik tangannya dan Abhimana, kemudian membawa mereka keluar dari halaman rumah itu.
__ADS_1
**********