
Tempat Penyekapan Johan
Beberapa orang terdengar sedang melangkahkan kaki ke tempat Johan, John dan Jack disekap. Ketiga laki-laki itu memutuskan untuk tidak pura-pura lagi masih tertidur. Mereka menunggu kedatangan orang-orang tersebut, dan membuka matanya. Tali yang sebenarnya sudah terlepas dari tangan dan kaki mereka, dibiarkan tetap terlihat mengikat tangan dan kaki untuk tidak menimbulkan kecurigaan pada orang-orang tersebut.
"Brakk..." tiba-tiba pintu terbuka dari arah luar. Tiga orang yang baru datang dan saat ini berdiri di depan ketiga laki-laki itu, rupanya mendobrak pintu yang dalam keadaan tertutup, untuk dapat masuk ke dalamnya.
"Untungnya kalian bertiga sudah bangun.., jika belum akan aku siram kalian dengan air panas." melihat Johan dan kedua teman laki-lakinya sudah terbuka matanya, salah satu dari laki-laki itu menghardiknya.
Johan bersikap tenang, laki-laki itu malah memberikan senyum pada ketiga laki-laki yang menatapnya dengan tatapan dan sikap bermusuhan. Terbiasa menghadapi pertarungan, membentuk kepribadian Johan dan kedua temannya, terlihat tenang dan tidak sedikitpun ada kepanikan yang terlihat.
Dua orang laki-laki menarik tangan Johan, Jack dan John.., mereka kemudian menarik tali yang masih mengikat di kaki ketiga laki-laki itu. Tetapi terlihat laki-laki itu mengerenyitkan dahinya, sepertinya mereka merasakan jika tali yang mengikat ketiga laki-laki itu sudah kendor. Tetapi setelah beberapa saat, tampaknya laki-laki itu tidka begitu memusingkannya.
"Ikuti kami.., jangan melawab..!" terdengar kembali suara keras dari salah satu laki-laki itu. Johan menatap kedua rekannya, dan kedua laki-laki itu menganggukkan kepala. Tanpa menunggu teriakan keras dari orang-orang iti, Johan segera berdiri kemudian berjalan keluar mengikuti ketiga laki-laki itu.
Banyak tatapan ingin tahu dari banyak orang yang sedang beraktivitas di luar bangunan yang digunakan untuk menyekap Johan. Tetapi ketiga laki-laki yang membawa mereka, sedikitpun tidak terlihat ada keramahan di dalam dirinya. Tanpa menyapa orang-orang yang mengarahkan tatapan pada mereka, ketiga laki-laki itu berjalan sambil menatap ke depan dengan muka datar.
Tidak lama kemudian, mereka memasuki sebuah tanah lapang yang banyak ditumbuhi oleh rumput. Di pojok tanah lapang tersebut, beberapa ekor kuda dan sapi sedang memakan rumput yang tumbuh disitu. Johan berpikir jika mereka akan berhenti di tempat tersebut, ternyata dugaannya keliru. Ketiga laki-laki tiu terus membawanya, dan ketika sampai pada sebuah pondok kecil, ketiganya berhenti.
__ADS_1
"Alessandro.., jaga ketiga laki-laki itu! Aku akan menemui tetua, apakah laki-laki itu sudah memiliki waktu untuk bertanya pada mereka bertiga." salah satu laki-laki yang terlihat garang, berbicara pada kedua teman laki-lakinya. Johan hanya diam melihat interaksi ketiganya, tidak ada keingin tahuan pada dirinya sama sekali.
"Lakukan tugasmu.., aku akan mengawasi mereka. Jika mereka ingin membuat perhitungan denganku, aku akan siap untuk melayaninya." laki-laki yang disebut dengan nama Alessandro menanggapi perkataan temannya.
Johan, Jack, dan John tetap terdiam. Mereka memutuskan untuk mengikuti apa yang diperintahkan oleh orang-orang itu. Ketiganya hanya menatap Alessandro dengan senyuman terkulum di bibirnya. Tidak lama kemudian, dari dalam ruangan, kedua laki-laki itu sudah kembali dan berjalan untuk menemui mereka.
