Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Siapa yang Melihatku?


__ADS_3

Sejak kejadian terakhir, Alexa tidak mempermasalahkan lagi hubungannya dengan Ravendra. Meskipun gadis itu mengetahui jika laki-laki yang menjadi kekasihnya itu seorang vampire original, tetapi Alexa tidak dapat membohongi hati dan perasaannya. Hanya pada Ravendra, Alexa bisa membuka hati dan perasaannya. Perasaannya sangat dalam pada laki-laki itu.


"Lexa.., weekend besok kemana kamu?? Pergi yukk.. temani aku!" tiba-tiba Johnny mengajak bicara Alexa, Saat ini mereka sedang duduk berdampingan di dalam bis kota..


"Kemana..., weekend kok pergi sama kamu John..., mending aku menemani kekasihku dong." dengan telak, Alexa menolak ajakan laki-laki itu. Johnny menoleh ke arah gadis itu,..


"Maksudmu.., kamu sudah memiliki kekasih?" tiba-tiba Johnny mempertanyakan tentang kekasih Alexa. Gadis itu tersenyum, pikirannya mengembara membayangkan wajah tampan Ravendra, sentuhan lembut laki-laki itu yang mampu menggetarkannya, dan ciuman lembut yang selalu mengeksplorasi mulutnya. Tanpa sadar, Alexa mengusap bibirnya perlahan.


"Lexa..., ditanya bukannya jawab malah melamun. Senyum-senyum sendiri lagi.., hey..." Alexa tergagap, saat Johnny menaik nurunkan tangan di depan wajahnya.


"He.., he.., he.. sorry John.., aku tiba-tiba teringat wajah kekasihku. Sorry ya aku sudah punya kekasih saat ini, jadi week end silakan jalan sendiri," Alexa segera menjawab pertanyaan yang diajukan laki-laki itu. Mendengar jawaban Alexa, reaksi wajah Johnny agak berubah. Tetapi dengan cepat laki-laki itu mengalihkan pandangannya ke tempat lain.


"Kenalkan padaku Lexa..., biar dia tidak jealous saja jika ketemu kita lagi jalan berdua." setelah beberapa saat, Johnny mencairkan suasana yang sempat kagok.


"Tidak perlu.., kekasihku pasti tidak akan jealous jika ketemu kita lagi jalan bersama. Karena menurutku, kekasihku sangat confident jika memiliki semua hal yang lebih darimu deh.. Jadi tenangkan pikiranmu saja Johnn.." bermaksud untuk meledek Johnny, Alexa mengunggulkan Ravendra melebihi laki-laki itu.


"Iya.. iya..., I believe in you..., ayo kita siap-siap turun. Halte Karya sudah terlihat tuh.." Johnny menunjuk halte bis di depan sana. Laki-laki itu kemudian berdiri, dan menunggu Alexa. Setelah Alexa juga berdiri, baru Johnny melangkah lebih mendekat ke pintu depan.

__ADS_1


Beberapa saat berdiri menunggu bis berhenti, Alexa merasa jika ada yang melihatinya dari tadi. Gadis itu menengok ke kiri, dan tatapan matanya beradu pandang dengan seorang laki-laki yang duduk di belakang sendiri dengan menghadap ke depan. Saat mata mereka bertemu, tiba-tiba laki-laki itu mengalihkan pandangannya ke luar. Seperti terlihat ada kegugupan di mata laki-laki itu.


"Lexa.., lihatin apa kamu?? Ayo cepat turun..!" Alexa dikagetkan dengan suara Johnny. Ternyata laki-laki itu sudah turun di halte bis. Merasa penumpang lain melihati mereka, Alexa segera melompat turun dibantu Johnny.


"Kamu lihat apa sih Lexa.., sampai bis berhenti dari tadi, kamunya tidak nyadar?" sesampainya di bawah, Johnny kembali bertanya pada Alexa.


"Ga tahu Johnn..., dari tadi aku merasa ada yang lihatin aku terus deh dari belakang. Ketika aku tengok, sempat sih.. mata kami beradu. Tetapi laki-laki itu langsung mengalihkan pandangannya ke lain tempat." Alexa menceritakan perasaannya.


"Sudahlah.., mungkin juga cuma perasaanmu saja. Ayuk kita nyeberang sekarang.., mumpung jalanan pas sepi." Johnny menetralisir suasana, dia tidak ingin Alexa kepikiran.


