Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Diajukan Pestanya


__ADS_3

Mata Thomas melihat dengan seksama rekaman video yang sudah disortir di depannya. Tampak sambil memegangi perutnya, dengan dituntun Ravendra, Alexa menuruni lift langsung ke lobby hotel. Beberapa pengawal tampak menyambut mereka, tetapi Ravendra langsung menangani sendiri Alexa sampai mereka meninggalkan hotel. Tidak lama kemudian, beberapa pengawal mengikuti mobil yang dikemudikan Ravendra.


"Tidak salah lagi, Ravendra pasti membawa putriku ke rumah sakit. Laki-laki itu tidak mau mengganggu jalannya pesta pernikahan adik kandungnya dengan Johan, sehingga memilih untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Jadi alasan kedua nomor ponsel mereka tidak bisa dihubungi itu, karena mereka berdua sedang menyiapkan persalinan. Aku harus segera menghubungi ponsel pengawal itu, aku akan menanyakan ada dimana rumah sakit yang mereka pilih untuk melahirkan cucuku." Tuan Thomas langsung membuat kesimpulan,


Laki-laki itu kembali mengambil ponselnya, dan setelah menemukan nomor salah satu pengawal Ravendra, laki-laki itu segera melakukan panggilan. Untung saja, tidak perlu menunggu lama, panggilan laki-laki itu langsung tersambung dan diterima oleh pengawal menantunya.


"Siap Tuan Thomas.. apakah ada perintah untuk kami." dengan cepat, pengawal itu merespon panggilan yang diberikan oleh Thomas.


"Ada dimana tuan muda Ravendra dan nona muda ALexa. Apakah saat ini kalian sedang bersamanya." dengan tidak sabar, Thomas langsung menanyakan keberadaan putri dan menantunya.


"Kami saat ini berada di rumah sakit internasional milik Thumbay Group tuan Thomas. Tuan muda Ravendra menolak kami untuk menyertai mereka berdua ke dalam. Sepertinya nona muda Alexa sudah akan melahirkan tuan, karena tadi terlihat kepanikan di wajah tuan muda ketika mengangkat dan membopong nona muda ALexa. Namun.. sampai sekarang kami belum mendapatkan berita lanjutan." pengawal Ravendra segera memberikan informasi tentang keberadaan Alexa dan Ravendra.


"Okay.. terima kasih. Tambahkan pengawal di rumah sakit itu, untuk memastikan keamanan dan keselamatan putri dan menantuku. Beberapa dari kami akan segera menyusul kesana." Thomas langsung memberikan perintah.


"Siap tuan Thomas.." sahut pengawal dengan cepat.


Setelah mengakhiri panggilan telpon, Thomas merasa bingung. Laki-laki ini malah masih duduk di kursi, bingung dengan apa yang akan dilakukannya. Seperti Ravendra dan Alexa, Thomas juga memikirkan tentang kekacauan yang akan muncul di pesta, jika laki-laki itu naik dan membawa kabar tentang proses kelahiran bayi ALexa. Jadinya, laki-laki itu terlihat seperti orang bengong duduk berselonjor di atas kursi.

__ADS_1


Beberapa saat, Thomas menghabiskan waktu dengan duduk bengong tanpa aktivitas apapun. Bahkan ketika Nyonya Sarah dengan didampingi Johan masuk ke ruangan itu dengan mendorong pintu, laki-laki itu masih tidak menyadarinya. Pikiran mana yang akan didahulukannya, malah membuat Thomas menjadi orang linglung.


"Papa.. apa yang terjadi. Kenapa papa tetap berada di ruangan ini, dan bagaimana kabar keberadaan putri dan menantu kita pa..?" berondongan pertanyaan dari Sarah, mengagetkan dan menyadarkan Thomas tentang tujuan utamanya dia meninggalkan pesta sendirian. Tetapi melihat keikut sertaan Johan di belakang istrinya..


"Johan.. untuk apa kamu turun ke kamar ini dengan mamanya Lexa.. Lanjutkan pesta, aku akan mengondisikan sendiri Alexa di rumah sakit.." Thomas membuar instruksi sederhana.


"Cucu kita sudah akan lahir pa... kenapa papa tidak memberi tahu mama sejak tadi. Membuat kami di atas merasa cemas dan khawatir, ayo kita segera menyusul mereka di rumah sakit." Sarah kaget dengan sikap linglung yang ditunjukkan suaminya.


