Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Bayi Anda Sehat


__ADS_3

Alicia menatap kedatangan Thomas yang tampak lebih tampan tanpa berkedip. Laki-laki itu menaiki teras rumah Nyonya Sarah, hanya dengan bertelanjang kaki dan mengenakan celana bermuda. Bahkan adanya Nyonya Sarah yang menggayut manja di lengan laki-laki itu, sama sekali seperti tidak terlihat oleh Alicia. Beberapa kali, sebelum laki-laki itu meresmikan pernikahan dengan Nyonya Sarah, ALicia berulang kali mengutarakan ketertarikannya pada Thomas, namun jangankan menerima, laki-laki itu selalu mengusirnya dengan sangat sadis.


"Tuan Thomas.. akhirnya aku menemukan Tuan lagi.. Jika Tuan tahu.. betapa Alicia sangat merindukan kehadiran Tuan.." dengan tercekat, Alicia menyambut kedatangan Thomas dengan kata-kata seperti yang diucapkan oleh seorang pasangan hidup.


Tiba-tiba Alicia tersentak dan terkejut, perempuan itu sudah ditarik oleh Nyonya Sarah dan dihempaskan ke samping. Mata istri dari Tuan Thomas, menatapnya dengan tatapan mengerikan. ALicia baru tersadarkan oleh perbuatan impulsivenya.


"Sudah momm... abaikan saja sikap ALicia. Tidak akan pernah terjadi apapun antara papa dengan perempuan ini. Sampai kapanpun cinta papa.. hanya untuk mama.. Sudah hentikan.." merasa kasihan dengan sekretarisnya itu, Thomas segera menarik dan mendekap tubuh Nyonya Sarah dalam pelukannya. Laki-laki itu bisa memahami perasaan istrinya, karena memang perempuan bernama Alicia terkadang bertindak melebihi batas. Bahkan beberapa kali perempuan itu, rela merayu Thomas dan bersedia untuk memanjat tempat tidur laki-laki itu. Namun dengan kasar, Thomas selalu mengusir dan tidak menanggapinya.


"Biarkan pa.., mama akan memberi pelajaran pada perempuan gatal ini. Tidak punya mata apa, tahu di samping papa ada mama yang menggandeng tangan papa. Dengan tidak tahu malunya, merayu suami orang di depan istrinya sendiri." dengan berapi-api, Nyonya Sarah menolak permintaan suaminya,


Alicia terdiam.., perempuan itu memang memiliki hati yang kuat, dan sudah memahami konsekuensi dari perbuatannya. Diperlakukan secara kasar oleh Nyonya Sarah, sedikitpun perempuan itu tidak membuat suatu pembelaaan. Sedangkan masih dengan pandangan tajam, mama Alexa melihat pada Alicia dengan marah.


"Momm... kendalikan dirimu. Mana image istri papa yang kuat dan tegar.. tunjukkan pada papa." melihat istrinya yang tetap tidak berperilaku santun pada sekretarisnya, Thomas berusaha merayu perempuan itu. Di depan ALicia, dengan tidak tahu malu.. Thomas menundukkan wajahnya dan ******* bibir Nyonya Sarah di depan Alicia. Mendapat perlakuan intim dari suaminya, karena ingin menunjukkan eksistensi pada perempuan muda di depannya itu, Nyonya Sarah segera membuka mulutnya. Terjadilah pagutan dan ******* sepasang suami istri di depan seorang perempuan yang menatap dengan pandangan marah, dan wajah yang menjadi merah padam.


"Papa.. ayo kita lanjutkan di atas ranjang sayang.. Kita lakukan lagi, seperti tadi malam sampai pagi.." dengan mengeraskan suaranya, Nyonya Sarah berusaha memancing emosi dari perempuan bernama ALicia itu.

__ADS_1


Mendengar perkataan dan ajakan istrinya, Thomas tersenyum smirk. Laki-laki itu tanpa bicara, mengangkat tubuh Nyonya Sarah, kemudian membawanya berlalu dari hadapan Alicia. Kedua tangan Nyonya Sarah, dengan cepat menggantung pada leher suaminya, dan membenamkan wajah di dada Thomas.


Lili yang melihat dengan jelas bagaimana komunikasi ke tiga orang di depannya, hanya tersenyum sambul menutup mulutnya. Perempuan asisten rumah tangga yang sudah cukup lama mengabdi pada Nyonya Sarah itu, tetap berdiri dan menatap Alicia dengan tatapan kasihan.


