Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Ingin ke Batam


__ADS_3

Johan duduk di sofa, kemudian Ravendra mendatangi Johan dan akhirnya duduk di sofa tersebut. Tidak diduga, Thomas ikut bergabung, dan akhirnya mereka duduk bertiga. Johan mengeluarkan satu buah map, dan memberikannya pada Ravendra, dan dengan tatapan serius Ravendra membuka lembaran kertas foto satu demi satu.


"Berarti untuk saat ini Tami dan Robin, mereka sudah terpisah. Tami sudah sampai di Rumania, sedangkan Robin terdeteksi terakhir masih berada di Istanbul Turki.. Apa yang akan mereka lakukan selanjutnya...?" Ravendra berkomentar atas foto-foto tersebut, yang menunjukkan aktivitas Tami di Rumania dengan seorang laki-laki. Sedangkan Robin sedang berjalan di jalan bersama dengan seorang perempuan muda.


"Untuk tujuan mereka selanjutnya, kami belum bisa menembusnya Tuan Muda. Karena foto-foto itu kami dapatkan dari rekaman CCTV di sepanjang jalan, bukan dari paparazi yang kita sewa untuk membuntuti mereka. Tetapi barusan tanpa ijin dari Tuan muda.., saya sudah menugaskan papparazi untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai mereka." Johan menanggapi perkataan Ravendra.


Mereka terdiam beberapa saat, dan ketika Ravendra meletakkan kertas foto tersebut di atas meja, Thomas langsung mengambil dan mengamati tempat yang melatar belakangi penampakan foto Robin dan Tami tersebut. Sebuah senyuman tiba-tiba terbentuk di bibir laki-laki paruh baya itu..


Johan dan Ravendra berpandangan mata, mereka tidak tahu apa yang dianggap lucu oleh laki-laki paruh baya itu. Tetapi tidak ada satupun yang berkomentar dengan apa yang mereka lihat itu.


"Robin tinggal di guest house Marmara, sebuah guest house yang ada di Old City Sultannahmet Istanbul.." tiba-tiba keluar perkataan dari mulut Thomas.


"Maksud Uncle..?? Apakah Uncle mengetahui tempat tersebut..?" Ravendra langsung menanyakan maksud perkataan yang diucap oleh Thomas.


"Mmmm..., masalah kecil untuk Uncle. Kebetulan beberapa blok dari guest house tersebut, Uncle memiliki property disana. Uncle akan menugaskan orang-orang Uncle di kota tersebut, untuk membuat penyelidikan tentang Robin. Semoga saja laki-laki itu berada di sana untuk beberapa waktu lamanya, sehingga orang-orangku bisa mengulik keterangan darinya." akhirnya Thomas menceritakan maksud dari perkataannya,


"Syukurlah Uncle.., semoga kita segera menemukan orang-orang tersebut. Tetapi sepertinya Ravendra ingin sementara melupakan kejadian tersebut, Secepatnya Ravendra akan membawa kembali Alexa ke Batam, sepertinya gadis itu sudah merindukan tempat tersebut. Aku minta tolong Johan,... kamu urusi masalah ini. Bekerja samalah dengan Uncle untuk menyelidiki Robin dan Tami." Ravendra berbicara pada Thomas dan Johan. Laki-laki muda itu kemudian berdiri dan berjalan meninggalkan kedua laki-laki itu di ruang kerjanya,

__ADS_1


"Terserah apa katamu Ravend.., yang penting untukmu saat ini adalah putriku Alexa. Gadis itu harus selalu menjadi prioritasmu, dan aku tidak akan segan untuk membawa putriku kembali ke keluargaku, jika aku tahu kamu sampai menyakiti hatinya." Thomas memberikan sebuah kalimat ancaman pada Ravendra.


Ravendra yang sudah sampai di pintu, membalikkan badan, kemudian menangkupkan kedua telapak tangan di depan dadanya.


"Sesuai titah Uncle.., ups.. papa Thomas.., dengan sepenuh jiwa raga, Ravendra akan menjaga dan merawat Alexa dengan sangat baik." setelah mengucapkan perkataan tersebut, laki-laki itu kembali berbalik badan, kemudian berjalan meninggalkan mereka.


