
Mata Alexa terbelalak, melihat siapa yang badannya berada di bawah helikopter dengan bergantung pada kaki-kaki helikopter. Dengan jelas semua melihat bagaimana Johan yang semula berlari untuk mendatangi Alexa, saat ini sudah berada di bawah helikopter yang sudah mulai terbang ke atas.
"Kak Johan...., awas ..." Alexa berteriak keras, gadis itu melihat satu laki-laki yang keluar dari pintu helikopter dengan membawa senjata api di tangannya.
"Dor .., dor..." tubuh laki-laki yang akan menembak Johan, tiba-tiba terjungkal ke bawah. Johan dan Alexa sendiri terkejut, karena dengan refleks melihat posisi Johan dalam bahaya, Alexa bisa menarik pelatuk dan dapat menembakkan senjata api dengan tepat.
"Terima kasih.." terlihat Johan membuka mulut membentuk kata terima kasih.
Tidak menunggu lama, dengan gesit Johan melompat masuk ke dalam helikopter dengan melepaskan tangga darurat ke bawah. Beberapa pengawal Ravendra, melompat dengan sigap ke arah tangga tersebut, dan tiga orang sudah berhasil menaiki tangga untuk menuju ke atas
Helikopter terlihat miring atau berat sebelah, dan Johan yang sudah berada di pesawat dihadang Mr. Slovasky. Sedang Robin terlihat memegangi Ravendra yang masih dikenakan penutup kepala.
"Mr. Slovasky... we're not in business. Don't meddle in our business!" Johan mengajak bicara Mr. Slovasky yang mengatakan bahwa mereka tidak sedang terlibat dalam satu urusan.
"Kita tidak butuh pemimpin yang bertekuk lutut di bawah seorang perempuan, apalagi perempuan itu adalah manusia biasa...?" Mr. Slovasky bicara dengan nada tinggi. Mata laki-laki itu menatap tajam pada Johan.
"Huh..., brain washing... Kalimat apa yang diucapkan Robin dan Tami kepadamu Mr. Slovasky?? Bull ****..., kamu memang tidak bisa diajak untuk bicara. Dukkk..." merasa tidak bisa berbicara dengan Mr. Slovasky, kaki Johan memberi tendangan pada laki-laki itu.
Tiba-tiba urat nadi Johan mengeras, dan warna biru tampak jelas muncul di atas kulitnya. Kuku panjang juga terlihat sudah muncul pada kedua tangannya. Warna mata Johan didominasi oleh warna merah. Pilot yang menerbangkan helikopter terkejut melihat perubahan yang terjadi pada diri Johan. Laki-laki itu sama sekali tidak tahu jika ada manusia Vampir di dalam helikopter yang sedang diterbangkannya. Tiba-tiba helikopternya yang sudah berada di atas menjadi oleng karena kegugupan laki-laki itu.
Melihat Johan sudah berubah menjadi manusia vampire, Robin dan Mr. Slovasky juga merubah dirinya. Tiga orang pengawal Ravendra akhirnya bisa naik ke dalam helikopter, dan pesawat menjadi semakin oleng. Selain karena over capacity,. pilot yang mengemudikan juga dalam keadaan gugup. Ketiga orang itu segera membantu Johan untuk menyelamatkan Ravendra.
__ADS_1
"Aaaaaww..." tidak mereka duga sama sekali, tiba-tiba pilot dan co-pilot helikopter membuka pintu di samping mereka duduk, kemudian melompat turun ke bawah. Rupa-rupa mereka sudah mempersiapkan diri untuk melengkapi tubuhnya dengan parasut. Dengan cepat parasut berkembang, dan menerbangkan kedua laki-laki itu ke bawah.
Helikopter menjadi terbang tidak memiliki kendali, dan pegangan Robin pada Ravendra menjadi terlepas. Dengan sigap, Johan menarik tubuh Ravendra dan tanpa bicara dengan membawa Tuan Mudanya, Johan melompat ke bawah, dan langsung terbang dengan membopong tubuh Ravendra. Tidak lama kemudian setelah Johan berhasil membawa Ravendra turun menyelamatkan diri, helikopter meluncur dengan deras ke bawah karena tidak adanya kendali.
