Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Aku Merindukanmu Honey


__ADS_3

Beberapa saat Allexa menunggu dalam kamar dengan perut kelaparan. Perempuan itu juga tidak bisa menemukan keberadaan suaminya, Ravendra. Tiba-tiba pintu kamarnya seperti ada yang memutar knop pintunya dari luar. Merasa khawatir bukan Ravendra yang masuk, dan menyadari apa yang dia kenakan saat ini, Alexa segera berlari kembali ke atas ranjang. Perempuan itu menyelimuti tubuhnya dengan selimut sampai di atas lehernya. Tidak lama kemudian, seorang perempuan muda masuk dan membawa seperangkat baju perempuan masuk ke dalam. Di belakangnya dua pegawai hotel sedang mendorong kereta kecil berisi makanan,


"Selamat malam Nona Muda.., mohon maaf sudah mengganggu istirahat nona muda. Tetapi kami mendapatkan perintah dari Tuan muda.. untuk membawakan baju dan makanan untuk nona muda." dengan ramah dan sopan, orang-orang yang baru masuk itu menyapa Alexa.


"Hmmm, okay terima kasih. Siapkan saja di sana, dan tinggalkan aku sendiri, karena aku akan melanjutkan istirahatku." Alexa segera menanggapi perkataan orang-orang itu.


"Baik nona muda.., selamat malam." dengan ramah, orang-orang itu segera berjalan keluar dari dalam kamar,


Setelah memastikan orang-orang itu pergi, Alexa segera mengambil baju kemudian mengenakannya. Senyuman keluar dari bibir mungilnya, mengagumi pakaian yang tampak pas melekat di tubuhnya itu.


"Kak Ravend selalu teliti, bahkan untuk ukuran pakaian dan lingerie, suamiku itu selalu mengingatnya." gumam Alexa. Setelah menyisir dan merapikan rambutnya sebentar, perempuan itu segera melihat ke arah meja. Makanan dan minuman kesukaannya sudah tersaji di atas meja.


"Ada dimana kak RavendrĀ  sebenarnya.. kenapa dia meninggalkanku sendiri di kamar ini." menyadari jika Ravendra belum juga menampakkan dirinya, Alexa bertanya-tanya.


Tapi berpikir jika ada permasalahan pada manusia vampire akhirnya Alexa berdiam. Kemudian perlahan, Alexa menikmati makanan yang sudah tersedia di depannya. Setelah selesai menikmati makanan, Ravendra juga belum datang juga. Alexa melihat jam, dan waktu sudah menunjukkan pukul 00.30.


"Tidak mungkin malam-malam begini aku keluar untuk mencari kak Ravend.. Tapi ada dimana dia, sudah lebih dari tengah malam seperti ini, belum juga datang." kembali Alexa berbicara pada dirinya sendiri.


Tiba-tiba Alexa teringat dengan Johan, perempuan itu bergegas mencari ponselnya. Ternyata ponselnya sedang dalam keadaan di charge di atas meja kecil di samping ranjang. Tanpa menunggu lagi, Alexa langsung mengambil ponsel, kemudian melakukan panggilan langsung pada Johan,

__ADS_1


"Tut.., tut.., tut..." beberapa saat panggilan keluar, namun Johan belum sempat mengangkatnya,


Kembali Alexa mengulang panggilan, dan untungnya tidak lama kemudian sudah diangkat dari seberang ponsel.


"Iya nona muda.., ada apakah tengah malam begini nona muda memanggil saya?" Johan langsung bertanya pada Alexa.


"Ada dimana kak Ravend ..., sejak tadi aku ditinggalkan di kamar sendiri kak Johan.." Alexa langsung menanyakan keberadaan suaminya.


"Huh..., tuan muda sedang berada dalam satu ruangan dengan tuan besar nona.. Mereka sedang menyelidiki kasus tertembaknya Tami. Keluarga Tuan Robin mempermasalahkannya, dan tuan Ravendra merupakan salah satu yang tertuduh dalam kasus itu." dengan lancar Johan menceritakan keberadaan Ravendra.


Alexa tersentak, bukannya dia sendiri yang menembak Tami ketika gadis itu akan membunuhnya. Perempuan itu sama sekali tidak menyangka jika akhirnya akan menjadi masalah seperti ini.


