Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Mata-mata


__ADS_3

Tiba-tiba di tengah acara, terdengar ada kekacauan di tengah-tengah tamu yang hadir. Beberapa orang tampak menunjuk-nunjuk pada satu orang laki-laki muda, yang tampak duduk diam di atas kursi. Robin menoleh ke beberapa pengawal, kemudian para pengawal segera mendatangi ke tempat kejadian perkara.


"Mata-mata..., laki-laki ini mata-mata..." teriak beberapa orang sambil terus menunjuk pada laki-laki itu.


"Jangan asal menuduh dan asal bicara. Apakah kamu memiliki bukti otentik sehingga berani menuduhku menjadi seorang mata-mata? Jaga bicaramu tuan..?" laki-laki yang dituduh sebagai mata-mata itu membela diri, berusaha mengalihkan tuduhan kepada penuduhnya.


Orang-orang berlarian menuju ke tempat terjadinya keributan, beberapa manusia sudah merubah wujudnya menjadi manusia vampire. Dua orang yang disuruh Ravendra untuk mengulik isi pertemuan, mencoba mendekat ke tempat terjadinya keributan.


"Jika kamu tidak mengaku.., ikut kami ke waiting room. Aku akan melakukan penggeledahan ke seluruh tubuhmu. Jangan kamu pikir, kami tidak mendengar apa yang kamu bicarakan dengan orang di luar forum ini. Mengakulah..!" dengan teriakan kasar, sekelompok orang memaksa orang tersebut untuk mengaku.


Tetapi laki-laki tertuduh itu tetap santai duduk dan mengalihkan pandangan, tanpa memperhatikan pada orang-orang yang menuduhnya. Salah satu security di tempat tersebut, mencengkeram krah baju laki-laki tersebut, mencoba untuk menariknya, tetapi dengan tatapan nanar dan senyum melecehkan, laki-laki itu sama sekali tidak terpancing.


Melihat keributan itu, beberapa orang meminta Robin untuk menyingkir dari ballroom yang ada di kastil tersebut. Tetapi Robin menolaknya, karena laki-laki itu juga penasaran dengan apa yang diributkan oleh orang-orangnya. Dengan dikawal oleh beberapa pengawal, Robin datang ke tempat keributan tersebut. Beberapa orang bergeser, memberikan jalan agar laki-laki itu bisa lewat.


"Ada apa ini.., benar apa yang aku dengar tadi. Kita tidak bisa menuduh seseorang tanpa memiliki bukti yang kuat. Apakah kalian sudah bisa mendapatkan bukti, jika laki-laki ini benar-benar seorang mata-mata..?" dengan tatapan sarkasme, Robin berbicara dengan suara pelan.

__ADS_1


Para pengawal terkejut melihat pembawaan tenang yang ditunjukkan Robin. Tetapi tanpa disadari oleh semua yang hadir di tempat itu, tiba-tiba tangan Robin masuk ke dalam bagian dalam baju laki-laki itu. Dengan sekali sentak, tangan Robin sudah menggenggam sesuatu yang kecil.


"Hmmm..., aku jadi ingin lebih dekat untuk mengenalmu. Kamu berani menerobos sendiri ke tempat ini, hanya sendiri saja. Apakah kamu memiliki teman disini...?" dengan suara yang terdengar tidak bertenaga, Robin bertanya pada laki-laki itu. Tetapi tanpa ada yang melihat, tangan RObin mencengkeram urat nadi di leher laki-laki itu.


Tiba-tiba tanpa disadari oleh semua orang, tubuh laki-laki yang ditemukan alat pelacak di tubuhnya itu terangkat ke atas oleh tangan Robin. Sambil tersenyum mencibir, tiba-tiba Robin melakukan gerakan seperti gerakan membanting ke tanah.. Melihat kekejaman yang ditunjukkan Robin, orang-orang yang berada di situ seketika menjadi terdiam.


"Grubyak..., brakkk..." tanpa sempat berteriak, laki-laki itu langsung meninggal dengan tatapan mata yang terbuka, dan lidah menjulur. Orang-orang yang berada di ruangan itu, seketika menjadi bertambah gempar. Para manusia vampire pada terbang di atas, ingin melihat lebih dekat apa yang sudah terjadi di situ.


