Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Upaya Pembebasan


__ADS_3

Akhirnya Alexa mengikuti arahan yang dikatakan Johan, perempuan itu segera mengenakan rompi untuk menutup pakaian atasan yang dikenakannya. Baru sekali memegang senjata pistol, perempuan muda itu hanya membolak-balikkan pistol itu di tangannya. Sepertinya Johan memperhatikan tingkah perempuan itu, kemudian...


"Kamu hanya memegangnya sebagai pertahanan saja Miss Lexa.. Kita tidak tahu apa yang akan kita hadapi di depan nanti. Situasi menjadi rumit, karena ternyata Robin dan Tami sudah mengirimkan kabar bohong ke Santorini beberapa waktu yang lalu. Bahkan beberapa perkumpulan vampire di berbagai negara juga sudah diberikan tentang kabar bohong ini, AKu khawatir, para Rahib di pusat Vampire yang ada di Santorini lebih mempercayai perkataan dua manusia vampire laknat itu." dengan penuh geram, Johan menjelaskan posisi permasalahan yang sedang mereka hadapi.


"Kemarikan tanganmu, aku akan mengajarimu cara untuk menggunakan senapan itu." ucap Johan cepat. Laki-laki itu kemudian dengan sabar mengajari Alexa cara memegang senjata yang benar, dan juga cara membidikkannya ke arah musuh.


"Kamu tidak perlu membidikkannya, jika kamu tidak berada pada posisi yang sulit. Sebenarnya dengan ikiut sertanya dirimu ke Santorini, akan membawa lebih banyak masalah untukmu. Jadi, kamu harus berlatih sendiri bagaimana menanganinya. Karena fokus perhatianku kali ini hanya pada Tuan Muda.., bukan pada dirimu." Johan berkata dengan tegas. Alexa memahami apa yang ada di dalam pikiran laki-laki itu. Hidup dan tinggal bersama dengan Ravendra jauh lebih lama, daripada dia dan Johan saling mengenal. Jadi wajar baginya untuk lebih bersikap melindungi Ravendra daripada dirinya.


"Tuan Johan..., ada yang menghadang di depan kita. Rupanya Tuan Robin sudah cermat untuk memberikan serangan pada kita. Sepertinya mereka orang-orang dari negara lain, bukan dari negara ini," dari arah depan, pengawal melaporkan apa yang mereka lihat di depan. terlihat di depan mobil mereka, ada mobil yang sengaja menghalangi perjalanan mereka.


"Tabrak saja mereka langsung, mobil ini sudah dilengkapi dengan teknologi anti peluru atau armored car." teriak Johan menanggapi perkataan yang diucapkan oleh pengawal. Teknologi armored dikembangkan untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap potensi serangan dengan menggunakan senjata api hingga bahan peledak. Jadi jika hanya digunakan untuk menabrak sesama mobil lainnya, maka mobil ini tidak akan mengalami kerusakan yang berarti.


"Siap Tuan Johan..." pengawal langsung menanggapi perkataan Johan.

__ADS_1


"Kenakan sabuk pengamanmu, kita akan berada dalam sebuah guncangan..!" Johan meminta Alexa untuk mengenakan sabuk pengaman. tanpa membantah, gadis itu segera meraih seat belt, dan mengenakannya di atas tubuhnya.


"Duaakkk..., blarr...." baru saja bunyi klik sabun pengaman terpasang di tubuh Alexa, dengan keras mobil sudah menghantam mobil yang diparkir menghalanginya. Tubuh Alexa terpental ke atas, tetapi untungnya mobil yang mereka bawa kali ini sudah dilengkapi dengan teknologi terbaru untuk menahan guncangan, sehingga dengan cepat tubuh Alexa kembali ke posisi semula.


"Bidik kepala orang yang pegang senjata itu dengan senjata terbaik kita. Jika perlu ledakkan semua mobil yang melindungi mereka." dengan cepat, Johan memberi perintah kejam kepada para pengawal. Alexa merinding mendengar perintah yang menurutnya sangat kejam itu. Tetapi gadis itu hanya diam tidak turut bersuara.


