Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Kehidupan yang Berbeda


__ADS_3

Sebuah bangunan kastil yang mungkin sudah lama berdirinya, terlihat sangat megah berada di depan Alexa. Untuk orang-orang dari kelasnya, Alexa mungkin merasa tidak akan dapat menjangkau tempat tersebut. Tetapi bersama dengan Ravendra, semua menjadi terasa mudah untuk Alexa. Gadis itu masih menghentikan langkahnya, melihat orang-orang yang berjalan masuk, Alexasadar diri jika mereka bukan levelnya.


"Kenapa malah bengong disini honey.., ayo ikuti aku! Bukankan kamu akan makan siang bersamaku." melihat Alexa berdiri diam, dengan perhatian Ravendra menggandeng tangan Alexa dan mengajaknya masuk ke dalam. Alexa tersenyum, dia mengikuti langkah laki-laki itu kemana akan membawanya.


"Selamat datang Tuan Muda Ravend.., kami merasa tersanjung, Tuan Muda bisa kembali mengunjungi kastil ini." laki-laki berpakaian lengkap dengan mengenakan dasi khusus menyambut kedatangan Ravendra, laki-laki itu langsung keluar dari manager room. Melihat dari kamera CCTV tentang kedatangan Ravendra ke restaurant ini, manajer langsung keluar menyambut kedatangan laki-laki iti. Manajer restauran melihat Alexa yang tangannya masih dipegang Ravendra, laki-laki itu tersenyum dan menganggukkan kepala memberi salam pada Alexa.


Hanya mengangkat sudut bibirnya ke atas, Ravendra berjalan meninggalkan laki-laki itu. Tanpa diminta, laki-laki itu mengikuti langkah mereka masuk ke private room. Baru mereka berjalan beberapa langkah...,


"Hi Ravend..., is that you? It's been so long, we haven't seen each other." terdengar suara perempuan muda dengan nada tinggi, yang langsung mendatangi mereka. Perempuan itu mengatakan jika mereka sudah lama


tidak berjumpa. Alexa menoleh ke sumber suara, terlihat seorang yang sangat cantik seperti penampilan keturunan asing, berjalan di depannya. Pakaian perempuan itu sangat cocok dengan postur tubuhnya. Meskipun sedikit terbuka, tetapi tidak terlihat seronok di tubuh perempuan itu.


Tanpa melihat sedikitpun pada Alexa.., perempuan itu langsung memeluk Ravendra di depan wajahnya,  dan akan memberi ciuman pada laki-laki itu. Dengan perasaan kesal dan hati panas, Alexa hanya melihatnya tanpa bereaksi


apapun. Tetapi yang dia lihat ternyata tidak sesuai dengan apa yang ada di pikirannya...


"Sorry Kathrin...don't do this to me. Introduce, this is my girl friend." Ravendra menolak  Kathrin dengan menggunakan kedua tangan untuk menghentikan gerakan gadis itu. Laki-laki itu langsung minta maaf, dan mengenalkan Alexa sebagai kekasihnya.

__ADS_1


"Girlfriend, did I hear it right Alex?" dengan tatapan tidak percaya, Kathrin meragukan identitas Alexa sebagai pacar laki-laki itu. Perempuan itu mengamati Alexa dengan melihat gadis itu dari ujung kaki sampai ujung kepala. Jika dibandingkan dengan penampilannya, memang penampilan Alexa saat ini tidak sebanding dengannya. Masih mengenakan pakaian kerja dengan model standar, tidak level dengan pakaian branded yang dikenakan Kathrin.


Untuk menghilangkan kekhawatiran dan menetralisir perasaan Alexa, Ravendra menganggukkan kepala. Tanpa ada sedikitpun keraguan, di depan Kathrin, Ravendra memeluk erat Alexa dan memberi ciuman di bibir gadis itu. Merasa risih dengan perlakuan Ravendra di muka umum, Alexa mendorong dada laki-laki itu menggunakan tangannya. Tetapi tangan Ravendra lebih kencang memeganginya. Dengan pandangan sinis dan tidak suka, Kathrin menatap Alexa.


"Aku harap saat ini kamu sedang khilaf Ravendra.. Bukankah kamu tahu bagaimana perasaanku padamu selama ini.., dan seenaknya saja kamu mengenalkan perempuan yang tidak memiliki level sama dengan kita sebagai kekasihmu." dengan sinis, Kathrin memberi sindiran pada Ravendra.