"Bubarkan diri kalian.., karena ditemukan penyusup di ruangan ini. Maka dengan terpaksa, pertemuan kita batalkan, dan akan kita undur untuk waktu yang belum ditentukan. Hanya saja yang berasal bukan dari negara ini, aku sarankan untuk tidak meninggalkan negara ini untuk sementara waktu." pembawa acara langsung membuat pengumuman, dan ruangan ballroom yang ada di barn kastil itu menjadi begemuruh,


*********


"Kak Ravend.., bisa tidak kak Ravend bersikap lebih sabar?" ucap ALexa dengan suara yang lirih. Laki-laki itu menatap mata istrinya, kemudian menganggukkan kepala dan tersenyum.


"Sorry honey..., aku khilaf.." ucap Ravendra.

__ADS_1


Laki-laki itu kembali fokus mengamati hasil rekaman kekacauan yang terjadi di ball  room tersebut. Meskipun tidak sampai tuntas, namun mereka sudah bisa mengukur berapa kekuatan yang mendukung kepemimpinan Robin. Poin utama yang digaris bawahi adalah mereka ingin menjadi penguasa dunia vampire, dan akan menyingkirkan vampire yang lain yang tidak sepihak dengan mereka.


"Mata-mata yang tertangkap itu bukan orang kita Tuan muda.., ,mereka dari kelompok lain. Berarti masih ada yang tidak setuju dengan koloni mereka yang baru terbentuk itu, masih ada pihak lain yang mencoba untuk masuk dan membuat kericuhan." Johan  menyampaikan pendapatnya, setelah melihat Ravendra sudah mulai tenang,


"Hmm.., iya aku juga tahu. Sekarang kirim orang untuk menyelidiki tempat persembunyian Robin. Kita akan mengunjunginya nanti malam, dan aku sendiri yang akan memimpin kunjungan tersebut. Kalian berjaga-jaga dan mengamati segala macam kemungkinan terburuk." Ravendra membuat sebuah pengaturan baru. Melihat pentingnya hal tersebut, Alexa sengaja diam tidak bergabung dalam pembicaraan.


"Baik Tuan muda.., segera akan aku kirim orang untuk melakukan penyelidikan." Johan menyanggupi usulan yang diutarakan Ravendra tersebut.


"Jika melihat acara tadi diadakan di Barn Castle, apakah dimungkinkan Robin juga bertempat tinggal sementara di kastil tersebut? Selidiki juga setiap sudut di kastil itu, sebagai kastil tertua dan terangker yang ada di negara ini, aku yakin banyak hal yang tersembunyi di kastil tersebut. Kita harus lebih awal mengetahuinya.." lanjut Ravendra.


"Semua sudah kita antisipasi tuan muda. Untungnya dua orang mata-mata yang kita kirim tidak terdeteksi oleh keamanan dari kelompok Robin. Mereka saat ini, juga tidak begitu mudah untuk meninggalkan ball room. Saya sudah menyampaikan pesan, sekalian untuk melakukan pemeriksaan di setiap ruangan yang ada di barn Castle. Kita tinggal menunggu hasilnya." dengan jelas, Johan menyampaikan strategi yang sudah disiapkannya.


"Kak ravend.., sepertinya tidak ada yang bisa kita lakukan disini, selain hanya mengganggu fokus dan konsentrasi Johan dan beberapa orang lainnya. Kenapa kita tidak mencoba untuk mencari tahu sendiri bagaimana keadaan di luar?" tiba-tiba Alexa membuat sebuah usulan yang akan membahayakan posisi Ravendra.


"Nona muda.., apakah tidak sebaiknya dibatalkan rencana itu. Posisi Tuan Muda Ravendra saat ini, harus bertul-betul kita pastikan keamanan dan keselamatannya. Kita tidak bisa untuk sembarangan bertindak, akan dap mengundang musuh mengenali kalian berdua." Johan langsung memotong usulan Alexa.

__ADS_1


"Turunkan kewaspadaanmu Johan! Kita bisa melakukan penyamaran untuk berkeliling kota. Sepertinya aku memang butuh suasana baru, tidak hanya di kamar atau di dalam pesawat." mendengar perkataan Ravendra, Johan dan orang-orang disitu tidak mampu berbicara apapun,


************


__ADS_2