
Johan masih menatap Alexa dengan tatapan tajam, mengabaikan permintaan maaf yang diminta oleh perempuan itu. Dari sedikit tempat yang jauh, para maid mengetahui hal itu dan berusaha menjauh dair tempat tersebut. Mereka tidak ingin menerima getahnya, ikut mendapatkan omelan dari Tuan Johan. Karena jika laki-laki ini sudah marah, tidak akan ada yang dapat menundukkannya kecuali Tuan muda Ravendra sendiri,
"Nona muda Alexa.., harusnya setiap waktu aku mengingatkanmu kembali. Tentang bagaimana bahayanya semua wilayah di luar kastil ini. Negara Rumania, di kota Bukhares ini terkenal dengan banyaknya komunitas manusia vampire. Sama halnya juga dengan kehidupan manusia biasa, mereka ada yang bergabung dengan komunitas, ada pula yang independent merasa senang dengan kebebasannya. Itulah yang kami takutkan denganmu, kamu tidak bisa mengenalinya." suara Johan dengan nada tinggi terdengar di seluruh ruangan.
Alexa menengadahkan wajahnya, perempuan itu tidak menyangka jika akan menerima kemarahan begitu hebatnya dari laki-laki itu. Padahal dia tidak merasa melakukan kesalahan hal yang besar, karena apa yang sudah dilakukannya Alexa masih merasakan hal yang wajar. Tetapi respon yang ditunjukkan Johan, terlalu berlebihan untuknya.
"Humph.. apakah sudah selesai Tuan Johan, kamu memarahiku? AKu paham dengan kehidupan kalian, yang lebih suka mengasingkan diri dan menunjukkan sikap cool, calm kepada makhluk hidup yang lain. Tetapi yang perlu kamu ingat kak Johan.. Aku bukan kalian, aku adalah makhluk sosial yang tidak bisa, untuk tidak menjalin hubungan dan kedekatan dengan manusia lainnya. Kali ini aku mengaku jika aku salah, karena aku terlalu ceroboh. Tetapi apakah menolong orang, menurutmu aku telah melakukan kesalahan yang besar?" Alexa memberanikan diri untuk mengeluarkan suara. Bukan maksudnya untuk mengajak Johan beradu mulut, tetapi menurutnya sikap Johan sudah keterlaluan,
Johan terdiam, laki-laki itu memang merasa susah untuk memasuki pola pikir Alexa. Jalan pikirannya berbeda dengan jalan pikiran perempuan itu. Karena tuan mudanya yang sedang menghadiri pertemuan para vampire, maka dia ditugaskan untuk memastikan keamanan nona mudanya. Tetapi yang dia dapatkan, adalah omelan dari perempuan itu.
"Terserah apa yang akan kamu lakukan selanjutnya nona muda.. Tetapi yang perlu untuk kamu ingat dan kamu tahu, keteledoranmu kali ini hampir membawa bencana untuk kita, terutama untuk para pengawal dan para maid. Lihat dan hitunglah, berapa dari mereka yang terluka karena menuruti tindakan nona muda, yang hanya memperhatikan ego sendiri. Sedikitpun tidak berpikir bagaimana nasib mereka." perkataan yang diucapkan Johan terakhir, terasa menohok di hati Alexa.
Perempuan itu langsung berdiri dari tempat duduknya, kemudian menatap ke arah Johan dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Tuan Johan yang terhormat, terima kasih untuk peringatannya untukku. Yang perlu kamu tahu Tuan Johan, aku tidak pernah meminta para maid dan para pengawal untuk mengawasiku apalagi untuk mengikutiku kesana kemari. Mereka sendiri yang memaksa untuk mengikutiku, dan aku bisa melakukan semuanya sendiri. Untuk itu.., perintahkan pada semua maid dan para pengawal untuk berhenti mengikuti dan melayaniku. Mulai saat ini, aku akan melakukan semua sendiri." merasa tersinggung dengan kata-kata yang diucapkan Johan, Alexa mengeluarkan semua uneg-uneg yang terpendam dalam hatinya.
