
Satu bulan berlalu
Selama satu hulan bekerja di perusahaan Fernando, dengan cepat Alexa beradaptasi dengan pekerjaan baru dan rekan-rekan kerjanya. Memiliki kecerdasan dan kemampuan lebih, menjadikan Alexa menjadi primadona baru dalam pembuatan design untuk produk-produk unggulan yang dihasilkan perusahaan. Bahkan setiap perusahaan akan melakukan kegiatan promosi, pembuatan lay out, flyer, selalu menggunakan konsep yang disusun oleh Alexa.
"Alexa.., Jum.at depan temani aku ke SIngapura. Kita via laut saja menyeberang dari Frontharbour bay, Ada acara international conference tantang pengembangan pasar di luar negeri. Aku harap kamu menemaniku kesana." Fernando mengajak Alexa untuk datang menghadiri conferensi bersama dengannya. Dalam pertemuan tingkat internasional, perwakilan dagang dari perusahaan-perusahaan besar di luar negeri ikut menjadi peserta. Mereka berkepentingan untuk mencari partner guna pengembangan produk di negara-negara mereka.
"Kenapa kak Nando tidak ajak karyawan yang lebih senior saja kesana. Aku tidak enak dengan rekan kerja yang lain kak.., ntar dipikir teman-teman aku memanfaatkan kedekatan kita. Aku dipikir melakukan kolusi." dengan halus, Alexa mencoba menolak ajakan Fernando. Gadis itu menatap ke arah Fernando yang duduk di belakang meja kerjanya.
"Semua yang terjadi di perusahaan ini adalah hak dan wewenangku Alexa.., siapa yang akan aku ajak, atau aku minta mewakili perusahaan. Aku memilihmu bukan karena kedekatan emosional di antara kita, tetapi memang karena kinerjamu layak untuk mewakili perusahaan dalam pertemuan di tingkat internasional." tidak diduga, Fernando malah bicara dengan nada keras. Alexa menatap laki-laki yang masih melihat-lihat tumpukan berkas di depannya. Alexa hanya bisa menghela nafas panjang.. tidak ada alasan lagi untuk menolak ajakan Fernando.
"Okay.., okay..., Alexa akan temani kak Nando ke Singapore. Tapi ingat kak, alasan Alexa bekerja bukan untuk mendapatkan uang, tetapi hanya untuk mencari teman untuk mengisi waktu kosong. Jadi.., ke depan.. aku harap kak Nando tidak menindasku seenaknya." ucap Alexa dengan sedikit jengkel.
"Okay... I,ll remember it. Sekarang bantu aku Lexa.., sempurnakan design yang dibuat Bram. Membuat konsep design semudah itu saja, masih tidak presisi. Makna design juga tidak tergambar dengan jelas, perbaiki sekarang!" dengan nada tegas, Fernando memberikan flash disk pada Alexa. Tanpa banyak bicara, Alexa langsung menancapkan flash disk di laptop yang dia bawa ke ruangan Fernando. Tidak lama kemudian, gadis itu sudah terpekur fokus di depan layar laptop. Fernando melirik Alexa yang fokus sambil tersenyum-senyum sendiri dari meja kerjanya.
Tidak butuh waktu lama hanya lima belas menit, Alexa sudah menyelesaikan tugas yang diberikan Fernando. Design yang dibuat Bram sebenarnya sudah bagus, hanya dari segi pencahayaan dan pewarnaan kurang begitu menarik. Setelah mengganti warna dan mencerahkan pencahayaan, akhirnya design yang dihasilkan menjadi memiliki nilai jual yang tinggi.
__ADS_1
"Tidak salah kan mataku untuk menilai kinerjamu Alexa... Hanya sekejap saja, kamu bisa menyempurnakan design yang dibuat Bram menjadi bernilai jual tinggi." dengan senyumann di bibir, Fernando mengagumi design yang ditunjukkan oleh Alexa.
"Hmmm, biasa saja kalii... Kak.., aku balik ke ruang kerjaku ya.., ga enak sama anak-anak." merasa sudah tidak memiliki urusan lagi dengan laki-laki itu, Alexa minta pamit untuk kembali ke ruang kerjanya.
"Aku tahu alasanmu sebenarnya Lexa.., bilang saja malas berlama-lama di ruang kerjaku. Seperti itu masih pakai alasan ga enak sama teman kerja." Fernando langso menebak apa yang ada di pikiran Alexa.
