Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Kasih Sayang Abadi


__ADS_3

Raveena ingin segera mengetahui bagaimana kabar dan keadaan suaminya Johan. Namun pasangan suami istri itu malah tanpa malu memamerkan kemesraan di depannya. Gadis muda itu segera keluar dari ruangan itu, dengan diikuti oleh Thomas di belakangnya. Tidak jauh mereka berjalan, terlihat Johan sedang menghajar laki-laki bertopeng itu. Mereka kemudian dengan segera menghampiri laki-laki itu,..


"Kak Johan..." Raveena langsung menghambur ke pelukan laki-laki itu. Untungnya Thomas menyadari apa yang terjadi di depannya, laki-laki itu kemudian mengambil alih laki-laki bertopeng itu dari tangan Johan.


"Terima kasih Tuan Thomas.. hajar saja pecundang ini jika memancing amarah Tuan Thomas.." ucap Johan mengucapkan terima kasih pada papa mertua Ravendra. Laki-laki itu kemudian menarik raveena, dan kembali pasangan itu saling berpelukan.


"Kenapa kamu menyusulku sampai ke sini sayang.. apakah kamu tidak berpikir akan sangat membahayakan nyawamu. Musuh kita kali ini bukan main-main, kak Ravendra, aku saja bisa dengan mudah terjebak padanya, apalagi dirimu.." teringat dengan resiko kedatangan Raveena ke tempat ini, Johan menegur perempuan itu.


"Hmm.. sudahlah sayang. Buktinya aku bisa sampai disini bukan, sampai pergi tidak berpamitan dengan papa, Mommy bahkan juga dengan kak Lexa.. Malah, akhirnya kita bisa bertemu disini. Kak lexa malah membawa Abhimana ke tempat ini.." ucap Raveena membenarkan pembelaannya.


Johan terdiam, betapa beruntungnya dia bisa mendapatkan pasangan hidup yang sangat peduli denganĀ  keselamatannya. Muncul kekecewaan dalam hatinya sudah sejak dulu mengabaikan keberadaan Raveena yang terus mendekatinya, bahkan berkali-kali menyakiti hatinya.


"Sudahlah.. ayo kita temui kak Ravend dan kak Lexa.. Kita pikirkan langkah selanjutnya, mau kita apakah looser itu. Tidak mungkin akan membiarkan Uncle Thomas untuk mengurus sendiri pecundang itu.." mengingat tanggung jawab besar mereka, terkait dengan laki-laki bertopeng itu, Johan mengajak Raveena untuk mendatangi Ravendra dan Raveena.


*******

__ADS_1


Di dalam ruangan, Ravendra yang saat ini menggendong Abhimana menggandeng tangan ALexa dan mengajaknya keluar. Namun.. belum sampai mereka melangkahkan kaki, terlihat Robert mencegat mereka sambil mengangkat dan menangkupkan tangannya di depan dadanya. Tampak penyesalan terlihat dalam mata dan sikap laki-laki itu. Ravendra melihat dengan marah pada laki-laki itu, namun Alexa menahan gerakan tangan Ravendra yang akan diarahkan pada laki-laki itu.


"Kak.. maafkan Tuan Robert. Laki-laki itu tidak berdaya, istri dan anak-anaknya dalam tawanan laki-laki bertopeng itu. Bantu dia.. karena tuan Robert lah, aku dan papa bisa sampai ke tempat ini kak. Tuan Robert telah mengirimkan orangnya untuk mengirimkan google maps ke rumah, sehingga aku dan papa bisa sampai ke tempat ini.." ucap Alexa dengan suara lembutnya. Ravendra melihat ke wajah istrinya, dan Alexa tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Ucapkan terima kasih pada istriku.. Kamu sudah berani berbuat jahat pada suaminya, tetapi istriku ini memaafkanmu, bahkan memintaku untuk menyelamatkan keluargamu. Begitu baik bukan hati istriku.. yang tanpa kamu berpikir kamu akan menghancurkan hatinya.." dengan nada sarkasme, Ravendra berbicara pada Robert.


