Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Layaknya Seorang Ratu


__ADS_3

Mata Ravendra terbelalak, laki-laki itu seperti tidak bisa mempercayai apa yang ada di depan matanya. Bayi kecil dengan kulit putih yang masih banyak bercak darah diangkat oleh perawat di depannya. Dengan lemah, Alexa tersenyum penuh kebahagiaan dalam mata dan senyumannya. Ravendra segera menatap mata istrinya, kemudian memberikan kecupan di kening Alexa.


"Terima kasih honey.. bersamamu sangat lengkap kehidupan dan kebahagiaanku. Jagoan Ravendra Junior sudah hadir dan akan melengkapi hari-hari kita nantinya. Terima kasih honey.. ribuan ucapan terima kasih tidak akan cukup untuk aku ucapkan kepadamu.." tanpa mempedulikan banyak darah di bawah tubuh Alexa, Ravendra memeluk dan memberikan ciuman tanpa henti pada perempuan muda itu.


"Kak Ravend.. tubuhku kotor kak.. jangan dekat-dekat dulu. Aku akan membersihkan tubuh, dan berganti baju dulu kak.." merasa tubuhnya kotor penuh dengan keringat, dan banyak darah segar yang masih banyak membasahi pakaian yang dikenakannya, Alexa meminta Ravendra untuk menjauh darinya.


"Aku tidak peduli honey... Bagaimanapun keadaanmu... kamu adalah bidadariku honey.. Kotor dan banyaknya darah keluar dari dalam tubuhmu adalah sebuah keindahan dan anugrah untukku honey. Kehadiran junior Ravendra.. merupakan bukti dari itu semua." Ravendra tidak mempedulikan keberatan yang diucapkan istrinya. Ciuman di kening, dan turun ke bibir Alexa terus diberikan oleh laki-laki itu. Air mata kebahagiaan tampak menggenang di pelupuk mata laki-laki itu.


Empat orang yang masih ada di dalam ruangan perawatan itu terpaku melihat keintiman pasangan suami istri itu. Bahkan tidak ada rasa jijik yang terlihat dari sikap dan tatapan mata tuan muda Ravendra. Dengan penuh kasih sayang, tuan muda itu memperlakukan istrinya seperti seorang ratu.


"Tuan muda... nona muda... mohon ijin untuk membersihkan tuan muda kecil terlebih dahulu.." merasa tidak nyaman dengan keintiman pasangan suami istri di depannya, dua dokter spesialis dan para perawat minta ijin untuk membersihkan bayi mereka berdua.


Ravendra tidak menjawab mereka dengan kata-kata, laki-laki itu mengibaskan tangannya memberi isyarat jika mengijinkan mereka pergi meninggalkan tempat itu. Ke empat orang itu segera pergi meninggalkan kamar perawatan Alexa.


********

__ADS_1


Di luar kamar perawatan


Dua dokter spesialis itu mengambil nafas lega setelah mereka sampai di luar ruangan, tampak sekali mereka merasakan ketegangan ketika berada di ruang perawatan dengan pasien dan suaminya. Begitu juga dengan dua perawat itu, mereka langsung membawa pergi bayi untuk dimandikan dan dipotong tali pusarnya.


"Kita tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan bayi itu jika nanti dia tahu. Jika pasangan suami istri lain, mereka akan mengalihkan perhatian pada bayi mereka jika bayi sudah lahir ke dunia ini. Tetapi ternyata hal berbeda terjadi pada pasangan suami istri. Terlihat sekali Tuan muda Ravendra lebih mempedulikan nona muda Alexa, dan cenderung mengabaikan putra mereka yang baru saja terlahir di dunia.." salah dokter yang melihat interaksi pasangan suami istri mengutarakan keganjilan penglihatannya.


"Iya benar.. tapi betapa sangat bahagianya nona muda Alexa. Perempuan muda itu diperlakukan seperti seorang ratu oleh tuan muda Ravendra. Aku jadi seperti tidak enak body, kekasihku saja tidak seperti itu memperlakukanku, tapi mereka... Oh My God... impian perempuan manapun itu.." dokter satunya tampak berbinar, tampak jelas keirian terlihat di mata perempuan itu.