"Siap Tuan Johan.." begitu selesai jawaban itu terucap, sun roof mobil tiba-tiba terbuka. pengawal itu dengan cepat berdiri dan..


"Duarr..., blammm...." lebih dari tiga mobil melambung ke atas, ketika suara ledakan dari tembakan yang dikirim oleh pengawal mengenai mereka. Alexa mendadak pucat melihat kejadian yang ada di depan matanya itu. Mobil yang mereka kendarai, dengan mudah menyibak keramaian itu dan menerobos keramaian.


********


"Sebegitu kejamnyakah orang-orang yang ada di Santorini, terus bagaimana dengan keadaan yang dialami kak Ravend..?" melihat semua itu, tanpa sadar Alexa bertanya pada Johan.

__ADS_1


"Inilah hidup Miss Alexa. Banyak pengkhianat, pecundang yang berada di sekitar kita. Terkadang kita tidak akan dapat membedakannya. Bagaimana  Robin dan Tami, selama ini mereka menjadi mitra yang sangat baik terhadap tuan Muda. Tetapi ternyata semua hanya tipuan saja untuk Tuan Muda, Hanya karena kekuasaan dan keserakahan, mereka bertindak tidak baik terhadap Tuan Muda." tanpa melihat pada Alexa, Johan menjawab perkataan Alexa.


"Orang-orang di Santorini memang sudah banyak berubah. Bukan lagi pengabdian seperti yang dilakukan oleh orang-orang dulu, tetapi keserakahan dan kekuasaan telah menguasai hati mereka. Lebih cepatnya informasi yang diberikan Robin dan Tami, diperkuat oleh orang-orang yang memiliki rasa iri dan dengki dengan Tuan Muda." Johan terus melanjutkan penjelasan kepada gadis itu.


Alexa terdiam, pikiran gadis itu berkutat di keadaan Ravendra. Melihat bagaimana upaya orang-orang untuk mencegahnya masuk ke area pusat kepemimpinan vampire original di seluruh dunia, gadis itu tidak dapat membayangkan keadaan yang dihadapi oleh suaminya.


"Tuan Johan..., saya baru saja mendapatkan laporan dari kastil Tuan Muda. Datang sekelompok orang yang akan membantu kita, tetapi belum dapat diketahui identitasnya. Menurut maid, beberapa dari mereka sedang menyusul untuk datang ke tempat ini." dari depan, pengawal memberikan laporan lagi pada Johan.


Johan terkejut dengan kabar itu, menurut pemikirannya dengan kecuekan dan keabaian Ravendra, tidak akan ada manusia vampire yang mendukungnya. Apalagi dengan penolakan yang sudah dia lakukan, terkait untuk memegang tampuk kepemimpinan sebagai pemimpin vampire original. Tetapi saat ini dia mendengar, ada beberapa orang yang memberikan bantuan kepadanya.


"Apakah bisa dipastikan mereka datang untuk membantu kita, apakah untuk ikut menghabisi kita. Mereka memanfaatkan kelengahan kita, sehingga mengirim orang-orang untuk datang ke kastil?" dengan hati-hati, Johan tidak langsung mempercayai berita itu.


"Sepertinya mereka bukan pengkhianat Tuan. Karena selain maid yang sudah terlatih di dalam kastil, masih banyak pengawal rahasia yang memiliki tugas untuk mengamankan wilayah itu. Mereka tidak akan dengan mudah membiarkan orang asing masuk, yang pura-pura untuk membantu mereka." dengan jelas, pengawal yang duduk di kursi depan menanggapi kekhawatiran yang ditunjukkan oleh Johan.

__ADS_1


"Baiklah.., kita akan melihatnya nanti. Semoga apa yang mereka lakukan benar adanya, karena untuk saat ini kita tidak bisa melakukan apa-apa. Terobos gerbang kastil di depan...!"


***********


__ADS_2