
Nyonya Sarah tersenyum melihat kedatangan kembali putrinya dari perjalanan bisnis di Singapore. Perempuan paruh baya itu segera menyiapkan satu cangkir teh panas untuk menghilangkan kepenatan yang dirasakan putrinya. Satu potong sandwich disajikan Nyonya Sarah, sebagai teman untuk menikmati teh panas.
"Kamu sudah mandi sayang...? Bagaimana perjalanan kalian ke Singapore, apakah berhasil dengan baik." sambil duduk di kursi, Nyonya Sarah bertanya pada Alexa. Alexa yang sedang mengeringkan rambutnya dengan menggunakan handuk di kepalanya, mendatangi meja dan mengambil cangkir untuk meneguk beberapa tegukan teh panas.
"Syukurlah ma.. ada satu perusahaan di Rumania yang langsung teken kontrak dengan perusahaan kita, Bahkan beberapa saat lagi, tim dari perusahaan itu akan berkunjung ke Batam, mereka akan melihat langsung perusahaan kami." mendengar ALexa menyebut negara Rumania, hati Nyonya Sarah terasa berdesir. Perempuan itu tiba-tiba teringat dengan keberadaan Thomas dan keluarganya, Mereka pertama kali bertemu di negara itu, tetapi meski akhirnya kisah cinta mereka berakhir dengan tragis.
"Ada apa ma.., apakah ada yang mengganggu pikiran mama?" melihat reaksi dan wajah mamanya, Alexa bertanya pada perempuan paruh baya itu.
"Tidak ada apa-apa putriku. Hanya mama ingat.., di negara Rumania, pertama kali mama bekerja disana, dan bertemu dengan papamu." ucap Nyonya Sarah lirih, berusaha menyimpan rapat rahasia hidupnya. Alexa tersenyum masam, gadis ini juga tidak berniat untuk mencari tahu tentang laki-laki yang belum pernah merasa dikenalnya, sejak lahir sampai sekarang. Oleh sebab itu, Alexa menanggapi perkataan dan reaksi mamanya dengan sambil lalu.
"Lexa..., apakah kamu tidak bertanya nak... siapa nama dan asal negara papamu..?" tiba-tiba tanpa ditanyakan, Nyonya Sarah malah memancing pertanyaan putrinya.
"Hmmm..., bagaimana ya ma..., bingung Alexa untuk mengungkapkannya. Sudah sampai sejauh ini, Alexa merasa tidak ada papa kita juga menjalani kehidupan yang baik-baik saja. Kalau memang orang yang layak dan pantas untuk dipanggil papa memang ada di dunia ini, ALexa akan menunggunya, Hanya ingin melihat.., bagaimana responnya memiliki putri bar bar seperti Alexa." tanpa respon yang baik, Alexa menanggapi perkataan Nyonya Sarah.
__ADS_1
"Ya sudah.. terserah kamu saja Lexa... Istirahatlah.., mama yakin kamu capai malam ini. Jangan lupa, habiskan teh panas dan sandwich yang ada di meja. Mama tidak mau, memiliki seorang anak yang terlihat kurus semacam kurang makanan.." ucap Nyonya Sarah sambil tersenyum. Perempuan paruh baya itu melangkah keluar dari dalam kamar.
Sepeninggalan Nyonya Sarah, perlahan Alexa beranjak dari kursi kemudian menutup pintu perlahan, Setelah menghabiskan teh panas dan sandwich bikinan mamanya, gadis itu segera menuju ke arah ranjang, dan kemudian berbaring disana.
"Sebenarnya apa yang aku inginkan dalam hidupku..., aku sendiri seperti tidak memiliki arah untuk melangkah ke depan. Kak Ravend..., begitu besar pesonamu menghunjam dadaku, sampai aku tak memiliki nyali untuk sekedar memanggil namamu.." bayangan wajah Ravendra sedang tersenyum, seakan menari-nari di depan Alexa. Terkadang gadis itu tersenyum menyambut senyuman itu, tetapi terkadang rasa sesak seperti datang menyergap dadanya.
