
Seperti yang sudah direncanakan, ternyata para pengawal Ravendra tidak membawa Nona Muda Alexa menuju ke tempat jatuhnya helikopter, tetapi mereka membawa pulang Alexa ke kastil Ravendra. Mereka segera mengangkat tubuh ALexa yang masih terlelap tidur karena pengaruh obat yang mereka berikan, kemudian membawanya langsung masuk ke dalam kastil. Para maid melihat Nona Mudanya yang terlihat seperti pingsan, segera membukakan pintu rumah, dan mengantarkan para pengawal itu untuk memasukkan Alexa ke dalam kamar.
Setelah membaringkan tubuh Alexa di dalam ranjang, para pengawal itu kembali keluar, kemudian pergi meninggalkan kastil Ravendra. Para maid terlihat panik melihat kondisi Alexa, beberapa segera berlari menyiapkan air hangat untuk membersihkan tubuh Alexa dan mengganti bajunya. Tubuh Alexa memang banyak debu dan kotoran yang melekat karena situasi di Santorini tadi.
"Cepat air hangatnya, dan kamu cepat siapkan baju ganti untuk Nona Muda. Sepertinya Nona Muda bukan mengalami pingsan, tetapi Nona muda sedang tertidur lelap. Mungkin beberapa pengawal memberinya obat tidur, agar mudah untuk dibawa pulang." teriak salah satu maid memerintah maid lainnya.
Seorang maid segera datang mendekat dengan membawa air hangat dan kain lap di tangannya. Dengan sigap, para maid membersihkan tubuh gadis itu dari debu yang melekat di tubuhnya, kemudian menggantikan baju yang dikenakannya. Mata para maid itu terbelalak melihat tubuh mulus ALexa, dan membersihkan dan mengoles bagian-bagian tubuh Alexa yang memar dengan menggunakan salep.
"Kita harus berjaga di luar kamar Nona Muda.., siapa tahu saat gadis ini sadar, Nona Muda akan membutuhkan bantuan kita." setelah mereka selesai membersihkan tubuh Alexa, mereka segera berembug.
"Iya.., aku akan menyiapkan menu untuk makan Nona Muda. Beberapa berjaga di depan pintunya, aku yakin Nona muda akan merasa lapar ketika sudah terbangun." maid yang lain menyahuti perkataan maid lainnya.
Akhirnya setelah memastikan jika Alexa masih tertidur, mereka menutup tubuh gadis itu dengan menggunakan selimut. Setelah mengatur suhu pendingin ruangan, mereka segera keluar meninggalkan kamar tempat beristirahat ALexa.
*********
__ADS_1
Setelah melompat dari helikopter, sambil membopong tubuh Ravendra di kedua tangannya, Johan langsung terbang untuk menuju ke kastil Ravendra. Laki-laki itu tidak mempedulikan aturan yang sudah dibuat oleh pemerintah setempat, yang melarang manusia vampire untuk menunjukkan dirinya secara langsung. Apalagi jika dilakukan di waktu siang hari. Tetapi melihat kondisi yang dihadapi oleh Tuan Mudanya, Johan nekad melanggar peraturan tersebut. Dalam pikirannya saat ini, yang penting Tuan Muda Ravendra bisa tertolong, baru nanti dia memutuskan untuk berurusan dengan birokrasi.
"Aku harus segera membawa Tuan Muda ke tempat treatment yang ada di kastil. Aku tidak bisa membawanya ke rumah sakit, karena adanya tekanan dari alat yang dipasangkan di kedua pergelangan tangan Tuan Muda, peralatan medis tidak akan bisa menyembuhkannya." Johan berbicara pada dirinya sendiri. Laki-laki itu mengamati sepasang gelang besi yang mengunci kedua pergelangan tangan tuan muda Ravendra. Kedua gelang itu memiliki kekuatan, menghisap kekuatan yang dimiliki seorang manusia vampire. Sepintar apapun manusia vampire, mereka tidak akan berdaya jika kedua gelang itu sudah menghisap kekuatannya.