"Apakah nona Alicia masih akan tetap berdiri dan menunggu disini? Setahu saya, jika mereka sudah meluapkan perasaan mereka di atas ranjang, mereka tidak akan mengenal waktu Nona.. Mungkin bisa sampai malam hari nanti, mereka baru keluar dari dalam kamar, karena untuk mengisi perut mereka saja. Dan pasti mereka akan terus berlanjut sampai besok pagi.." dengan maksud untuk memanas-manasi gadis di depannya, Lili berbicara pada Alicia.


"Dasar pembokat.. majikan.. sama tidak punya tata krama dan sopan santun. Malas aku berurusan dengan kalian semua.." dengan wajah marah, Alicia menanggapi perkataan Lili. Tanpa berpamitan, perempuan itu langsung keluar dari ruang tamu, dan berjalan turun ke halaman rumah.


Lili tersenyum, dan tanpa mengantarkan perempuan itu.., Lili langsung menutup pintu depan rumah Nyonya Sarah, kemudian bergegas menuju ke arah dapur.


*******


Di atas kursi panjang di balkon kamar yang ditempati mereka berdua, Alexa meletakkan kepala di atas pangkuan Ravendra. Laki-laki itu sejak pagi tidak pernah bosan, dan berhenti dari mengusap perut buncit istrinya. Perasaan bahagia Ravendra tidak bisa digambarkan, melihat perut buncit tersebut. Di depan pasangan itu, dokter yang sekaligus sahabat Ravendra dengan sabar melihat kemesraan pasangan suami istri itu.


"Bagaimana rencanamu ke depan Tuan muda Ravendr...?" dengan senyum terkulum, dokter bertanya pada suami Alexa itu.

__ADS_1


"Untuk sementara,.. kami akan berisrirahat dulu selama satu minggu di kastil ini dulu. Setelah melihat kesehatan istriku dan janin yang ada dalam rahimnya, kami berencana akan kembali pulang ke Indonesia. Istriku ingin putra kami lahir di negara tersebut." Ravendra menjawab pertanyaan dokter, sambil terus mengusap perut buncit Alexa.


Sedangkan Alexa sendiri, memejamkan matanya sejak tadi. Setelah mendapatkan pemeriksaan secara menyeluruh tentang kondisi kehamilannya, Alexa merasa cepat lelaah. Di atas pangkuan suami yang terus memanjakannya, tanpa sadar perempuan itu tertidur.


"Tadi kan kamu lihat sendiri waktu aku melakukan USG pada kehamilan nona muda. Bayimu terlihat jelas laki-laki dengan batang hidungĀ  yang mancung sepertimu. Kondisi bayi juga dipastikan sehat, demikian juga dengan nona muda. Kalian berdua bisa hati-hati menggunakan private jet untuk kembali ke Indonesia." dokter menjelaskan hasil pemeriksaan yang tadi barusan mereka lakukan.


"Iya.. aku juga melihat dan memperhatikannya. Tetapi.. kamu tahu sendiri, aku dan istriku baru saja berada di tengah hutan untuk waktu yang tidak pendek. So.. dalam waktu satu minggu ini, semoga nutrisi penting bisa dikonsumsi oleh istriku.. sehingga bayi kami benar-benar siap untuk melakukan perjalanan jauh. Karena ada dua negara tempat kami harus melakukan transit, dan melihat perut buncit istriku.. aku terkadang merasa tidak tega untuk melihatnya." Ravendra menjelaskan alasan keberatannya.


"Benar tuan muda.., anda betul-betul memperhatikan hal-hal kecil untuk keamanan nona muda. Nanti aku akan menambahkan asupan obat untuk memperkuat posisi janin, agar lebih tahan jika terkena goncangan. Selamat tuan muda.. dan nikmati hari dan waktu kalian. Aku akan kembali ke rumah sakit, karena ada jadwal untuk melakukan surgery..." akhirnya merasa sudah cukup lama menghabiskan waktu di kastil ini, dokter berpamitan.


"Okay.. hati-hati bro.. aku tidak dapat mengantarmu sampai ke depan. Kamu lihat sendiri kan, istriku sedang membutuhkanku, dia sedang tidur siang.." Ravendra menunjuk ke arah Alexa.


Dokter tersenyum, dan tanpa menjawab.. laki-laki itu berjalan keluar dari dalam balkon menuju ke ruang tengah.


**********

__ADS_1


__ADS_2