Mendengar perkataan yang diucapkan istrinya, Thomas menjadi tergagap. Laki-laki itu seperti disadarkan tentang apa yang harus segera dilakukannya. Dengan sigap, Thomas langsung berdiri dan menggandeng Nyonya Sarah untuk meninggalkan tempat itu. Melihat kedua orang itu pergi meninggalkannya, Johan tanpa sadar mengikuti mereka di belakangnya. Untungnya Nyonya Sarah menyadarinya...


"Johan.. kamu itu pengantin, dan masih banyak tamu di roof top. Keberadaanmu di rumah sakit, tidak begitu diperlukan, cukup kami kedua orang tua Lexa. Segeralah kembali ke roof top, dan kondisikan para tamu. Jika semua acara sudah selesai, baru kalian segera menyusul ke rumah sakit. Kita akan ke rumah sakit mana pa..?" Sarah segera menanyakan dimana rumah sakit tersebut.


Johan hanya menatap kepergian dua orang tua itu dalam keadaan bingung. Tanpa melihat padanya lagi, dua orang itu sudah menghilang dari hadapannya dan masuk ke pintu lift.


**********


Roof Top

__ADS_1


Tidak diduga, begitu Johan datang kembali ke acara pesta pernikahannya, ternyata tamu-tamu yang datang sudah beranjak meninggalkan ruang pesta. Tinggal live music yang masih setia menghibur mereka. Dengan pandangan bingung, Johan bertanya pada Raveena istrinya dengan menggunakan isyarat matanya.


"Begitu Mommy tahu tentang perginya kak Ravend dan kak Lexa dari pesta ini, Mommy langsung memanggil MC, dan mengatakan jika pesta dinyatakan telah usai. bagi para tamu yang masih berada di tempat ini, mereka dipersilakan tetap stay sambil menikmati hidangan dan live music. Lihatlah.. beberapa tamu sudah mulai meninggalkan tempat ini.." Raveena tersenyum dan menunjuk pada orang-orang yang mulai berkurang. Sama sekali tidak terlihat, jika gadis itu merasa keberatan ditinggalkan oleh tamu-tamunya.


"Bagus sayang.. saat ini Tuan Thomas dan Nyonya Sarah sedang meluncur menuju rumah sakit internasional milik Thumbay Group. Kata pengawal yang berhasil dihubungi oleh Tuan Thomas, saat ini kak Ravend dan kak Lexa ada di rumah sakit tersebut." sahut Johan.


"Johan.. kamu teruskan bulan madumu dengan Veena putriku/. Aku dan mommy akan segera menuju rumah sakit, biarkan para tamu menikmati malam di roof top, tidak perlu kita mengusir mereka untuk pergi meninggalkan tempat ini." tiba-tiba Tuan besar Abraham sudah berada di belakang Johan.


"Baik pa.." sahut Johan singkat.


"No.. aku akan melihat keponakanku lahir. Bulan madu masih bisa kita lakukan di lain waktu dan lain tempat. Mommy.. papa, Veena akan ikut bersama dengan kalian.." tidak diduga, Raveena merelakan acara bulan madunya dengan Johan hanya untuk melihat keponakannya lahir.


"Kamu berangkat dengan Johan. Tidak mungkin bukan, kamu berangkat ke rumah sakit dengan pakaian seperti itu." mendapat teguran dari papanya, Raveena baru tersadar jika saat ini, dirinya sedang mengenakan gaun pengantin. Memang akan terjadi kehebohan jika dirinya sampai datang ke rumah sakit, dengan pakaian kebesaran itu.


Johan tersenyum melihat kebingungan istrinya, tanpa kata Johan segera mengangkat tubuh istrinya dan membawanya turun dari roof top untuk segera berganti pakaian. Raveena segera tanggap dengan perlakuan suaminya, gadis itu segera mengalungkan tangannya ke leher Johan, laki-laki yang sudah membuktikan janji kepadanya. Dengan penuh  rasa bahagia, Raveena menyandarkan kepala di dada laki-laki itu.


Tuan besar Abraham hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku pasangan muda itu. Laki-laki itu segera menggandeng tangan Nyonya besar Nancy, kemudian pergi menuju ke pintu lift.

__ADS_1


*********


__ADS_2