"Tidak ada yang bisa melepaskan kekuatan gelang ini di pergelangan tangan Tuan muda, selain pengurus Santorini. Aku akan merawat tuan muda di kastil, baru aku akan menemukan keberadaan para pengurus Santorini yang asli." kembali Johan bergumam, kemudian laki-laki itu menambah kecepatan terbangnya, dan langsung menuju ke atap kastil Ravendra.
**********
Alarm di rumah Ravendra berdering kencang, mereka menangkap sinyal adanya penyelundup yang masuk ke kastil tersebut. Tetapi seketika mereka menjadi panik, ketika mereka menangkap dalam layar CCTV, Johan menggendong seorang laki-laki dengan kedua tangannya, dan masuk ke dalam kastil melewati pintu yang ada di atap bangunan. Mereka segera berlari untuk menyambut kedatangan Johan.
"Pergilah.., kirim orang-orang untuk melakukan penyelidikan di kastil pimpinan pusat manusia vampire di Santorini. Temukan tempat untuk menahan pengurus Santorini yang asli." setelah memastikan Ravendra mendapatkan pertolongan, Johan memberikan perintah kepada orang-orang itu.
"Siap Tuan Johan..., beberapa di antara kami sudah meluncur ke tempat itu beberapa menit yang lalu. Kebetulan, saya mendapatkan tugas berjada di kastil ini." dengan cepat, laki-laki itu melaporkan posisi dirinya saat ini.
"Baiklah jika begitu.., segera beri aku laporan jika sudah mendapatkan berita yang menggembirakan. Aku sendiri yang akan datang ke kastil Santorini, jika sudah ada kepastian tentang posisi mereka." dengan cepat Johan menanggapi mereka kembali. Laki-laki itu kemudian duduk di samping Ravendra yang terlihat masih lemah lunglai terbaring di atas ranjang. Beberapa pengawal itu segera membiarkan Tuan Johan sendiri bersama dengan Tuan Muda. Mereka segera keluar dari ruangan itu untuk kembali menuju tempat tugas mereka masing-masing.
__ADS_1
"Tuan Muda..., maafkan ketidak cermatan saya. Saya betul-betul tidak menyangka akan menjadi seperti ini yang sudah terjadi. Kami terlambat menyadari, jika Robin dan Tami sudah berhasil memprovoaksi dan mengelabui kita semua sampai sejauh ini. Maafkan saya..!" Johan menatap wajah Ravendra yang masih terbaring lunglai dengan perasaan sedih.
Saat ini tidak ada yang dapat dia lakukan untuk mengurangi derita yang dialami oleh Tuan Mudanya. Gelang itu memang memiliki fungsi penyerap kekuatan manusia vampire yang sangat ampuh. Laki-laki itu tidak mengira, jika Tuan Muda Ravendra sampai mendapatkan hukuman seperti itu, padahal Tuan mudanya tidak melakukan sebuah kesalahan. Biasanya gelang itu diberikan pada manusia vampire yang melakukan kejahatan yang tidak dapat ditolerir, tetapi Robin telah melakukannya pada Ravendra.
"Lihat saja Robin,.., Tami.. aku akan membalasakan rasa sakit yang dialami Tuan muda Ravendra saat ini kepada kalian semua. Aku tidak akan membiarkan kalian bebas berkeliaran, dan berbuat kejahatan pada manusia vampire lainnya." dengan tatapan marah, Johan membuat tekad.
Laki-laki itu kemudian berdiri, dan sekali lagi menatap ke arah Tuan Muda Ravendra. Setelah beberapa saat, Johan kemudian berjalan dan keluar dari ruangan treatment.
"Bagaimana dengan Nona Muda Alexa..?" Johan langsung bertanya pada maid yang menunggunya di luar pintu kamar tempat perawatan Ravendra.
"Masih dalam kondisi tertidur Tuan Johan. Beberapa pengawal sepertinya sudah memberikan obat tidur pada nona muda." maid menjawab pertanyaan yang diberikan Johan dengan jelas.
"Tidak apa-apa, tetap awasi Nona Muda. Jangan biarkan nona muda mengambil keputusan yang membahayakan. Aku akanĀ menyusul para pengawal lain pergi ke kastil Santorini kembali. Awasi Tuan muda dan nona muda." suara tegas Johan terdengar memberikan arahan pada para maid.
*********
__ADS_1