Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Melarikan Diri


__ADS_3

Meskipun tidak terlalu aktif dalam kegiatan sehari-hari manusia vampire, tetapi wibawa Tuan Besar Abraham masih memiliki komando tertinggi dalam koloni mereka. Semua vampire yang berada di ball room terdiam, dan dengan tatapan ketakutan melihat ke atas stage. Sedangkan beberapa vampire yang kurang menyetujui konsep acara pelantikan Robin menjadi pemimpin mereka terlihat mukanya cerah dan merasa senang.


"Kenapa kericuhan ini bisa terjadi Johan.., siapa yang bertanggung jawab dalam hal ini..?" dengan suara tegas, Tuan Besar Abraham bertanya pada Johan.,


"Mohon ampun Tuan Besar.., saya tidak memiliki keterlibatan dalam bencana kali ini. Keberadaan saya dan Tuan muda, semua berawal dari ketidak sengajaan. Ketika kami masih berada di tengah hutan, karena case meledaknya private jet yang dikendarai tuan muda, kami terpaksa harus kemari. Itupun karena desakan dari kelompok vampire yang terasing di tengah hutan. Untuk cerita selengkapnya, mohon maaf Tuan besar.., Johan siap menerima marah," Johan dengan gugup menjelaskan apa yang terjadi,


"Apakah ini semua ulahmu Robin..?? Aku tidak tahu dan tidak sadar. Sejak kecil kamu bergaul, berteman dan bersahabat dengan putraku Ravendra. Kenapa kamu menjadi seperti ini, kamu menjadi salah langkah. Jika kamu memiliki keinginan untuk memimpin manusia vampire, lakukanlah dengan jantan. Jangan dengan melakukan penipuan dan penindasan pada kaum yang lemah. Dan yang perlu kamu ingat Robin, tidak semua manusia vampire memiliki kekuatan dan sumberdaya yang melimpah." Tuan Abraham beralih bertanya pada Robin.


Wajah Robin terlihat semakin pucat, dengan berhadapan langsung dengan Tuan Besar Abraham, siapapun tidak akan berkutik melihat pancaran kewibawaannya dalam wajahnya. Johan melepaskan pegangan tangannya pada kedua tangan Robin, kemudian menghempaskan tubuh laki-laki itu ke atas tanah,


"Tuan Besar.., di luar castle baku tembak tidak bisa dihentikan. Orang-orang dari Tuan Robin, tetap memutuskan bertahan dan menembaki orang-orang kita..." tiba-tiba seorang pengawal berbisik pada Tuan besar Abraham.


"Plak.., plak.." dua buah tamparan diberikan Abraham di kanan dan kiri pipi Robin.


"AKu tidak mau mendengarnya, segera kamu urus orang-orangmu. Atau akan aku hancurkan tempat ini rata dengan tanah, dan akan aku panggang tubuhmu dalam tempat pemandian dosa." dengan wajah marah, Abraham berteriak pada Robin,


"Baik Tuan Besar.., akan segera saya kondisikan." mendengar perkataan Abraham, Robin langsung meminta ijin untuk menenangkan orang-orangnya.


"Awasi laki-laki itu Johan.., aku melihat kelicikan di matanya. Jangan remehkan dia..!" Abraham memerintah Johan untuk mengikuti Robin.

__ADS_1


*********


Di tempat mereka meninggalkan mobil, Ravendra menurunkan Alexa. Beberapa pengawal sudah berada di tempat itu  dan dalam keadaan siaga. Melihat Tuan muda mereka sudah berada di tempat itu, beberapa pengawal menghampiri mereka di dalam ruangan,


"Selamat malam Tuan muda.., apakah ada yang bisa kami siapkan untuk tuan muda dan nona muda.." setelah tepat berada di tempat Ravendra dan Alexa, salah satu pengawal bertanya pada laki-laki itu.


"Tidak perlu.., aku dan istriku akan segera pergi dari sini. Ingat.. jika papa datang kesini dan bertanya tentangku, tidak perlu kamu berbicara apa-apa. Bilang saja, jika kamu tidak tahu apa yang akan aku lakukan, dan juga tidak tahu dimana keberadaanku." Ravendra segera memberi perintah pada para pengawalnya,


"Baik Tuan muda.., dengan segenap jiwa kami, semua akan kami lakukan."


