
Dari Hang Nadim International Airport Batam, mobil melaju ke daerah Sekupang. Hamparan laut lepas terlihat ada di sebelah kanan, dan terlihat kelap-kelip lampu dari negara Singapura yang sangat jelas ada di ujung laut. Alexa terdiam, pandangan matanya dia arahkan ke lautan yang ada di sampingnya. Tidak lama kemudian, mobil memasuki sebuah halaman luas dan berhenti di depan teras.
Dua orang bergegas keluar dari dalam rumah, dan menyambut kedatangan Nyonya Sarah. Perempuan yang turut keluar segera menghampiri Nyonya Sarah, kemudian mereka berjabat tangan.
"Setelah sekian lama Nyonya kita tidak bertemu. Nyonya Sarah masih sama dengan terakhir kita bertemu." perempuan itu berbicara dengan mata berbinar.
"Iya Susan.. cukup lama kita hanya berkomunikasi secara online. Apakah sudah kamu siapkan kamar untukku dan putriku?" sambil berjalan masuk, Nyonya Sarah bertanya pada Susan. Mendengar perkataan Nyonya Sarah, Susan terlihat terkejut. Seperti tidak percaya, perempuan itu menatap ke wajah Alexa.
"Nona muda Alexa... sudah sedemikian besarnya nona muda sekarang." dengan tercekat, Susan berjalan mendekati Alexa. Tanpa permisi, perempuan itu memeluk Alexa dengan erat. Merasa tidak mengenal perempuan itu, dengan kaku Alexa menerima pelukan itu.
Beberapa saat kemudian, Susan melepaskan pelukannya dan menggandeng Alexa untuk masuk ke dalam rumah. Begitu masuk ke dalam rumah, banyak pertanyaan berkelebat di pikiran Alexa. Tetapi untuk menjaga perasaan Nyonya Sarah, Alexa memutuskan untuk menunggu perempuan itu bercerita sendiri. Dengan langkah gontai, Alexa menuju ke ruang tengah, kemudian melihat hamparan sofa, gadis itu duduk di atasnya.
"Susan... antar Alexa ke kamarnya!" dengan suara tegas, Nyonya Sarah menyuruh Susan.
"Baik Nyonya.. Mari Non Alexa..., Tante antar nona menuju kamar untuk beristirahat." tanpa membantah, Alexa mengikuti Susan. Tidak berapa lama, Susan membukakan pintu dan tersenyum sambil menatap Alexa.
"Silakan masuk Nona..., dan selamat beristirahat. Sebentar lagi saya akan mengantarkan minuman panas untuk nona, dan kudapan penghantar tidur." sebelum menutup pintu, Susan berbicara pada Alexa.
"Tante..., jika Alexa boleh tahu, rumah siapakah ini?" dengan tatapan selidik, Alexa bertanya pada Susan.
"Nona belum tahu..., bukankah asset rumah ini atas nama nona Alexa sendiri. Apakah Nyonya Sarah belum menceritakan semua pada nona muda?" ucap Susan dengan tatapan bingung.
__ADS_1
Alexa menggelengkan kepala, dan Susan menjadi bertambah bingung dibuatnya. Tetapi dia juga tidak mau memberi tahu pada Alexa, tanpa ijin dan sepengetahuan Nyonya Sarah.
"Sudahlah Tante .., jika memang tidak ada yang memberi tahuku. Alexa akan mengetahuinya sendiri dalam waktu dekat. Tinggalkan Alexa di kamar sendiri." merasa Susan tidak akan mudah untuk memberikan informasi, Alexa minta ditinggalkan sendirian di kamar..
"Baik Nona... silakan beristirahat. Saya akan meminta informasi dan Ijin pada Nyonya Sarah." Alexa mengangkat tangan untuk memberikan isyarat agar Susan segera keluar dari dalam kamar. Susan bergegas meninggalkan kamar Alexa, dan perlahan menutup pintu dengan hati-hati.
Sepeninggal Susan, Alexa segera membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Dan tanpa berpikir tidak lama kemudian gadis itu sudah tertidur pulas.
*******
Di ruang tengah
Susan dan Nyonya Sarah duduk berhadapan. Mereka terlihat sedang membicarakan sesuatu. dengan sesekali Nyonya Sarah menyelanya dengan menyeruput minuman.
