Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Bayi Kecil


__ADS_3

Ravendra mengangkat tubuh Alexa dan membawanya ke bath up room yang ada di kamar perawatan. Sudah beberapa saat yang lalu, gadis itu sudah diijinkan dokter untuk pindah dari kamar bersalin menuju kamar perawatannya. Laki-laki muda itu akan membaringkan tubuh istrinya di dalam bath up, tetapi Alexa menolaknya.


"Kak.. Lexa mandinya pakai shower saja. Belum bisa dipakai mandi sambil berendam, takut masih perih.." bisik Alexa malu,


"Ha.. ha.. ha.. iya honey.. Kakak juga lupa, jika barusan istriku yang luar biasa ini, habis melahirkan dengan prosesi normal. Jadinya ya.. hmmm..." ucap Ravendra dengan maksud menggoda istrinya.


Alexa tersenyum malu, sambil menyentil hidung suaminya. Perlahan laki-laki itu menurunkan istrinya dengan hati-hati. Perlahan Ravendra menyalakan shower di atas kepalanya, dan air hangat mulai membasahi dan menyiram tubuh Alexa. Melihat perut menggelambir istrinya, karena baby nya sudah keluar, Ravendra tersenyum. Dengan hati-hati, laki-laki itu memegang dan mempermainkan daging itu.


"Jangan begitulah kak.. Lexa jadi malu dan tidak percaya diri. Masa perut Lexa jadi menggelambir seperti ini." melihat bentuk perutnya yang sedang dipermainkan suaminya, Alexa kehilangan rasa percaya dirinya. Seperti lipatan-lipatan perut yang mustahil untuk bisa dihilangkan.


"Honey.. yakinlah ini hanyalah sebuah proses. Dengan pendampingan baik dari ahli nutrisi, aku yakin kulitmu akan kembali mulus seperti semula. Sudahlah kita lanjutkan mandinya, tadi dengar kan apa yang dikatakan dokter. Setelah honey mandi.. saatnya untuk memberikan ASI kolostrum pada buah hati kita.." dengan cepat, Ravendra menghentikan  aktivitasnya bermain-main dengan daging di perut Alexa.


Laki-laki itu segera mengambil shower cream dan dengan sabar mengusapkan di seluruh tubuh istrinya. Tidak sedikitpun terlihat rasa jijik, meskipun laki-laki itu melihat darah yang masih mengalir dari tempat bayi mereka keluar. Bau harum aroma shower cream dan shampoo menyeruak memenuhi kamar mandi, dan sedikitpun Ravendra tidak mempedulikan bajunya yang juga basah terkena air ketika memandikan istrinya. Ravendra seperti tidak memiliki kepedulian sedang berada dimana mereka saat ini. Untungnya kamar perawatan Alexa, sekelas Presidential Suites sehingga privacy keduanya juga ikut terjaga,


"Sudah hati-hatilah honey.. aku akan membawamu keluar dulu menuju  walk in closed untuk memilih baju. Setelah itu barulah aku akan membersihkan tubuhku dulu.." dengan hati-hati, Ravendra mengambil handuk, kemudian melilitkan kembali ke tubuh Alexa. Tanpa merasa takut terpeleset; laki-laki itu segera mengangkat kembali tubih istrinya, kemudian membawanya keluar menuju ke walk in closed.


Dengan sabar Ravendra membantu istrinya mengenakan pakaian, bahkan membantu memasangkan pembalut wanita pada celana  dalam istrinya. Alexa sebenarnya malu, tetapi Ravendra tetap keukeuh melakukannya. laki-laki itu mengatakan, jika apa yang dilakukannya saat ini tidak sebanding dengan pengorbanan istrinya yang telah melahirkan generasi penerus mereka.

__ADS_1


"Kak.. apakah sudah mengirimkan kabar pada papa dan Mommy.. Lexa takut, mereka akan mengkhawatirkan kita, jika kita tidak memberinya kabar." tiba-tiba Alexa teringat pada keluarganya yang masih di hotel.


"Sudah.. jika mereka cerdas, mereka pasti sudah akan menemukan kita. Kakak sengaja mematikan ponsel honey, juga ponselku sendiri. Besok pagi baru aku nyalakan lagi, malam ini aku akan menemani honey istirahat." sahut Ravendra cuek.


Alexa hanya diam melihat sikap suaminya, tetapi bagaimanapun apa yang diucapkan oleh suaminya ada benarnya juga.