********
Di bawah
Alexa menutup matanya melihat helikopter yang perlahan terbang meninggi, dan tiba-tiba dengan jelas pesawat itu mengalaminya oleng. Dengan jantung berdebar, gadis itu melihat ada dua orang melompat turun dari bawah, dan pesawat menjadi terbang tidak terkendali.
"Nona Muda..., sudah tidak ada perlunya kita berada disini. Kita harus segera kembali untuk menuju ke kastil Tuan Muda, sebelum orang-orang Robin datang menuju kesini." dua orang pengawal mengajak Alexa untuk pulang kembali.
"Duarr..." terdengar suara ledakan keras dari tempat mereka berada saat ini.
"Kak Ravend..., kak Johan...." Alexa mendesis melihat apa yang terjadi di depan matanya.
"Antarkan aku ke tempat ledakan itu. Aku akan memastikan jika mereka berdua baik-baik saja." mendengar suara ledakan itu, tiba-tiba Alexa menjadi histeris.
Kedua pengawal itu saling menganggukkan kepala, mereka seperti mendapatkan cara untuk membawa Alexa pergi dari sini. Mereka bukannya tidak mengerti dengan kejadian jatuhnya helikopter itu, tetapi saat ini membawa kembali Nona Muda Alexa pulang ke kastil merupakan hal yang harus mereka utamakan. Mereka tahu dan mengerti bagaimana Tuan Muda Ravendra sangat mencintai perempuan itu, dan sebelum berangkat ke Santorini semua pengawal sudah mendapatkan pesan untuk menjaga Alexa.
"Mari kita turun kembali Nona Muda, dan kita segera masuk ke dalam mobil. Karena tidak mungkin kita dapat menuju ke tempat ledakan dari atas sini." salah satu pengawal segera menanggapi kering Alexa
__ADS_1
"Baik..., ayo kita segera turun.." Alexa langsung mendahului kedua pengawal itu, kemudian mencari anak tangga untuk kembali turun ke bawah.
"Yang lainnya...,. masuk ke dalam bangunan ini dari atap. Cari pengurus Santorini yang sebenarnya di dalam! Aku akan mengantarkan Nona muda terlebih dahulu." salah seorang pengawal memberi pengarahan pada para pengawal yang lain.
"Siap.." setelah melihat orang-itu berpencar, pengawal itu segera mengikuti Nona Muda Alexa turun ke bawah.
Alexa langsung menuju mobil.yang sudah dinyalakan di depan kastil. Pengawal membuka pintu dan Alexa langsung masuk dan duduk di dalamnya.
"Minum dulu Nona Muda untuk mengurangi ketegangan." dari depan kemudi, pengawal memberi air minum satu gelas air mineral.
Tanpa memiliki kecurigaan sedikitpun, Alexa langsung meminum dan menghabiskan air minum tersebut. Setelah menutup pintu mobil, perlahan mobil berjalan meninggalkan kastil.
Tidak lama kemudian, di kursi tengah, ternyata Alexa sudah tertidur dan menyandarkan kepala di sandaran mobil. Gadis itu tidak menyadari, jika minuman yang diberikan oleh pengawal itu sudah diberikan obat tidur. Tujuan pengawal adalah untuk membawa pulang kembali Alexa ke kastil tempat Tuan muda mereka. Jika mereka tidak melakukan itu, akan sulit untuk memastikan pada Nona Muda Alexa.
"Kita ke lokasi ledakan helikopter atau kastil Tuan Muda..?" pengemudi mobil bertanya pada pengawal yang duduk di sampingnya.
"Pulang ke arah kastil, kita tidak boleh meragukan kemampuan Tuan Johan. Laki-laki itu pasti bisa membawa kembali Tuan Muda Ravendra dengan selamat ke rumah. Tugas utama kita, membawa kembali Nona Muda Alexa ke kastil." dengan tegas, pengawal menjawab pertanyaan itu.
"Siap laksanakan.., tidak sampai tiga puluh menit, kita akan sampai di kastil Tuan Muda Ravendra.."
********
__ADS_1