Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Jejak CCTV


__ADS_3

Alexa berjalan pelan menyusuri taman bunga yang ada di hotel tersebut. Meskipun negara Singapore, memiliki keterbatasan atas lahan, hotel tempat diselenggarakannya conference ini memiliki taman bunga yang tertata apik di roof top. Setelah mengikuti pertemuan, Alexa merasa lelah dan jenuh. Sehingga waktu jeda dimanfaatkan untuk berjalan-jalan di taman bunga tersebut. Bunga anggrek beraneka jenis dan warna, tertata cantik dengan rapi di salah satu sudut taman. Kesegaran menyergap Alexa.., matanya merasa segar dapat melihat kecantikan bunga-bunga itu secara langsung.


"Seperti koleksi anggrek hybrid punya mama di pulau Jawa..." tangan Alexa mengusap kelopak bunga anggrek bulan hybrid yang sedang mekar. Nyonya Sarah memang menyukai anggrek, dan banyak koleksi bunga tersebut yang ditinggalkan mereka di tempat tinggal awal mereka.


Tiba-tiba Alexa merasa ada yang berdiri menatap di belakangnya. Reflek gadis itu menoleh ke belakang, namun tidak ada satu orangpun yang ditemuinya di belakang.


"Mungkin hanya perasaanku saja.., aku bergeser saja dari tempat ini. Di sebelah sana.., sepertinya banyak terdapat koleksi bunga mawar yang beraneka ragam." Alexa menghibur dirinya sendiri. Gadis itu segera berpindah tempat, menuju ke tempat aneka ragam bunga mawar yang sedang mekar.


"Suka bunga mawar juga Miss..." ALexa dikejutkan dengan suara laki-laki yang tiba-tiba sudah berdiri di sampingnya. Alexa tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Tetapi, ALexa merasa aneh, karena gadis itu  merasa tidak asing dan merasa pernah bertemu dengan laki-laki itu.


"Semoga saja gadis cantik di depanku ini tidak melupakan aku. Masih mengingat diriku Miss Alexa..?" Alexa tambah terkejut mendengar perkataan laki-laki itu. Tetapi gadis itu sama sekali tidak mengingat laki-laki yang saat ini berdiri di sampingnya itu.


"Maaf.., saya tidak memiliki kemampuan tajam untuk ingatan. Jadi.., mungkin tanpa sadar, saya sudah melupakan Tuan. Permisi.., saya akan menikmati tanaman di sudut sana.." Alexa meminta ijin untuk berpindah tempat dari situ. Gadis itu memiringkan badannya, tapi tiba-tiba tangan laki-laki itu mencekal lengannya. Alexa menatap tajam ke arah pergelangan tangan yang saat ini berada di lengan bagian atasnya.


"Tuan.., aku rasa tidak sopan jika Tuan berlaku kurang ajar terhadapku. Apalagi kita tidak saling mengenal, dan jika Tuan merasa kenal dan tahu saya, mohon maaf saya merasa tidak mengenal Tuan. Dalam circle pergaulan saya, kami berlaku sopan terhadap orang lain. Jadi.., sekali lagi aku mohon.. lepaskan tangan Tuan dari lengan saya." dengan nada tegas.., Alexa memerintahkan laki-laki itu untuk melepaskan cekalannya.


"Hmmm..., keras juga ternyata, dan jujur Miss Alexa.. AKu menyukai gadis dengan tipikal keras." ucap laki-laki itu, dan jari tangannya diarahkan untuk memegang dagu Alexa. Tetapi...,


"Brukk..., jaga kesopanan anda..!" tiba-tiba dengan sigap, Alexa menangkap pergelangan tangan laki-laki itu. Tanpa ampun, menggunakan jurus taekwondonya, Alexa membanting tubuh laki-laki itu di tanah dengan sangat cepat.

__ADS_1


"Prok.., prok.., prok..., hebat juga kamu ternyata ja**lang betina..." tiba-tiba terdengar tepuk tangan dari belakang tempat mereka saat ini. Dengan cepat, Alexa melirik ke arah perempuan itu, dan betapa terkejutnya Alexa melihat Tami yang berdiri sambil bertepuk tangan padanya, Dengan senyuman sinis, Alexa menatap ke arah wajah Tami yang berjalan lebih dekat kepadanya.


"Kenapa Miss Alexa..., takut.. Ha.., ha.., ha... ternyata hanya sampai segini saja nyalimu. Kamu tidak akan dapat bersembunyi di bawah ketiak Ravendra. Laki-laki muda itu sudah terjebak dalam pesonamu ja**lang. Saat ini.., ingat hidupmu ada di tanganku.." sambil tertawa terbahak-bahak, tami mentertawakan Alexa. Tami mengulurkan tangan membantu laki-laki yang dibanting Alexa tadi untuk berdiri.


