Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
I Want You


__ADS_3

Di dalam Kamar


Alexa merasa malu sejak tadi dilihati oleh Ravendra. Gadis itu merasa deg-degan dengan perlakuan Ravendra, yang tidak berkedip selalu mengamatinya sejak tadi. Setelah berbicara dengan kedua orang tua Alexa, Ravendra menyingkirkan semua urusan, dan berpesan pada Johan untuk tidak mengganggunya. Laki-laki ini berjanji untuk memperlakukan istrinya layaknya seorang ratu di hari bahagianya ini.


"Kak Ravend..., jangan begini kak... Alexa jadi tidak enak body.. risih." ucap Alexa pelan sambil mendorong dada laki-laki yang sejak tadi berusaha menempel padanya terus.,


"Jangan usir aku honey.., ingat saat ini aku adalah suamimu. Kata orang-orang.., dosa menolak suami." Ravendra berbisik di telinga gadis itu, sambil menjilat belakang telinga istrinya itu.


Mendapatkan jilatan itu, perasaan ALexa menjadi tidak karuan, dada Alexa seperti terburu, Nafasnya tiba-tiba terengah-engah.., menjadi memburu dan mengharapkan perlakuan lebih dari laki-laki itu.


"Aku suka dengan sikapmu honey.., kali ini dan selamanya kamu adalah milikku. Hanya milikku bukan untuk yang lain." kembali Ravendra berbisik di telinga gadis itu. Dari jilatan di belakang telinga Alexa..., Ravendra memegang belakang kepala gadis itu, kemudian menautkan bibirnya ke bibir gadis itu. Mendapatkan perlakuan seperti itu, tanpa menjawab Alexa membuka sedikit bibirnya, dan dengan leluasa lidah Ravendra masuk ke dalam bibir gadis itu, dan membukanya. Ciuman bibir yang panas dan memabukkan segera terjadi di atas sofa di Presidental SUites, Intercontinental Hotel.


Ciuman bibir itu berlangsung untuk waktu yang lama, dan hanya terlepas jika kedua insan manusia itu kehabisan nafas. Tetapi setelah jeda mengambil nafas, kembali laki-laki itu melakukannya lagi. Kedua lidah dua orang itu terus terjalin, saling berpagut, dan kedua saliva juga terus saling menyatu.


"Aakh...\, ugh... kak Ravend..." dengan suara tercekat\, terlepas de**sahan dan le**nguhan dari bibir gadis itu\, ketika salah satu tangan Ravendra meraba dan meremas lembut squissy kenyal di dada gadis itu.

__ADS_1


"Mende*sahlah honey*..., aku suka mendengarnya.." bisik lembut Ravendra kembali memenuhi telinga Alexa. Gadis itu memejamkan matanya, kedua tangannya sudah menggayut manja di belakang leher laki-laki itu. Betul-betul kedua pasangan itu terlena..


Satu persatu kancing baju atasan yang dikenakan ALexa sudah terbuka, dan terlihatlah sebuah lapisan bra warna pink yang terlihat sexy di mata laki-laki itu, Tanpa berkedip, Ravendra mengamati bra tersebut, dan tiba-tiba... mulut laki-laki itu mengeluarkan lidah,  dan mulai merayap di leher perempuan itu.


"Mmmmm.... ugh... kak..." kembali lenguhan keluar dari bibir gadis itu. Tubuh Alexa menggelinjang hebat, dan mulutnya tidak mau berhenti mendesah menikmati perlakuan memabukkan dari laki-laki itu. Ravendra terlihat sabar memperlakukan gadis itu, laki-laki itu ingin membuat kesan yang sangat mendalam untuk pertama kalinya, di depan perempuan yang sangat dicintai dan diinginkannya,


Tanpa Alexa sadari, tangan Ravendra tidak berhenti, kedua tangan laki-laki tanpa gadis itu sadari sudah melepas pengait bra yang dikenakannya. Dua buah squissy ranum dengan puncak tegak yang ingin mendapatkan perlakuan lebih terlihat **** di mata Ravendra. Laki-laki itu memejamkan matanya, bibirnya mulai menjilat dan merayap menuju squissy lembut yang melenakan matanya.