"Betul juga Nora.. waduh aku jadi teringat bagaimana perlakuan tuan muda Ravendra tadi. Laki-laki tampan itu sampai merelakan kulit lengannya dijadikan cakaran oleh nona muda kala istrinya menahan sakit. Sedikitpun tidak terlihat kemarahan di wajahnya, malah seakan-akan ingin menggantikan rasa sakit itu. Ya Tuhan.. berikan aku jodoh sama dengan perilaku tuan muda Ravendra..." sahut dokter satunya. Kedua dokter spesialis itu tidak segera membersihkan dirinya setelah mendampingi ALexa menjalani prosesi melahirkan. Mereka malah melamun, membayangkan akan mendapatkan perlakuan yang sama, ketika mereka nanti melahirkan seperti Alexa.


"Dokter Nora.. Dokter Ayla.. apa yang terjadi. Kenapa kalian berdua melamun dan senyum-senyum sendiri di ruangan. Bahkan kalian tidak menyadari kedatanganku ke ruangan ini.." laki-laki tampan itu terlihat menegur kedua dokter perempuan itu.


Kedua dokter itu tersentak mendengar teguran dari teman kerja seprofesi mereka itu. Dengan wajah merah menahan malu, mereka tersenyum masam sambil menatap laki-laki tampan di depan mereka itu.


"Hmmm... sorry Dokter Rahman... jujur ya. Kami berdua terpukau dengan sikap sweet yang ditunjukkan tuan muda Ravendra pada istrinya nona muda ALexa. Betul-betul hal itulah yang diinginkan oleh semua perempuan di dunia ini, dia diratukan oleh suaminya sendiri, bahkan melebihi putranya yang baru saja dilahirkan di muka bumi." dengan hiperbola, Dokter Nora menceritakan apa yang dialaminya.

__ADS_1


Dokter Rahman tersenyum dan geleng-geleng kepala. Kedatangannya ke ruang dokter itu untuk memeriksa kondisi nona muda Alexa, untuk memastikan apakah staminanya sudah segera pulih, ataukah masih membutuhkan asupan obat dan nutrisi untuk mengembalikannya.


"Sudah.. sudah.. bersihkan tubuh kalian berdua, dan cepat ganti baju. Jika sampai kalian masih dalam keadaan kotor seperti itu datang memeriksa kembali kondisi nona muda Alexa.., aku tidak akan bisa menjamin jika tuan muda Ravendra akan menerima kalian. Bisa-bisa kalian ditendang keluar dari dalam ruang perawatan.." dokter Rahman berkelakar menggoda dua perempuan di depannya itu.


"Iya .. iya benar.. ayo dokter Nora.. kita segera bersiap kembali." seperti mendapatkan sebuah peringatan, Dokter Nora segera bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Begitu juga dengan DOkter Ayla, perempuan itu langsung mengikuti temannya.


Dokter Rahman kembali tersenyum melihat tingkah dan sikap dua rekan kerjanya itu. Laki-laki itu kemudian melihat ke ruang samping, tempat kedua perawat membersihkan bayi yang baru saja dilahirkan oleh Alexa.


"Suster.. bagaimana keadaan bayinya, apakah dinyatakan sehat dan normal." dengan penuh kepedulian sebelum masuk ke ruang perawatan nona muda Alexa, dokter Rahman memastikan kesehatan sang bayi.


"Syukurlah sehat dan lengkap semuanya Dokter Rahman. Kami juga baru saja selesai membersihkannya, dan akan segera kami serahkan pada nona muda Alexa agar segera diberikan ASI kolostrum untuk imun bayi ini." Suster Cahya dengan sikap sopan menjawab pertanyaan DOkter Rahman.


"Baguslah jika begitu... ayo aku temani kalian berdua kembali ke ruang perawatan nona muda Alexa dan tuan muda Ravendra. Mereka pasti sangat berbahagia melihat bayi lucu yang menggemaskan ini." Dokter Rahman segera mengajak kedua suster untuk mengantarkan bayi ALexa pada kedua orang tuanya.


"Baik Dokter.. kami juga sudah siap." dengan sigap, suster Cahya mengangkat tubuh bayi itu dengan kedua tangannya. kedua perawat itu segera mengikuti langkah dokter Rahman menuju ke ruang perawatan Alexa.

__ADS_1


*******


__ADS_2