Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Layani Aku


__ADS_3

Mata Ravendra tidak mau teralihkan melihat Alexa yang berjalan dari dalam kamar, tetesan air masih terlihat menetes dari rambut yang masih basah dan mengalir ke pipi gadis itu. Hidung mancung, kulit putih bersih tanpa riasan apapun tampak semakin bersinar dan alami terkena cahaya lampu. Jika gadis-gadis lain di luaran sana terlihat semakin pede dengan riasan wajah yang menumpuk di wajahnya, tetapi gadis yang ada di depannya ini terlihat beda. Alexa terlihat confident dengan penampilan apa adanya.


"Tuan Muda..., kapan kita akan kembali? Sudah hampir satu jam kita berada di rumah Nyonya Sarah?" bisik Johan yang membuyarkan lamunannya saat melihat Alexa. Laki-laki itu sedikit gugup, kemudian mengalihkan pandangannya dari gadis itu.


"Tunggu sebentar Johan.., kita sudah dibuatkan suguhan oleh Nyonya Sarah. Tidak tahu etika dan terima kasih, jika kita langsung pamit pulang begitu saja." dengan suara sedikit dibesarkan, Ravendra menjawab pertanyaan Johan. Nyonya Sarah tersenyum melihat itu, kemudian perempuan paruh baya itu segera berdiri dan melihat pada putrinya.


"Benar yang dikatakan nak Ravendra ... nak Johan. Mainlah sebentar disini.., biar putri tante ada temannya. Kita sering dibicarakan tetangga, tahu sendirilah.., anak tante sudah berusia 23 tahun, tetapi belum pernah sekalipun ada temannya yang main ke rumah." Nyonya Sarah tidak sadar telah membuka rahasia putrinya sendiri.


"Mam.., mama masak apa di dapur?? Gosong tuh..." pura-pura menggunakan alasan masakan gosong, Alexa mengisyaratkan mamanya untuk tidak terlalu mencampuri urusannya.


"Oh iya.., waduh.. Temani nak Ravendra sama nak Johan disini Lexa.. Mama mau ke dapur melanjutkan masak untuk makan malam." dengan tergesa-gesa, Nyonya Sarah segera meninggalkan ruang tamu, dan segera masuk ke dapur.


Ravendra yang mengetahui kebohongan yang dilakukan gadis itu, hanya mengulum senyum. Tetapi laki-laki itu merasa menemukan sesuatu yang hangat di keluarga ini, dan menjadikannya betah berada  di dalam rumah yang terbilang sangat sederhana ini.


"Kak Ravend belum ingin pulang?? Apakah tidak ada urusan lain, kok masih berada disini?" bingung bagaimana akan mengajak kedua laki-laki muda itu bicara, Alexa menanyakan hal itu.


"Sssttt..., Tuan Muda masih merasa betah dan kerasan disini Miss. Bahkan jika Nyonya Sarah menawarkannya untuk menginap, Tuan Muda tidak akan keberatan." sahut Johan menggoda Alexa.


"Uhukk..., uhuk..." Alexa yang sedang menyesap air, tanpa sadar gadis itu hampir tersedak dan airnya mau tumpah. Ravendra mengambil tissue kemudian menyerahkan pada gadis itu.


"Terima kasih.." ucap Alexa sambil mengambil tissue tersebut, dan tidak sadar tatapan mata mereka bertemu.


Beberapa saat mereka terdiam, Alexa bingung mau mengajak bicara mereka tentang apa. Mau bicara pekerjaan, dia tidak tahu laki-laki itu bekerja pada divisi apa. Bicara pergaulan, dia sendiri jarang bergaul dengan teman-teman sebayanya. Akhirnya suasana sepi melingkupi ruangan itu.

__ADS_1


"Besok pagi jam berapa kamu akan berangkat ke perusahaan?" tanpa diduga, Ravendra menyinggung tentang pekerjaannya. Bingung mendengar pertanyaan itu, Alexa menoleh ke wajah laki-laki itu.


"Maksudku..., apakah kamu berangkat ke perusahaan di jam-jam seperti saat pertama kali kita bertemu?" ucap Ravendra memperjelas pertanyaannya.


"Iya.., karena Alexa tidak mau terlambat sampai di perusahaan. Apalagi pada jam-jam tersebut, belum banyak penumpang di bis kota. Jadi dapat dipastikan jika aku akan mendapatkan tempat duduk." Alexa menjawab pertanyaan Ravendra, dan laki-laki itu kembali mengulum senyum mendengar jawaban tersebut.


"Tuan Muda..., sudah pukul tujuh malam. Bukannya Tuan Muda ada janji bertemu seseorang malam ini?" kembali Johan mengingatkan Ravendra. Laki-laki itu melihat jam rolex di pergelangan tangannya, kemudian...