"Dasar anak keras kepala.." gumam Thomas sambil menghela nafas. Johan yang masih berada di samping laki-laki paruh baya itu, hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala melihat perilaku keduanya.


***********


"Ada dimana Alexa.., apakah pergi ke kamar yang digunakan istirahat oleh mama Sarah..?" laki-laki itu berpikir sendiri, kemudian mencoba mengiyakan pemikirannya barusan. Segera Ravendra keluar dari dalam kamar, untuk mencari istrinya di kamar mama mertuanya.


Seorang maid yang berpapasan dengan laki-laki itu berhenti dan menundukkan wajah tidak berani menatap langsung ke mata Ravendra. Laki-laki itu diam tidak membalas sapaan penghormatan itu, Ravendra terus berjalan dan mengetuk pintu kamar Nyonya Sarah.


Beberapa kali laki-laki itu memberikan ketukan, tetapi tidak ada yang menjawab dari dalam kamar. Seorang maid datang menghampiri Ravendra.


"Tuan Muda..., jika Tuan Muda mencari keberadaan Nyonya Sarah.., beliau tidak ada di dalam kamar. Beliau ada di balkon kamar atas dengan Nona Muda. Kebetulan saya baru saja bertemu dengan mereka untuk mengantarkan minuman dan beberapa meal untuk teman mengobrol." tanpa ditanya, maid itu menjelaskan keberadaan Nyonya Sarah dan Alexa.

__ADS_1


Mendengar perkataan tersebut, tanpa menjawabnya laki-laki itu berjalan meninggalkan maid tersebut. Malas berjalan kaki untuk naik ke tangga di lantai tiga, Ravendra mendatangi lift di dalam kastil tersebut, kemudian menekan tombol untuk menuju ke lantai tiga.


Begitu keluar dari dalam lift, Ravendra sudah melihat istrinya Alexa sedang berbaring dan meletakkan kepala di pangkuan Nyonya Sarah, mama mertuanya. Senyuman terbit di bibir laki-laki itu, Ravendra merasa menyaksikan sebuah kejadian lucu dan menyenangkan melihat kedekatan antara mama dan putrinya itu. Perlahan Ravendra langsung menghampiri mereka..


"Honey..., mommy... sudah lama berada disini..? Sejak tadi Ravendra mencari Alexa, tetapi tidak bisa menemukannya. Tidak disangka ternyata sedang berada di tempat ini dengan mommy.." laki-laki itu langsung memberikan sapaan pada kedua perempuan itu. Nyonya Sarah menoleh ke arah Ravendra dan memberi senyuman pada putra menantunya itu.


"Iya nak Ravend.., lihat istrimu ini. Tidak bisa merubah kebiasaannya seperti anak kecil, jika sudah bertemu dengan mama." Nyonya Sarah menunjuk ke wajah putrinya, dan Alexa hanya tersenyum nyengir kemudian mengangkat kepalanya dari pangkuan Nyonya Sarah,


Ravendra kemudian mendatangi kursi panjang tempat duduk Alexa dan Nyonya Sarah. Tanpa permisi, laki-laki itu langsung duduk di kursi panjang dan menyandarkan kepala Alexa di dadanya yang bidang. Nyonya Sarah tersenyum melihat sikap protective yang ditunjukkan oleh Ravendra.


"Mama turun ke lantai dua dulu saja ya, ingin mencari papa Thomas.. Sudah sejak tadi papa Thomas tidak bertemu dengan mama.." merasa tidak mau mengganggu interaksi antara putri dan menantunya itu, Nyonya Sarah segera berdiri dan berpamitan dengan keduanya.


"Yess mom..., papa Thomas sedang berada di ruang kerja dengan Johan. Mommy bisa ke ruangan itu untuk bertemu dengan papa." Ravendra langsung memberikan informasi mengenai keberadaan Thomas. Perempuan paruh baya itu tersenyum, dan tanpa mengucapkan salam, Nyonya Sarah meninggalkan ALexa dan Ravendra berduaan di tempat itu.


Perginya Nyonya Sarah, memberikan kesempatan untuk Ravendra memberikan ciuman ke bibir gadis itu. Tanpa memperhatikan keberatan yang ditunjukkan dalam ekspresinya, Ravendra terus memaksakan bibir dan lidahnya memasuki bibir dan lidah Alexa.


************

__ADS_1


__ADS_2