Tanpa sadar air mata menetes di pipi Alexa. Perempuan itu sudah berpikir memperhatikan keselamatan para maid dan pengawal, tetapi sedikitpun Johan tidak memahaminya. Bahkan laki-laki itu terkesan menimpakan semua kesalahan kepadanya. Tanpa berpamitan, Alexa berjalan meninggalkan laki-laki itu kemudian berlari untuk kembali ke dalam kamarnya.
"Blammm..." suara pintu terbanting keras terdengar membahana di kastil itu. Semua orang terdiam, bahkan para kastil tertunduk ketakutan.
*****
Sepeninggalan ALexa, Johan sendiri merasa terkejut dengan apa yang dia lihat di depannya. Laki-laki itu sama sekali tidak menyangka dengan respon keras yang ditunjukkan oleh Alexa. Dia sendiri juga bingung, kenapa tiba-tiba alur pikirannya menyalahkan perempuan itu. Sejak dari Barn Castle, Johan memang merasa panik karena harus meninggalkan Ravendra, sehingga tidak ada yang memastikan keselamatan laki-laki itu. Sesampainya di kastil Ravendra, malah perempuan itu sudah tidak ada di kastil.
"Tetapi sekali-sekali tidak apalah. Perempuan itu memang harus dipahamkan, bagaimana posisinya di negara ini. Dia tidak boleh bertindak seenaknya, karena tidak hanya akan membahayakan dirinya tetapi juga orang-orang yang ada di sekitarnya. Apalagi dengan tingkat BUCIN tuan muda kepada nona muda, semua akan menjadi kacau karena hanya akan dipandang sebelah mata oleh laki-laki itu." lanjut Johan.
Tiba-tiba terlihat dua orang pengawal berjalan mendatangi Johan. Laki-laki itu menoleh dan melihat ke arah dua pengawal itu tanpa daya.
__ADS_1
"Baros sudah sadar Tuan Johan.., dan laki-laki itu saat ini sudah mulai tertidur. Begitu juga dengan para pengawal yang menderita luka-luka ringan, semuanya sudah terobati dengan baik." ternyata pengawal itu melaporkan perawatan terhadap para pengawal lain yang terluka,
"Ya bagus.., sekarang sebagian beristirahat. Sebagian lagi perketat keamanan, aku khawatir para manusia vampire liar itu mencari kelemahan kita." Johan hanya mengarahkan mereka sedikit. Laki-laki itu juga tidak paham, tiba-tiba saja dia merasa kesal.
"Baik Tuan Johan.., hanya saja Tuan.. Kami harap tuan jangan terlalu menyalahkan nona muda.. sudah menjadi tugas kami untuk melakukan pengamanan terhadap nona muda. Untuk itulah kami dibayar. Kemudian apa yang dikatakan nona muda juga benar, kami sendiri yang memaksa untuk mengikuti nona muda, dimana semua nona muda telah melarang kami." ikut melihat perseteruan antara Johan dengan ALexa, pengawal itu turut berbicara.
"Iya aku memahaminya, tetapi tidak apa-apa. Sekali-sekali nona muda memang pelru mendapatkan shock theraphy agar tidak menyepelekan dan meremehkan tempat ini. Jika ada tuan muda.., aku juga tidak akan berani memberinya teguran. Tetapi karena kecerobohannya, kali ini perempuan itu hampir membunuh kalian semua." setelah menghela nafas, Johan menanggapi perkataan itu.
"Tetapi kamilah yang salah sebenarnya Tuan Johan. Kami lupa untuk memberi tanda pada jalan yang telah kami gunakan untuk memasuki hutan sebelumnya. Padahal suasana sudah mulai gelap, yah akhirnya kami tersesat, dan tanpa sadar kami memasuki ke wilayah manusia vampire liar." pengawal itu malah membela Alexa.
Johan terdiam, dan ikut membenarkan apa yang dikatakan para pengawal itu. Tetapi laki-laki itu mencoba untuk mengabaikannya dan akan meminta maaf pada Alexa keesokan harinya. Johan kemudian berdiri, dan berjalan keluar dari dalam ruangan tersebut.
"Antarkan makan malam ke kamar nona muda.. Pasti kalian tadi belum menyiapkannya bukan?" dengan suara pelan sebelum meninggalkan ruangan, Johan berpesan pada para maid yang masih menunggu perintah.
__ADS_1
"Baik Tuan.."
**********