"Hmm.., apa kamu pikir aku takut kepada kalian berdua..?" dengan sinis, Alexa menanggapi perkataan Tami. Meskipun dalam hatinya, Alexa sedikit emrasa ngeri dengan kedua manusia di hadapannya itu. Tiba-tiba Alexa mengingat jika laki-laki itu adalah laki-laki yang pernah bertarung dengan Ravendra di hotel beberapa waktu yang lalu. Dan pertarungan mereka terjadi, karena saat itu Ravendra membela dan mempertahankan dirinya.


*********


Di dalam ball room


Fernando mengedarkan pandangannya ke sekeliling ball room, tetapi dia tidak dapat menemukan keberadaan Alexa disitu. Untungnya mereka sudah melakukan presentasi pada session sebelum memasuki waktu istirahat, sehingga ketidak hadiran Alexa tidak begitu menimbulkan masalah. Laki-laki itu merasa kurang nyaman, Fernando kemudian beranjak dari tempat duduknya dan berjalan mencari keberadaan Alexa.


"No matter for me..." dengan ramah, Thomas memaafkan Fernando.


"Okay thank you very much.." Fernando bergegas meninggalkan Thomas, tetapi segera Thomas menepuk punggung Fernando.


"Jika anda tidak keberatan, perusahaan saya ingin mengenal lebih lanjut dengan perusahaan Tuan Thomas. Yang tadi secara excellent dipresentasikan oleh Miss Alexa." Fernando berhenti mendengar peluang bagus dari pembicaraan yang dilakukan Thomas kepadanya.


"Dengan senang hati Tuan.., kenalkan nama saya Fernando..., call me Nando. Tetapi mohon dimaafkan , kali ini saya harus mencari rekan saya dari perusahaan. Miss Alexa.., sudah beberapa saat saya tidak melihatnya di ball room. Aku terlalu mengkhawatirkan keberadaannya, karena setahuku baru sekali ini Miss Alexa melakukan perjalanan ke negeri ini." tanpa sungkan, Fernando meminta ijin untuk lebih mengutamakan Alexa.

__ADS_1


Tidak diduga, mendengar perkataan Fernando, Thomas merasa senang. Tetapi tiba-tiba dia teringat Alexa.., dan merasa khawatir pada gadis itu.


"Okay.. saya Thomas.. Silakan, aku yakin jiwa MIss Alexa  lebih penting dari apapun untukmu Tuan Nando. Semoga kita bisa bertemu lagi untuk discuss lebih lanjut tentang peluang kerja sama lagi." dengan tersenyum, Thomas membiarkan Fernando meninggalkannya.


Setelah melihat Fernando keluar dari ball room untuk mencari Alexa.., Thomas melambaikan tangan memanggil ALicia untuk mendekat padanya. Tidak lama, ALicia sudah datang dan berdiri di depannya.


"Ada apa Tuan Thomas.., sepertinya ada hal yang penting untuk dikonfirmasi?" ALicia langsung bertanya pada laki-laki itu.


"Cek kamera CCTV hotel, ada dimana Alexa.., jika perlu tembus kamarnya!! AKu baru saja mendapat kabar jika gadis itu tidak ada di tempat ini dari CEO tempatnya bekerja." dengan tegas, Thomas langsung memberi perintah pada Alicia.


"Siap Tuan Thomas.." meskipun hatinya kesal, Alicia membuka iPad yang ada di pegangan tangannya,. Dengan cepat tangan mungil perempuan itu berselancar melacak rekaman CCTV hotel tersebut. Beberapa saat waktu dihabiskan, tetapi mereka belum menemukan jejak keberadaan Alexa.


"Bagaimana ALic..?" dengan tidak sabar, Thomas kembali bertanya pada Alicia. Tetapi gadis itu menggelengkan kepalanya.


"Jika begitu.., cek area yang ada di hotel ini yang hilang dari rekaman CCTV!" Thomas memberikan perintah yang lain.


Perempuan itu dengan cepat melakukan pemindaian melalui screen dan jari-jarinya. Beberapa saat kemudian..


"Yang tidak ada rekaman CCTV, di Presidential Suites dan roof top Tuan.. Apakah Tuan Thomas memiliki pikiran jika Miss ALexa ada di ruangan itu?" tanya Alicia. Karena Presidential SUites memang merupakan area di hotel yang sangat ketat keamanannya, dan saat ini Tuan Thomas sendiri yang menempati kamar tersebut.

__ADS_1


**********


__ADS_2