Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Aku akan Melamarmu


__ADS_3

Alexa terkejut mendengar perkataan yang diucapkan Ravendra, gadis itu segera melihat langsung ke mata laki-laki itu. Dengan mengulum senyum, Ravendra dengan yakin menganggap kepala.


"Kak Ravend jangan bercanda..." ucap lirih Alexa.


"Aku bicara yang sebenarnya honey... aku tidak akan melepaskanmu dari sekarang. Kepergianmu sangat menyakiti dan menghancurkanku. Dengan Menikah denganmu, akan membuatmu selalu berada di sisiku." Ravendra meraih tangan Alexa, kemudian memberikan ciuman di tangan Alexa.


Alexa terdiam, dalam hatinya gadis itu merasa bahagia dengan perkataan yang diucap kekasihnya itu, tetapi memikirkan Nyonya Sarah, gadis itu menundukkan kepalanya. Hati kecilnya belum ingin dan belum mau untuk meninggalkan mamanya, karena setelah menikah maka dia harus mengikuti kemana suaminya pergi.


"Kenapa kamu diam honey.., apakah kamu tidak mau untuk aku jadikan istriku?" melihat kebisuan Alexa, Ravendra bertanya pada kekasihnya itu.


"Hmm..., aku belum bisa menjawabnya kak.. Alexa masih ingin bersama dan menemani mama.." ucap gadis itu lirih.


Ravendra tersenyum kemudian kembali meraih pundak Alexa. kemudian memeluk gadis itu dalam pelukannya.


"Siapa yang akan memisahkanmu dengan Tante Sarah honey... Berada dimanapun, kamu bisa membawa mama untuk bersama kita. Kamu jangan terlalu khawatir." untuk melunaknya hati perempuan yang ada di pelukannya itu, Ravendra menuruti semua yang diinginkan oleh gadis itu.


Alexa menatap ke mata laki-laki itu, dan gadis itu melihat kesungguhan ada melalui mata Ravendra. Laki-laki itu semakin mengerutkan pelukannya.


********


Fernando kalang kabut mencari keberadaan Alexa. Sudah sejak pagi, ponsel gadis itu tidak bisa dihubungi. Ketika laki-laki itu menanyakan pada Nyonya Sarah, perempuan itu menjawab tidak melihat kepergian gadis itu. Sudah lebih lima kali, laki-laki itu menghubungi ruangan kerja gadis itu, tetapi satupun rekan kerjanya juga tidak mengetahui keberadaan Alexa.


"Apakah Alexa ada janji dengan Tuan Thomas ya..., sepertinya mereka memiliki hubungan yang dekat?" Fernando bertanya pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Tanpa berpikir panjang, Fernando mengambil ponselnya, kemudian laki-laki itu melakukan panggilan keluar pada Tuan Thomas. Tiga kali panggil keluar terlewatkan, dan pada panggilan keempat akhirnya...


"Selamat siang.., apakah ada yang masih harus kita bicarakan Fernando?" Thomas langsung bertanya ke titik permasalahan.


"Selamat siang juga . hanya mau konfirmasi Tuan Thomas, maaf mengganggu. Apakah saat ini Tuan sedang bersama dengan Alexa..?" tanpa basa-basi, Fernando langsung menanyakan Alexa.


"Alexa..., bukannya hari ini hari kerja??? Kenapa kamu malah bertanya kepadaku Fernando. What happened?" mendengar atasan Alexa, mencari keberadaan Gadis itu, Thomas ikut menjadi khawatir.


"Itulah Tuan..., kami juga sudah menanyakan pada Nyonya Sarah, ternyata gadis itu sudah pergi sejak pagi. Dan saat ini Nyonya Sarah juga tidak mengetahuinya keberadaan Alexa. Berkali-kali kita sudah coba hubungi ponselnya, tetapi tidak dapat tersambung." Fernando mencerminkan upayanya untuk menemukan Alexa yang sudah dilakukan sejak pagi.


"Teman gadis itu.. mungkin?? Kamu bisa menghubungkan mereka satu persatu untuk memasukkan keberadaan gadis itu." Thomas memberikan masukan. Fernando terdiam sesaat, laki-laki itu mencoba untuk mengingat teman Alexa di kota ini, tetapi tidak dapat menemukan.