"Ampun Tuan muda.. saya terpaksa melakukannya. Laki-laki bertopeng itu telah menangkap istri dan anak-anak saya tuan muda. Saya tidak memiliki sedikitpun pilihan untuk dapat menolaknya tuan muda.. ampuni saya. Atau jika tuan muda akan tetap menghukum saya, lakukan tuan muda. Hanya saja bantu saya untuk menyelamatkan istri dan anak-anak saya terlebih dahulu.." Robert bersimpuh di kaki Ravendra. Laki-laki itu memandangnya dengan tatapan marah, namun terlihat istrinya nona muda Alexa terus berusaha menenangkan laki-laki itu.


"Kak.. ampunilah dia. Bagaimanapun tanpa kerja samanya dengan mengirimkan share location tempat ini padaku.. Lexa dan papa Thomas juga tidak sampai ke tempat ini. Kita bantu bagaimana melepaskan istri dan anak-anak Robert yang sudah disekap dan di tawan oleh laki-laki bertopeng itu." Alexa mencoba menenangkan Ravendra.


"Bagaimana Ravendra... akan kita apakan laki-laki ini." Thomas bertanya pada putra menantunya sambil menginjak punggung laki-laki bertopeng itu.


"Sudah pa.. tidak perlu kita mengotori tangan kita dengan darah orang yang tidak memiliki rasa syukur, selalu berpikir jika ambisinya merupakan raja yang selalu dia ingin raih, tanpa berpikir tentang orang lain sedikitpun. KIrimkan saja pada Rahib agar tubuhnya dikremasi, sehingga untuk menjerit minta tolongpun tidak akan ada yang mendengar. Tubuhnya akan hancur menjadi abu, dan tidak ada kesempatan untuk melakukan reinkarnasi.." dengan judes, Ravendra memberikan tanggapan.


"Baik Ravendra.. memang benar apa yang kamu katakan. Kita tidak layak untuk memberinya hukuman, akan terlalu terhormat untuknya.." Thomas mengambil ponsel dari saku jaket laki-laki itu, karena sejak tadi mendengar jika ponsel itu ada panggilan masuk.

__ADS_1


Ravendra menangkap ponsel yang dilemparkan kepadanya, kemudian karena melihat jika ponsel itu masih memiliki panggilan masuk, dengan cepat laki-laki itu menekan tombol terima.


"Tuan.. tuan.. nona meminta saya bertanya pada tuan.. tentang tawanan perempuan dan anak-anaknya. Satu anak perempuannya sejak malam mengalami demam hebat, dan bahka beberapa kali mengalami pingsan. Apakah akan kita bunuh saja sekarang, ataukah mereka masih perlu untuk kita selamatkan.." mendengar ucapan lawan bicaranya, Ravendra menggenggam tangannya menahan rasa amarah. Tetapi laki-laki itu sekuat tenaga berusaha mengendalikan perasaannya itu,


Robert yang berdiri di dekat mereka, hatinya terasa teriris mendengar kabar tentang keluarganya. Tetapi laki-laki itu juga terlihat menahan perasaannya mencoba menunggu apa yang akan dilakukan oleh Tuan Muda Ravendra.


"Bawa ke rumah sakit segera, beri pelayanan terbaik untuknya. Untuk tidak menimbulkan kecurigaan bagi pihak keamana rumah sakit, kendorkan pengawalan, mereka tidak akan dengan mudah melarikan diri dari tempat itu." arahan Ravendra terdengar, dan melegakan semua yang berada di tempat itu,


"Ravendra.. apakah perlu kita membuka topeng penutup wajah laki-laki ini.." tiba-tiba sebelum Ravendra meninggalkan tempat itu, Thomas bertanya kepada anak muda itu.


"Huh.. tidak perlu pa. Mau menggunakan penutup wajah dari emaspun, aku sudah mengetahui siapa laki-laki serakah, yang tidak memiliki moral. Siapa lagi jika bukan Yang terhormat Tuan Robin.. Kirim secepatnya laki-laki ini ke rahib di Yunani, Penghancuran untuknya masih lebih beradab, dan menghormatinya sebagai manusia vampire.." sahut Ravendra yang tidak lagi menoleh ke belakang.


Sambil berjalan, Alexa menyandarkan kepalanya di lengan kiri bagian atas Ravendra. Sambil menggendong Abhimana, laki-laki itu menunjukkan kasih sayangnya pada perempuan yang sangat dicintainya itu. Robert segera beralih dari tempat itu dan tidak lagi mengikuti pasangan suami istri itu.


*********

__ADS_1


__ADS_2