
Alexa Flash Back#
Merasa sudah terpenuhi keinginannya hari ini, dengan dikawal dua pengawal di belakangnya, Alexa beranjak keluar dari kedai penjual croffle. Di tangan kanannya, ALexa memegang croffle di tangannya, sambil tangan kirinya memegang pack tempat croffle yang masih banyak isi di dalamnya. Pengawal ingin membantu membawanya, namun dengan tegas perempuan itu menolaknya karena merasa masih bisa membawanya sendiri.
"Nona muda.. kita menuju tempat parkir ataukah akan menuju ke lobby saja.." dengan hati-hati, pengawal bertanya pada perempuan itu.
"Ke lobby saja ya.. aku malas menuju ke tempat parkir, terlalu banyak mobil disana." sahit Alexa sambil terus melanjutkan menikmati croffle coklat di tangannya.
"Baik nona muda..:" kedua pengawal terus melanjutkan memberi pengawalan istri dari tuan muda Ravendra itu.
Beberapa saat berjalan, tiba-tiba mata Alexa menangkap keganjilan di depannya. Terlihat dua laki-laki itu berjalan dan merapatkan tubuh mereka mendekati seorang perempuan paruh baya, tetapi masih terlihat cantik dan kencang. Dan tiba-tiba.. di luar perhatian perempuan paruh baya itu, sudah menekan dan merampas tas jinjing perempuan berpakaian dan berpenampilan mewah itu.
"Tolong.. tolong..." Alexa sudah tidak begitu memperhatikan kata-kata perempuan itu. Fokus perhatianya pada dua laki-laki yang berlari sambil membawa tas jinjing perempuan berpenampilan mewah itu,. Sampai lupa berpikir jika saat ini, dirinya sedang hamil, Alexa berjalan cepat mengejar dua laki-laki tadi. Kedua pengawal Alexa kaget, tetapi untungnya kedua laki-laki itu juga cepat tanggap.
"Nona muda.. kami saja yang mengejarnya. Nona muda berhenti disini saja dulu, kami janji tas jinjing perempuan itu akan segera kami dapatkan dan serahkan pada nona muda.." mengetahui niat baik nona mudanya, kedua pengawal segera melompat dan menangkap kedua laki-laki itu.
Terlihat keributan di tempat itu, dua laki-laki yang mengawal ALexa terlibat perkelahian dengan dua orang yang merampas tas jinjing Nyonya Besar Nancy. Namun tidak lama kemudian... tas jinjing sudah berada di tangan kedua pengawal Alexa. Kemudian, pengawal itu melambaikan tangan memanggil petugas keamanan dan menyerahkan dua laki-laki itu untuk diberikan pembinaan dan pengarahan.
__ADS_1
"Nona muda.. ini tas jinjingnya. Kedua laki-laki itu sudah kami serahkan pada petugas keamanan, nona muda bisa mengembalikan tas ini pada perempuan itu. Kami takut padanya, tadi saja perempuan itu berteriak keras meminta orang yang menolongnya untuk pergi darinya. Apalagi kami berdua.." kedua pengawal itu menyerajkan tas jinjing pada Alexa. Sambil tersenyum. Alexa menerima tas itu dan memegangnya di tangan kanannya.
"Baik.. tapi kalian berdua ikut di belakangku ya. Jadi kalau ibu itu akan menindasku, dengan cepat kalian bisa memberikan pertolongan kepadaku.." ucap Alexa.
Dengan membawa tas jinjing di tangannya, Alexa berjalan menghampiri Nancy.. Kedua pengawal, sesuai dengan instruksi yang diberikan Alexa, memberikan pengawalan dengan berjalan di belakang perempuan itu. Setelah sampai di belakang Nancy.., Alexa memegang pundak perempuan angkuh itu.. kemudian..
"Maaf Nyonya.. ini tas Nyonya bukan.. Meskipun bagi Nyonya.. mungkin isi dalam tas ini kurang berharga, namun bagi orang kebanyakan merupakan sesuatu yang sangat berharga. Jadi hargailah.. agar setiap langkah Nyonya selalu diliputi keberkahan.." ucap Alexa. Gadis itu sebenarnya sedikit kesal melihat sikap dan kesombongan perempuan berpakaian gemerlap itu, sehingga tanpa sadar, kata-kata judes mengalir keluar dari mulutnya.