"Tetapi Nyonya.., Non Alexa sudah dewasa, bukan lagi seorang anak kecil. Sebaiknya Nona segera diberikan informasi tentang siapa dirinya, kemungkinan bahaya apa yang akan ditanggungnya." Susan memberikan tanggapan.
Nyonya Sarah terdiam, sudah lama dia dan Alexa berada di pulau Jawa tanpa ada yang mengganggu kehidupan mereka. Alexa dan dirinya cukup senang dan bahagia menjalani rutinitas hari-harinya. Meskipun dia tidak pernah membiarkan putrinya hidup dalam kemewahan, tetapi mereka tidak pernah kekurangan. Dengan kesederhanaan yang dia tanamkan pada Alexa, bisa menyembunyikan identitas mereka.
Tetapi kemunculan Thomas tiba-tiba dalam kehidupannya yang sudah mapan dan tertata, mengingatkan pada kepedihan di masa lalunya. Bagaimana Sarah muda dalam keadaan hamil tanpa suami, harus berjuang untuk hidup, dan selalu berpindah tempat tinggal. Hal itu untuk menghindarkan mereka dari kekejaman keluarga Thomas.
"Nyonya.., bagaimana pendapat saya?" Sarah tersadar mendengar pertanyaan yang diajukan Susan. Perlahan perempuan paruh baya itu mengangkat wajah, kemudian menengok kepada Susan.
__ADS_1
"Kamu jangan terlalu banyak berpikir Susan. Aku akan memberi tahu sendiri tentang informasi ini pada putriku. Alexa masih cukup shock dengan keadaan ini." dengan ucapan lirih, Sarah menanggapi perkataan Susan.
"Yang mendesak kali ini, aku harus menjaga dan menjauhkan putriku dari Thomas dan keluarganya. Aku memiliki firasat, kedatangan tiba-tiba Thomas ke rumah, ada hubungannya dengan Alexa." lanjut Sarah.
"Baik Nyonya.., saya akan berusaha membantu Nyonya dan Non Lexa dengan sekuat tenaga saya " Susan mengucap sebuah janji.
Nyonya Sarah tersenyum, perempuan itu merasa berhutang Budi dengan Susan. Sebenarnya pertemuannya dengan Susan terjadi dengan tidak sengaja. Waktu itu Sarah menemukan Susan kecil dalam keadaan mengenaskan. Gadis kecil itu merupakan korban perdagangan anak, dan Sarah sekuat tenaga menyeka menyelamatkannya dari orang -orang jahat.
Sejak saat itu, Susan berjanji untuk mengikuti Nyonya Sarah. Bahkan Sarah pula yang telah menikahkannya dengan Andi, dan mereka sudah memiliki seorang anak laki-laki.
"Kamu tenanglah Susan, untuk sementara aku dan Alexa akan aman di tempat ini. Thomas tidak mengetahui tentang keberadaan rumah ini. Nanti setelah semua terkendali, aku dan Alexa baru akan menyusun sebuah rencana. Aku yakin,. anak itu tidak akan menyerah dengan keadaan ini." kata Sarah.
Perempuan itu sangat mengenali sifat dan karakter dari putrinya itu. Meskipun tumbuh tanpa pendampingan seorang ayah, Alexa tumbuh menjadi seorang gadis yang kuat dan mandiri. Usia 21 tahun, gadis itu sudah berhasil mendapatkan pencapaian lulus sarjana dengan prestasi Cum inside.
"Iya Nyonya.., tetapi dengan kediaman Gadis itu, membuatku sedikit takut. Menurut Susan, ada baiknya Nyonya Sarah segera menceritakan semua yang sudah terjadi pada gadis itu." Susan terus berusaha merayu Nyonya Sarah.
"Baik Susan..., besok aku akan mengatakannya. Istirahatlah... aku juga akan segera masuk ke dalam kamar." Nyonya Sarah kemudian berdiri, dan berjalan meninggalkan Susan sendiri. Melihat hal itu, Susan hanya tersenyum kecut.
"Ma..., bagaimana Nyonya Sarah?" tiba-tiba terdengar suara Andi suaminya dari belakang tempatnya duduk.
"Entahlah pa.., tapi beliau tadi sudah janji akan mengatakan sendiri pada Non Alexa." jawab Susan.
__ADS_1
"Ya sudah.. ayo temani aku istirahat. Sudah malam, besok kita pikirkan lagi semuanya." Andi segera memegang bahu Susan, kemudian membantunya berdiri.
********