Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Bertahan di Hutan


__ADS_3

Mereka berlima menikmati ikan bakar dan buah potong di bawah pohon besar. Orang yang tidak tahu pasti mereka akan mengira, jika kelima orang ini sedang melakukan camping. Tetapi meskipun mereka berada disini karena privat jet mereka mengalami kecelakaan, tidak tampak ada kesedihan sedikitpun di antara mereka.


"Steven.., Ronald.. apakah kalian membawa peralatan cadangan untuk menyambungkan radio di tempat ini. Aku butuh itu untuk segera menghubungi Johan akan kejadian ini. Di hutan ini, ternyata sama sekali tidak signal yang dapat kita gunakan untuk menghubungi dunia luar." sesaat mereka menikmati makanan, Ravendra bertanya pada Steven dan Ronald.


Alexa menyingkirkan duri, dan mengambil daging dari ikan bakar tersebut. Kemudian perempuan muda itu, menyuapkan daging ikan tersebut ke mulut Ravendra. Tanpa bicara, laki-laki muda itu langsung mengunyah dan menelan daging tersebut. Hal itu terjadi untuk beberapa kali. Tanpa berkedip, Salsa melihat keintiman pasangan suami istri, dan timbul iri pada pasangan itu.


"Sepertinya ada Tuan muda.., kami juga ada walky talkie. Mungkin kita bisa merakit ulang peralatan tersebut, dan menggunakannya untuk menghubungi dunia luar." Steven langsung menanggapi perkataan Tuan muda Ravendra.


Setelah mereka selesai makan, Ravendra berdiri dan mengamati sebuah pohon dari bawah. Laki-laki itu terlihat antusias melihat ke atas dahan-dahan yang ada di atas. Merasa penasaran dengan apa yang dilakukan suaminya, Alexa datang mendekat pada Ravendra.


"Apa yang sedang kak Ravend lihat.. sepertinya sesuatu yang penting..?" dengan suara lirih, ALexa bertanya pada laki-laki muda itu.


Ravendra menoleh ke arah istrinya, kemudian meraih bahu Alexa kemudian memeluk dan membawanya berdiri di sampingnya.


"Kita tidak bisa tidur di atas tanah nanti malam.., kita harus membuat hammock yang kita ikatkan di dahan pohon. Keberadaan kita sudah mengundang beberapa binatang buas untuk datang kemari. Akan aman bagi kita, jika kita berada di atas pohon." Ravendra menunjuk ke atas, beberaha dahan yang berdampingan dengan batang pohon yang tidak terlalu besar, terlihat cukup kuat untuk menahan tubuh mereka.


"Lalu bahan apa yang akan kita gunakan untuk membentuk hammock kak..?" merasa tidak membawa peralatan untuk survivor, Alexa bertanya pada laki-laki muda itu.

__ADS_1


Mendengar perkataan yang disampaikan istrinya, membuat bibir Ravendra terbuka. Laki-laki itu tersenyum, kemudian menekan belakang kepala Alexa untuk didekatkan ke wajahnya.


"Cup.." sebuah kecupan ringan diberikan laki-laki itu di kening istrinya. ALexa melengos malu, kemudian melihat ke belakang. Terlihat Steven, Ronald dan Salsa memalingkan muka, pura-pura tidak melihat kejadian tersebut,


"Kita akan merubah bentuk dari kain parasut itu honey... Terlalu lebar kain itu, sebagian kita bisa membuatnya untuk hammock, dan sebagian kita gunakan untuk menyelimuti tubuh kita, agar tidak kedinginan. Untuk menolak gigitan nyamuk, nanti dibantu Salsa kamu bisa mendapatkan daun Africa, tumbuk dan haluskan. Kemudian oleskan di permukaan tubuh kita, ramuan itu akan sangat mujarab untuk menolak gigitan nyamuk dan binatang lainnya." dengan panjang lebar, Ravendra menjelaskan pada ALexa.


"Alexa ikut kak Ravend saja.., ayo segera dikerjakan. Karena Alexa masih ingin segera istirahat, lagi malas untuk jalan-jalan di hutan.." ucap Alexa dengan tidak sabar..


Ravendra tersenyum, kemudian melambaikan tangan memanggil Steven dan Ronald untuk membawa kain parasut mendekat kepadanya.