"Tidak ada Tuan..., hanya teman kerja di kantor yang menjadi teman gadis itu. Mereka semua juga ikut mencari informasi keberadaan Alexa." sambil menghela nafas, Fernando menanggung perkataan Thomas.


******


Setelah menutup panggilan dari Fernando, Thomas langsung mengambil laptop dan langsung membukanya. Tidak lama kemudian, laki-laki itu sudah masuk dan berselancar di internet. Thomas mencoba mendeteksi kepergian Alexa dengan mengkoneksikan rekaman CCTV dari waktu dini hari. Tetapi tidak ada secuil gambarpun tentang Alexa yang dapat laki-laki itu temukan.


"Slurp..." tiba-tiba Thomas merasa saluran nafas bereaksi. Biasanya hal itu terjadi, jika di sekitarnya ada manusia vampire.


"Siapa yang datang ke kota ini, apakah hal ini ada kaitan dengan perginya Alexa..?" Thomas mulai berpikir.


"Jika ada kaitannya, hanya akan ada dua kemungkinan. Bisa jadi orang-orang vampir yang datang kesini adalah utusan dari Santorini, atau orang-orang yang merasa khawatir kehilangan Ravendra, atau Ravendra sendiri." Thomas mulai berpikiran tentang alasan kedatangannya manusia vampire.

__ADS_1


Thomas memejamkan mata, kemudian menajamkan indera penciumannya. Setelah beberapa saat,..


"Kenapa aku menemukan aura dan bau manusia vampire sangat pekat di hotel ini?" Thomas melangkah keluar ke balkon. Laki-laki itu dengan indera penciumannya merasakan kehadiran manusia vampire di tempatnya berada.


"Hmmm .., bisa jadi Ravendra ada disini. Bukankah laki-laki itu kekasih dari Alexa. Pertemuanku dengan Sarah waktu itu, karena aku memiliki misi untuk menyelidiki gadis itu, yang sampai akhirnya Sarah melarikan diri ke kota ini." Thomas mengingat kembali kejadian berbulan-bulan yang lalu.


"Jika Ravendra ada di kota ini, berarti Presidential Suites di roof top menjadi tempat untuk menginap. Aku akan memeriksanya." Thomas berjalan masuk kembali ke kamar, kemudian melangkah keluar menuju pintu lift.


******


Ravendra merasakan kemunculan Thomas di sekitar tempatnya menginap. Laki-laki itu meninggalkan Alexa yang sedang tertidur di dalam kamar, kemudian melangkahkan kaki menuju ke akses pintu utama. Seperti apa yang diduganya, Ravendra bertemu dengan Thomas di depan pintu masuk kamar.


"Uncle..., hmm... ternyata uncle sedang berada di hotel ini juga ya? Aku berpikir trilyuner mana yang berani menyewa kamar di lantai bawah. Ternyata Uncle Thomas yang berada disini." dengan nada sarkasme, Ravendra memberi sapaan pada laki-laki itu.


"Hmmmm.m, sepertinya juga ada hal penting di kota ini, sampai keponakanku mau berkunjung ke kota kecil ini." Thomas membalas cibiran itu.


"Ha..., ha..., ha.. apakah Uncle lupa ya?? Selain hotel ini, perkebunan kelapa sawit, pengolahan nikel, timah dan juga banyak perusahaan yang sudah akuisisi berada di sekeliling Kepulauan Riau ini. Bahkan satu tahun waktuku, untuk aku gunakan melakukan inspeksi ke masing-masing perusahaan, tidak akan pernah cukup waktunya." dengan arogan, Ravendra menyombongkan perusahaannya.


"Okay aku setuju dengan perkataanmu. Tapi masih sedikit aneh bagiku, seorang konglomerat internasional masih memiliki waktu sisa untuk berada di kota kecil ini." Thomas tidak mau kalah, laki-laki itu tidak berhenti menyindir Ravendra.


Berita keterlibatan Thomas untuk melaksanakan instruksi dari Santorini agar mencari kebenaran hubungannya dengan Alexa, membuat Ravendra kehilanganmu simpatik terhadap laki-laki di depannya itu. Membuat tatapan menyelidiki Thomas yang seakan menembus kamarnya, Ravendra langsung menutup pintu dari luar.


"Ayo Uncle.., sepertinya akan menghilangkan ketegangan jika kita sekedar minum kopi berdua." Ravendra meninggalkan Thomas untuk menuju ke arah cafe.

__ADS_1


******


__ADS_2