Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Pencarian


__ADS_3

Johan terperanjat, sejak tadi dia melupakan kedekatan nona muda Alexa dengan perempuan tua yang pernah berkunjung ke kastil. Pada kasus konflik mereka yang pertama dengan vampire tanpa identitas, mereka juga terhubung dengan perempuan itu. Tetapi kenapa sejak tadi, Johan lupa memanfaatkan Cathy untuk mencari tahu keberadaan Alexa. Mungkin juga dikarenakan kepergian Alexa kali ini, pergi bersama dengan Thomas papa kandungnya, sehingga Johan tidak begitu khawatir.


"Baik Tuan Muda.., saya akan segera meluncur menuju rumah perempuan itu. Jika tuan muda berkenan, tuan muda bisa ikut pergi bersama saya, atau pergi sendiri menelusuri hutan ini." Johan menjawab pertanyaan tuan muda Ravendra.


"Terlalu banyak bicara kamu. Cepat kamu berada di depan, kita akan segera mendatangi perempuan tua itu." Ravendra terlihat jengkel dengan reaksi Johan. Tetapi mendengar perkataan Ravendra dengan nada tinggi, Johan tidak lagi memberikan tanggapan. Laki-laki itu dengan cepat melompat meninggalkan tempat itu, dan di belakangnya Ravendra mengikutinya dengan cepat.


Beberapa saat kedua laki-laki muda itu berkejar-kejaran di dalam hutan, dan terlihat beberapa binatang menyingkir melihat aura yang muncul dari kedua laki-laki itu. Wajah Ravendra sudah tidak terlihat keramahan sama sekali, kehilangan Alexa disikapi laki-laki itu untuk menghancurkan dunianya.


Setelah beberapa menit dihabiskan untuk mendatangi rumah Cathy, akhirnya terlihat bangunan tua dengan cat yang sudah terlihat kusam di depan mata mereka berdua. Tidak menggunakan kata permisi, kedua laki-laki muda itu langsung menerobos masuk ke rumah perempuan tua itu. Kebetulan ketika mereka sudah turun di depan rumah itu, pintu rumah dalam keadaan terbuka sehingga memudahkan mereka untuk memasukinya.


Seorang laki-laki muda berwajah pucat keluar dari dalam sebuah kamar, dan dengan tatapan terkejut melihat pada Johan dan Ravendra. Laki-laki itu segera menarik sebuah bayonet panjang yang ada di depannya, kemudian merangsek maju ke depan dua laki-laki muda itu sambil menghunus bayonet di depan wajahnya. Tidak mau menghabiskan waktu berurusan dengan laki-laki berwajah pucat itu, tangan Ravendra terulur ke depan, dan dengan cepat memegang bayonet dan dengan kekuatannya membengkokkan bayonet tersebut.


"Dimana Bibi Cathy.. kami ingin bertemu dengan perempuan tua itu. Cepat katakan, dan suruh perempuan tua itu menemuiku disini. Cepat..." suara keras dengan nada tinggi diucapkan Ravendra. Kedua mata Ravendra dengan tajam menghunus ke depan.


"Tidak ada sopan santunnya sama sekali. Masuk dan menerobos rumah orang tanpa permisi, dan sekarang dengan lancang sekali kamu memerintahku. Siapa yang akan mau menuruti perintah dari orang gila sepertimu.. cuih.." bukannya merasa ketakutan, laki-laki berwajah pucat itu dengan berani menjawab perkataan Ravendra dan membuang ludah di depannya.

__ADS_1


"Bastard... bukk... brakk.." melihat kekasaran laki-laki itu berbicara dengan tuan mudanya, dengan cepat pukulan dan tendangan Johan diarahkan pada anak muda itu. Tidak bisa dicegah, tubuh laki-laki itu terpental ke belakang, dan menabrak tumpukan kardus yang ada di belakang laki-laki itu.


"Berani kamu bicara lagi dengan mulut kotormu, akan aku hancurkan kepalamu. Sekarang hanya ada dua pilihan untukmu... jawab pertanyaan tuan muda.. atau aku ratakan rumahmu ini." dengan wajah merah karena marah, Johan merangsek ke depan. tangannya mencekal leher laki-laki itu. Tetapi laki-laki itu malah tersenyum meremehkan, sepertinya sedikitpun juga tidak ada rasa takut dari laki-laki itu menghadapi sikap dan perlakuan Johan yang kejam.