"Besok pagi kami akan menjemputmu.. tidak boleh naik bis kota lagi." setelah mengucapkan kalimat itu, dan belum mendapat jawaban dari gadis itu, Ravendra langsung berdiri. Johan mengikuti laki-laki itu.


"Sampaikan salamku pada Nyonya Sarah.., kami pulang dulu." lanjut Ravendra, dan Alexa hanya terpaku dan menganggukkan kepala. Bahkan saat kedua laki-laki itu keluar dari dalam rumah, Alexa masih duduk di atas kursi, dan tidak tertarik untuk mengiringi langkah mereka  sampai di luar.


***********


"Pram..., bukannya mobil yang memotong mobilku di tengah jalan tadi adalah Tuan Johan?" Miss Kathleen bertanya dengan nada kecemburuan pada laki-laki yang tengah bersamanya itu.


"Hmmm..., sepertinya iya. Kenapa..., apakah kamu masih mengharapkan laki-laki itu?" tanya Pram dengan sedikit sinis. Laki-laki itu mengambil minuman alkohol yang ada di dalam lemari pendingin, kemudian meminumnya tanpa menggunakan gelas.


Miss Kathleen tersenyum..., perempuan itu kemudian menyelonjorkan kaki di atas sofa. Pram meletakkan botol di atas meja kemudian menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Kathleen. Laki-laki itu menelungkupkan badannya di atas tubuh Kathleen, mereka berhadap-hadapan.


"Apa yang kamu harapkan dari laki-laki itu, apakah dia sudah terbukti bisa memuaskanmu?" Pram mengulang kembali pertanyaannya, tangannya menyingkirkan rambut yang menutup sebagian wajah perempuan itu. Tidak ada jawaban dari perempuan itu, laki-laki itu menurunkan wajahnya dan kedua bibir itu bersatu dengan cepat. Beberapa saat kedua orang berlainan jenis itu terlena dalam sebuah ciuman yang memabukkan, keduanya saling menyesap, saling ******* dan tangan Jack sudah menyusuri dan masuk ke dalam baju atas yang dikenakan Kathleen.


"Ugh..., Pram..." terdengar lenguhan keluar dari bibir Kathleen, dan senyum smirk muncul di bibir Pram.

__ADS_1


Tanpa diduga, Pram langsung melepaskan ciuman dengan kasar, kemudian menarik kembali tangannya keluar dari atasan yang dikenakan Kathleen. Sambil tersenyum mengejek, Pram kemudian mengangkat tubuhnya dan duduk di kursi samping Miss Kathleen berbaring.


"Pram..., come on..." Miss Kathleen merengek, dia meminta laki-laki itu untuk melanjutkan permainannya.


"Huh..., baru saja terkena senggolan tanganku saja kamu tidak bisa menahannya. Kamu langsung klepek-klepek mengejarku.., seperti itu saja kamu masih melirik laki-laki lain untuk kamu kejar." ucap Pram dengan nada sinis. Melihat laki-laki itu berperilaku sinis padanya, Miss Kathleen kemudian bangkit dari posisinya berbaring, perempuan muda itu menggeser duduknya lebih mendekat ke tubuh Pram.


"Sudahlah Pram..., please... ayo kita tuntaskan dulu permainan ini Pram." Kathleen mengalungkan tangannya di leher laki-laki itu. Bibirnya dia letakkan di leher belakang laki-laki itu. Tanpa diduga, Pram langsung berdiri dan meninggalkan Miss Kathleen yang sedang on fire.., laki-laki itu kembali melangkah ke lemari pendingin dan mengeluarkan air mineral kemudian meminumnya.


Merasa tidak bisa mengendalikan gairahnya, Miss Kathleen ikut berdiri dan mengejar Pram. Laki-laki itu merasa dibutuhkan, tetapi dia berusaha menghindar dari kejaran perempuan muda itu.


"Pram..., aku kirim kamu uang ke rekeningmu, jika kamu tuntaskan keinginanku sekarang. Ayolah.." dengan mata  sayu, Miss Kathleen berusaha merayu laki-laki itu. Senyuman smirk muncul di bibir Pram..


"Transfer dulu.., baru aku tuntaskan gairahmu!" ucap Pram dengan senyuman menggoda.


"Damn it..., layani aku dulu!" seru Kathleen tidak tahu malu.


"Aku mau pergi dulu.., ada acara." Pram langsung berjalan melangkah menuju pintu.


"Fuck you man*..." sambil berteriak, Kathleen segera mengambil ponselnya, dan tidak lama terdengar notifikasi di ponsel Pram yang memberi tahu jika sudah masuk uang 100 juta.


"Okay.., come on baby..." dengan senyuman penuh sarat, Pram berbalik arah kemudian tanpa diminta, laki-laki itu langsung menyergap dan menyerang perempuan itu.


*************

__ADS_1


__ADS_2