"Kakak..., teruskan kak... akh..." ceracauan keluar tanpa disadari oleh Alexa, ketika bibir Ravendra memainkkan lidah di kedua bukit kembarnya. Seperti anak kecil, laki-laki itu menghisap niple keunguan di puncak bukit ranum gadis yang sudah dinikahinya itu. Satu tangan laki-laki itu sudah merayap ke pinggang gadis itu dan melepaskan rok yang dikenakan oleh Alexa.


"Kamu sangat indah honey..., aku tidak akan pernah melepaskanmu." bisik Ravendra dengan suara yang semakin serak. Alexa sudah tidak mampu mengeluarkan suara untuk menjawab perkataan laki-laki itu. Gadis itu sangat menikmati perlakuan itu, dan bibirnya tidak berhenti mengeluarkan ceracauan yang tidak jelas. Kamar yang semula dingin, perlahan mulai menghangat dari pergumulan dua orang itu di atas sofa.


Sambil berjalan, tangan Alexa melepas kancing kemeja Ravendra, dan tanpa sadar tangan tersebut menyentuh sesuatu yang tegak di bawah sana. "Akh..., honey... sentuhlah.." terlontar de**sahan dari mulut Ravendra ketika tanpa sadar Alexa memegang dan mengusapnya perlahan,


**********

__ADS_1


Seharian penuh Ravendra dan Alexa menghabiskan waktu di atas ranjang. Noda merah di atas seprei tidak membuat laki-laki itu melepaskan istrinya itu. Tubuh ALexa seperti sudah menjadi candu bagi Ravendra.., dan meskipun bibir Alexa berulang kali menolak perlakuan yang diberikan Ravendra, tetapi begitu laki-laki itu dengan ganas menyusuri setiap jengkal tubuhnya, akhirnya terjadilah penyatuan di antara mereka berdua.


"Kak..., Lexa capai.., dan perih di bawah sana.." Alexa merengek pada Ravendra. Laki-laki itu masih menatapnya dengan penuh keinginan pada gadis itu.


"Hmmm..., biar kakak lihat. Tunggulah sebentar honey...!" tanpa diminta, Ravendra memeriksa bagian tubuh istri yang ada di bagian tengah.


Laki-laki itu kemudian berdiri dan masih dalam keadaan tidak berpakaian, berjalan menuju ke kotak obat. Tidak lama kemudian, sebuah salep sudah berada di tangan laki-laki itu.


"Kita mandi dulu honey..., setelah itu aku akan mengobatimu." bisik Ravendra perlahan,


Tanpa memberi kesempatan pada gadis itu, Ravendra segera mengangkat tubuh perempuan itu kemudian membawanya ke dalam bath up. Perlahan sambil mengisi bath up, laki-laki itu menyalakan shower dan menarik tubuh Alexa lebih dekat pada tubuhnya.


"Kak..., Alexa bisa mandi sendiri." ALexa merasa jengah, melihat mata suaminya sejak tadi tanpa bosan melihatnya dalam keadaan telan**jang.


"Aku menyukai tubuhmu honey.., sangat pas dengan tubuhku. Jangan larang aku..." selesai menyelesaikan kalimatnya, laki-laki itu kembali mencumbu Alexa dengan penuh gai**rah. Seperti terkena sengatan listirik, Alexa yang sudah merasa kelelahan karena sejak tadi harus melayani suaminya, tanpa daya menerima lagi penyatuan kedua inti mereka.

__ADS_1


Seperti sedikitpun tidak memiliki rasa lelah, Ravendra menidurkan tubuh ALexa di dalam bath up, dan dalam rendaman air hangat, laki-laki itu kembali melakukannya. Alexa sudah tidak mengingat apa-apa, matanya sudah terpejam merasakan puncak kelelahan. Tanpa gadis itu sendiri, dengan cepat Ravendra memandikan Alexa kemudian membungkus gadis itu dengan mengenakan handuk dan kembali membawanya ke dalam king size bed. Dengan penuh kesabaran, laki-laki itu mengoleskan salep ke bagian inti gadis itu, kemudian menyelimutinya dan membiarkan ALexa tidur.


***********


__ADS_2