Ravendra segera mengambil kunci mobil, kemudian menarik tangan Alexa dan langsung menuju ke tempat mobil mereka ditinggalkan. Tanpa banyak kata, laki-laki itu segera mengangkat tubuh Alexa dan mendudukkannya di dalam mobil, kemudian laki-laki itu menyalakan mesin mobil. Dalam kegelapan malam, mobil itu melesat pergi meninggalkan bukit karst yang berada tidak jauh dari barn Castle,


Dalam perjalanan, Alexa terdiam. Hanya saja perasaan perempuan itu bisa mengetahui jika suaminya kali ini sedang dalam keadaan gundah. Alexa tidak dapat menebak apa yang dirasakan oleh suaminya, tetapi perempuan itu tidak mampu untuk bertanya pada Ravendra. Beberapa saat kemudian..


Ravendra menoleh pada perempuan yang saat ini sudah menjadi istrinya itu, kemudian laki-laki itu memaksakan diri untuk tersenyum.


"Ya sudah.., jika kakak tidak mau atau belum mau untuk bercerita, Alexa tidak akan memaksa." melihat kediaman suaminya, Alexa merasa jika dia memang tidak boleh mengetahui apa yang dipikirkan oleh suaminya itu.


"Bukan begitu honey.., hanya saja aku bingung mau menyampaikan apa kepadamu." tiba-tiba Ravendra membuka mulut menanggapi perkataan istrinya,

__ADS_1


"Tidak perlu terlalu banyak berpikir kak..., menyetirlah dengan perasaan tenang. Alexa paham, betapa complicated permasalahan yang dihadapi oleh Kak Ravend.. Alexa mau tidur sebentar boleh..?" Alexa tidak memaksa, gadis itu malah meminta ijin untuk beristirahat.,


Tangan kiri Ravendra diangkat, kemudian mengusap pelan kepala Alexa dan wajah perempuan itu.


"Tidurlah honey... sweet dream.. hari memang sudah menjelang malam." bisik Ravendra. Sebuah kecupan dihadiahkan laki-laki itu di dahi istrinya.


**********


Alexa membuka matanya,  perempuan itu heran karena tidak mengenali tempat yang saat ini digunakannya untuk beristirahat. Tetapi karena merasa lengket belum mandi sejak tadi pagi meninggalkan rumah, akhirnya perempuan itu berjalan mencari kamar mandi.


"Kamar siapa lagi ini, dan kemana kak Ravendr..?" Alexa bertanya pada dirinya sendiri. Mata perempuan itu berkeliling ke penjuru ruangan, tetapi belum melihat keberadaan suaminya,


"Mungkin saja Kak Ravend membawaku ke hotel, karena terlalu capai untuk berkendara menuju ke kastil. Aku akan mandi dulu saja.." Alexa memutuskan untuk tidak mempedulikan apa yang dilihatnya saat ini.


Perempuan itu segera menuju ke kamar mandi. Setelah menyiapkan air hangat, dan meneteskan beberapa tetes aroma theraphy, Alexa memutuskan untuk berendam. Rasa hangat mulai menyentuh pori-porinya,  dan juga rasa tenang relax mulai menyelimuti pikirannya.


"Hmmm... aroma sabun mandi, dan aroma theraphy betul-betul menyejukkan, dan memudarkan rasa lelah di sekujur badanku. Hari ini seluruh anggota tubuhku sudah terlalu lelah dan terlalu banyak beraktivitas. Syukurlah.., kak Ravend sudah menyiapkan ini semua untukku." Alexa tersenyum dan bergumam sendiri.


Beberapa saat berendam, tiba-tiba perutnya berbunyi, dan merasa lapar. Alexa teringat, jika seharian penuh, perutnya belum terisi apapun. Berpikir untuk mencari pengisi perut, perempuan itu segera mengakhiri mandinya. Hanya menggunakan kimono handuk, gadis itu keluar dari dalam kamar. Disitu baru Alexa menyadari, jika dia tidak memiliki baju di kamar ini. Padahal baju yang sudah dikenakannya sejak tadi pagi, sudah terlihat lecek dan kotor.

__ADS_1


"Huh.. aku harus pakai pakaian apa ini..? Masak aku harus mengenakan kimono ini juga.." Alexa bertanya pada dirinya sendiri. perempuan itu berpikir jika tidak mungkin, dia akan keluar dari dalam kamar hanya mengenakan pakaian seperti itu.


***********


__ADS_2