"Tunggu siapa namamu .." setelah perempuan itu menerima kembali tas jinjingnya, Alexa segera berjalan meninggalkannya. Bahkan Alexa tidak mendengarkan pertanyaan dari perempuan itu yang ditujukan kepadanya.
Alexa Off #
Dalam perjalanan pulang kembali menuju hotel, Nancy terus berpikir keras. Perempuan itu tidak tahu, perempuan hamil yang tadi memberinya pertolongan seperti terus terbayang-bayang di wajahnya. Perempuan itu seperti memiliki sebuah magnet, dengan kehamilan, wajah perempuan itu tetap terlihat segar dan cantik. Tidak jemu orang memandangnya.
"Saya turunkan di lobby ya Nyonya..." driver taksi eksekutif yang mengantarnya, bertanya pada perempuan itu.
"Mmm.. baik.. baik.. depan lobby saja, saya diantarkan." setelah menjawab perkataan driver, kembali Nancy teringat keberadaan perempuan yang menolongnya tadi. Seperti ada daya tarik dari gadis hamil itu, seakan Nancy ingin memberi pelukan kepadanya.
__ADS_1
"Kenapa aku tadi tidak bisa mendapatkan identitas gadis itu ya. Aku pingin sekali mengusap perutnya, dan mencium perut hamil perempuan itu." kembali Nancy berpikir sendiri.. bayangan wajah cantik Alexa tidak mau berpindah dari mata dan pikirannya.
"Nyonya .. kita sudah sampai di lobby.." perkataan driver mengejutkan Nancy. Perempuan itu segera mengambil tas jinjingnya, dan begitu driver membukakan pintu, Nancy langsung keluar dan masuk ke dalam lobby. Pegawai hotel dengan sigap mengambil barang perempuan itu, kemudian berjalan mengikuti di belakang Nancy.
"Barang langsung dibawa ke kamar ya." Nancy memerintah pegawai hotel untuk mengantar barang-barangnya ke Presidential Suites.
"Siap Nyonya .." pegawai hotel segera mengambil kunci kamar, kemudian berjalan meninggalkan perempuan itu di lobby.
Nancy masih terlihat bingung, kemudian malah duduk di sofa panjang di depan lobby yang sering digunakan sebagai waiting chair para customer hotel tersebut, Perempuan itu melakukan panggilan pada suaminya, untuk memintanya mengirimkan orang untuk mencari rekaman CCTV kejadian yang tadi dialaminya. Rasa penasarannya untuk mengetahui, dan dapat berkenalan dengan perempuan hamil yang sudah menolongnya, tidak bisa hilang begitu saja,
"Mmm ada apa Momm... ini papa lagi berlayar menuju Singapura. Ada client yang menunggu disana, bukankah tadi aku sudah memberi tahu Mommy.." Tuan Besar Abraham menjawab panggilan dari istrinya.
"Iya.. tapi pap.. Mommy betul-betul penasaran dengan gadis hamil itu. Wajahnya cantik, dan perutnya itu lho pa.. Mommy ingin mengusap, dan jika dibolehkan ingin menciumnya juga.. Papa harus bantu, dan tidak boleh lama. Secepatnya Mommy harus bertemu dengan perempuan hamil berhati baik itu. Bukan wajahnya saja yang cantik, tapi hati perempuan itu juga sangat cantik.." Nancy tidak berhenti, perempuan itu terus merayu suaminya.
"Hmmm... iya .. iya.. Papa sudah memerintahkan orang-orang papa untuk mencari informasi di mall tersebut. Gara-gara masalah kecil ini, keberadaan kita di kota ini sudah terendus oleh orang-orang papa. Semoga saja Ravendra tidak mendengarnya.. sehingga anak itu tidak semakin marah pada kita.." tidak tahan dengan rengekan istrinya, akhirnya dengan berat hati Tuan Besar Abraham menyetujui keinginan dari istrinya,
"Terima kasih pap... papa memang selalu bisa diandalkan. Mommy selalu terbantu dengan kesigapan papa.." Nancy mengucap syukur. Harapan untuk bertemu dengan perempuan hamil yang sudah menolongnya, sudah terbayang indah di depan matanya. Setelah mendapatkan kepastian jika suaminya akan membantu, Nancy segera berdiri. Dengan wajah cerah, perempuan itu kembali naik menuju kamar Presidential Suites.
__ADS_1
*********