*******


Seperti orang kesetanan, Thomas mengemudikan mobil membelah kota Batam yang sudah mulai sepi. Duduk di sampingnya, wajah Sarah juga tidak terlihat lebih baik. Semenjak mobil keluar meninggalkan hotel, sepanjang perjalanan perempuan itu terus mengucapkan doa. Perempuan itu berharap jika proses kelahiran cucunya tidak membawa masalah untuk putrinya Alexa.


Sesampainya di lobby rumah sakit, Thomas menghentikan mobilnya. Untungnya beberapa pengawal Ravendra, stand by dan berjaga-jaga di sekitar tempat itu. Sehingga begitu melihat kedatangan orang tua dari nona muda mereka, dengan sigap mereka menghampiri dan meminta kunci mobil untuk diparkirkan di tempat parkir.


Tanpa menjawab, dengan sigap Thomas segera menggandeng istrinya kemudian setengah berlari masuk ke dalam rumah sakit. Untungnya secara kebetulan, kamar Presidential Suites dilengkapi dengan fasilitas lift tersendiri. Sehingga untuk mencapai kamar yang berada di lantai tiga, mereka tidak kesulitan  dan tidak berdesakan dengan pengguna lift yang lain. Melihat pintu lift terbuka, kedua orang itu segera bergegas masuk ke dalamnya,


Tidak lama kemudian pintu lift kembali terbuka, karena mereka sudah sampai di lantai tiga. Presidential Suites, terlihat tulisan besar menandakan keberadaan kamar yang mereka cari. Pasangan suami istri itu segera menuju ke ruang perawat juga, dan segera menanyakan keberadaan tempat perawatan putrinya.


"Pintu sebelah kanan Tuan.. syukurlah nona muda Alexa sudah melahirkan bayi laki-laki yang sangat tampan dan menggemaskan. Bayinya sudah kami mandikan, dan sementara kami tidurkan di kamar samping tempat nona muda beristirahat." dengan ramah, perawat memberikan informasi pada pasangan suami istri itu.

__ADS_1


"Baik terima kasih.." Nyonya Sarah segera menarik tangan suaminya, untuk mengajaknya masuk ke dalam ruang perawatan.


"Jangan lupa, masuk kamar mandi dulu mam.. kita harus pastikan jika dalam keadaan bersih, sebelum bersentuhan dengan cucu kita." Thomas memperingatkan istrinya. Nyonya Sarah menganggukkan kepala dan mengacungkan ibu jari pada suaminya.


Setelah mencuci tangan dan muka, kedua orang itu segera masuk ke dalam, dan melihat kamar perawatan putrinya. tanpa permisi, Nyonya Sarah langsung mendorong pintu kamar, dan melihat putrinya Alexa sedang tidur pulas dengan dipeluk oleh suaminya. perempuan itu tersenyum dan geleng-geleng kepala, namun Thomas segera menariknya keluar,


"Orang tua manapun begitu melahirkan, mereka tidak mau berpisah dengan bayinya. Tetapi ternyata kedua anak itu berbeda, malah suaminya yang tidak mau berpisah dengan istrinya.." Nyonya Sarah tersenyum mengomentari pasangan suami istri itu.


"Hmm begitulah Ravendra.. orang kebanyakan tidak akan bisa memahami laki-laki itu. Tetapi yang penting, putri kita selalu ada yang siap siaga untuk menjaga dan melindunginya. Itulah yang terpenting.." Thomas menanggapi perkataan istrinya, laki-laki itu kemudian mengajak istrinya untuk melihat keadaan cucu mereka.


Di kamar samping, di atas box bayi terlihat bayi mungil yang lucu sedang tertidur di dalamnya. Tampak seorang perawat berjaga di dalam kamar tersebut. Mengetahui siapa identitas orang tua bayi tersebut, rumah sakit tidak mau gambling. Mereka memberikan perawatan yang terbaik untuk orang tua dan juga bayi yang saat ini sedang tertidur pulas.


"Saya nenek dari bayi ini Suster.. istirahatlah di tempat lain. Kami berdua yang akan menjaganya." melihat perawat itu kelelahan, Nyonya Sarah meminta perawat itu untuk istirahat.


"tidak apa Nyonya.. sudah menjadi tugas saya.." perawat itu tidak mau meninggalkan kamar tersebut,.


Nyonya Sarah tersenyum, kemudian mengangkat tubuh bayi Alexa dan menggendong dengan menggunakan kedua tangannya.

__ADS_1


*********


__ADS_2