************


Johan bergegas menemui Ravendra di ruang kerjanya. Baru saja laki-laki itu mendapatkan informasi penting dari orang kepercayaan mereka, jika berita tentang Ravendra memiliki kekasih manusia murni sudah tersebar di vampire original. Beberapa anggota vampire yang tidak sepaham pemikiran dengan mereka, mencoba untuk mengangkat dan menaikkan masalah itu ke  Santorini. Bahkan dari informasi yang dia dapatkan, beberapa sudah mengirimkan mata-mata untuk menyelidiki hubungan Ravendra dan Alexa.


Sesampainya di dalam terlihat Ravendra sedang memulihkan stamina dengan meminum cairan darah kental menggunakan straw. Melihat Johan yang terlihat membawa urusan penting, laki-laki itu meletakkan gelas di atas mejanya, kemudian menemui Johan di sofa.


"Maaf mengganggu Tuan Muda..," Johan mengawali pembicaraan. Laki-laki itu menatap pada Ravendra secara langsung.

__ADS_1


"Ya.., what happend?" Ravendra langsung memotong perkataan Johan agar tidak bertele-tele. Laki-laki itu menatap Johan sambil menyandarkan punggungnya  di sandaran sofa.


"Baik Tuan Muda.. Saya baru mendapat informasi jika David sudah mengirimkan orang untuk mengambil tindakan. Masalah Tuan Muda menjalin hubungan dengan Nona Muda Alexa.., ternyata sudah tersebar di koloni kita." dengan suara lirih, Johan melanjutkan kalimatnya. Ravendra terdiam, dia memang sudah menduga jika akan ada yang mengangkat permasalahan itu. Tetapi sejak dari dulu, Ravendra memang tidak mau disetir oleh orang lain. Apa yang akan terjadi dalam hidupnya, dia sendiri yang akan mengatur dan membuatnya, bukan karena orang lain.


"I don.t care.., selama mereka tidak memancing batas kesabaranku, aku masih akan menerima perlakuan itu. Tetapi jika garis batas bawahku sudah dilewati, aku sendiri yang akan turun menghajar mereka." suara tegas Ravendra menanggapi perkataan yang disampaikan Johan asisten pribadinya.


"Tapi saya juga mendengar Tuan Muda.., jika percintaan Tuan Muda dengan Alexa akan diadukan ke Santorini. Mungkin itu sebagai black campaingn, karena akan ada pemilihan baru Ketua koloni kita. Dengar-dengar selain Tuan Muda, David juga menjadi kandidat terkuat untuk mencalonkan diri menjadi Ketua Koloni." Johan melanjutkan.


"Sejak awal, aku sudah menyampaikan pada kalian semua. Aku tidak memiliki ketertarikan untuk duduk sebagai Ketua, karena posisi itu malah akan menjerat dan mengungkungku. Duniaku saat ini adalah bersatu dengan Alexa.., tidak ada yang lain. Bahkan aku sudah merasa jenuh menjalani hidup sebagai seorang vampire." Ravendra berkata tegas, sedikitpun dia tidak tertarik dan merasa khawatir dengan berita itu. Dia menegaskan bahwa dia sendiri tidak berminat untuk posisi sebagai Ketua Vampire original.


"Untuk masalah Santorini.., jikapun Pluto akan memberi hukuman padaku, huh... aku akan menerimanya. Kita akan lihat sejauh mana, laki-laki itu berani untuk menghukumku." Ravendra tersenyum sinis, matanya menerawang mengingat wajah Pluto yang saat ini diberi mandat untuk memimpin Santorini.


"Untuk langkah selanjutnya.., apa yang harus kita lakukan Tuan Muda..?" tiba-tiba Johan meminta arahan langkah selanjutnya yang harus mereka lakukan.


"Kirim penjagaan untuk Alexa.., aku mengkhawatirkan gadis itu. Mereka akan berpikir, tidak mudah untuk menghadapiku.., tetapi mereka akan menggunakan kelemahanku, dan kelemahanku saat ini berada di gadis itu." ucap Ravendra lirih, matanya mulai menyipit. Sebenarnya jika Alexa mau.., laki-laki itu ingin membawa Alexa untuk tinggal di mansion bersamanya, sehingga dia bisa memastikan keselamatan gadis itu. Tetapi merupakan hal sulit baginya untuk memberi tahu dan meyakinkan pada gadis itu, jika dirinya sedang berada dalam bahaya.


***********

__ADS_1


__ADS_2