"Syukurlah kak.., jika sudah nyadar, he.., he.., he.." Alexa langsung berdiri dan bergegas keluar dari ruang kerja Fernando. Laki-laki itu hanya geleng-geleng kepala melihat kepergian Alexa dari ruang kerjanya.
*****
"Apa yang sedang kamu lakukan putriku..? Ini sudah hampir pukul sepuluh malam, kenapa belum istirahat.. Apakah besok kamu berangkat agak siangan..?" Nyonya Sarah duduk di sisi ranjang, di samping Alexa yang sedang duduk berselonjor kaki sambil membuka iPad di tangannya.
"Kerjaan hari tadi tidak begitu sulit ma.., jadi tidak terlalu memakan energi. Jadi jam segini Alexa masih bisa santai.." ucap ALexa menjawab pertanyaan mamanya. Gadis itu meletakkan iPad di samping tempatnya duduk.
"Mama senang Lexa.., sepertinya kamu sedikit demi sedikit sudah bisa melupakan circle di kota asal kita. Perlahan kamu harus bangkit, dan melupakan nak Ravend.., kamu bisa mencari teman laki-laki dekat di kota ini. Mama sudah menginginkan untuk menggendong cucu." mendengar Nyonya Sarah menyebut nama Ravendra, hati ALexa terasa mencelos. Gadis itu mendadak merasa sangat rindu pada laki-laki itu. Sejenak Alexa terdiam, dan Nyonya Sarah dapat menangkap kesedihan di mata putrinya.
__ADS_1
"Kenapa mama bicara seperti itu? Alexa ini bukan barang ma.., tidak mudah begitu saja melupakan kak Ravend.. kemudian berganti memikirkan laki-laki lain. Tolong mama tidak bicara masalah itu lagi pada Alexa.." untuk menghentikan perkataan Nyonya Sarah, Alexa berbicara dengan nada agak tinggi.
"Bukannya mama melarangmu untuk meneruskan hubunganmu dengan nak Ravend Lexa. Laki-laki itu baik, sopan, dan sangat perhatian denganmu.., jujur mama menyukainya. Tetapi apakah Ravendra mau, mengorbankan waktu dan hidupnya untuk terus mengikutimu. Mama tidak ingin, kamu yang berkorban mengikuti laki-laki itu. Untuk saat ini, nak Fernando merupakan satu pilihan yang baik untukmu.." Alexa terkejut mendengar perkataan Nyonya Sarah.
"Ma.., Alexa saat ini lagi menyukai kesendirian. Hubunganku dengan kak Nando pure hanya berteman saja. Kami bukan pasangan ma.., kami dekat itu juga karena Lexa dekat dengan Tommy. Tidak lebih dari itu." Alexa langsung menjelaskan hubungannya dengan Fernando. Nyonya Sarah tersenyum sambil mengusap pelan kepala Alexa.
"Iya.., iya... mama paham. Hanya ingat pesan mama, segera cari teman dekat laki-laki. Kamu tidak bisa membohongi umurmu. Mama kembali ke kamar ya.. Jangan malam-malam tidurnya, segeralah istirahat." Nyonya Sarah kemudian berdiri.
"Oh ya ma.. Alexa lupa untuk kasih tahu mama. Besok jam sembilan, Alexa akan menyeberang via Frontharbour bay untuk menuju ke Singapura. Kak Nando ada conference disana untuk mengenalkan produk perusahaan, Alexa akan mendampingi Kak Nando dalam pertemuan itu." Alexa memberi tahu tentang rencana ke Singapura dengan Fernando. Nyonya Sarah menoleh ke belakang, perempuan itu melihat ke arah putrinya..
"Iya.. pergilah. Mama mengijinkanmu.., lagian ada Andy dan Susan yang menemani mama di rumah. Tidak perlu khawatir tentang mama.." ucap Sarah sambil melangkah menuju pintu.
"Jangan ge er dong ma.. Alexa mana perlu khawatir dengan hacker internasional." ucap Alexa sambil tersenyum kemudian membaringkan tubuhnya di atas bed.
"Kamu anak kecil.. berani-beraninya meledek kerjaan mamamu. Sudah.., mama mengantuk, mau segera berangkat tidur."
__ADS_1
******************************