"Apa kalian pikir aku takut untuk menerima kematian, dan kehancuran tubuhku dari dunia yang memuakkan ini. Ha.. ha.. ha.., lakukanlah. Aku akan sangat berterima kasih, jika aku berhasil melewati dunia ini dengan kematian pada diriku... Lakukanlah.. aku tidak akan berbicara untuk memberi tahu apa-apa kepada kalian berdua.." dengan tertawa terbahak-bahak, laki-laki berwajah pucat itu malah menantang Johan.


"Plakk... dukkk... brakkk..." kembali Johan melayangkan beberapa pukulan pada laki-laki yang dipegangnya itu, kemudian menghempaskan tubuhnya kembali ke lantai.


"Ada apa ini... apa yang kalian lakukan pada putraku.. Siapa kalian..?" tiba-tiba dari pintu belakang muncul perempuan tua. ,Melihat laki-laki berwajah pucat itu tersungkur di lantai dengan badan penuh luka., perempuan itu langsung menjatuhkan tubuhnya ke lantai.


Merasa perempuan tua yang dicarinya sudah ada di depannya, Ravendra memberi isyarat pada Johan. Tanpa menunggu pengulangan, Johan berjalan mendekati Cathy kemudian laki-laki itu duduk mensejajarkan diri dengan perempuan tua itu.


"Bibi... apakah Bibi ini yang bernama Bibi Cathy.. yang sering berinteraksi dengan nona muda Alexa." Johan lebih mengecilkan suaranya, karena merasa berbicara dengan perempuan yang lebih tua,


Mendengar nama Alexa yang sudah dianggap sebagai cucunya disebut oleh laki-laki itu, perempuan tua itu menengadahkan wajahnya melihat pada Johan.

__ADS_1


"Benar namaku Cathy.. siapa sebenarnya kalian. Datang ke rumah kami. dan membuat kekacauan seperti ini." perempuan tua itu menjawab pertanyaan Johan, dan matanya belum mau beranjak, tetap menatap laki-laki di depannya itu dengan tajam.


"Nona muda Alexa hilang Bibi.., dan menurut laporan dari para pengawal, tadi nona muda berpamitan untuk datang ke tempat Bibi Cathy. Jika diperbolehkan, ada dimana Bibi menyembunyikan nona muda kami?" dengan hati-hati Johan bertanya tentang Alexa. Ravendra sudah geram di belakangnya, merasa tidak sabar untuk mendengar jawaban dari perempuan tua itu.


"Cucuku.. cucuku hilang... Andrew.. apakah kamu ada di belakang hilangnya cucuku Alexa. Jika iya, dimana kamu dan teman-temanmu menyembunyikannya?" tidak diduga, mendengar hilangnya Alexa, perempuan itu menatap putranya dengan tatapan kemarahan.


"Ha... ha.. ha..., perempuan itu hilang. Ha.. ha.. ha... pembalasan tahap pertama sudah dimulai oleh teman-teman mama. Meskipun Andrew tidak tahu ada dimana perempuan itu, tapi kabar ini merupakan kabar bahagia untuk Andrew mama.. ha.. ha.. ha.." Andrew tertawa terbahak-bahak mendengar tidak ditemukannya Alexa.


Melihat reaksi putra laki-lakinya, Bibi Cathy kembali melihat pada dua laki-laki muda di depannya itu.


"Putraku tidak melakukan apapun, meskipun sikapnya begitu. Tetapi putraku tidak terlibat sedikitpun dengan hilangnya cucuku Alexa. Kalian bisa mencarinya di pusaran pepohonan di hutan sebelah utara. Biasanya manusia yang masuk ke hutan ini, mereka akan tersesat dengan rimbunnya pepohonan. Jika kalian ijinkan, aku akan mengikuti kalian, aku akan ikut mencari cucuku.." Bibi Cathy segera memberikan keterangan, yang langsung dicerna oleh kedua laki-laki itu.


Tanpa berbicara lagi, Ravendra segera keluar dari dalam rumah dengan diikuti Johan. Tanpa melihat ke belakang, kedua laki-laki itu segera melompat meninggalkan rumah Cathy. Bagi mereka, setiap detik dan setiap waktu sangat berharga untuk menemukan Alexa.


**********

__ADS_1


__ADS_2