"Damn it...., aku benar-benar tidak dapat melupakan laki-laki itu. Aku rindu dan ingin memeluk erat tubuhmu kak Ravend..." gumam Alexa sambil mendekap guling di dadanya. Sebenarnya jika gadis itu berniat, jarak pulau Batam tempat tinggalnya saat ini tidak begitu jauh dengan pulau Jawa, dan hanya satu kali flight tanpa transit sudah bisa berada di pulau tersebut. Tetapi merasa was-was jika rasanya terhadap Ravendra semakin erat, gadis itu memilih untuk membatalkan niatnya.
**********
"Apakah Tuan Muda sudah benar-benar memutuskan.., jika tuan muda akan menetap kembali di Rumania..? Johan akan menyetujui dan mendukung langkah Tuan Muda.., hanya saja itu jika Tuan Muda tetap bersedia menjadi Ketua Koloni. Tuan Muda mengambil alih kepemimpinan manusia vampire original di seluruh dunia. Saat ini kita sudah tercerai berai Tuan Muda..." Johan menanggapi niat Ravendra yang ingin meninggalkan negara Indonesia, dan menetap kembali di negara asal mereka.
"Jangan bicara masalah jabatan kepadaku Johan.., aku muak mendengarnya. Saat ini.., keinginanku hanya bersama dengan Alexa..., gadis itu sudah menorehkan sebuah tanda yang dalam pada hidupku." ucap Ravendra sambil menatap ke depan dengan pandangan kosong.
__ADS_1
"Apakah dengan jabatan itu.., bisa membawaku pada gadis itu..., pada Alexa... Johan?" kembali Ravendra melanjutkan perkataannya.,
Johan terdiam, dia juga tidak mampu menjawab pertanyaan yang dikatakan Tuan mudanya barusan. Laki-laki itu juga merasa heran, berbagai sumber daya sudah dikerahkan untuk mendapatkan informasi tentang keberadaan Alexa..., tetapi semuanya terasa sulit untuk ditembus. Bahkan jejak digital gadis itu juga tidak dapat ditemukan di internet. Padahal untuk gadisĀ seusia Alexa..., media sosial instagram, facebook.. dan lain sebagainya, sering menjadi media utama agar mereka tetap bisa eksis.
Tiba-tiba Johan dikejutkan dengan suara ponselnya yang bergetar di saku bajunya. Laki-laki itu kemudian mengeluarkan ponselnya, dan melihat ada pesan masuk dari nomor tidak di kenalnya. Merasa tidak mengenal nomor tersebut, laki-laki itu merasa malas untuk membuka ponsel.
"Bip.., bip..., bip..." kembali suara ponsel Johan berdering. Laki-laki itu mengambil ponsel, dan melihat nomor ponsel yang baru saja mengirim pesa padanya, saat ini melakukan panggilan masuk padanya. Dengan malas, Johan mengangkat ponsel tersebut..
"Yap.." sahut Johan singkat.
"Maaf Wakil CEO PT. Andromega... saya memberanikan diri mengirimkan picture ke nomor Tuan Johan. Saya Aniss dari IT and Design Team yang dulu satu divisi dengan Miss Alexa. Harap Tuan berkenan melihat ke picture yang baru saya lampirkan dalam pesan di whattsapps. Besra harapan kami Tuan Johan dapat mengenali ada dimana tempat itu." terdengar suara gadis di seberang ponsel, yang ternyata adalah Aniss.
"Hmmm..." ucap Johan singkat, kemudian laki-laki itu mematikan panggilan telpon. Tanpa bicara, Johan segera masuk ke ponselnya, dan menggulir aplikasi whattsapps untuk membaca pesan yang masuk. Setelah melihat nomor ponsel yang barusan melakukan panggilan masuk padanya, Johan langsung membuka picture yang dikirim kepadanya itu.
__ADS_1
Mata Johan terbelalak melihat foto seorang gadis yang berdiri di pinggir pantai dengan latar pemandangan lautan luas di belakangnya. Di seberang lautan, tampak bangunan gedung-gedung tinggi menjulang. Dengan cepat, Johan tersenyum.., dia merasa mengenali dimana tempat itu berada.
************