"What...??? Okay.., okay.. aku paham nona muda. Rahasiakan dulu masalah ini dari orang lain. Sebentar lagi aku akan menyampaikan masalah ini pada tuan muda. Nona muda.. tetap menunggu sampai Tuan muda datang kembali ke kamar. Ijin mengakhiri panggilan nona muda...tut.., tut.., tut.." rupanya Johan langsung mengakhiri panggilan telpon.


Mendengar keberadaan suaminya, ALexa menjadi sedikit lega. Akhirnya perempuan itu kembali ke atas ranjang, kemudian menyelimuti tubuhnya dengan selimut. Tidak lama kemudian, Alexa sudah kembali terlelap tidur. Bahkan ketika tidak lama kemudian suaminya pulang, Alexa tidak melihatnya.


*******


Keesokan Paginya

__ADS_1


Alexa merasa seperti ada benda berat berada di atas tubuhnya. Perempuan itu membuka matanya perlahan, dan ternyata ada tangan laki-laki melingkar di pinggangnya, dan nafas berat tampak menghembus dan menyentuh tengkuk perempuan itu. Mengenali jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya, ALexa mengenali jika laki-laki itu adalah suaminya Ravendra.


"Good moorning honey..." suara berat khas bangun tidur menyapa Alexa. Sebuah kecupan diberikan Ravendra di tengkuk Alexa, dan sukses membuat tubuh perempuan itu merinding.


"Mmmm... pulang jam berapa kak semalam..?" ALexa menanyakan kepulangan suaminya,


Ravendra tidak menjawab, laki-laki itu malah membalik tubuh Alexa, kemudian memberikan ciuman dalam ke bibir perempuan itu. Nafas Alexa terasa mau berhenti, dan perempuan itu berpikir jika sudah berhari-hari mereka tidak melakukannya. Darahnya merasa berdesir, dan ketika tanpa sadar perempuan itu membuka bibirnya, bibir Ravendra semakin melesak masuk ke dalam. Jilatan, pagutan kedua manusia itu terjadi di pagi hari itu.


"Ukhhh.. kak..." lenguhan terlolos dari bibir Alexa ketika satu tangan Ravendra sudah memberikan re**masan di satu gunung kembarnya.


"I miss you honey... I,m hungry..." bisik Ravendra nakal di telinga Alexa. Tidak berhenti sampai disitu\, ternyata bisikan itu diikuti dengan lidah Ravendra mengabsen setiap inci belakang telinga ALexa\, dan perempuan itu semakin mengeluarkan suara de**sahan-de**sahan yang memabukkan siapapun yang mendengarnya. Dan mendengar suara itu\, membuat Ravendra semakin terpacu ingin terus merangsek ke seluruh tubuh istrinya


"Srettt..." dengan tidak sabar, Ravendra menarik baju tidur yang dikenakan Alexa. Dan tidak lama kemudian, baju itu sudah menjadi sobekan-sobekan dan terlempar di atas lantai. Perempuan itu sudah tidak bisa mneguasai dirinya, pelukan dan jilatan-jilatan Ravendra mempermainkan tubuh Alexa yang semakin menggeliat seperti kepanasan. Tanpa memiliki kesabaran, ravendra juga melepaskan pakaian yang dikenakannya, dan roti sobek terlihat jelas di dada laki-laki itu. Bibir Alexa mempermainkan lekukan-lekukan di dada suaminya, dan tanpa bosan tangannya ikut meraba punggung Ravendra.


"Kak... ukkhh..." kembali Ravendra menutup mulut perempuan itu dengan ciumannya. Mendapatkan perlakuan dari istrinya, menambah gelora pada diri laki-laki itu. Dengan tidak sabar, Ravendra mengangkat tubuh Alexa kemudian meletakkan di bawah tubuhnya. Dengan senyuman smirk.., Ravendra kembalu memberi ciuman di leher perempuan itu,


"Aaaww.." ALexa menjerit merasakan sesuatu yang keras, mencoba untuk merangsek masuk ke bagian intinya. Dengan cepat, ravendra menutup bibir ALexa dengan bibirnya, dan akhirnya setelah beberapa saat, Alexa dapat menguasai perasaannya. Mata perempuan itu merem melek, dan Ravendra hanya tersenyum melihatnya.


**********

__ADS_1


__ADS_2