"Aku akan segera masuk ke dalam Kathrin, kami sudah sangat lapar." tidak mau menanggapi perkataan Kathrin, Ravendra langsung membawa Alexa meninggalkan perempuan itu. Dari sudut matanya, Alexa melihat perempuan itu dengan kesal dan geram melihat ke arah kemana mereka pergi.


***********


Di  dalam private room


"Honey.., cobalah ini! Puding ini sangat lembut dan sangat manis." melihat Alexa yang seperti belum menyadari perlakuannya, Ravendra mengajak gadis itu bicara. Alexa melihat ke mata laki-laki itu, dan melihat sudah ada


sendok kecil di depan mulutnya, tanpa ragu Alexa membuka bibirnya.


"Apa yang kamu pikirkan honey..? Kathrin..., trust me please!! Aku tidak ada hubungan apapun dengan gadis itu, apalagi setelah aku menemukanmu honey. Kamu bisa percaya aku." Ravendra mencoba menjelaskan hubungannya dengan Kathrin. Alexa menggelengkan kepalanya, dan laki-laki itu meletakkan sendok kecil di atas piring. Setelap mengelap sebentar tangannya, jari Ravendra memegang dagu Alexa. Laki-laki itu mengarahkan wajah dan tatapan Alexa untuk melihatnya.

__ADS_1


"Sepertinya banyak yang belum aku tahu tentangmu kak  Ravend.. Kamu tiba-tiba datang di hadapanku, tanpa bertanya apapun kamu sudah menahan hatiku sampai sekarang. Tetapi setelah aku melihat semuanya, sepertinya sangat besar perbedaan di antara kita kak.. Pergaulan kakak dan pergaulanku jauh berbeda. Kita tidak berada di level yang sama.." ucap Alexa lirih. Tiba-tiba gadis itu merasa rendah diri dan juga merasa kecil di depan laki-laki itu.


"Apa yang honey inginkan dariku sekarang?? Katakan, jikapun honey menginginkan saat ini kita melangsungkan perkawinan, aku akan melakukannya sayang. Aku memang bukan laki-laki baik di masa lalu, tetapi di masa depan aku akan menjadi laki-laki yang paling baik hanya untukmu." dengan penuh perhatian, Ravendra mengucap janji pada gadis itu.


"Bukan itu kak..., tetapi Alexa hanya ragu. Apakah pada nantinya, Alexa bisa mengikuti pergaulan kakak, lingkungan kakak?" Alexa mengatakan keraguannya.


"Tidak perlu kamu berpikir terlalu jauh honey.. Kita akan melaluinya bersama, dalam waktu dekat aku akan bilang pada Nyonya Sarah. Aku akan melamarmu honey.., dan seperti kamu tahu. Aku tidak menghendaki penolakan, apa yang aku inginkan harus semua dapat terlaksana." sambil mengecup jari-jari tangan Alexa, Ravendra meyakinkan gadis itu. Mendengarkan janji dari laki-laki itu, Alexa sedikit merasa tenang. Gadis itu kemudian mengambil gelas berisi lemon tea dan menyesapnya perlahan.


Ravendra mengambil piring dan mengisi piring itu dengan sedikit nasi  dan beberapa lauk. Kemudian laki-laki itu meletakkannya di depan Alexa. Bukan Alexa yang memberikan pelayanan pada Ravendra, tetapi malah berlaku


sebaliknya. Dari sudut ruangan, terlihat pelayan akan mendekat untuk membantu mereka. Tetapi Ravendra memberinya isyarat untuk tidak melakukannya.


"Terima kasih kak Ravend.." Alexa mengucapkan terima kasih. Tanpa menjawab Ravendra hanya tersenyum, laki-laki itu kemudian menyiapkan makanan di piringnya sendiri. Tanpa banyak bicara, kedua orang itu segera menikmati makan siangnya. Sedangkan Johan, tidak terlihat laki-laki itu duduk dan makan di sebelah mana.


"Setelah ini kamu ikut aku ke rumah ya honey..! Aku ingin mengenalkan semua pelayanku padamu, agar mereka bisa lebih dekat mengenalmu." tiba-tiba Ravendra mengajak Alexa untuk datang ke rumahnya.


"Jangan sekarang kak.., Alexa masih memiliki banyak kerjaan dari Boss Ridwan. Alexa sudah berjanji padanya untuk menyelesaikan semua tugas itu hari ini. Bahkan, hari ini saja Alexa harus bersiap  dan menelpon mama jika

__ADS_1


pulang terlambat. Kemungkinan Alexa akan lembur kak.." Alexa menolak ajakan laki-laki itu dengan alasan pekerjaannya. Mendengar kalimat itu, Ravendra menjadi kurang suka.


*********


__ADS_2