"Ayo kita masuk ke dalam.., tetua sudah akan bertemu dengan mereka bertiga.." satu dari laki-laki itu memberi tahu pada mereka.
***********
"Siapa kalian.., dan apa maksud kalian datang ke hutan dengan merusak pepohonan, dan habitat yang ada di hutan ini.." dengan tatapan tajam, laki-laki paruh baya itu bertanya pada Johan dan kedua temannya. Tatapan tajam tersebut, seakan menembus ke hati ketiga orang itu.
"Aku tidak memiliki maksud apa-apa, apalagi untuk merusak hutan Tuan.. Kedatanganku ke hutan ini, untuk mencari keberadaan Tuan muda dan Nona Muda kami. Menurut pemeriksaan, private jet yang dikendarai mereka meledak, dan kemungkinan terbesar mereka akan berada untuk menyelamatkan diri di tengah hutan ini. Untuk tujuan itulah.., kami berani datang untuk masuk ke dalam hutan." Johan dengan berani menjawab pertanyaan orang tersebut.
Laki-laki paruh baya itu mengalihkan pandangan, dimana semula mereka menatap Johan dan kawan-kawan. Kali ini, laki-laki itu menatap pada ketiga orangnya.
"Apakah kalian mendengar ada pesawat jatuh di sekitar sini..?" laki-laki itu bertanya pada ketiga anak buahnya,
__ADS_1
"Iya father..., sebagian bangkai pesawat ada di balik bukit sebelah sana. Tetapi sepertinya pesawat itu jatuh, bukan karena kerusakan dari pesawatnya. Kami juga menemukan detonator.., yang bisa memicu terjadinya peledakan pada pesawat tersebut. Orang-orang kita sudah menjinakkannya." tidak diduga, meskipun orang-orang itu tinggal di tengah hutan, ternyata mereka memiliki pengetahuan tentang teknologi.
"Apalagi yang kamu temukan..?" laki-laki tua itu kembali menambahkan pertanyaan.
"Selain detonator, ada juga alat untuk melemahkan signal. Sepertinya ketika pesawat itu sudah berada di ketinggian tertentu, tiba-tiba mereka kehilangan signal, dan pilot akan mengalami kegagalan dalam menjalankan pesawat. Hanya itu father.. yang dapat kami simpulkan dari kejadian tentang pesawat yang meledak itu." laki-laki itu menambahkan.
"Tetapi tidak ada satupun orang, bangkai atau abu bekas orang yang terbakar. Kemungkinan besar, memang penumpang yang ada pada pesawat tersebut bisa menyelamatkan diri mereka." laki-laki satunya menambahkan keterangan.
Laki-laki paruh baya itu kembali terdiam, dan setelah beberapa saat kembali menatap ke arah Johan, John, dan Jack. Ketiga laki-laki yang ditatap, tersenyum mencoba mengambil hati laki-laki paruh baya itu.
"Untuk sementara.., kami akan mempercayai keterangan yang kalian berikan. Tetapi kita tidak dapat mentolerir tindakan kalian, yang telah menebang pohon-pohon dengan serabutan. Sama sekali tidak terpikir oleh kalian, bagaimana rantai makanan yang ada di hutan ini." laki-laki itu kembali mengarahkan pandangan pada Johan bertiga.
"Beri hukuman pada mereka bertiga, minta mereka untuk menggali bahan tambang di dekat bukit. Jika mereka bisa memuaskan kita, mereka akan kita lepaskan. Tetapi sebaliknya, jika ternyata kalian mengecewakan kami, maka untuk selamanya kalian harus tetap berada di hutan ini. Tidak boleh keluar, dan kembali pada komunitas dimana kalian berada." Johan terkejut mendengar perkataan laki-laki paruh baya itu. Tetapi posisinya saat ini, tidak akan memberinya keuntungan, jika dia membantah perkataan orang tersebut.
Sepertinya Johan juga akan menunggu, hal apa lagi yang akan dilakukan oleh orang-orang yang tinggal di tengah hutan itu. Melihatnya memiliki sikap welas asih pada lingkungan, menimbulkan harapan baru pada diri Johan.
*************
__ADS_1