"Potong sepanjang ukuran dan lebar ini.. Kemudian cari akar yang kuat, kita akan membuat hammock darurat untuk kita beristirahat malam ini. Cepat lakukan.., dan kamu Salsa. Temani istriku untuk mengumpulkan daun Africa, kita akan menggunakannya untuk membuat obat hermal anti gigitan nyamuk." dengan tegas, Ravendra memberi perintah kepada ketiga orang itu.


"Siap Tuan muda.." tanpa membantah, ketiga orang itu segera mengerjakan tugas yang diberikan oleh Ravendra.


************


Alexa segera berjalan menyusuri hutan dengan ditemani oleh Salsa. Dengan berbekal pisau kecil, kedua perempuan muda itu menembus hutan rimba untuk mengumpulkan daun Africa. Alexa berjalan di depan, dengan bergabungnya perempuan muda itu menjadi mahasiswa pecinta alam di kampusnya dulu, cukup memberinya pengalaman bagaimana harus bertahan hidup di hutan tersebut, Begitupun Salsa, untuk dapat diterima menjadi pramugari untuk private jet miliki keluarga Ravendra, banyak serangkaian test yang harus diselesaikannya. Termasuk bagaimana dia harus bertahan hidup, jika mereka terdesak dan tersesat di tengah hutan.

__ADS_1


"Salsa.., sepertinya kita harus berpisah. Sudah sejauh ini kita berjalan.., tetapi kita belum dapat menemukan daun Africa sedikitpun. Kita harus menghemat waktu, kamu bergerak ke arah sana, dan aku bergerak ke arah sini. Setelah tiga puluh menit kita berpisah, tidak peduli apakah kita sudah mendapatkan daun itu atau belum, kita harus kembali ke tempat ini. Kita kembali ke tempat ini bersama-sama.." Alexa tiba-tiba membuat sebuah usulan.


"Tetapi bagaimana dengan Nona Muda ALexa.., apakah nona muda berani mencari sendiri tanpa ada temannya?" Salsa seperti mengkhawatirkan Alexa. Perempuan muda itu bertanya pada istri dari majikannya itu.


"Salsa..., Salsa.., jika aku yang usul, berarti aku berani dong. Jangan khawatirkan aku, aku bukan merupakan perempuan yang lemah. Aku sudah terbiasa melakukan halang rintang di tengah hutan, selagi aku masih menjadi mahasiswa kuliahan." Alexa menjawab pertanyaan Salsa, mencoba menghilangkan kekhawatiran yang dialami oleh perempuan itu.


Salsa menatap dengan penuh keraguan kepada Nona Muda Alexa, dan perempuan muda itu malah tersenyum dan menganggukkan kepala. Akhirnya Salsa menghela nafas panjang, kemudian menyetujui usulan yang diberikan oleh Alexa. Kedua gadis itu kemudian berpisah, yang satu berjalan ke kanan dan yang satu berjalan ke kiri. Sebelum mereka pergi berpisah, Alexa memberi tanda sebagai tempat mereka untuk bertemu kembali.


Beberapa saat berjalan, mata Alexa melihat keberadaan tumbuhan Africa yang tumbuh subur, Perempuan muda itu kemudian berjalan mendekati tempat tersebut. Melihat banyaknya daun Africa, dengan segera Alexa memetik beberapa daun yang diperkirakan cukup untuk kebutuhan mereka berlima.


"Prang..., clap..." tiba-tiba Alexa terkejut. Gadis muda itu menghentikan aktivitasnya, telinga gadis itu menangkap suara besi dan seperti anak panah yang sedang menancap. Tetapi ketika gadis itu memasang kembali telinganya, suara itu kembali menghilang.


"Suara apakah itu.., apakah aku harus membiarkannya atau aku mencarinya. Dari suaranya yang terdengar jelas, sepertinya suara itu bersumber tidak jauh dari tempat ini." ALexa bergumam sendiri. Mata gadis itu beredar ke sekeliling mencoba menembus kegelapan hutan..


"Aku tidak boleh gegabah, aku akan memberi tahu kak Ravend.. Siapa tahu kak Ravend akan mencari tahu suara apa itu. Akan terlalu berbahaya jika aku memutuskan sendiri untuk mencari sumbuer suara tersebut," akhirnya Alexa memutuskan untuk membantu suaminya Ravendra. Dengan membawa tempat berisi daun Africa yang sudah berhasil dikumpulkannya, Alexa kembali ke tempat dia berjanji untuk bertemu dengan Salsa.


***********

__ADS_1


__ADS_2